seorang wanita yang bernama Selena hidup sebatang kara tanpa mempunyai saudara.
dia harus menahan hinaan dan cacian dari semua orang,bahkan tidak ada yang mau berteman dengannya.
apalagi saat melihat wajah nya,semua orang akan jijik dan meludahi nya,dan dengan tekad nya yang kuat dia berusaha untuk bangkit dengan kuliah dan mengandalkan beasiswa nya.
hingga suatu hari saat Selena menyatakan perasaan nya pada pangeran kampus,dia di permalukan habis-habisan,dan pangeran kampus yang mempermainkan nya hanya memandang nya dengan merendah.
karna tidak tahan,Selena berlari meninggalkan kampus nya,hingga dia mendapatkan sistem yang membantu kehidupan nya.
dan sistem mengatakan jika dia ingin kaya raya dan bisa membalas dendam pada semua orang yang menyakiti nya.
dia harus menjalankan misi 3 kehidupan,setelah misinya berhasil dia akan mendapatkan kekayaan dari sistem juga kekuatan untuk melindungi dirinya.
bagaimana kah kisah selanjutnya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EMiliya PUtry S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
misi kehidupan ketiga
Di dimensi lain
didalam kamar mandi, disana seorang wanita terlihat tergeletak di lantai, tubuhnya yang basah dan penampilan nya yang terlihat acak-acakan.membuat wanita itu terlihat seperti habis di buli.
" uhhhhhhh...." meringis wanita itu yang baru saja sadar,dia menatap kamar mandi itu dengan tajam.
" dimana aku? dan kenapa seluruh tubuh ku terasa sakit ? " gumam nya,yang mencoba berdiri dan menatap dirinya di depan cermin.
saat melihat dirinya yang mengenakan seragam sekolah,wanita yang ternyata jiwanya adalah Selena sontak melotot,dia juga memegang rambut nya dan kacamata bulat nya dengan mulut mengaga.
" aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk,,,,sistem kenapa wajah wanita ini seperti ini ? apa yang terjadi ? katakan padaku,,dan berikan dulu aku obat penambah tenaga " ucap Selena sembari memijit pelipisnya.
( penambah tenaga di proses, silahkan pejam kan mata anda nona, agar nona merasakan ketenangan di jiwa anda )
Selena mengangguk dia memejamkan matanya,dan seketika aliran hangat mengalir di seluruh tubuhnya,dia tersenyum saat merasakan kenyamanan di dalam hatinya.
" jadi jelaskan siapa aku sebenarnya?? dan kenapa aku terlihat seperti habis di siksa ?? " tanya Selena dengan wajah penasaran.
( nona,, anda memasuki raga wanita yang bernama Aulia Gunawan,dia putri orang terkaya di negaranya,tapi sayang sekali saat waktu dia masih bayi,dia di tukar oleh musuh bebuyutan keluarga nya,dan Aulia baru saja di temukan dan sekarang tinggal di kediaman Gunawan,,tapi keluarganya justru kurang perhatian padanya,mereka hanya sibuk dengan perusahaan nya,,juga orang-orang tidak mengetahui jika anda adalah putri satu-satunya keluarga Gunawan,,karna sahabat anda yang bernama Liliana mengaku sebagai putri kandung keluarga Gunawan,,dan karna Aulia juga tidak mau membuat sahabat nya merasa sedih,dia hanya membiarkan Liliana memanfaatkan statusnya ).
mendengar itu Selena yang kita panggil sekarang Aulia merasa marah,dia menatap dirinya yang ada didalam cermin dengan wajah suram.
plakkkkkkkkkkkk
" aahhhhhkkkkkkkkkkkkk,,,sakit sekali,,isssshhh sialan kenapa Aulia bisa-bisa nya sebodoh itu!! haaa...tapi karna aku sudah memasuki raga Aulia aku akan membuat perhitungan pada orang-orang yang pernah menyakiti nya,,tanpa terkecuali itu orang tuanya ! " ucapnya dengan tangan mengepal,Aulia yang merasa geram dengan sifat Aulia asli dengan keras dia menampar wajahnya sendiri.
dia mengelus pipinya yang terasa kebas,,tapi tiba-tiba saat melihat jam tangannya dia melotot.
" sialan.. ternyata ini sudah malam,lebih baik aku pulang,,sistem berikan semua ingatan Aulia padaku ! " ucapnya sembari memperbaiki penampilan nya,setelah merasa cukup ,dia berjalan meninggalkan kamar mandi, sembari menerima ingatan pemilik tubuh yang dia tempati.
*************
Kediaman Gunawan
diruang tamu, seorang wanita paruh baya yang baru saja pulang dari perusahaan nya,dia menjatuhkan dirinya di sofa,dia merasa Lega karna semua pekerjaan nya telah dia selesaikan.
" akhirnya aku bisa beristirahat dengan tenang, karna semua pekerjaan ku sudah selesai, lebih baik aku pergi berlibur ke luar negeri besok pagi " gumamnya dengan tersenyum senangnya.
pembantu yang baru saja mengantar minuman untuk wanita paruh baya itu, tiba-tiba dia menatap majikannya.
" nyonya,,anu..itu..nona Aulia belum pulang " beritahunya dengan lirih.
mendengar itu wanita paruh baya yang bernama Melinda tiba-tiba mendongak,dia mengambil minuman dengan santai nya, dan menatap pembantu itu dengan acuhnya.
" biarkan saja dia tidak pulang, masalah kecil seperti itu saja kamu harus memberitahu ku !! pergi dari hadapan ku,dan aku tidak mau mendengar tentang apapun dari anak itu " Melinda meletakkan gelas yang ada ditangannya di atas meja,lalu dia membuka handphone nya dengan santainya.
pembantu itu hanya mengangguk,dan dia pergi dengan geleng-geleng kepala, karna merasa ucapan Melinda sudah sangat keterlaluan.
" kasihan nona Aulia,,aku tidak bisa membayangkan anak itu mengalami banyak penderitaan" gumam pembantu itu dengan perasaan sedih.
dan tanpa Melinda tau,Aulia Putri yang tidak dia perduli kan mendengar semua apa yang dia katakan.
" cih...jadi ini ibu Aulia ?? lihat saja aku akan memberikan pelajaran pada nya ! jangan salahkan aku jika aku berbuat kejam !! " ucap Aulia,dan dia berjalan melewati ruang tamu tanpa melihat ibunya,tapi sebelum dia masuk kedalam lift.
buggggggggggg
pranggggggggggg
dengan sengaja Aulia menendang guci mahal milik ibunya,guci itu pecah berkeping-keping yang membuat Aulia tersenyum puas,dia bersiul dan masuk kedalam lift menuju lantai atas.
" Auliaaaaaaaaaaa!!! beraninya kamu memecahkan guci kesayangan ku !! Aulia kemari kamu,, Aulia apa kamu tidak mendengar ucapan ku ?? auliaaaaaaaaaaa,,,"teriak nya, saat mendengar suara pecahan tadi, Melinda yang sedang bermain handphone tentu saja terkejut, dia berbalik badan dan melihat Aulia yang sedang tersenyum kearah nya.
dan dia sontak berteriak saat melihat guci kesayangan nya sengaja di pecahkan oleh putrinya,dan ditambah Aulia yang tidak mendengarkan ucapan nya dia merasa sangat marah.
para pembantu saling memandang saat melihat kejadian itu,mereka tidak menyangka Aulia seberani itu memecahkan guci kesayangan milik ibunya.
dan untuk ayah Aulia,,dia sedang mengadakan rapat bisnis di luar negeri,untuk beberapa hari ini ayah Laura akan menetap disana.
**********
ke esokan harinya para pembantu sibuk membersihkan seluruh kediaman Gunawan,mereka terlihat bekerja dengan baik, sedangkan Aulia yang baru saja turun,dia berjalan kearah ruang makan, setelah sampai disana dia duduk dan memulai sarapan nya.
" hari ini aku akan memberikan pelajaran pada sahabat Aulia !! aku akan memperlihatkan pada semua orang siapa aku ini sebenarnya!! " gumamnya sembari mengunyah makanan nya.
Aulia makan dengan lahap,bahkan dia tidak mempedulikan para pembantu yang sedang menatapnya dengan heran.
" ehemmmmmmm...Aulia kenapa kamu sarapan tanpa menunggu ku ? kamu ini,,apa kamu tidak takut jika aku marah ? " mendengar suara itu,Aulia menoleh kearah samping, dia melihat seorang wanita yang memakai seragam sekolah yang sama dengannya.
" ini dia sahabat Aulia yang tidak tau diri,anak seorang pembantu berani mengatur ku ??cih,,,,aku ingin lihat apa yang akan dia lakukan padaku " gumamnya yang terus melihat wanita itu dengan tatapan datar.
" Aulia ! apa kamu tidak mendengar ucapan Liana ? dan kenapa kamu tidak mengajak nya sarapan ? " ucap seorang pembantu yang ternyata adalah ibu Liliana,dia bekerja sebagai pembantu di kediaman Gunawan.
Aulia tetap mengacuhkan keduanya,dia melanjutkan sarapannya tanpa memperdulikan kedua orang itu, melihat sikap Aulia yang tidak biasa, Liana dan ibunya saling memandang dengan keheranan.
" ada apa dengan anak kampungan ini ? kenapa dia terlihat berbeda dari biasanya ? apa kalian sedang bertengkar ? " bisik ibu Liana pada putrinya.
Liana menggeleng,dia juga merasa bingung dengan sikap sahabat nya hari ini.
" mungkin saja dia dimarahi oleh ibunya lagi, sudahlah bu biarkan saja dia mengacuhkan ku disini, tapi jika sudah berada di sekolah,dia akan meminta maaf padaku,"ucap Liana dengan pelan,ibunya yang mendengar itu mengangguk dengan tersenyum licik,dia menatap punggung Aulia dengan dinginnya.
" huuu....hanya anak yang tidak di inginkan oleh kedua orang nya ,tidak pantas di perlakukan dengan baik,dan setelah kedua orang tua mu merasa bosan dengan perilaku mu, disaat itu putriku Liana yang akan menggantikan posisi mu " gumam ibu Liana dengan tersenyum menyeringai.
Aulia yang sudah menyelesaikan sarapannya,dia berdiri dan berjalan tanpa melihat Liana dan ibunya, melihat sikap angkuhnya, Liana merasa tidak senang.
" bu aku berangkat ke sekolah dulu,dan aku juga akan mempermalukan Aulia di sekolah ku ! " ucap Liana yang di angguki oleh ibunya, setelah berpamitan Liana berjalan dengan santai menuju garasi mobil milik keluarga Gunawan.
disisi lain.Aulia yang sudah berada di garasi mobil milik keluarga nya, dia menatap mobil Lamborghini yang berwarna hitam pekat,matanya berbinar dia berjalan kearah mobil itu..
sedangkan supir yang mengantar Aulia setiap hari yang tidak lain adalah ayah Liana,dia menghampiri wanita itu dengan wajah bingung nya.
" Aulia ? dimana Liana ? dan kenapa kamu tidak masuk kedalam mobil ?? kenapa kamu malah ....
plakkkkkkkkkkkk
Aulia menampar wajah ayah sahabat nya,dia menatap pria paruh baya itu dengan tatapan tajamnya.
" panggil aku nona !! aku adalah putri majikan mu !! seorang supir tidak pantas bersikap lancang pada putri majikan nya !! dan soal Liana tidak mungkin aku menggantung putrimu di ketiak ku !! " kecam Aulia.
setelah mengatakan itu dia masuk kedalam mobil Lamborghini itu,dan sebelum mengemudikan mobilnya ,dia meninggalkan asap hitam mobil miliknya yang membuat ayah Liana terbatuk-batuk hebat.
melihat dari kaca spion mobil nya,Aulia tertawa bahagia. dia melajukan mobilnya tapi matanya melotot saat para pengawal menghadang mobil itu di depan gerbang kediaman Gunawan.
" kalian yang memaksa ku untuk melakukan nya !" ucapnya tanpa memperdulikan mereka Aulia menambahkan kecepatan mobilnya dan.
brakkkkkkkkkkk
gerbang itu roboh,dan suara gerbang yang roboh itu, membuat semua para pembantu keluar,mereka ingin melihat apa yang terjadi,tapi saat mereka sampai di halaman kediaman Gunawan. mereka semua terkejut melihat gerbang yang tadinya kokoh sekarang tergeletak di tanah.
sedangkan para pengawal yang mencoba menghadang mobil Aulia, mereka sontak panik saat mobil itu bukannya berhenti malah semakin cepat,dan dengan cepat mereka menghindar dan berguling-guling di tanah.
.
" ya ampun apa yang terjadi?? kenapa gerbang itu bisa roboh ? dan bukannya itu tadi mobilnya tuan Dewa ?? tapi siapa yang membawa mobil itu, sedangkan tuan Dewa saja masih ada di rumah temannya?? "
" aku juga tidak tau,,apa mobil tuan Dewa di curi oleh seseorang?? cepat beritahu pada tuan muda agar dia menangkap pencuri itu "
sedangkan para pengawal yang sudah berdiri,saling memandang dengan wajah pucat nya masing-masing,mereka masih merasa shock melihat keberanian Aulia wanita itu yang biasa nya penurut dan penakut.
sementara Liana yang sudah sampai di garasi mobil, tiba-tiba dia terkejut melihat ayahnya yang terbatuk-batuk,dengan perasaan cemas dia membantu ayahnya berdiri.
" ayah apa yang terjadi?? dan dimana Aulia?? " tanya Liana,dia menatap kearah mobil yang biasanya mengantarkan mereka kesekolah.
" uhuuuuuuuukkkkkkkkk... uhukkkkkkkk...anak haram itu sudah pergi,dia pergi membawa mobil tuan muda,,,,dan sekarang dia sudah mulai berani melawan ku " ucap ayah Liana yang terlihat marah.
Liana melotot dia menggeleng,tentu saja dia tidak percaya dengan apa yang ayahnya katakan.
" dia tidak bisa mengemudi, jadi mustahil dia membawa mobil tuan Dewa!! " sangkal Liana dengan tidak percaya.
" sudahlah terserah kamu jika tidak percaya,,dan sebaiknya kamu naik bus saja,jika Aulia sudah pergi aku tidak berani membawa mobil lagi," jelas ayah Liana meninggalkan putrinya yang terlihat marah.
" Aulia !!! sialannnnn,,,awas saja kamu,,,aku akan memberikan pelajaran padamu nanti!! aaaahhhhhhkkkkkkkkkkkk,,,apa kata teman-teman ku nanti, jika aku naik bus ke sekolah?sialannnnn,,ini semua karna Aulia !! " marahnya dengan menghentakkan kakinya, dan dengan terpaksa dia harus naik bus ke sekolah.