NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa di balik jeruji

Di dalam sel tahanan sementara yang sempit dan berbau apek, Calista Ziva duduk di atas dipan keras dengan rambut yang tak lagi tertata. Namun, saat pengacaranya membisikkan kabar terbaru tentang kondisi korban tabrak larinya, sebuah tawa melengking pecah dari bibirnya yang pecah-pecah.

"Lupa ingatan?" Calista tertawa hingga air mata muncul di sudut matanya. "Jadi dia lupa kalau dia pernah menjadi 'ratu' di hati Ravion? Dia lupa kalau mereka sudah menikah?"

"Benar, Calista. Tapi itu tidak mengubah posisi hukummu. Ravion tetap menuntutmu dengan pasal berlapis," ucap pengacaranya dengan nada cemas.

Calista tidak peduli. Baginya, kehancuran mental Ravion adalah kemenangan yang lebih manis daripada kebebasannya sendiri. "Biarkan saja! Setidaknya aku berhasil merampas bagian terindah dari hidup mereka. Ravion sekarang pasti tersiksa, hidup bersama seorang istri yang menganggapnya orang asing. Dia mendapatkan raganya, tapi dia kehilangan jiwanya. Itu hukuman yang pantas untuk pria yang mencampakkanku demi gadis bau amis itu!"

Calista membayangkan wajah frustrasi Ravion, dan itu membuatnya merasa jauh lebih baik. Ia merasa telah memberikan luka yang abadi—luka yang tidak bisa disembuhkan oleh uang atau kekuasaan Arshaka Group.

Di apartemen, suasana pagi terasa canggung. Elfesya sudah bangun lebih awal dan sudah berpakaian rapi dengan kemeja kerjanya yang lama. Ia sedang menyiapkan sarapan sederhana di dapur saat Ravion keluar dari kamarnya dengan mata yang masih merah karena kurang tidur.

"Elfesya? Kenapa kamu sudah rapi?" tanya Ravion, langkahnya terhenti di meja makan.

"Saya merasa sudah cukup sehat, Pak Ravion," jawab Elfesya sambil meletakkan piring berisi roti bakar. "Luka di kepala saya sudah kering, dan saya tidak bisa terus-menerus berdiam diri di sini tanpa melakukan apa pun. Saya ingin kembali ke kantor hari ini. Saya harus bekerja."

Ravion mengerutkan kening. "Tidak. Dokter bilang kamu butuh istirahat minimal satu bulan. Kamu belum pulih sepenuhnya."

"Saya bosan, Pak. Dan lagi, saya merasa tidak nyaman tinggal di sini tanpa status yang jelas. Jika saya bekerja, setidaknya saya punya alasan logis kenapa saya menerima fasilitas dari Bapak," Elfesya bersikeras, sorot matanya kembali pada ketegasan sekretaris yang dulu selalu Ravion temui.

Ravion menghela napas panjang. Ia tahu betapa keras kepalanya Elfesya. "Baiklah. Kamu boleh ke kantor, tapi hanya untuk empat jam sehari. Dan kamu tidak boleh mengerjakan berkas yang berat. Tugasmu hanya... menemaniku di ruangan."

"Menemani Bapak? Itu bukan deskripsi pekerjaan saya, Pak," protes Elfesya.

"Itu perintah atasanmu," sahut Ravion cepat, menggunakan otoritasnya agar Elfesya tidak membantah. "Dan kamu akan pergi bersamaku, pulang bersamaku. Aku tidak ingin ada 'kecelakaan' lain yang terjadi padamu."

Sesampainya di Arshaka Group, suasana mendadak menjadi sangat sunyi saat Ravion melangkah masuk ke lobi sambil menggandeng—atau lebih tepatnya, memastikan Elfesya berjalan di sisinya. Para karyawan yang biasanya berbisik-bisik, kini menunduk dalam dengan raut wajah penuh hormat yang berlebihan.

"Selamat pagi, Bu Elfesya," sapa resepsionis dengan suara bergetar dan membungkuk hormat.

Elfesya tertegun. Ia menoleh pada Ravion. "Kenapa dia memanggil saya 'Ibu'? Biasanya mereka hanya memanggil 'Fesya' atau 'Sekretaris Elfesya'."

Ravion berdehem, mencoba menutupi kegugupannya. "Mungkin karena mereka menghargaimu sebagai orang yang baru saja melewati musibah besar. Jangan dipikirkan."

Namun, kecurigaan Elfesya tidak berhenti di situ. Saat ia masuk ke ruangannya—yang biasanya berada di depan pintu Ravion—ia melihat mejanya dipenuhi bunga mawar putih dan kartu-kartu ucapan "Lekas Sembuh, Nyonya" dari berbagai departemen.

Elfesya membaca salah satu kartu itu dengan dahi berkerut. 'Nyonya'?

Ia menatap pintu ruangan Ravion yang tertutup. Rasa aneh yang sejak kemarin menghantuinya kini semakin nyata. Ia merasa seluruh orang di gedung ini mengetahui sesuatu yang ia sendiri tidak tahu. Ia merasa sedang berada di tengah-tengah sebuah panggung sandiwara besar di mana hanya dia yang tidak memegang naskah.

"Apa yang sebenarnya terjadi selama saya lupa, Pak Ravion?" gumam Elfesya pelan, menatap pantulan dirinya di kaca meja yang kini terasa sangat asing.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!