Tulisan di karya ini masih acak-acakan ya kak. ini karya pertama saya masih belum tahu antara puebi dll
kehidupan itu bagaikan impian, semuanya butuh perjuangan, kesedihan, penderitaan, keahagiaan semua sudah ada yg mengatur,
kita hidup harus mempunyai prinsip, jika prinsip sudah tidak ada, kegundahan akan menyelimuti, takdirku tak seberuntung mereka , kebhgiannku, masa masa bermainku,semuanya sudah di ramapas dan menghilang bersama kejadian yang menimpa org tuaku,
jika aku bisa memilih, aku akan memilih agar tidak di lahirkan ke dunia ini, tapi aku lercaya, di setiap penderitaan pasti akan ada kebahagiaan,
aku yakin roda akan berputar pada nasibku, saat ini hanya bersabar dan ikhlas yang aku terapkan
aku akan berusaha dan akan selalu berdoa
agar cahaya itu datang di kehidupanku
kepercayaan, adalah kekuatan yg sebenernya, aku percaya ini cobaan dari Tuhan, ikhlas ku menerima kenyataan
ikhlas ku menerima cobaan,
harapanku hanyalah tuhan berikan aku kesempatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fiah MSI probolinggo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
munculnya yudha
malam pun berlalu dgn cepat, saat Nanda bergeliat pelukan Adnan semakin di eratkan
"mas... lepaskan Nanda ...."
"tidur lah lagi sayang.... ini masih terlalu pagi...."
"Nanda mau masak buat mas, bik Ijah gak ada, bibik jg sakit, Nanda jg harus merawatnya kan..."
"sudah ada perawat yg merawat bibik"
"tp mas....."
"cium dulu" (seraya menunjukkan pipinya)
karena Nanda ingin segera keluar, Nanda langsung menciumnya namun siapa sangka Adnan mengubah posisinya sehingga bukan pipinya yg di cium melainkan bibirnya, Adnan dgn tersenyum Adnan melepaskan pelukannya,
"mas curang.... (sambil turun dr ranjang nya)
Nanda cuci muka dan langsung ke bawah ia memasak untuk suami dan bibiknya serta buat kakak iparnya, beberapa lama kemudian harum masakan Nanda tercium oleh Adnan dan Bella
"siapa yg masak...." (suami Bella)
"adik ipar pastinya, siapa lagi..."( gumam Bella sambil memakai make up nya)
"km belajarlah sedikit memasak untuk suamimu ini"
"sayang..."
"bercanda ayok turun... sudah gak sabar ingin mencicipi masakan iparmu"
"pasti enaklah...."
mrk pun turun saat sampai di tangga mrk berpapasan dgn Adnan
"bagaimana kasusnya sdh tau dalangnya"
"siapa lagi kak klo bukan paman tp skrg paman punya sandaran yg lumayan"
"apakah butuh bantuan org ku??"
"terimakasih kakak ipar, kalau orgku tidak bisa pst aku kabarin kakak ipar"
"baiklah terserah km, tp jgn biarkan mrk punya kesempatan untuk menyerang lagi,"
"takkan ada lg kak, cuma aku belum menemukan informasi tentang musuh baruku ini"
"menurut ku, jika musuh barumu itu menyerang lagi, ikuti permainannya disitu km akan menemukan apa yg dia inginkan, jika hanya ingin menjatuhkan bisnis, itu lebih mudah untuk menangani, tp jika ada tujuan lain ???"
"Adnan ngerti kak, mari makan..???"
mrk pun sarapan pagi bersama
"luar biasa sayang, masakan adik ipar benar-benar"
"hemmm Adnan, rencana mu hari ini apa..??"
"menemui Adit, dia bilang dia punya informasi"
"baguslah,"
"semoga informasi ini bisa membantuku menemukan org itu"
"mas, musuh baru yg di maksud itu siapa??"
"itu yang mas selidiki sekarang, km jgn khawatir, jaga diri baik-baik dirumah tunggu mas pulang, itu saja tugasmu kali ini,"
"Nanda belum mempunyai teman sama sekali disini, sebaiknya kamu secepatnya memasukkan dia ke kampus agar dia tidak jenuh"
"baiklah nanti aku urus itu jg,"
"mas selesaikan dulu masalah mas, tentang Nanda, nunggu mas selesai dulu,"
" ya sudah, mas berangkat dulu selamat tinggal semuanya"
"sayang aku jg berangkat dulu ya..."(suami Bella)
"hati-hati mas""
"bibik kecil ayok main sama Azril
"memangnya Azril mau main apa...."
"main sepak bola"
"hah... main sepak bola... baiklah mari bibik temani,tp sblm itu Azril ikut bibik yuk"
"kmn bik???"
"tengok nenek gimana"
"ok (sambil mengacungkan jempolnya)
sedangkan Adnan menuju ke tempat yg sudah di berikan Adit, tak brpa lama kemudian Adnan pun sudah sampai, ia langsung melihat Adit dan temannya yg sudah menunggu.
"kita langsung saja, informasi apa yg kau temukan"
"i..ini.... semua data yg datang dr Australia 2minggu yg lalu sedikit, kami mendapatkan fotonya"
Adit menyerahkan data beserta foto-foto nya saat ia melihat semua foto ia tertarik dgn foto pria dan wanita, wanitanya ia begitu mengenalinya namun prianya ia sedikit mengingat dgn pria itu.
"cari tau tentang 2 org ini"
"baik tuan! "(ucap tmn Adit)
sedangkan Nanda bermain dgn Azril tiba-tiba Bella memanggil nya.
"sayang yuk ikut mama"
"kemana ma..(
"belanja yuk... Nanda km jg ikut biar gak jenuh"
"baiklah kak Nanda ambil handphone dulu takutnya nanti mas Adnan telfon Nanda"
"ok kakak tunggu disini"
beberapa saat kemudian mrk pun berangkat ke sebuah mall pusat perbelanjaan, dimana semua sudah tersedia disana, baik makanan pakaian dll.
Nanda dan Bella beserta Azril pun masuk ke mall tersebut, mrk memilih beberapa makanan untuk Azril.
"kak... Nanda mau lihat-lihat ke arah sana dulu, Nanda mau membeli sesuatu,
"baiklah carilah apa yg km mau, nanti kakak yg bayar"
"heheh gk usah kak, mas Adnan sudah memberikan kartu kemaren"
"baguslah. ... jadi skrg kmu kuras isi kartu itu ok"
"ok kak,"
Nanda pun meninggalkan Bella dan Azriel, ia menuju ke tempat baju dan memilih memilah baju buat Adnan,
"bajunya mas Adnan di rumah semuanya baju dinas, apakah mas Adnan mau ya aku belikan baju santai , ah knp gak aku telfon mas saja"
akhirnya nanda menelfon suaminya
" hallo syg...
semua staf penting disana heran krn selma ini presdirnya tidak akan mengangkat telfon dari siapapun selama rapat berlangsung.
"mas, mmmmm"
"ad apa...??"
"aku cuma mau bertanya sesuatu sama mas, klo aku memberikn mas sesuatu mungkin mas tdk akan menyukainya, tp mas bersedia kan menyimpannya"
"syg.... apapun darimu itu adalah sangat penting bagiku"
"ok baiklah... love you mas"
"love you to syg"
Nanda pun mematikan telfonnya tanpa dosa krn sudah mengganggu rapat penting Adnan, Adnan pun meminta maaf kepada para staf dan meneruskan rapatnya, saat Nanda memilih sesuatu,tiba-tiba ia tertuju pada sebuah baju rajut yg sangat bagus dia fikir itu akan cocok buat Adnan, sebentar lagi musim hujan akan tiba, saat Nanda ingin berjalan ke arah baju itu ia tertabrak dgn seorang pria dan wanita.
"maaf saya tidak sengaja..."
Nanda menundukkan kepalanya beberapa kali
"Nanda..."
seketika itu Nanda langsung mendongakkan kepala nya, betapa terkejutnya dia saat melihat pria di depannya.
"mas Yudha.... (dgn mata terplongak)
akhirnya aku bertemu dgn mu Nanda lama aku mencari mu, malah aku mendengar km sudah menikah, tp jgn khawatir Nanda aku akan melepaskan km dr pernikahan yg tidak kau inginkan ini, skrng aku sudah punya kekuasaan, serta kedudukan aku akan menjatuhkan suamimu dgn mudah pasti km akan jatuh ke dlm pelukanku karena aku tau sebenarnya km menyukaiku dr dulu tp km takut dgn pamanmu, skrg pamanmu tidak akan bisa menghalangi kita lagi (gumam Yudha dlm hatinya)
"bagaimana keadaanmu, aku harap km baik-baik saja,"
"seperti yg mas liat aku baik-baik saja mas, beberapa waktu yg lalu aku ke desa dan aku bertemu dgn bibik, apakah mas sdh memberi kabar ke bibik"
"belum tp nnti kalau urusanku sudah selesai aku pasti akan menemui ibu, Gloria... perkenalkan dia adalah Nanda
"hai...gue Gloria... panggil saja aku glory
(lumayan, bisik glori ke Yudha)
"hai jg... aku Nanda senang kenalan denganmu"
"hemmm krn ini pertemuan ke 2 sahabat gimna kalau kita rayakan dgn makan bersama"
"terimakasih.... tp hari ini aku tidak bisa, karena aku bersama seseorang kesini..."
"oh... baiklah tp lain kali jgn menolak ok...."
"baiklah aku tggal dulu ya mas , dah glory...."
"dah jg Nanda...."
Nanda pun meninggalkan Yudha dan Gloria, dan melihat baju yg ia lihat td, sedangkan Yudha dan Gloria sudah berlalu
"apakah kamu yakin dia masih cinta sama kmu, km sudah tau sendri dia sudah menikah, dan kamu tau sendiri siapa suaminya,"
"Nanda bukan wanita mata duitan, aku tau itu, tp dgn posisi suaminya, mungkin dia tidak bisa lepas kecuali suaminya yg melepaskannya, maka dr itu aku akan membuat suaminya bangkrut, dgn itu aku akan lebih mudah mengambil Nanda darinya"
"apakah kamu begitu mencintainya??"
"km sangat mengerti km sahabat yg terbaik untukku, bahkan kau mewujudkan semua impianku dan menjadikan aku seperti yg skrg, siapa lagi yg mengenal aku lebih baik darimu"
"baiklah aku akan membantu mu sampai tuntas,"
[aku tau kau sangat mencintai wanita itu, tp pernahkah kau memikirkan perasaanku, mustahil jika km tdk mengetahui perasaanku yud, tp aku akan mendapatkan mu dgn caraku yg tulus, aku akan membuat mu membuka mata mu dan hatimu, aku akan membuat mu bisa melihat kalo wanita itu sudah sepenuhnya jd milik suaminya"]
["Nanda km harus tunggu aku, tunggu aku sampai berhasil mengambil dirimu darinya , aku akan terus memperjuangkan mu sampai kapanpun, dan aku akan melakukan apapun agar apa yg aku inginkan bisa terwujud termasuk menghabisi suamimu"]
mrk sibuk dgn isi hati mrk,namun Yudha blom mengetahui sepenuhnya ttg Adnan, ttg siapa org yg akan dia usik
BERSAMBUNG