Season 1 dan 2 ....
Yang seharusnya suami kini menjadi anaknya, yang seharusnya ayah mertua kini menjadi suaminya. Dan sahabatnya yang kini menikah dengan calon suaminya! Bagimana pernikahan bisa tertukar seperti ini? Apa sebenarnya yang terjadi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rizal sinte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30
"Apa! Di jodohin? Jangan ngaco kamu, Rey. Ya gak mungkin lah," jawab Boby merasa lucu dengan ucapan Reyhan.
"Kenapa, emang apa salahnya coba? Angga duda dan anak lo lajang. Gak masalah bukan?" ucap Reyhan.
"Iya, tapi bagaimana mungkin. Secara mereka itu sangat jauh sekali umurnya, Rey..."
"Umur bukanlah menjadi penghalang buat mereka bersama, Bob. Jika keduanya saling mencintai dan saling menerima kekurangan mereka masing-masing tidak masalah, 'kan? Emang kamu gak setuju sama Angga?" tanya Reyhan.
Bobby menatap Reyhan sambil mengerutkan keningnya.
"Kenapa lo bisa yakin banget kalau Angga sama anak gue saling cinta? Bahkan keduanya saja baru ketemu saat lamaran 2 minggu yang lalu, jadi mana mungkin lah mereka berhubungan, apa lagi saling cinta begitu. Ada-ada saja! Lagi pula Sera mana mungkin mau sama Angga, begitu juga sebaliknya!" bantah Bobby geleng-geleng kepala.
Reyhan hanya tersenyum, ia yakin dan percaya apa yang ia lihat. Tatapan mata itu mengatakan ada cinta di dalamnya, sebab itulah Reyhan yakin jika keduanya saling mencinta. Reyhan tidak sengaja melihat Angga dan Sera jalan bersama dan di sanalah lelaki itu dapat menebak hubungan antara keduanya yang bukan hanya sekedar calon menantu dan calon mertua saja.
"Akan tetapi, seandainya nie ya, kalau keduanya memang ada hubungan apa yang akan lo lakukan? Memisahkan mereka, atau merestuinya?" tanya Reyhan, ia menjadi penasaran bagiamana kelanjutan kisah cinta yang tak biasa ini.
"Langkahi dulu mayat ku, barulah aku merestui hubungan mereka," ucap Bobby dengan serius.
Reyhan tertawa.
"Ah itu mah gampang, gak bakalan susah buat Angga," saut Reyhan ngeledek.
"Maksud lo?"
"Sebelum mati aja Angga sudah bisa dengan mudahnya melangkahi diri lo, apa lagi hanya sekedar mayat yang sudah tak bergerak lagi, anak kucing aja bisa melangkahi mayat lo apa lagi Angga? Mikir dong," celetuk Reyhan membuat Bobby kesal.
"Sialan..."
"Hahahahha, lagian ngomong gak pakai otak. Ngapain mayat lo minta di langkahi segala! Kalau yang namanya jodoh, sekuat apapun lo menentang! Hubungan mereka tidak akan mempan, percayalah Angga bukanlah tipe lelaki brengs*k lo tau itu 'kan? Jadi apa masalahnya sih?" Reyhan terus saja menyakinkan Boby untuk dapat menerima Angga.
"Apaan sih, lagian pula belum tentu meraka punya hubungan. Jangan ngaco deh, dah lah gue mau kerja, pasien udah mulai ngantri noh."
Bobby tidak percaya dengan kata-kata Reyhan yang sudah memberi kode jika sahabatnya dan anaknya itu memiliki hubungan spesial. Karena bagi Bobby sebelum keduanya berbicara di hadapannya secara langsung, ia tidak akan percaya.
Reyhan bangkit dari duduknya sambil mengambangkan senyumnya." Kita lihat saja nanti."
Bobby hanya menghela, ia masih membatah jika Sera dan Angga tak memiliki hubungan seperti yang di katakan oleh Reyhan tadi.
"Cinta? Heh, lucu! Mana mungkin Sera mau sama Angga, lagian Angga itu papahnya Leo jadi bagiamana mungkin mereka menjalani hubungan, gak mungkin 'kan Sera selingkuh sewaktu masih sama Leo! Secara, mereka berdua aja baru batal tunangan kemaren?" Bobby geleng-geleng kepala benar-benar merasa tidak masuk di akal.
Sementara itu di Villa, Sera sedang merebahkan dirinya di shopa dengan kedua paha Angga ia jadikan bantal sambil membaca buku. Sedangkan Angga hanya memperhatikan sambil mengusap pucuk kepala Sera lembut.
"Pulang yuk, nanti keburu sore loh. Sekalian kita cari makan di luar!" ajak Angga melihat jam tangannya menunjukan pukul 11 menjelang siang.
Sera bangkit lalu merapihkan rambutnya.
"Ya udah deh, ayo," saut Sera pasrah, padahal ia masih sangat betah berada di Villa ini namun sayangnya waktu tidak tepat karena besok harus kuliah dan Angga juga harus masuk bekerja.
"Nanti kalau libur panjang kita kesini lagi ya."hibur Angga lembut mengusap pipi Sera.
"Gak mau ah, mau nya jalan-jalan ke tempat laen aja. Kesini terus bosen tauk," jawab Sera.
Angga terkekeh." Baiklah, kemanapun kamu mau pergi akan aku usahakan."
Sera mengambangkan senyum nya senang lalu memeluk Angga girang.
"Bener ya, janji."
"Iya sayang, apapun yang kamu minta. Asal sesuai dengan kemampuan aku dan masuk di akal, aku akan turuti yang penting kamu bahagia," jawab Angga menyakinkan.
"Aku gak minta macem-macem kok, hanya satu saja permintaan," ucap Sera mendongakkan kepalanya.
"Em, apa itu?" Angga merasa was-was, ia takut jika Sera meminta untuk tidak mengejarnya lagi. Angga tidak akan biarkan itu terjadi.
"Aku hanya ingin kamu setia sama aku, dan tidak pernah terikat sama wanita manapun selain aku. Aku gak mau kejadian waktu itu terulang lagi kepada wanita laen dan akan menjadi Leo kedua yang menikahi wanita laen lalu pergi meninggalkan aku!" ucap Sera dengan serius. Ia tidak ingin hal itu terjadi lagi, jika sudah datang maka jangan pernah mencoba untuk pergi.
Angga tersenyum, kemudian ia menangkup kedua pipi Sera dan menatap kedua bola matanya dalam.
"Percayalah kepadaku, Sera. Aku berjanji akan selalu berhati-hati dan tidak akan pernah membiarkan wanita mana pun yang dapat menyentuh tubuhku selain kamu seorang. Karena aku mencintai kamu, hanya kamu yang aku inginkan menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku. Percayalah!"
Angga meyakinkan Sera jika dirinya akan selalu mencintai Sera dan tidak akan pernah terjadi lagi kepada wanita manapun. Ia akan berusaha sekuat mungkin untuk tidak terjebak dalam kedua kalinya, karena Cintanya kepada Sera sudah begitu sangat besar....
Sera mengangguk sembari tersenyum berusaha untuk percaya pada Angga, ia berharap jodohnya benar-benar ada di depan matanya ini karena hatinya sudah bergerak dan hampir di penuhi oleh nama Angga di sana.
"Iya aku percaya sama kamu, tetapi sekali saja aku melihat atau mendengar, jangan berharap bisa mendapatkan maaf dariku, karena aku tidak ingin mendengar apapun alasannya."
Cup...
Angga mencium bibir Sera lembut untuk menyalurkan perasaan nya yang begitu dalam mencintai dirinya. Keduanya pun hanyut dalam cumbuan seakan dunia milik mereka berdua, saling menyatukan perasaan mereka masing-masing.
"Ya udah yuk, kita pulang. Nanti lama-lama aku bisa gak tahan dan tidak bisa mengontrol diri aku." Angga melepaskan ciumannya yang sudah mulai hilang kendali apa lagi seakan mendapatkan lampu hijau dari Sera yang tak menolak jamahan tangan nakalnya yang sudah menyelusuri kemana-mana.
"Iya," saut Sera merona, ia malu sendiri pada dirinya.
"Arrrgggggh, apa yang sudah aku lakukan. Untung saja om Angga menghentikan nya, karena kalau tidak..." batin Sera menjerit menyadari kebodohan dirinya yang sudah tak terkendali.
Angga hanya tersenyum, kemudian merangkul pinggang Sera dan membawa nya masuk kedalam mobil. Setelah berpamitan kepada pak Ujang dan bu Siti, Angga menjalankan mobilnya dan berlalu meninggalkan Villa sambil tangannya menggenggam erat tangan Sera dalam mengemudi nya.