NovelToon NovelToon
Demi Kakak Tiriku

Demi Kakak Tiriku

Status: tamat
Genre:Pengantin Pengganti
Popularitas:1.5M
Nilai: 4.7
Nama Author: slwarulla

CERITA MASIH ACAK-ACAKAN AKAN AUTHOR REVISI SATU PER SATU.
-DALAM PROSES REVISI -


Sejak kecil Rania hidup bersama keluarga yang telah mengadopsinya dari sebuah panti asuhan. Segala hal akan Rania lakukan agar keluarganya bangga terhadap Rania, termasuk mengorbankan perasaannya sendiri.

Sampai kakak tirinya divonis tidak bisa memiliki anak. Sejak itu Rania ditunjuk untuk menikahi suami dari kakak tirinya agar bisa memiliki keturunan. Tetapi dengan perjanjian setelah memberinya anak Rania akan diceraikan.

Apakan Rania menyanggupi permintaan kakak tirinya? atau Rania memilih untuk pergi menghilang dari keluarga yang telah mengadopsinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon slwarulla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 (revisi)

"Ran buruan, sudah telat ini" teriak Dimas

Rania sedikit berlari keluar. Dimas memelotot melihat hal itu, "jangan lari-lari begitu!" Dimas melihat Rania dari atas sampai bawah, tidak pernah dirinya melihat Rania memakai dress seperti itu.

Rania bersungut-sungut kesal, "katanya disuruh cepetan, tapi pas lari malah dimarahin. Maunya gimana sih!" Rania melipat kedua tangannya didada

"gak usah pake lari kan bisa" Dimas mengelus pipi Rania dengan lembut, "kamu dandan ya?"

Rona merah dipipi Rania terlihat jelas. Ia menepis tangan Dimas, "iya dong, rasanya udah lama aku gak dandan lagi. Semenjak berhenti kerja, gak pernah keluar rumah selain kedokter kandungan doang"

"kalau mau jalan-jalan kan tinggal bilang saya"

Rania tersenyum, "kalau tiap harinya kamu sibuk sama Ka Salsa, mana sempat aku ngutarain keinginan aku"

Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "ya kalau kamu bilang juga pasti bakal saya kabulin kan kok. Lagipula mana mungkin saya tidak mengabulkan keinginan anak saya" ucap Dimas sembari mengelus perut Rania yang mulai besar

"ya sudah, hayuk berangkat keburu telat"

"bentar" Dimas jongkok dihadapan Rania, "anak ayah jangan bikin bunda mual lagi ya. Yang sehat ya nak didalam sana" ucap Dimas lalu mencium perut Rania

Rania tersenyum bahagia, "iya ayah" jawab Rania dengan suara seperti anak kecil

Dimas tertawa, "sudah ayuk berangkat, kasian Salsa nunggunya lama" Dimas menggandeng tangan Rania membawanya ke garasi

Begini toh rasanya memiliki keluarga yang bahagia. Walaupun tidak tahu kedepannya seperti apa, yang penting saat ini aku bahagia.

.

.

.

.

Turun dari mobil, Dimas tetap menggandeng tangan Rania. Tapi, saat memasuki kafe Dimas langsung melepasnya. Rania tidak bertanya, ia sudah paham Dimas akan selalu mementingkan dan mengedepan- kan perasaan seorang Salsa daripada Rania.

Rania tidak terlalu mempermasalahkan nya, toh dia harus tahu diri. Ia hanya seorang istri siri dan istri kedua. Ia akan tahu tempat untuk dirinya.

Walaupun ia merasa sedikit sakit hati. Sedikit ya benar-benar sedikit!

"Raniaaa" Arkan langsung memeluk Rania

Dimas terbelalak, dengan cepat ia menarik Rania agar terlepas dari Arkan. Ia tidak suka miliknya dipegang oleh orang lain. Egois memang.

"apaan sih, ganggu aja deh" Arkan kembali menarik Rania dan mendudukan paksa Rania agar tetap berada disampingnya

"tidak, Rania duduk disamping saya" tegas Dimas, sepertinya ia lupa keberadaan Salsa.

"ck, apaan sih mas. Duduk disamping aku!" Dimas terkejut saat mendapati istrinya (Salsa) sedang memelototi dirinya, "kalian kenapa sih, cuma gara- gara ini perempuan jadi berebutan gitu" kesal Salsa lalu memandang sengit Rania

"tuh pawanglu marah!" ejek Arkan

"enggak kok sayang, tidak seperti itu"

Meninggalkan pasangan yang sedang bertengkar tersebut. Kini Arkan menatap Rania dengan lekat membuat perempuan itu sedikit malu walaupun lebih ke risih, "ka Arkan ngeliatnya biasa aja dong, Rania jadi malu" Rania mengesampirkan rambutnya menutupi kegugupan

"kamu makin cantik deh" Arkan memandang perut Rania, "apa karena kamu sedang hamil ya, jadi auranya berubah gitu. Tidak seperti yang aku lihat terakhir kali" Arkan seakan sengaja mengencangkan suara agar Dimas cemburu

"power rangers kali pakai berubah segala" ucap Dimas pelan

"apaan sih ka? jadi malu aku" Sahut Rania dengan lucu membuat Arkan semakin dibuat gemas melihatnya

"malu-malu kucing! gak inget apa sedang ada suaminya" ucap Dimas lagi membuat Rania mendelik kesal

Salsa menginjak kaki Dimas, "kamu kenapa sih!" Salsa menunjuk Rania dari atas sampai bawah, "kamu cemburu sama dia?"

Seakan tersadar, Dimas langsung membawa Salsa ke pelukannya, "ngapain saya cemburu, sementara disamping saya ada seorang malaikat yang begitu indah untuk dipandang"

Rania tersenyum kecut, ia memainkan sedotan di minuman miliknya. Berusaha tidak memperdulikan kedua manusia yang dihadapannya, tapi tetap saja kemesraan tersebut terpampang langsung dimatanya.

Arkan seakan sadar Rania yang sedang cemburu, "Ran, gue boleh pegang perutnya gak. Pengen tau perut orang hamil tuh seperti apa"

Rania mengangguk setuju, dirinya tidak mempermasalahkan orang-orang yang ingin memegang perutnya. Selama tidak membahayakan anaknya, dirinya tidak merasa dirugikan juga, "sekalian di do'a-do'a in gitu ya ka"

Dimas yang melihatnya hanya bisa menahan emosi. Ia tidak bisa apa-apa karena Salsa sedang bergelayut manja dengan dirinya. Dikit saja ia membuat kesalahan, Salsa pasti akan langsung marah pada dirinya.

Arkan menyentuh perut Rania, tangannya sedikit gemetar. "yang sehat-sehat ya diperut Rania. Jangan menyusahkan mamah kamu, kalau kamu tidak ada yang urus saya siap untuk menganggap kamu seperti anak saya sendiri"

"eh maksud lu apa!" Dimas sudah tidak tahan mendengar omongan Arkan

Arkan mencebik, "ya kan gue bener, kalau suatu saat Salsa hamil lu gak mungkin anggap anak Rania anak lu kan. Ya gue akan siap untuk mengganti posisi lu" jawab Arkan santai

Salsa menahan tangan Dimas yang ingin memukul Arkan, "tahan emosinya mas" kini Salsa beralih menatap Arkan, "gak bisa gitu dong. Anak Rania akan selamanya menjadi anak saya dan Dimas. Rania tidak ada haknya sama sekali"

"pada gak punya hati ya kalian" kini Arkan yang ingin memukul Dimas tetapi ditahan oleh Rania

Rania menggeleng dengan wajah yang memerah menahan tangis, "memang bener kok perkataan mereka"

"memang jahat ya kalian berdua, tinggal tunggu karma yang berbalik kepada kalian" Arkan tidak tahan lagi, ia langsung beranjak keluar kafe meninggalkan Salsa dengan senyuman sinis, Dimas yang menatap sendiri Rania serta Rania yang menahan tangisannya, berusaha kuat.

1
Elly Putri
capek h baca nya masa tertindas melulu.bikin keguguran aja lh terus dia bisa nikah sm Vina biar salsa sm Dimas GX punya anak aja sxan.
Nur Zia Aini
rania jd orang santai bngt di jahatin di mushin di hina cuek ajh ky gk ada apa2 pdhal 3 thn gk ketemu kurang mnegang kan alur cerita nya ky gk ada karma sm dimas dan salsa yg suka mnghina rania
Elisabethsembiring
zebeel. tapi terserah kamu ajalah, thor. di cerita author pegang kendali, kita - kita cukup ngedumel sambil baca teruuuus
Elisabethsembiring
kau buat emosi saja salsa. pergi ke neraka aja lu.
😡😡😡😈😈😈
Elisabethsembiring
memang tipe dimas, suami yang nggak punya perasaan ya, nggak bisa jaga mulutnya. zebeeel deh.
😡😡😡
Elisabethsembiring
thor, suami gelo tuh dimas ngaranna.
😡😡😡
Jue
Dari awal aku baca novel ini aku terfikir satu sahaja ada lagikah perempuan bodoh kaya Rania ni yang kerjanya menurut 24 jam , Sudah di sakiti hati berkali-kali tetap saja ngotot sayangkan Dimas , Bodoh atau polos itu beza tipis Rania
Jue
Bodoh dengan Lurus tu beda tipis
Redmi Lima
minta pak arif aj 500 aj,ahahahai
timin
berbelit, tokoh utama perempuan.y lemah dan pasrah aja sama keadaan pokok.y bikin emosi naik turun. toko antagonis.y juga gak kelar"
tokoh laki-laki.y juga gampang dibohongin pokok.y nambah beban pikiran dah
timin
idihh😒
timin
bisa-bisanya masih rindu?
plis deh jangan goblok 😩 gak usah cari penyakit fokus aja ke karir Ama si kembar😑
Aliya Winata
mampir dlu. deh😅
Din Don
gk hbs pikir,,, mbuleeet
Adhe Adam Janitra
malas baca nya kalo sampai balik
RimMy BudaNa
bikin emosi sifat rania
Atri
ikutan nyesekkkkk
Atri
bawa rania pergi jauh...biar nyahok tu dimas
Dwi Hallina
pas banget klu jd pasangannya salsa sama-sama lemes
Sunnyta Mukherji
Dimas b..., meluluskan semua permintaan salsa,dan pada akhirnya salsa ngejelekin dia sama Rania salut lah sama salsa dapet uang rumah ga kena karma bisa menghasut semua orang👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!