NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa Sang Alkemis

Sinar matahari pagi menembus kaca anti-peluru raksasa di penthouse Wu Imperial Guild, menyapu sisa-sisa embun beku yang menempel di jendela.

Pagi ini, udara di kediaman keluarga Wu tidak terasa santai. Ada ketegangan militer yang kental, bercampur dengan keheningan ritualistik sebelum sebuah pertempuran besar.

Di ruang tamu utama, Wu Jiang dan Wu Yuena sedang bersiap. Mereka tidak mengenakan pakaian elegan seperti biasanya. Wu Jiang terbalut dalam zirah tempur Frost Dragon berwarna biru gelap yang memancarkan kabut es, sementara Yuena mengenakan jubah sutra tingkat Relic yang bersinar dengan untaian aksara suci penyembuhan.

Ini bukan persiapan untuk mengurus urusan Guild sehari-hari.

Hari ini, mereka akan memimpin armada utama Wu Imperial untuk menantang Lantai 79 dari Tower Semesta. Sebuah lantai yang terkenal sebagai kuburan para Country Tier.

Wu Xuan berdiri di ambang pintu, bersandar dengan santai. Kemeja putihnya yang terbuka di bagian atas kontras dengan aura gelap yang tersembunyi di balik matanya. Ia menatap kedua orang tuanya dalam diam.

Untuk sepersekian detik, jantung di dalam dada Wu Xuan berdetak dengan ritme yang tidak rasional. Ada setitik rasa khawatir—sebuah emosi primitif milik tubuh ini yang bereaksi terhadap potensi kehilangan. Lantai 79 bukanlah Gate rendahan. Di sana, hukum kausalitas sering kali terdistorsi, dan satu kesalahan kecil bisa merenggut nyawa seorang Country Tier sekalipun.

Namun, wajah Wu Xuan tidak menunjukkan riak sedikit pun. Ia menekan emosi manusiawi itu dan menguncinya rapat-rapat.

"Pa, Ma," panggil Wu Xuan dengan nada hangat, memecah kesibukan mereka. "Sepertinya kalian akan pergi cukup lama kali ini."

Wu Jiang menghentikan gerakannya. Pria raksasa itu menoleh, tatapan esnya melembut saat melihat putranya. "Perkiraan ekspedisi adalah satu minggu, Xuan'er. Bos di penghuni lantai 79 memiliki kemampuan memanipulasi ruang. Kami harus membuka jalur dengan hati-hati."

Yuena berjalan mendekat, aura sucinya memberikan rasa tenang yang nyaman. Ia mengusap pipi putranya dengan lembut.

"Mama dan Papa harus pergi. Ada material spesifik di lantai itu yang mungkin berguna untuk meningkatkan awakening keduamu nanti. Selama kami tidak ada, jangan melakukan hal berbahaya."

Wu Xuan tersenyum tipis, sebuah senyum mematikan yang ia sembunyikan dengan sempurna di balik topeng seorang putra penurut.

"Jangan khawatirkan aku, Ma. Fokuslah pada perburuan kalian," ucap Wu Xuan lembut. Ia menatap mata ayahnya. "Kembalilah dengan selamat, Pa. Jika kalian terluka, siapa yang akan memanjakan putra kalian ini?"

Wu Jiang tertawa berat, sebuah suara yang menggetarkan ruangan itu. "Tenang saja, Xuan'er. Tidak ada satupun monster yang mampu mengalahkan Papa dan Mamamu ini."

Setelah pelukan singkat, sepasang pilar Tiongkok itu berbalik dan melangkah masuk ke dalam lift khusus yang akan membawa mereka langsung ke landasan pesawat tempur. Pintu lift tertutup, membawa pergi tekanan spiritual yang selama ini memenuhi ruangan.

Begitu pintu lift tertutup, atmosfer di ruangan itu seketika berubah.

Kehangatan seorang putra lenyap tanpa bekas, digantikan oleh aura dingin seorang penguasa yang sedang menginspeksi kerajaannya. Wu Xuan berjalan santai menuju sofa utama dan duduk, menyilangkan kakinya dengan elegan.

Di sudut ruangan yang tadinya terlihat kosong, sebuah distorsi spasial kecil terjadi. Sesosok pria tua melangkah keluar dari bayang-bayang. Ia mengenakan setelan kepala pelayan yang sangat rapi.

Juhao.

Bagi orang luar, Juhao hanyalah anjing tua penjaga rumah keluarga Wu. Namun, mata Wu Xuan yang telah terbuka oleh Akar Spiritual Perpustakaan miliknya mampu melihat melampaui ilusi tersebut. Di dalam tubuh keriput pria tua ini, tersimpan kepadatan mana yang mengerikan.

"Hunter Mountain Tier," analisis Wu Xuan dalam hatinya. "Papa menyembunyikan monster sekuat ini hanya untuk menuangkan teh di rumah? Menarik."

"Tuan Muda," sapa Juhao sambil membungkuk dalam, suaranya serak namun sangat stabil. "Selama Tuan dan Nyonya pergi, pelayan tua ini adalah perisai Anda."

"Santai saja, Paman Juhao," balas Wu Xuan dengan senyum tipis. Ia mengulurkan tangan kanannya ke udara.

WUSSS.

Pedang hitam polos miliknya bermanifestasi dari Inventory sistem. Namun, pedang itu tidak lagi polos. Setelah melahap jiwa Behemoth Orc, Orc King dan ratusan monster, bilah baja itu kini memiliki urat-urat halus berwarna merah gelap yang berdenyut pelan, layaknya pembuluh darah yang memompa kematian.

Wu Xuan memutar pedang itu, mengamati pantulan matanya di bilah yang kelam tersebut.

[Sistem Tower (Biru): Gagal mengidentifikasi item. Artefak Tidak Dikenal.]

[Sistem Akar Spiritual (Emas): Pedang Jiwa Tingkat Pembentukan Qi.]

"Xu Xin," panggil Wu Xuan, suaranya menggema di ruangan yang luas itu.

Pintu ganda terbuka dengan cepat. Asisten cantik dengan kacamata pintar itu masuk, memegang tablet datanya. "Saya di sini, Tuan Muda."

"Hubungi ahli penempa terbaik yang dimiliki Guild kita. Jika perlu, panggil penempa dengan peringkat tertinggi di seluruh Tiongkok yang bisa kau sewa," perintah Wu Xuan tanpa menoleh, jarinya membelai ujung pedang yang tajam. "Bawa dia ke ruang senjata bawah tanah siang ini. Aku ingin dia melakukan pengecekan atribut pada pedangku."

Xu Xin menatap pedang hitam yang memancarkan aura mengerikan itu dengan tenang. "B-Baik, Tuan Muda. Saya akan segera menghubungi mereka."

'Aku harus tahu,' batin Wu Xuan di dalam otaknya, menganalisis situasi. 'Apakah struktur analisis dari pandai besi di era bumi ini mampu membaca eksistensi yang tidak terdaftar di dalam Sistem Tower? Jika mereka bisa, aku harus mencari cara untuk menutupi jejak senjataku. Jika tidak... maka aku bisa mulai memproduksi senjata secara massal tanpa terdeteksi oleh radar Asosiasi.'

Setelah Xu Xin membungkuk dan bergegas keluar untuk melaksanakan tugasnya, Wu Xuan meletakkan pedangnya di atas meja kaca. Ia menoleh menatap pelayan tua di sudut ruangan.

"Paman Juhao, mendekatlah. Ada yang ingin kutanyakan," ucap Wu Xuan santai.

Juhao melangkah maju tanpa mengeluarkan suara langkah kaki sedikit pun. "Apa yang ingin Anda ketahui, Tuan Muda?"

Wu Xuan menopang dagunya dengan satu tangan. "Selain batu spiritual, inti monster, dan material tambang, barang apa yang paling sering dibawa pulang oleh para hunter dari dalam Gate atau lantai Menara?"

Juhao tidak perlu berpikir panjang untuk menjawab pertanyaan dasar ini. "Biasanya artefak, senjata yang dijatuhkan oleh bos, logam unik, dan beberapa tumbuhan unik, Tuan Muda."

Mata Wu Xuan sedikit menyipit saat mendengar kata terakhir.

"Tumbuhan unik?" ulang Wu Xuan, nada suaranya menyembunyikan ketertarikan yang sangat dalam.

'Apa yang mereka maksud adalah herbal spiritual?' batinnya.

Bagi seorang alkemis seperti Wu Xuan, tanaman herbal asing selalu mampu menarik perhatiannya.

"Jelaskan padaku tentang tanaman unik itu, Paman," pinta Wu Xuan.

Juhao mengangguk. "Di dalam dimensi Gate dan Menara, terdapat banyak tumbuh tak terhitung yang tidak ada di bumi. Tanaman-tanaman ini menyerap fluktuasi energi di sekitarnya. Beberapa hunter membawanya pulang karena bentuknya yang aneh atau memancarkan cahaya."

"Lalu? Apa yang dilakukan Guild dengan tanaman-tanaman itu?" tanya Wu Xuan memancing.

Juhao menghela napas pelan. "Sebagian besar... hanya dibiarkan membusuk di gudang logistik, atau dijual murah sebagai tanaman hias berenergi, Tuan Muda."

Wu Xuan terdiam. Untuk beberapa detik, ia memproses informasi itu, lalu sebuah tawa renyah keluar dari bibirnya. Ia tertawa semakin keras, hingga bahunya berguncang. Tawa itu terdengar elegan, namun penuh dengan rasa geli yang sangat gelap.

'Bumi ternyata lebih primitif dari yang aku bayangkan.' batinnya.

Juhao mengerutkan keningnya, bingung. "Apakah hamba mengatakan hal yang lucu, Tuan Muda?"

"Maaf, Paman. Teruskan," kekeh Wu Xuan, menstabilkan napasnya.

"Mengapa tidak ada yang menelitinya?" tanya Wu Xuan kembali ke mode rasional.

"Bukan tidak ada yang meneliti, Tuan Muda," jelas Juhao. "Masalahnya terletak pada Sistem Menara itu sendiri. Untuk menilai sebuah tanaman—mengetahui nama aslinya, kualitasnya, kandungan racunnya, dan kegunaan medisnya—Sistem Menara membebankan biaya Poin Kontribusi yang sangat mahal untuk setiap pemindaian. meski banyak ilmuan melakukan penelitian namun untuk meneliti satu tanaman membutuhkan waktu yang tidak sedikit."

Juhao menunjuk ke arah matanya sendiri, mengisyaratkan antarmuka sistem. "Dan akhirnya... Seorang hunter lebih memilih menggunakan Poin mereka untuk membeli Skill tempur atau meningkatkan atribut fisik daripada membakarnya hanya untuk memindai sebuah rumput bercahaya yang belum tentu berguna. Akibatnya, dari banyaknya jenis tanaman unik yang ditemukan, hanya beberapa persen saja yang telah resmi diuji dan digunakan oleh para Healer elit."

Mendengar konfirmasi itu, senyum Wu Xuan melebar hingga mencapai matanya.

Ini adalah cacat logika terbesar dari peradaban yang bergantung pada mesin. Mereka menjadi buta. Menara sengaja memasang tarif mahal untuk menahan perkembangan pengetahuan lokal bumi, dan manusia bodoh di sini menurutinya begitu saja.

Sebagai seorang Alkemis Tingkat Tinggi dan pemilik Akar Spiritual Perpustakaan, Wu Xuan tidak membutuhkan bantuan Sistem Menara untuk menilai kualitas maupun kegunaan suatu tanaman. Saat matanya melihat tanaman tersebut, otaknya secara otomatis menganalisis dan memindai seluruh karakteristiknya.

"Paman Juhao," ucap Wu Xuan, suaranya kini bergetar oleh antisipasi seorang jenius yang baru saja menemukan celah untuk menghancurkan ekonomi dunia.

Ia meraih tablet holografik di atas meja. Dengan jari-jarinya yang bergerak luar biasa cepat, Wu Xuan mulai menggambar sketsa. Ia tidak menggambar dengan asal; garis-garis yang ia buat sangat presisi, menampilkan detail daun, akar, pola urat tanaman, hingga pendaran warna spesifiknya.

Hanya dalam lima menit, ia telah menggambar tujuh jenis tanaman yang berbeda.

"Ambil ini," Wu Xuan menyerahkan tablet itu kepada Juhao. Tatapannya menajam, mengunci mata sang pelayan tua.

"Hubungi tetua logistik Guild kita sekarang juga. Aku tidak peduli mereka menemukannya dimana, aku mau mereka mencari tanaman itu sekarang. Dan bawah ke hadapanku. Hari ini."

Juhao melihat gambar-gambar di tablet itu. Beberapa tanaman tampak seperti rumput hitam yang familiar, yang lain seperti akar berduri merah. Ia tidak mengerti apa fungsi tanaman sampah-sampah dimensi ini, namun melihat sorot mata Tuan Mudanya, ia tahu ada sesuatu yang sangat masif sedang direncanakan.

"Hamba mengerti, Tuan Muda," Juhao menunduk dalam.

Ia segera mengangkat pergelangan tangannya, mengaktifkan jam digital komunikasi terenkripsi, dan mulai menghubungi divisi logistik pusat dengan perintah tingkat tertinggi.

Sementara Juhao melakukan panggilan, Wu Xuan kembali bersandar di sofanya. Matanya menatap langit-langit penthouse, membayangkan reaksi Menara saat ia mulai meracik pil atau esensi kultivasi di dunia ini.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mereka semua thor bikin mereka semua ada di telapak tangan permainan wuxuan
Fajar Fathur rizky
thor itu nanti pas wuxuan pulih kembali apakah dunia itu sanggup menanggung tingkatkan kultivasi wuxuan thor tolong di jawab thor
EGGY ARIYA WINANDA: Kalau kekuatan Wu Xuan (Dao Surgawi) gak sanggup, makanya di chapter satu ia mengirim wadah fisik yang lemah. 🥸👍
total 1 replies
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Hiatus
jejak dulu 👣👣
Hiatus
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Hiatus
/Slight/
Hiatus
/Hunger/
Hiatus
/Proud/
Hiatus
semangat 🔛🔥
Hiatus
/CoolGuy/
Hiatus
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Hiatus
👣
Hiatus
/Grimace/
Hiatus
/Slight//Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!