NovelToon NovelToon
Holong Di Balik Adat

Holong Di Balik Adat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:217
Nilai: 5
Nama Author: Pasaribu

Pertemuan yang tak pernah mereka rencanakan, tapi justru takdir membawanya semakin dekat. Hingga mereka benar-benar yakin bahwa cinta itu hadir. Tapi ternyata tak cukup hanya Cinta, tapi juga ada perjuangan cinta yang juga harus membutuhkan restu.

"kamu itu terlahir dalam adat apa? sadar gak sih kamu????" bentuknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pasaribu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lupa Konfirmasi Pemeriksaannya

"Hii......" Ryan menyapa putrinya dengan sangat ceria begitu sampai di rumah. Senyum lebar langsung menghiasi wajahnya.

"Putri Papa mana ya...." Ryan pura tak melihat tapi kedua tangannya terbuka lebar-lebar.

"Papa......aku disini, " Fiska berlari menghampirinya dengan wajah berseri seri.

Ryan tertawa lalu berjongkok untuk menyambutnya.Dalam sekejap anak itu sudah berada dalam pelukannya.

"Wah, kangen Papa ya?"

Putrinya mengangguk cepat.

"Sayangnya Papa....." Ryan mengusap rambutnya sebelum menggendongnya. Putri kecil itu tersenyum bahagia. Rasa lelah Ryan seharian bekerja begitu saja menghilang saat melihat senyum putrinya.

"Sus, kita berangkat sekarang."

Suster yang sejak tadi sibuk menyiapkan tas kecil milik putrinya langsung mengangguk.

"Baik, Pak."

"Let's goo......Pesawatnya akan segera terbang...." Ryan berlari menggendong putrinya dan sedikit mengangkatnya.

"Papa......" Fiska tertawa sambil memeluk Papanya lebih erat.

"Let's go! Pesawatnya akan segera terbang!" seru Ryan dengan ceria. Ia berlari kecil di halaman rumah sambil menggendong Fiska di kedua lengannya, lalu sedikit mengangkat tubuh putrinya seolah-olah sebuah pesawat yang hendak lepas landas.

"Vrooom...... Siap terbang menuju Dentalia Clinic!" candanya.

"Papa!" Fiska terkejut, namun tak lama ia tertawa riang. Kedua tangannya memeluk ayahnya lebih erat.

"Hati-hati, tuan putri..... Ada awan di depan!" canda ayahnya sambil menghindari pot bunga di teras. Ryan sengaja memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri seperti pesawat yang sedang berbelok di udara.

Fiska tertawa semakin keras. "Papa lucu....."

"Kapten Ryan selalu lucu untuk penumpang kesayangannya."

"Ah, Papa....."

Ryan tersenyum lebar mendengar tawa putrinya. Sementara Suster itu menggeleng geleng kecil di belakang, menahan tawanya.

"Nah, pesawatnya sudah mendarat. Kita lanjut naik mobil sungguhan."

Fiska mengangguk sambil masih tersenyum.

"Silahkan Tuan Putri....." Ayahnya membuka pintu mobilnya sambil menunduk. Drama mereka masih tetap berlanjut.

"Terimakasih, Kapten." ucap Fiska berdiri tegak. Dia sudah sudah cukup pintar untuk mengikuti acting ayahnya.

Candaan itu tak berakhir sampai disitu saja, di dalam mobil pun menuju klinik ayah dan putri kecilnya itu masih melanjutkan candaan dan beberapa drama itu.

"Kapten, tolong buka ini!" Fiska memberikan botol minumnya pada ayahnya yang sedang menyetir.

"Ehhhh, Fiska no no...... Biar Suster aja. Papa kan lagi nyetir, nanti nggak fokus loh....."

"Iya, Sayang........ minta tolong Suster dulu ya. Nanti kalau udah sampai, Papa gendong lagi....."

Fiska yang sebenarnya sangat suka jika digendong ayahnya langsung mengangguk pelan dan menurut.

"Janji?"

"Janji" jawab Ryan cepat dan mengulurkan jari kelingkingnya.

Sepanjang perjalanan, Fiska sibuk bercerita tentang kegiatan di sekolah, dan Ryan selalu menanggapi dengan antusias.

"Jam makan siang sampai sore?"

Suara sindiran itu membuat Asido menghentikan langkahnya. Asido baru kembali ke kliniknya lagi.

"Aman semuanya?" tanya Asido berusaha tenang. Seperti seseorang yang tidak terlalu mempedulikan sindiran itu.

Mendengar itu Yani langsung pergi begitu saja. Asido tak menahannya bahkan tak menegurnya sedikit pun. Karna jelas Asido itu pemilik klinik itu dan Yani hanya manager yang diangkat Asido sendiri. Itu seharusnya cukup membuat Yani harus lebih sopan padanya. Tapi memang begitu manusianya Yani, kalo nggak mood dia sulit untuk sadar diri siapa dirinya di sana.

Asido menggeleng dan kembali melanjutkan langkahnya.

"Selamat sore, Pak." sapa manager keuangan klinik itu saat berpapasan pada Asido dengan hormat.

"Siang, Bu Kiki." balas Asido.

Tak ada obrolan lain, hanya sapaan itu. Tapi ternyata bisa membangkitkan amarah di ujung lorong sana. Yani mengepalkan tangannya, menahan marah saat melihat hal tadi.

"Awas kau!!" geramnya.

Sementara Asido dan Kiki sama-sama melanjutkan langkahnya ke arah yang berbeda. Dan alasannya tetap sama yaitu tentang pekerjaan.

"Kita sampai......." Ryan bersama putrinya sampai di parkiran klinik itu.

"Horeee........" teriak Fiska melihat ke luar lewat jendela mobil itu. Dia melompat-lompat kegirangan.

"Heii, Fiska...... awas jatuh," susternya menahan tangan Fiska.

Ryan turun dan berlari membuka pintu mobil belakang.

"Silahkan, Tuan Putri....." Ryan mengulurkan tangannya ke depan putrinya.

"Gendong......" rengek Fiska tiba-tiba berubah manja.

"Eh.... kenapa?" tanya ayahnya memasang wajah cemberut tapi tetap langsung menggendongnya. Sebenarnya dia sudah tau alasannya, Fiska sebenarnya masih merasa takut untuk hal itu. Setiap mau pemeriksaan rutin, drama seperti itu sudah biasa.

"Harus sekarang?" tanya Fiska pelan sambil melihat ke arah klinik itu.

"Tapi kan memang sekarang jadwalnya......"

"Tapi......."

Ryan menurunkan Fiska dari gendongannya. Ia jongkok di depan putrinya.

"Mau pulang saja? Tidak usah kita masuk?" Ryan tetap bersikap lembut menghadapi Putri kecilnya itu.

Fiska terdiam, melihat sekelilingnya beralih pada susternya dan kemudian pada ayahnya.

"Gigi itu harus diperiksa, biar bakterinya nggak berhasil melubanginya..... Karna kalau sudah berlubang, itu SAKITTTTT bangat." jelas Ryan sambil memegang pipi putrinya.

"Memangnya Papa juga periksa gigi?" tanyanya pada Ryan, Karna selama ini dia tidak pernah lihat Ryan periksa gigi bersamanya. Dan tak pernah juga dia melihat Papanya sakit gigi.

"Iya dong...... Papa rutin kok."

"Fiska nggak pernah lihat," potongnya tetap kurang percaya.

"Fiska...... Papa periksa gigi itu ada jadwalnya juga. Jadi..... tak selalu Fiska tau, karna Fiska kan sekolah....." Susternya ikut jongkok menjelaskan.

"Suster juga?" lanjut tanya Fiska.

"Iya..... makanya gigi Suster bagus. Iiiiii....." Suster itu menunjukkan giginya. Melihat itu, Fiska kembali tertawa.

"Makanya, Ayok......" ajak Suster itu meraih tangan Fiska. "Lihat itu ada anak-anak juga." tunjuk susternya pada seorang anak bersama ibunya yang baru masuk.

"Sus, Fiska mau digendong Papa saja ya......"

"Boleh....." sahut ayahnya dan langsung menggendongnya.

"LET'S GOOO......" Ryan berlari kecil sampai masuk ke pintu utama klinik itu. Susternya mengikut dari belakang sambil tersenyum mengingat kelakuan Fiska yang menggemaskan.

"Turun dulu ya, Sayang." Ryan menurunkan Fiska dengan hati-hati lalu menggandeng tangannya menuju administrasi. Suster itu berjalan di samping mereka dengan membawa beberapa dokumen yang biasanya diperlukan saat kontrol.

"Selamat sore, ada yang bisa dibantu?" tanya petugasnya dengan ramah.

"Sore. Saya ingin kontrol gigi untuk anak saya. Atas nama Fiska Cinta." jawab Ryan.

"Baik. Sebentar ya, Pak." Petugasnya segera memeriksa data di komputer. Namun ekspresinya berubah sedikit tidak enak.

"Maaf, Pak. Apakah sebelumnya ada konfirmasi jadwal hari ini?"

Ryan menoleh kepada suster. Wajahnya pun berubah panik. Pemeriksaan itu memang harus ada konfirmasi terlebih dahulu sebelum hari kunjungan. Biasanya jika bukan Ryan yang konfirmasi, terkadang Suster itu yang menggantikannya.

"Maaf, Pak Ryan. Saya benar-benar lupa melakukan konfirmasi tadi siang." Suster itu menunduk. Ryan bisa melihat rasa bersalah di wajah suster itu.

"Jadi tidak bisa diperiksa hari ini?" tanya Ryan pada petugas.

"Untuk dokter gigi jadwal pemeriksaan rutin sudah penuh, Pak. Semua dokter yang bertugas hari ini juga sedang full sampai malam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!