Penyesalan datangnya selalu diakhir.
Kalau diawal namanya pendaftaran.
Baik buruknya setiap perbuatan,pasti akan mendapat balasan.Percayalah,,karma itu ada
Tuhan maha adil,dalam membagi luka dan kebahagian.
Suka dan Duka akan mewarnai kehidupan manusia.
Apa yang kita tanam,itulah yang akan kita tuai.Jadi berbuat baiklah sebelum penyesalan itu datang.
Yang gak suka sama cerita ini, tinggalkan, jangan dibaca😊 gak usah komentar yang aneh-aneh, apalagi ngebanding-bandingkan dengan cerita lain. Karena beda author beda juga cara mereka bercerita, dan juga beda ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom's chaby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
"Kenapa kalian diam? Apa ibumu masih marah kepadaku, dan belum memaafkan ku?."Tanyanya lagi.
"Tidak kek, bukan begitu." Jawab Alya.
"Lalu kenapa dia tidak kesini, nak? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku ingin minta maaf, pada ibumu." Ucap sang kakek.
"Kek,...ibu tidak bisa datang kesini. Beliau sudah pergi." Sahut Rama.
"Pergi? Pergi kemana dia?."
"Ibu sudah pergi menghadap sang maha kuasa kek. Ibu sudah meninggal." Jawab Rama.
"Apaaa?? Meninggal?"Seperti mendengar petir menyambar, pak Hari sungguh terkejut mendengar ucapan Rama. Dia terduduk, dan terlihat sangat shock. Lelehan air matanya mulai menetes di pipinya.
Pak Hari tidak percaya, anaknya sudah pergi mendahuluinya. Padahal dia sangat berharap bisa bertemu dengan anak bungsunya.
Selama ini dia sungguh merasa tersiksa dengan perasaan bersalah yang ia rasakan kepada kedua anaknya. Ia sadar harta yang melimpah tidak membuatnya bahagia. Semua itu tidak ada artinya tanpa kehadiran anaknya.
Dan sekarang, anaknya telah pergi untuk selamanya, membuat rasa bersalahnya semakin besar. Dia menyesali semua perbuatannya dulu. Andai saja waktu bisa diputar kembali, mungkin saat itu pak Hari tidak akan pernah memaksakan kehendaknya kepada kedua anaknya.
Tapi kini semua telah terjadi. Penyesalannya tidak ada gunanya. Yang bisa dilakukanya saat ini, hanyalah berdoa semoga saja mereka tenang disisiNya, dan mengampuni dosa-dosanya. Dia juga berdoa semoga kedua anaknya bisa memaafkannya.
"Dimana makam anakku? Aku ingin pergi kesana?" Ucap Pak Hari.
"Tidak kek. Hari sudah sore. Sebaiknya kita pergi besok pagi." Saran Rama.
"Tidak..aku mau kesana sekarang juga."
"Tidak kek. Aku tidak akan mengijinkan mu. Besok saja kita pergi. Kalau kita pergi sekarang akan percuma, sebentar lagi hari akan gelap. Kita tidak akan bisa lama disana." Ucap Rama.
Pak Hari menuruti Rama, dan Alya menenangkan kakeknya.
"Mulai sekarang kamu tinggal disini kan nak?"Tanya Pak Hari pada Alya.
"Saya mau tinggal disini, tapi saya sudah ...."
"Iya kek, nanti pasti Alya tinggal disini. Tapi sekarang Alya sudah terlanjur mengontrak rumah." Sahut Rama memotong perkataan Alya.
"Kakek akan ganti uang kamu, tapi kamu tinggal disini ya, sama kakek."
"Iya kek. Nanti saya pasti tinggal disini sama kakek.Tapi nggak sekarang. Saya janji, saya akan sering-sering datang mengunjungi kakek." Sahut Alya. Lalu pamit, karena hari sudah sore.
Rama mengantarkan Alya pulang. Dia meminta Alya, agar tidak mengatakan kepada kakeknya, kalau Alya sudah menikah. Alya bertanya kepada Rama kenapa kakeknya tidak boleh tahu dia hanya menjawab kalau dia tidak ingin kakeknya banyak pikiran.
Menurut Rama, kakeknya itu pasti akan semakin merasa bersalah dan menyesal karena tidak menyaksikan pernikahan Alya. Dan kini mereka menuju rumah Abimanyu.
..................
Hari ini, Abimanyu tidak bisa berkonsentrasi dikantor. Dia masih merasakan amarah di dadanya, karena teringat apa yang Alya dan Rama lakukan tadi di restoran. Darahnya seakan mendidih, saat ia mengingat bagaimana Alya dan Rama saling berpelukan.
Aku kira akulah pria satu-satunya yang dipeluk oleh Alya.Ternyata dia memang sudah biasa memeluk setiap pria. Wajahmu memang lugu Alya, tapi nyatanya kamu tidak lebih dari seorang wanita murahan. Batin Abimanyu
Dia melemparkan semua yang ada dimeja kerjanya. Sampai-sampai sekretarisnya masuk ke ruangannya, karena mendengar teriakan Abimanyu.Tapi dia mengusir sekretarisnya.
Abimanyu memilih pulang. Dia mengguyur seluruh tubuhnya dengan air dingin, tanpa melepaskan pakaiannya. Namun ia segera sadar, kalau dia tidak boleh terlalu lama berada dalam kondisi dingin.
Dia segera keluar dari kamar mandi, mengeringkan badannya, lalu berganti pakaian. Abimanyu lalu membuat teh hangat, dan duduk di sofa ruang tv.
Tak lama kemudian terdengar suara bel rumahnya berbunyi. Dia membuka pintu, dan terkejut saat melihat Alya dan Rama. Tak hanya Abimanyu yang terkejut, tapi juga Rama.
Dia sangat terkejut saat dia tahu, kalau suami yang dimaksud oleh adiknya adalah Abimanyu. Dan kini ia menyadari, kalau wanita yang selama ini disakiti oleh Abimanyu adalah adiknya sendiri.
Rama mulai emosi mengingat semua perkataan Abimanyu, tentang bagaimana ia memperlakukan istrinya. Sementara Abimanyu juga sudah tidak bisa menahan emosinya.Tanganya mengepal dari tadi.
"Berani sekali kalian datang kesini. Apa kalian mau pamer kemesraan di depanku. Dasar wanita murahan. Dan lo Ram, gue nggak nyangka ternyata lo munafik, lo tukang tikung."
Dan ....Buuukk...Abimanyu menonjok Rama, hingga tubuhnya mundur beberapa langkah. Rama tidak tinggal diam, dia membalas perlakuan Abimanyu. Dan adegan baku hantam pun terjadi diantara Rama dan Abimanyu. Mereka saling mencaci satu sama lain.
Alya mencoba menghentikan mereka, tapi dia tidak bisa.Tenaga mereka terlalu kuat, apalagi dua-duanya dalam keadaan emosi.
"Lo udah nyakitin Alya selama ini, gue nggak akan pernah maafin lo." Hardik Rama, tanpa menghentikan pukulannya. Abimanyu sudah terlihat lemah, Alya melihat Rama sudah melayangkan bogem ke arah Abimanyu, namun tiba-tiba Alya menghalangi Rama.
"Jangan kak." Teriak Alya lalu menghalangi Abimanyu, hingga akhirnya bogem mentah itu mendarat di pipi kiri Alya, membuatnya tersungkur, dan duggg,....
Dahi Alya membentur ujung meja ruang tamu. Rasa sakit yang luar biasa dirasakan Alya saat itu, darah segar menetes dari dahi dan sudut bibirnya, pandanganya mulai kabur, dan gelap. Ia pun tak sadarkan diri.
"Alya!! Teriak Rama, lalu mendekatinya. Dia memindahkan Alya ke pangkuanya, dan menepuk-nepuk pipinya.
"Bangun Alya, Maafin kakak." Ucapnya panik. Rama menggendong Alya, dan akan membawanya ke rumah sakit. Abimanyu sangat heran, mendengar Rama menyebut dirinya "kakak" Dan tadi Alya juga menyebutnya "kakak."
"Tunggu Ram."
"Mau apa lagi lo? Lo belum puas?. Kita bisa lanjutin besok." Ucap Rama.
"Kenapa Alya manggil lo kakak?." Tanya Abimanyu.
"Lo heran hah?. Asal lo tau Abimanyu, Alya istri lo yang udah lo sakitin selama ini, dia adek gue. Dan gue nggak akan pernah biarin dia tinggal bersama bajingan kayak lo." Sahut Rama. Lalu pergi membawa Alya ke rumah sakit.
Abimanyu terpaku ditempatnya. Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
Mana mungkin Rama dan Alya adik kakak. Bagaimana bisa?.Kata hati Abimanyu.
Tapi dia melihat kalau Rama memang serius dengan ucapannya.Tapi itu tidak penting sekarang. Dia harus segera ke rumah sakit menyusul Rama. Dia mengkhawatirkan Alya.
Sesampainya dirumah sakit, Alya dibawa ke ruang IGD. Dia ditangani oleh dokter, dan Rama menunggunya diluar. Abimanyu tiba sesaat kemudian.
"Ngapain lo kesini?." Tanya Rama.
"Gue hanya mau tahu keadaan Alya. Gue khawatir sama dia." Jawab Abimanyu.
"Apa? Khawatir? Yang bener aja. Bukankah baru saja lo udah hina dia didepan gue. Lo bilang dia wanita murahan. Apa lo lupa? Sekarang lo pergi dari sini." Ucap Rama.
"Tapi gue suaminya Ram?."
"Suami? Sejak kapan lo ngerasa jadi suami Alya? Apa lo lupa semua ucapan lo sendiri ke gue tentang Alya?. Gue kakaknya. Gue lebih berhak dari pada lo, suami yang memperlakukan istri sendiri seperti pembantu."
"Gue mau lo jelasin, kenapa lo ngomong kalo lo itu kakak Alya?"
"Nggak ada yang perlu gue jelasin sama lo. Sekarang juga lo pergi dari sini."
Rama mengusir Abimanyu. Dan Abimanyu pun pergi. Menurutnya percuma saja bicara baik-baik pada Rama, karena Rama saat ini sedang emosi.
Abimanyu belum pernah melihat Rama semarah ini sebelumnya. Dan dia masih tidak mengerti kenapa dia mengatakan kalau Alya adalah adiknya. Karena setahu Abimanyu, adik Rama sudah meninggal. Dia tahu dari Rama sendiri.
...****************...
Ini kak Rama, kakaknya Alya.
kasian karakter nya dibuat kayak lelaki bodoh pengemis cinta ditolak dan disakiti hatinya berkali tapi tetap saja dibuat kayak pengemis
coba kau diposisi abimayu thor, kau pernah melakukan kesalahan kau sudah menyesal dan menebunya dan kau ditolak berkali2, dengan kata2 yang menyakiti hati, apakah author masih mau mengejar dan kayak pengemis apakah adil author rasa kalau diposisi abimayu
miris