NovelToon NovelToon
Hati Lunara

Hati Lunara

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:53.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Muf

Perjuangan menggapai sebuah filosofi emosi bernama cinta, untuk hati yang selalu menangisi lingkaran rindu tak berujung di masa kecilnya kepada Ayah Bunda

Sebagaimana puisi yang menyimpan banyak makna dari setiap rangkaian kata
Begitu juga hidup yang menyimpan banyak rahasia dari setiap rangkaian peristiwa

Seorang gadis bernama Lunara yang hidup dengan takdir yang seolah seperti terus mempermainkan hatinya

"Cinta itu anugerah, jika aku tidak bisa mencintaimu sebagai pendamping hidupku, maka aku akan mencintaimu sebagai adikku" - Juan

"Saya bukan pengecut, tapi mencintai dia dalam do'a-do'a saya adalah bukti terbesar cinta saya untuk dia" -Reyhan

"Layaknya puisi... kamu itu ibarat sajak yang membuat kalimat lebih indah, kamu adalah inspirasi yang tidak bisa aku hentikan" -Luna

Ini novel pertamaku
Semoga kalian suka ya 😊
.
.
.
Ig @inrosas_

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pagi ini Luna dan Yana menyempatkan diri berkunjung ke Rumah Sakit guna memeriksakan kandungan Yana.

Diam. Tidak ada raut semangat dari wajah keduanya ketika dokter tengah memperlihatkan perkembangan janin Yana di layar USG. Pemandangan itu tak ayal memunculkan rasa bingung dan keinginan tahuan bagi dokter dan suster pendamping disana. Tapi tentu tidak mereka utarakan langsung.

Ya Tuhan... Bayi ini tidak berdosa, tapi tetap saja ada rasa penyesalan di hati Yana begitupun kekecewaan di hati Luna. Tapi semua sudah terjadi. Sesuatu yang terjadi antara Yana dan Yudha memang salah. Tapi bayi ini tetaplah sebuah anugerah.

"Gimana dok?"

Luna bertanya begitu dia dan Yana duduk di meja konsultasi dokter kandungan.

"Harus saya katakan kandungan Ibu Yana sedikit lemah"

"Tapi gapapa kan dok? Kira-kira itu kenapa?"

Tanya Luna mulai sedikit panik.

"Bisa jadi karena faktor pikiran, dan jaga asupan makannya ya. Saya akan buatkan resep penguat kandungan, silahkan nanti di tebus ya Bu"

Kata dokter kandungan Luna dan Yana sambil tangannya sibuk mencoret kertas berisikan resep.

Luna dan Yana saling pandang sendu. Menerima resep tersebut. Berterima kasih sebentar umumnya dokter dan pasien lalu keluar ruangan.

"Kamu kok kayaknya pucet banget, duduk aja dulu"

Kata Luna menawarkan. Kebetulan di belakang mereka ada beberapa bangku kosong di lorong rumah sakit itu.

"Kakak tebus obat kamu dulu, sambil nunggu kamu istirahat disini aja ya"

Perintah Luna lembut setelah mendudukkan adiknya disana yang dijawab anggukan lemah. Memang pagi ini energi tubuh Yana dirasanya cukup lemah dan kepalanya sangat berat. Tidak salah jika dokter mengatakan semua itu karena beban pikiran. Tentu semua kejadian yang menimpanya semenjak mengetahui kehamilannya membuat Yana lekat dengan stres.

Luna melangkah menuju apotik rumah sakit di ujung lorong rumah sakit itu yang berseberangan dengan area parkir motor. Angin pagi ini cukup kuat. Mungkin akan turun hujan. Karna sisi kanan lorong itu terbuka membuat angin secara langsung menerpa tubuh Luna, tanpa disengaja resep dari tangannya terlepas. Luna dengan sigap mengejar, mencoba menunduk setelah ujung kertas resep itu ia tahan dengan kakinya. Bangkit. Ia menyipitkan matanya mencoba menilik lebih fokus memastikan pria di depannya yang sedang membayar plastik biru kecil berisikan beberapa obat.

Juan? Luna masih mencoba meyakinkan dirinya dengan mendekat perlahan

Beneran Juan? Kok gak ngabarin kalo udah disini. Tumben.

Luna membatin heran tapi tidak juga merasa curiga.

"Juan"

Serunya.

Deg!

Juan terpaku di tempatnya. Tidak menoleh. Tanpa ia lihatpun Juan sudah mengetahui siapa yang menyapanya melalui suara yang memang familiar baginya.

Menghela nafas sebentar. Ia selesaikan administrasi dengan pegawai farmasi di depannya dan berjalan ke arah Luna.

Luna pun tersenyum. Tidak di rasanya keanehan meski dengan jelas Juan saat ini berjalan dengan arah mata lurus ke depan. Bukan balik memandang mata Luna. Sangat tidak seperti biasanya Juan.

Bugh!

Kedua bahu mereka tertabrak sedikit tanpa sengaja. Kali ini Luna yang berdebar. Ketika dia hendak mengeluarkan suara begitu Juan sudah hampir dekat, tapi ternyata langkah pria itu tetap berjalan tanpa berhenti.

Tidak. Juan bukan sedang berjalan ke arahnya. Tapi lebih tepatnya melewati dirinya.

Seolah keduanya hanya orang asing yang berjalan papasan berlawanan arah.

Berbalik. Masih dengan perasaan campur aduk.

"Juan"

Luna menyapa lagi.

"Juan"

Kali ini lebih keras disertai kakinya ikut melangkah mendekat.

Luna tidak tenang. Dia berniat mengejar Juan tapi seseorang menghentikannya.

"Mbak.. "

Luna menoleh begitu seseorang menyentuh bahunya.

"Ini punya mbak?"

Kata seorang perawat menyodorkan selembar kertas resep obat.

Ahh iya. Saking terkejutnya dengan peristiwa tidak biasa tadi Luna sampai tak sadar sudah menjatuhkan kembali resep obat Yana.

"Iya. Makasih sus"

Katanya seraya mengambil resep itu. Tak lama ponselnya lagi yang berdering menandakan ada pesan masuk. Di rogohnya saku kanan celananya.

"Kak, Yana pusing banget... Udah belum tebus obatnya"

Dibacanya pesan itu membuat Luna mau tak mau mengurungkan niatnya mengejar Juan.

Masih ia pandangi lekat lorong yang dilewati Juan tadi seolah kekasihnya itu masih disana, padahal sosoknya sudah pergi sejak tadi.

- - -

"Kak... "

Panggil Yana di dalam taksi yang sedang melaju ke rumah mereka.

"Kak"

Masih tak ada jawaban.

"Kak Luna"

Kali ini lebih tegas bersama tangannya memukul pelan paha Luna.

Kaget. Luna terkesiap begitu sadar dari lamunannya.

"Kenapa? Masih sakit?"

Tanyanya menghadap Yana

"Harusnya aku yang tanya kakak kenapa? Kok aku lihat pulang dari rumah sakit tadi kakak jadi murung gini"

Tanya Yana khawatir. Sedetik kemudian, Yana menunduk. Sebuah kegiatan yang sering ia lakukan akhir-akhir ini setiap akan menghadapi lawan bicaranya.

"Maafin aku ya... "

Katanya lirih.

Luna terdiam lalu di rangkul nya bahu sang adik dalam dekapannya.

"Udahlah... Semua udah terjadi, gak perlu di selali. Tapi harus tetap kamu jadikan pelajaran untuk ke depan. Salah satu cara menebus semua itu adalah merawat bayi ini dengan baik"

Kata Luna menenangkan.

Belum selesai masalah Yana. Sekarang Luna harus dipusingkan lagi dengan Juan.

Ada apa sebenarnya dengan lelaki itu? Ada salahkah ia? Atau...

Ahh... Luna mulai memikirkan yang tidak-tidak. Ia yakin Juan bukanlah pria seperti itu. Harus dia buang jauh-jauh segala prasangka buruknya yang berputar di kepalanya itu. Menebak-nebak sendiri seperti ini tidaklah menyelesaikan apapun. Sikap Juan tadi pasti ada alasannya. Dan Luna harus cari tahu itu apa.

Sampai dirumah. Luna tunggui sang adik hingga tertidur kemudian dia sendiri pun kembali ke kamarnya. Ia rogoh lagi ponsel dari saku celananya. Di buka nya kontak dan dengan cekatan langsung mengetik mencari nama Juan. Ia periksa satu demi satu setiap pesan, telepon, riwayat dan aktivitas di semua nomor dan akun media sosial milik pria itu.

Tak ada yang terlewat pikirnya. Sebelumnya Luna berpikir Juan sudah memberi kabar hanya saja tidak terbaca olehnya. Tapi setelah di cek hasilnya nihil. Percakapan terakhir mereka hanya saat Luna baru pulang dari rumah sakit, sesuai dengan yang ia ingat.

Lantas apa yang terjadi? Luna tak bisa tenang. Bagaimana pun Juan adalah salah satu kekuatan dalam hidupnya.

.

.

.

.

Aduhh.... Juan kenapa yaaa. Kan kasihan Luna makin banyak aja masalahnyaa 😢

Buat para Pembaca....

Gak ada hentinya aku ucapin makasih buat yang udah setia baca, InsyaAllahh cerita ini awalnya tampak biasa dan ngebosenin. Tapi aku jamin saat mendekati ending kalian bakal disuguhin banyak plot twist yang seru 😊

1
Ris Aurora
tau tauu
In rosas: hahahaa
total 2 replies
Mufa Zurea
Haii para pembaca Hati Lunara

Sekarang novel ini udah hadir kembali dalam judul yang sama. udah jalan 7 episode lohhh. yukk rameinn

Search Hati Lunara, atau nama pena Mufa Zurea

penulis nya masih sama kok. cuma ubah nama aja hihii
Mufa Zurea
Heii pembaca setia Hati Lunara

Sekarang ceritanya udah diperbaiki agar lebih menarik dengan nama penampilan berbeda yaitu Mufa Zurea dan tampil dengan judul "Hati"

Bisa di search pake nama pena atau judulnya yaa. Akan up mulai minggu ini
Darah Biru (Bangsawan)
like + rate bintang ⭐⭐⭐⭐⭐😇 saling mendukung ya Thor 👌
Darah Biru (Bangsawan)
like 👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
like like
Darah Biru (Bangsawan)
jejak dukungan 😇 salam persahabatan
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
kok lama lanjutanya
Princess Mellow😭♡
Sorry say, baru mampir lagi ninggalin komentar karena author membaca dulu baru berkomentar xixixixi...

5 rate, like, vote msh menunggu...
SEMANGAT!!
Lia Eka Pratama
lanjut
KangHal76608226
Mampir ninggalin jejakk, bacanya ntar yahh 😊
In rosas: siappp makasih yaa
total 1 replies
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa makasih udah bacaa
total 1 replies
Sylffia Winartie
masih memahami alur thor
Retno Lestari
terjadilah luna dan juan hahah
In rosas: wkwkwkwkw
total 1 replies
Ris Aurora
hamil
Lia Eka Pratama
lanjut
In rosas: on process yaa hihi, soalnyaa 3 hari ini tugas padet bangett 😁
total 1 replies
IG : gaharuwood_
hadir bawa like!
✪⃟𝔄ʀ sⷡεͬɴͦɢͫᴏͦᴛ ʰᶦᵃᵗ🦈
lanjut teruuuuuus
In rosas: siapp
total 1 replies
Cytra Anindia Pratama
kasian Luna Ama Juan,knp harus Ade kakak
Lia Eka Pratama
kebongkar jd ade sama kk...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!