NovelToon NovelToon
Suamiku, Tolong Balas Cintaku!

Suamiku, Tolong Balas Cintaku!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:419.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Fareed Feeza

Vadio dan Luna menikah paksa karena kekhawatiran orang tuanya masing-masing akan masa depan anaknya.
Setelah sah menikah, Luna menerima Dio sebagai suaminya dan melayani semua kebutuhan Dio, walaupun Dio selalu menolak kebaikan yang Luna berikan. Sikap arogan Dio sudah menjadi makanan sehari hari untuk Luna.

Berapa lama Luna bisa bertahan?
Apakah Vadio akan berubah dan mencintai Luna?

*Btw ini novel kedua aku ya guys!
yuk, lebih dekat dengan author, follow :

instagram : fareed_feeza
Tiktok : lilin28

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fareed Feeza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harta (Revisi)

"Tidak ada korelasinya! ada atau tidak adanya Luna di hidupku jika mama mengatur terlalu berlebihan aku akan tetap seperti ini." Jawab Dio yang mulai terpancing emosi.

"Laki-laki itu yang di pegang ucapannya Dio, mana janji kamu yang akan berpisah dari Luna, dan menunggu Luna mengucapkan cerai terlebih dahulu? Tapi apa yang kamu lakukan? Kamu malah bersikap baik padanya seolah kamu sudah menerima pernikahan s1alan ini! Kamu lupa? Keluarga Luna jelas memanfaatkan koneksi papa untuk menjadikan perusahaan mereka lebih besar, dan lambat laun mereka akan mengambil seluruh harta kita! Kamu Bodoh Dio... Bodoh!!!!!"

Dio melepas dasi di kemeja nya tanpa merespon semua ucapan Ervina.

"Cukup papa kamu yang bodoh, tapi kamu jangan! Kinan lebih sepadan bersanding dengan kamu, kenalan dia adalah orang-orang ternama, jika di bandingkan dengan Luna, Kinan jauh lebih unggul segala-galanya."

"Bicaranya sudah Cukup ma, sebaiknya mama pulang." Ucap Dio yang sedari tadi berjuang menahan emosinya.

"Sampai kapan kamu menunggu Luna untuk menceraikan kamu lebih dulu jika sikap kamu berubah menjadi pria lembek jika di hadapannya, dia akan lebih nyaman dan leluasa lagi untuk menguasai semua harta kita Dio, buka matamuuuu!!!!!"

"Luna tidak seperti itu." Ucap Dio datar.

"Iyaa memang sekarang tidak, tapi jika kamu sudah masuk kedalam perangkapnya dia dan orang tuanya akan bersatu untuk menghancurkan kita, dan nanti ... Hanya penyesalan yang akan kamu rasakan."

"Jangan suka berbicara hal yang belum pasti," Sahut Dio.

"Belum pasti bagaimana? Papa nya Luna mendapatkan investasi besar dari perusahaan papa kamu, apa itu namanya jika bukan memanfaatkan?!"

"Papa dan papanya Luna setahuku adalah sahabat sejak dulu, jadi itu wajar saja menurutku."

Ervina terus mendekat pada Dio, dia terus meyakinkan anak bungsunya itu. "Orang tua Kinan akan mensukseskan bisnismu Dio! Bukan niat menghancurkan seperti keluarga Luna! Cepat segara nikahi wanita mahal itu." Hasut Ervina, tapi sayangnya Dio dan Latif satu type ... dia tidak mengutamakan uang sebagai maskot kebahagiaan hidup.

Luna sudah tidak tahan lagi mendengar di balik dinding, tentang dirinya keluarganya yang d fitnah akan menguasai bahkan menghancurkan harta pak Latif.

Dengan langkah berani Luna pun mendekat.

"Aku lebih bahagia hidup cukup uang dengan jerih payah sendiri di banding hidup bergelimang harta atas hasil merebut, itu yang orang tuaku ajarkan. Jadi mama tidak perlu khawatir soal harta papa Latif akan di kuasai oleh keluargaku, karena itu tidak akan pernah terjadi. Dan soal investasi itu papa Latif lakukan sebelum perjodohan." Ucap Luna terengah-engah.

Ervina memicingkan matanya, "Kamu fikir saya percaya? Tentu saja tidak."

"Ma sudahlah." Ucap Dio memelas.

"Dan soal bercerai, aku akan urus semuanya setelah pekerjaan ku selesai, dan aku tidak akan memberatkan kalian, semuanya akan ku urus sendiri. Jadi kalian tenang saja."

"Baguslah, ternyata kamu tahu diri juga. Cepat selesaikan, Dio sudah tidak tahan menjalani rumah tangga aneh ini denganmu, begitu juga keluarga kami." Ucap Ervina.

"Mama stop! Cukup mah, lebih baik mama pulang sekarang." Ucap Dio dengan sedikit mendorong Ervina agar segera pulang.

"Jangan lakukan itu pada ibumu Dio, lebih baik aku yang pergi dari sini. Aku tidak akan memberitahukan kejadian ini pada papa Latif maupun kedua orang tuaku, jadi kamu tidak perlu khawatir Dio, namamu aman dan akan tetap baik-baik saja di mata semuanya." Ucap Luna yang berjalan tergesa masuk ke dalam kamarnya.

Kamu akan segera bebas dari belenggu status pernikahan ini Dio, dan kamu bebas meratapi kekasih hatimu sepanjang hidup tanpa menyakiti siapapun, Batin Luna.

Luna mengambil kopernya dan memasukan semua benda penting yang dia perlukan.

Dio masuk ke dalam kamar Luna, tangannya berusaha menahan pergerakan Luna yang sedang memasukan barang-barang.

"Lun, aku mohon jangan pergi dari sini. Maaf mamaku sudah berkata keterlaluan."

Luna tidak menanggapi perkataan Dio, setelah selesai ... Luna menutup kopernya, dan hendak keluar kamar, tapi lagi lagi Dio menahannya. "Lun, aku mohon."

Luna menepis kasar tangan Dio, "Lepas mas! Sekarang ... Bilang Sama aku, apa alasan kamu menahan aku untuk tetap berada disini?" Tanya Luna dengan mata yang lembab.

Berat sekali Lun untuk mengatakannya, Mauryn masih melekat di hati dan pikiranku. Tapi yang jelas aku tidak mau kamu pergi dari sini, bagaimana aku mengatakannya. Batin Dio.

"Gak ada alesan kan! Minggir Dio!" Ucap Luna, lalu wanita itu berjalan meninggalkan dio yang masih mematung dengan tatapan kosong.

Aku... Aku sayang .... "Argh!!!!!" Dio meremas kepalanya saat bayang-bayang kebersamaan dia dan Mauryn terlintas di fikirannya.

Sayangnya Luna sudah pergi, saat Dio sudah tersadar dari lamunannya. Pria itu dengan segera keluar dari kamar, berharap Luna masih belum pergi dari apartemen.

Dio melihat Ervina yang berdiri menghadap pintu keluar, "Ma, mana Luna?"

"Sudah pergi, biarkan saja Dio, akhirnya mama bisa mengeluarkan kamu dari perjodohan yang tak berguna ini."

"Aku mau Luna ma, aku mau susul dia ... Aku gak bisa jauh dari dia!" Ucap Dio yang kemudian berlari dengan cepat, tujuannya kali ini adalah basement, pasti Luna masih berada disana fikirnya.

"Dio !!!!!! Dasar anak bodoh!" Umpat Luna dari dalam apartemen.

.

.

Di basement tidak ada tanda keberadaan Luna, Dio tidak menyerah ... Dia terus mencari ke sekeliling area parkir, tapi Luna tak di temukan.

"Lunaaa ... Jangan tinggalin aku."

"Aku akan melupakan Mauryn Luna ... "

"Aku janji."

Terlambat, terlalu banyak pertimbangan untuk Dio menyatakan perasaannya. Jika saja dia menyatakannya tadi saat Luna menanyakan alasan menahannya pergi, pasti semua ini tidak akan terjadi.

"Lun aku menyesal, aku terlalu membuang waktu banyak."

Dio terus termenung, sambil berjalan gontai memasuki lift untuk kembali ke unitnya. Dia merasa percuma mengejar Luna saat ini ... Di samping Dio tidak tahu lokasi keberadaannya, Luna juga pasti masih kecewa tentang kejadian yang dia alami hari ini di apartemen.

Lebih baik aku datang ke butik besok pagi-pagi sekali. Batin Dio.

.

.

Ervina masih duduk di sofa dengan tatapan kesalnya.

"Dio! dimana harga diri kamu?" Ucap Ervina yang langsung beranjak dari duduknya saat Dio berjalan melewatinya.

"Pergi dari sini ma, jangan ganggu aku!" Dio masuk kedalam kamarnya dan menutup pintu dengan kuat.

"Si tukang jahit itu benar-benar membawa pengaruh buruk untuk anak dan suamiku!"

.

.

Niatan Luna sore ini akan berbicara dengan Dio soal tanggal keberangkatannya, tapi karena kejadian pahit yang dia alami hari ini membuat niatan itu urung di lakukan, sehingga Dio tidak tahu kapan tepatnya Luna pergi.

Baguslah aku belum bicara tanggal keberangkatanku pada Dio, dia tidak layak tahu ... Batin Luna.

1
Yuliati Soemarlina
cerita ini tdk ada habis"nya cemburu luna n dio...apa tdk ada topik lain yg lebih menarik...
Yuliati Soemarlina
ervina gak punya perhiasan gitu utk dijual ?...
Yuliati Soemarlina
nah gitu dong luna sm dio akur..jgn marahan terus...capeee
Yuliati Soemarlina
ervina harus dibuang nih sama latif...selalu bikin rusuh....
Yuliati Soemarlina
luna kamu cari alasan biar dio cemburu..ditinggal aja nanti meweek...
Yuliati Soemarlina
kamu egois luna..dio sdh baik...ulat buku lg terus deketin dio..jgn sampai kamu nyesal luna
Yuliati Soemarlina
buanglah gengsimu luna..kamu juga cinta dio
Yuliati Soemarlina
papa bimo benar..dia tdk terima perlakuan dio n fitnah vani..
Yuliati Soemarlina
yg sdh pergi ikhlaskan dio..raihlah masa depanmu..
Yuliati Soemarlina
klo memang dio cinta sama luna jgn gengsi menyatakan cinta..sblm terlambat luna gugat cerai...
Yuliati Soemarlina
dio mulai cinta ke luna...luna tinggal pergi..bagus deh...
Yuliati Soemarlina
kamu mandiri luna..meninggaljan pria seperti dio juga kamu tdk rugi..
Yuliati Soemarlina
kinan dasar pelakor...
Yuliati Soemarlina
jd greget luna...buat apa ngancurin diri sendiri...
Yuliati Soemarlina
mending jadi janda dari pd punya laki nyebelin kaya gitu
Yuliati Soemarlina
nanti juga dio bucin sama luna
M
Luar biasa
Omah Tien
bagus usir aja kasian anak2 yg sufah bahagia
Omah Tien
iya cerei kan aja istri nya buat apa di pertahan kan kelauan nya kaya gitu
Nur Zia Aini
pasangan ky bocah gk ada dewasa2 nya,, si luna jg kdng gk nurut sm suami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!