NovelToon NovelToon
Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Pernikahan Gadis Tomboy Dan Ketua Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:18.2k
Nilai: 5
Nama Author: Intan Wiwi

Kisah perjalanan cinta gadis tomboy yang di jodohkan dengan seorang pria yang ternyata seorang ketua mafia bernama Leonathan Nugroho. Dia adalah putra pertama dari pasangan Shandy Nugroho dan Merlin Syafira. Nathan itu terkenal dengan kekejamannya di dunia hitam. Bahkan dia juga sering di juluki dengan sebutan king dragon.
Gadis tomboy itu bernama Seinara horison dia adalah anak kedua dari Ardi horison dan Adelia Rasya. Seinara mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Abraham horison. Abraham lebih memilih untuk membangun bisnisnya sendiri di luar negeri. Sehingga dia jarang punya waktu untuk keluarganya, namun dia sangat menyayangi adik semata wayangnya yaitu Seinara. Apapun akan dia lakukan untuk kebahagiaan sang adik, sepeti saat mendengar Seinara akan di jodohkan. Abraham adalah orang pertama yang menentang keras rencana tersebut. Namun apalah dayanya, dia tidak bisa mengubah keputusan kedua orang tuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intan Wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sarapan buatan istri

Esok harinya, Seinara terbangun dengan wajah sedikit pucat, karena semalam dia tidak meminum obatnya.

"Ssssttt... Duh, kepala gue kok masih sakit banget ya. Oh iya, semalam gue lupa minum obat. Mending sekarang gue sholat habis itu bikin sarapan" lirih Seinara sambil mendesis karena rasa ngilu pada keningnya.

Seinara pun segera melaksanakan shalat, setelah itu dia keluar dari kamar dan berjalan menuju ke dapur. Disana dia bertemu dengan bi Surti yang sedang membuat sarapan.

"Pagi bi" sapa Seinara pada bi Surti.

"Eh iya pagi juga nyah" jawab bi Surti yang sedikit tersentak mendapat sapaan dari Seinara.

"Hahaha... Maaf... Maaf bi, kaget ya?" seru Seinara sambil tertawa melihat reaksi bi Surti.

"Iya nyah, bibi kaget banget. Soalnya dari tadi nggak ada orang. Eeeh... Tiba-tiba nyonya dateng" jawab bi Surti.

"Iya bi, maaf ya. Habisnya aku lapar banget, dari semalam aku belum makan" ucap Seinara.

"Oh... Memang nyonya mau sarapan apa? Biar bi Surti yang buatin" tanya bi Surti.

"Bibi sedang masak apa itu?" tanya Seinara sambil melirik ke arah masakan bi Surti.

"Bibi mau masak nasi goreng seafood favorit tuan" jawab bi Surti.

"Nasi goreng seafood ya, duh... Aku nggak begitu suka sama makanan itu bi. Bisa minta tolong buatin aku roti bakar aja nggak? Kalau nggak biar aku sendiri aja yang bikin bi!" seru Seinara yang langsung berjalan menuju ke arah bi Surti.

"Eeeh... Nyah biar bibi aja yang bikinin. Nanti kalau tuan lihat bibi bisa kena marah" ucap bi Surti melarang Seinara.

"Nggak bakalan bi, lagian aku juga sudah terbiasa membuat sarapan sendiri waktu di rumah. Jadi tolong jangan halangi aku bi" tegas Seinara.

"Baiklah... Tapi nanti bibi aja ya yang bakar rotinya. Bibi takut banget, kalau sampai di salahin sama tuan" pasrah bi Surti.

"Oke!" jawab Seinara.

Bi Surti segera menyiapkan bahan yang di butuhkan oleh Seinara. Setelah semua bahan sudah tersedia, Seinara segera meracik sarapan yang diinginkan. Selesai meracik, ternyata bi Surti kebelet, jadi dia harus segera menuju ke toilet.

"Selesai...! Bi aku sudah selesai, tinggal bibi yang eksekusi " ucap Seinara pada bi Surti.

"Aduh nyah, perut bibi kok tiba-tiba sakit ya. Bibi pergi ke toilet dulu ya" ucap bi Surti sambil memegangi perutnya.

"Ya udah bibi pergi aja sana, biar ini nanti aku yang eksekusi" jawab Seinara.

"Jangan nyah! Nanti tunggu bibi aja, oke!" tegas bi Surti melarang Seinara.

"Iya... Iya... Aku tunggu bibi" jawab Seinara meyakinkan bi Surti.

Kemudian Bi Surti pun pergi menuju ke toilet, melihat ada kesempatan, Seinara segera membuat sarapannya sendiri. Karena dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa laparnya, sehingga Seinara tidak memperdulikan perkataan bi Surti.

"Duh... bi Surti pasti masih lama. Sedangkan perut aku sudah nggak bisa di ajak kompromi lagi. Udahlah masalah bi Surti pikir nanti aja, mending sekarang aku sendiri aja yang membakar rotinya" lirih Seinara yang langsung membakar roti yang sudah di raciknya.

Dengan cekatan, Seinara membakar semua Rotinya, hingga bi Surti kembali, Seinara telah selesai membakar semua rotinya.

"Astaga nyah, kok di bakar sendiri sih! Kan bibi bilang tunggu sampai bibi kembali!" seru Bi Surti saat melihat Seinara yang masih sibuk di dapur.

"Udah bi, nggak apa-apa kok. Lagian aku sudah biasa melakukannya sendiri. Dan perutku nggak bisa nunggu lagi, mereka sudah berdemo minta diisi" jawab Seinara tegas.

"Sini biar bibi yang lanjutin bakarnya" ucap bi Surti.

"Nggak usah, karena udah selesai" jawab Seinara sambil membawa sepiring roti bakarnya ke meja makan.

Bi Surti hanya bisa melongo melihat istri majikannya. Yang sudah selesai membuat sarapannya sendiri. Sesampainya di meja makan, tak lama kemudian Nathan pun datang. Dia terkejut melihat keberadaan sang istri di meja makan.

"Loh kamu kok udah di meja makan? Biasanya nungguin bi Surti panggil" tanya Nathan bingung.

"Iya kak, habisnya perutku nggak bisa diajak kompromi lagi. Mereka sudah berdemo minta diisi, jadi aku langsung bikin sarapan deh" jawab Seinara jujur sambil terus menikmati roti bakar buatannya.

"Kamu bikin sarapan apa itu?" tanya Nathan lagi sambil melihat ke arah piring seinara.

"Aku bikin roti bakar kak, kamu mau? Kalau mau ambil aja. Lagian aku juga bikin banyak kok" jawab dan tanya seinara pada Nathan.

"Boleh, aku cobain ya" jawab Nathan sambil mengambil sepotong roti bakar dari piring yang ada di depan Seinara.

Nathan segera memakan roti bakar tersebut, dan dia sangat terkejut. Ternyata sang istri bisa membuat roti bakar seenak itu.

"Hemmm... Ternyata enak juga!" ucap Nathan sambil mengunyah roti bakar buatan istrinya.

"Iya dong, siapa dulu yang buat. Seinara!" jawab Seinara.

"Kamu kok bisa sih, bikin roti bakar seenak ini?" tanya Nathan sambil terus mengunyah makanannya.

"Bisa dong, kan sudah biasa bikin roti bakar seperti ini di rumah untuk sarapan. Karena kata mama, sebagai perempuan kita harus bisa memasak. Walaupun itu hanya sedikit makanan, atau cuma bikin sarapan ringan seperti ini" jawab Seinara jujur.

Tanpa terasa Nathan sudah menghabiskan beberapa potong roti bakar. Membuat Seinara kebingungan, pasalnya dia baru memakan tiga potong saja.

"Lah kok di habiskan sih kak?" protes Seinara pada Nathan.

"Habisnya enak sih, besok tolong buatin lagi sarapan seperti ini ya" jawab Nathan sambil tersenyum.

"Iiih... Curang banget! Aku yang bikin kamu yang habisin!" ucap Seinara kesal.

"Sorry... Sorry... Khilaf. Sebagai gantinya aku kasih ini buat kamu" ucap Nathan sambil memberikan sebuah kartu pada sang istri.

"Ngapain kamu kasih aku kartu ini? Yang kemarin juga masih ada kok, dan aku belum pernah pakai kartu itu" tanya Seinara bingung.

"Karena hari ini aku akan pergi ke luar kota, kemungkinan aku pulangnya malam. Jadi kartu ini bisa kamu gunakan untuk berjaga-jaga jika kamu butuh sesuatu" jawab Nathan.

"Baiklah... Biar aku simpan kartu ini. Kamu hati-hati di jalan ya, jangan lupa jaga kesehatan selama perjalanan" ucap Seinara sambil tersenyum.

Nathan hanya menjawab dengan anggukan kepala sambil tersenyum. Hatinya merasa sangat bahagia mendapatkan perhatian kecil dari sang istri. Mereka pun menuju ke kamar masing-masing setelah selesai sarapan. Karena mereka harus melakukan aktivitas masing-masing.

1
E F
tq thor🙏😍
up nya jgn lamaa2 thor💪😄
E F
tq thor🙏😍
lanjutt💪😄
E F
tq thor🙏😍
jgn lama2 thor,sm lupa crita yg mana hrs ulang liat awal💪😄
Intan Wiwi: siap langsung otw lagi nih
total 1 replies
E F
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
aku
kan salah lakinya, knp bibi gmg gt seakan salah sein 🙄 😌
Intan Wiwi: iya, tuh... si Nathan yang salah terimakasih udah mampir
total 1 replies
Ikhsan Fatkhurozi
emang dasar Nathan, gengsinya gede banget
Ikhsan Fatkhurozi
sukurin tuh
Ikhsan Fatkhurozi
mantap Firly
Hidayat Intan
semangat berkarya
Hidayat Intan
sejauh ini cukup menghibur 💪
Intan Wiwi: terimakasih 🙏
total 1 replies
Hidayat Intan
💪
Melisa Satya
minta di gampar nih anak😳
Melisa Satya
duh, bapaknya takut kena darah tinggi dah🤣 marah-marah Mulu, pelukan dulu Napa om
Melisa Satya
coba dilihat dulu orangnya Sei🤭 mana tahu ganteng 🙄
Melisa Satya
ngga nurut sih, nggak nurut tapi jangan langsung di jodohin juga kali😳
Intan Hidayat
pembantunya terlalu ikut campur
Intan Hidayat
lanjut
Ikhsan Fatkhurozi
uih... uih... Nathan
Intan Hidayat: ayo Nathan tunjukkan perhatian kamu
total 1 replies
Ikhsan Fatkhurozi
bener tuh si Arjuna pibdahin aja
Ikhsan Fatkhurozi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!