Warning📢
Novel ini mungkin menyebabkan para pembacanya sakit perut
Semoga selera humor kita sama😁✌
Seseorang yang terlihat ceria justru dialah orang yang sanggup menyembunyikan kesakitannya.
Bercerita tentang seorang gadis biasa bernama Syasa yang setiap harinya selalu tersenyum dan ceria, hatinya sudah terpatri oleh seorang dokter muda ganteng, salah satu langganan di tempat makan ibunya.
Ferdy, dokter muda yang di kenal baik dan ramah, namun memiliki kisah masalalu yang tak di ketahui banyak orang.
Bagaiamana perjuangan gadis ini untuk bisa bersama dengan sang dokter?
Akahnkah Syasa bisa menerima masalalu dokter tampan ini?
Simak terus ya Say😉
Selalu beri dukungan untuk Author dengan
Like
Coment
Vote
Rate 5
Haturnuhun😁✌
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
Cuaca mendadak gelap gulita seperti halnya hati Ferdy saat teriakan itu terdengar. Suara yang tidak ingin ia denger lagi di gendang telinganya.
Orang itu mendekat, tanpa rasa malu ia merangkul lengan Ferdy seraya berkata, "Apa kabar? aku sudah lama mencarimu."
Seorang wanita dengan gaya yang mewah bergelayut manja di tangannya. Ferdy segera menepis tangan itu, lalu berkata, "Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja!"
Wanita itu tersenyum manis dibalik masker. Matanya menatap lekat sosok pria yang sudah lama dirindukannya.
"Aku merindukanmu, Fer," ungkap wanita itu.
Ferdy tersenyum sinis. Ia merasa sangat muak dengan kata-kata itu. Ferdy berkata. "Kamu merindukanku?"
"Sangat, sangat, dan sangat merindukanmu selalu!" tegas wanita itu.
"Apa karirmu sedang menurun sampai kamu mencariku lagi? apa kamu tidak malu, tiba-tiba muncul setelah meninggalkan aku dan Nabila begitu saja?" sindir Ferdy.
"Jadi namanya Nabila? nama yang sangat cantik, pasti wajahnya sama cantiknya denganku 'kan, karena aku ibunya," kata wanita.
Ferdy menggelengkan kepala. Ia baru mengetahui bahwa wanita ini bukan hanya matre, tapi juga tidak tahu malu!
"Kamu menganggap dirimu seorang ibu!" balas Ferdy.
"Tentu, karena aku yang melahirkannya," jelas wanita itu.
"Dengar, ya, Mila! Ibu mana yang tega meninggalkan bayi yang baru lima jam ia lahirkan begitu saja hanya demi mengejar karir!" tekan Ferdy.
"Aku 'kan sudah bilang waktu itu, aku hanya meninggalkannya beberapa tahun saja. Aku ingin menuju puncak terlebih dahulu, baru aku akan membawa anakku bersamaku, untuk menikmati hasil jerih payahku," jelas Mila.
Ya, wanita itu bernama Mila. Ibu yang tega meninggalkan Nabila setelah dilahirkan. Mila memilih mengejar mimpinya sebagai model. Mila berpikir kehadiran Nabila akan menghambat kesuksesannya, jadi dia memilih meninggalkan Nabila bersama Ferdy, ayah kandung Nabila.
Mila dan Ferdy tidak pernah menikah. Tepatnya Mila menolak untuk dinikahi, lagi-lagi ia berpikir terikat dengan pernikahaan adalah salah satu yang bisa menghambat ia menuju puncak.
Ferdy akui ini kesalahannya. Ferdy menyentuh Mila sekali dalam keadaan tidak sadarkan diri. Mila dan Ferdy adalah teman semasa kecil. Mereka selalu bersama sampai kejadian itu terjadi.
Suatu hari Mila dan Ferdy diundang di satu pesta perayaan teman mereka. Ferdy tidak tahu, jika ada orang yang sengaja memasukkan obat perangsang dalam minumannya. Ferdy yang terkukung dalam nafsu birahi, lalu melampiaskannya pada Mila yang saat itu bersamanya.
Mila sendiri adalah anak dari panti asuhan yang kini sudah menjadi seorang model terkenal. Banyak produsen yang menawarinya, karena kemampuan Mila yang terbilang hebat. Namun, setelah Mila mengetahui dirinya hamil dan itu perbuatan Ferdy. Ia memutuskan rehat sejenak dari industri permodelan.
Selama ia rehat, Ferdylah yang mencukupi semua kebutuhan Mila yang terbilang mewah. Ferdy ikhlas, ini dia lakukan demi sang cabang bayi yang tengah tumbuh dalam perut Mila.
Sehingga suatu hari Ferdy berniat menikahi Mila setelah melahirkan. Namun, dengan tegas Mila memberi sinyal penolakan. Ia tidak ingin terkurung dalam ruang lingkup pernikahan.
Baginya sudah beruntung ia tidak mengugurkan janinnya demi Ferdy yang terus memohon. Setelah itu ia berniat mengejar mimpinya yang tertunda.
"Gampang sekali kamu berbicara seperti itu! Kamu pikir aku akan membiarkanmu membawa Nabila pergi dariku! Jangan pernah bermimpi terlalu jauh, Mila! tegas Ferdy.
"Aku tidak berniat membawa Nabila," bantah Mila.
"Lalu," sela Ferdy
"Aku ingin kembali denganmu. Aku ingin menikah dan hidup bahagia dengan anak kita." Menatap melas Ferdy.
"Aku tidak bisa!" tolak Ferdy.
"Kenapa? apa sudah ada orang lain di hatimu?" desak Mila.
"Itu bukan urusanmu!" sungut Ferdy.
"Apa wanita penjaga kantin tadi kah orangnya? aku melihatmu sangat dekat dengan dia," lontar Mila.
Mata Ferdy melirik pada Mila. Dari mana wanita ini tahu tentang Syasa? otak Ferdy berpikir keras untuk itu. Mungkinkah Mila menyewa orang untuk mengintai kehidupannya. Kalau benar, ini sudah melebihi batas bagi Ferdy.
"Tenang! Aku tidak menyewa orang untuk memantau kamu," sambung Mila seperti mengerti tentang isi pikiran lelaki dihadapannya.
"Apa maumu sebenarnya? jangan libatkan orang lain, dia tidak tahu apa-apa!" tegas Ferdy.
Mila melirik ke sana kemari. Ia memastikan koridor rumah sakit ini sepi. Setelah yakin aman, Mila membuka kaca mata hitam dan maskernya. Terlihat jelas wajah cantik nan imut milik model wanita terlaris ini.
Mila tersenyum manis. Senyuman yang dulu sangat Ferdy sukai. Namun, kini berubah menjadi sangat ia benci.
"Aku 'kan sudah bilang, aku ingin menikah denganmu!" Tersenyum manis menatap Ferdy.
"Aku juga sudah menjawab kalau aku tidak bisa," sela Ferdy.
"Apa bagusnya wanita itu denganku? aku jauh lebih cantik darinya, aku juga ibu kandung dari Nabila. Sedangkan dia--,"
"Dia tidak berhati iblis sepertimu! Dia memiliki hati nurani layaknya seorang manusia!" potong Ferdy.
"APA! Kamu menyebutku aku seorang berhati iblis! teriak Mila.
"Jangan berteriak ini rumah sakit bukan club malam yang selalu kamu kunjungi. Memangnya kamu pikir aku tidak tahu kelakukanmu selama mengandung Nabila! Aku tahu semuanya, aku menawarimu menikah karena aku tidak ingin Nabila tumbuh tanpa sosok ibu. Tapi ternyata kamu sendiri malah meninggalkannya! ungkap Ferdy.
Mila terdiam, ia sedikit terkejut mendengar perkataan Ferdy. Dia pikir selama ini Ferdy tidak tahu tentang kehidupan malamnya, makanya dia merasa kembalinya dia kali ini akan berjalan lancar. Namun, itu semua berbeda jauh.
"Aku dulu memang mencintaimu, Mila. Aku akui itu, akan tetapi sejak aku tahu tentang kelakuannmu dibelakangku. Cintaku luntur begitu saja, aku hanya ingin anak yang dikandunganmu selamat saja," sambung Ferdy.
Setelah mengatakan itu Ferdy melangkah pergi meninggalkan Mila yang masih mematung. Baru beberapa langkah, tanpa diduga Mila memeluk Ferdy dari belakang sambil berkata, "Aku tahu aku salah, Fer. Tolong maafkan aku! Aku benar-benar ingin kembali padamu. Aku ingin merasakan kasih sayang dan cintamu yang tulus seperti dulu."
Ferdy segera menghempaskan tangan Mila.
"Aku tidak bisa. Hatiku sudah lama tertutup untukmu!" singkat Ferdy.
Ferdy kembali meneruskan langkahnya. Namun, lagi-lagi Mila mengejarnya. Tanpa rasa malu Mila langsung mengecup pipi kanan Ferdy, lalu berbisik, "Aku pastikan kamu akan menjadi milikku."
Dari kejauhan terdengar suara benda jatuh tepat dibelakang mereka. Ferdy dan Mila sontak menoleh ke arah tersebut. Ferdy kaget melihat Syasa tengah terdiam mematung dengan nampan yang sudah jatuh dari tangannya.
Ferdy kelabakan, ia takut Syasa berpikir yang aneh-aneh tentangnya dengan Mila. Terlebih baru tadi ia melihat gadis itu kesal, karena mendengar dirinya berduaan dengan Dokter Wina.
"Maaf, Syasa engga berniat melihat. Tadi Syasa hanya lewat saja," tutur Syasa.
Syasa segera mengambil nampan yang berada di lantai, kemudian bergegas lari meninggalkan mereka berdua. Sementara itu Mila tersenyum licik penuh kemenangan.
"Dasar gadis bodoh!" umpat Mila dalam hati.
...****************...
BERSAMBUNG~~~
Tolong dukungannya, Teman.
dengan cara Like, coment dan vote🤗
😆😆
saya mampir.. othor
akang Ferdy...
love love dah ...