NovelToon NovelToon
ELEANOR "The Sin Of Love"

ELEANOR "The Sin Of Love"

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: SabdaAhessa

Ketika dosa, ego & cinta saling ingin unjuk diri di waktu yg sama, maka takdirlah yg akan menjadi hakimnya!!

Elleanor berkisah seorang gadis muda yang sudah mulai memasuki usia matang untuk sebuah pernikahan. Ayahnya mulai mencarikan jodoh untuk dirinya.

Namun, begitulah darah muda. Tak mau di atur, tak mau di kekang. Elleanor menolak & memilih seorang pria yg dia kenal di lapangan golf.

Tetapi, pilihannya salah, dia malah terjebak menjadi orang ketiga saat dia mengetahui jodoh pilihan ayahnya sudah kembali dari luar negeri.

Entah siapa yg akan Elleanor pilih kali ini. Terus terjebak dalam hubungan toxic yg menjanjikan kenikmatan tetapi di todong rasa bersalah atau memulai hubungan baru dengan si pria misterius yg nampak tak kenal kata ampun!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SabdaAhessa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjanjian Antara Damian & Ellea

Selama di rumah sakit, Ellea di rawat oleh Bibi Lung dan Maria. Dia masih menolak dengan keras untuk tidak bertemu dengan Damian ataupun Hendry. Dia butuh waktu cukup lama untuk berdamai dengan keadaan.

Tetapi satu yang pasti, Ellea menggugat cerai Damian. Hal itu pula yang membuat Damian tak dapat menahan diri untuk datang ke rumah sakit hari ini. Dia sudah menunggu kabar selama tiga hari. Tetapi bukan kabar ini yang dia inginkan.

Pria itu berjalan cepat menuju kamar rawat Ellea. Menggebrak pintu mengejutkan semua orang di dalamnya.

Maria langsung ambil posisi untuk menahan Damian. Namun, pria itu tak mau lagi di halangi oleh siapapun. Cukup sudah dia menunggu. Kesabarannya habis hari ini.

Dengan menggenggam surat gugatan cerai itu, Damian melangkah mendekati Ellea. Wajahnya geram, juga panik.

"Maaf, tuan.." Ucap Maria masih berusaha menghentikan Damian.

"DIAM!" Bentak Damian dengan keras.

Seketika Maria dan Bibi Lung terperanjat dan membungkam mulut mereka masing-masing.

"Bawa mereka keluar!" Titah Damian pada Hendry.

Hendry dengan cepat membawa keduanya keluar meski harus sedikit memaksa. Maria dan Bibi Lung khawatir sekali dengan kondisi Ellea yang masih lemah, terpukul dan terpuruk, tetapi harus menghadapi singa kelaparan.

Damian menunjukkan surat itu, tangannya sedikit gemetar, namun dia berusaha menyembunyikannya.

"Apa ini?" Tanya Damian pada Ellea yang hanya terduduk terpaku melihat aksi Damian sedari tadi.

"Jawab, Ellea!"

"Bukankah kau sudah membacanya?" Ucap Ellea pelan.

"Ini tidak akan pernah terjadi!" Damian merobek surat itu hingga berkeping-keping. Melemparkannya ke udara hingga berserakan.

"Kau berharap apa dari ku? Aku tidak bisa memenuhi semua aturan mu lagi! Lalu apa? Kau akan menghukum ku lagi? Atau bahkan kau akan membunuh ku kali ini?" Ucap Ellea memandang tajam Damian.

Damian menarik nafas panjang. Dia memijat keningnya yang terasa nyeri. Menahan amarah yang bergejolak, namun dia juga tak mau kehilangan Ellea.

"Setelah melihat mu seperti itu, membuat ku sadar bahwa kau tidak akan pernah mencintai ku!" Tambah Ellea.

Sontak, detik itu juga, air mata Damian pecah. Tameng yang sedari tadi di pakai untuk menahan air mata itu akhirnya pecah juga. Dia menangis di hadapan Ellea. Sesuatu yang mungkin harus Ellea abadikan. Karena hal ini jarang terjadi.

"Aku.. Aku tidak bisa!" Ucap Damian dengan suara seraknya.

Ellea yang melihat air mata itu malah terenyuh. Dia memalingkan wajah untuk menyembunyikan rasa kasihan itu.

"Maafkan aku! Tolong jangan tinggalkan aku! Aku mohon!" Damian berlutut dengan derasnya air mata.

Membuat Ellea yang duduk di atas ranjang rumah sakit itu tertegun dan menahan air matanya. Dia enggan melihat Damian yang berlutut agar bisa menahan diri. Tidak kasihan pada pria itu.

"Maafkan aku.. Aku.." Damian tak sanggup melanjutkan kalimatnya.

"Terlambat, Damian!"

"Aku sudah mengetahui semuanya, Ellea. Tetapi aku tidak rela kau di sentuh oleh bajingan itu!" Suara Damian gemetar.

"Semuanya? Kau yakin?" Tanya Ellea ikut menangis.

Damian mengangkat wajahnya, menatap wajah cantik yang mulai sayu dan redup karena di terjang ombak air mata beberapa hari terakhir.

"Kau tau Diana kecelakaan tepat setelah dia tau rahasia ini?" Ucap Ellea.

Damian terdiam.

"Setiap hari, setiap malam, setiap aku melihat Andrew dan Noah, aku merasa bersalah Damian! Rasanya aku mau mati karena merasa bersalah pada Diana! Meskipun aku tidak pernah berniat menyakitinya!" Tambah Ellea.

"Bajing*n itu memang harus segera kita temukan!" Ucap Damian.

Ellea keheranan. Dalam hatinya dia bertanya, mengapa Damian tak menyalahkannya? Padahal niat Ellea memberitahu soal kematian Diana adalah agar Damian bersedia menceraikannya.

"Apa maksud mu?" Tanya Ellea.

"Alan kabur membawa Andrew, Ellea. Lalu kau mengirim surat ini pada ku! Rasanya aku juga ingin mati di rundung kesakitan ini!" Damian menghapus air matanya. Perlahan dia bangkit dan berdiri di depan Ellea dengan segala kerendahan hatinya.

"Maafkan aku, Ellea.. Aku mohon kembalilah pada ku! Kita bisa bekerjasama untuk membalas dendam pada Alan dan mendapatkan Andrew kembali!" Damian berusaha menyentuh tangan Ellea lagi.

Kali ini, Ellea terdiam. Termenung dengan isi pikirannya sendiri. Entah harus menerima tawaran Damian atau tidak. Tawaran yang cukup menggiurkan, namun berisiko tinggi. Dia rasa butuh membalas semua kesakitan ini, namun dia juga sadar mungkin ini adalah karma bagi dirinya.

"Ellea.." Panggil Damian pelan. Menyadarkan Ellea dari lamunannya.

"Beri aku waktu, Damian!" Ucap Ellea menarik tangannya dari genggaman tangan Damian. "Apapun yang kau lakukan tidak bisa mengembalikan anak kita!"

Damian merasa di skakmat. Dia tak bisa menjawab lagi. Karena apa yang di katakan oleh Ellea benar adanya. Balas dendam pada Alan memang terasa penting namun lama-lama seperti tidak ada gunanya. Karena sebenarnya yang terpenting bagi Damian adalah kembalinya Ellea pada dirinya.

"Ellea.. Aku mohon.. Aku berjanji tidak akan menyentuh mu tanpa seijin mu! Tidak ada lagi aturan-aturan dari ku! Kau bebas melakukan apapun asal kau mau kembali, Ellea."

Ellea menelan ludah, tak sanggup menatap wajah Damian yang memelas. Dia takut pertahanannya runtuh.

"Ellea.." Damian memelas.

"Cukup, Damian!" Ellea akhirnya menangis. "Kalau sampai kau melanggar janji mu pada ku, aku pastikan kau tidak akan pernah melihat ku lagi!

Damian memandang Ellea lekat-lekat. Dia tak begitu mengerti maksud dari kalimat itu. Namun hatinya seakan berbunga-bunga. Kalimatnya terasa positif hingga membuat jantungnya berdetak kencang.

"Kau.." Damian tak dapat melanjutkan kalimatnya.

"Dan satu lagi!" Ellea sedikit menghentak Damian. "Aku ingin punya kamar sendiri!"

Damian nampak keberatan, namun tak dapat menolak. Jika tidak mengiyakan, maka dia akan benar-benar kehilangan Ellea kali ini. Dengan berat hati, Damian mengangguk pelan.

"Apa jaminannya, Damian?" Ellea nampak sulit percaya lagi pada Damian. Karena terakhir kali dia percaya pada pria itu, dia kehilangan calon anaknya.

"Aku!" Jawab Damian singkat.

Ellea tak menjawabnya. Dia hanya diam membisu. Membalas tatapan Damian yang begitu dalam. Mencari kepalsuan di dalam jiwa pria itu.

Namun seketika, pintu di ketuk dan di buka oleh Dokter Joseph bersama dua orang perawat. Mereka masuk sambil membawa beberapa suntikan untuk Ellea.

"Maaf mengganggu." Ucap Dokter Joseph. Memecah ketegangan antara kedua insan itu.

Tetapi, Damian merasa jauh lebih tenang, lega dan sangat beruntung. Karena ada kesempatan untuk memiliki Ella kembali. Dia teringat mendiang Tuan Mark, dia punya tanggung jawab untuk menjaga Ellea seutuhnya, meski dia sempat gagal melakukan itu.

Bersambung..

.

1
Olivia
Dari 3 novel autor nih ya, ini yg paling aku suka sih, karena enjoy to reading,santai to momentumnya dapet gt loh, karakter kuat dan jelas..
good luck authorrr
nanikpur
sippppp pinter
luluk
mind glowing sii
Mila Senna
omggggg🔥
luluk
keren sih ini, mantap, ceritanya seru dan bikin penasaran
Priaty
gengsi bgt dah🤣
Anna Queen
woiiii
Lucy Cinta
gila si Damian nih
Mila Senna
hadehhh Damian damiannnn
nanikpur
ceritanya bagus, alur juga jelas, aku suka ceritanya pas bgt di bawa sambil santai santai di rumah
luluk
wwwoooooo🔥🔥🔥
nimas
hamil kayaknya dh
Iwan nur
kasian Diana..
ahmadbputra
curiga nih gw hhh
Nadita
nantapp
nimas
lanjutttt
Ariii
wooo
nanikpur
merinding coy
lilapin
next
luluk
lanjotttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!