NovelToon NovelToon
Rahasia Hati

Rahasia Hati

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Tamat
Popularitas:334k
Nilai: 4.9
Nama Author: syitahfadilah

S 5

Tak hanya mengalah dan memendam perasaan, dia juga rela bertanggung jawab atas kesalahan fatal yang dilakukan adiknya hanya demi menjaga perasaan wanita yang dia cintai dalam diam.

(Mohon baca setiap kali update! Jangan menumpuk bab, jangan lompat baca apalagi boom like. Retensi bergantung dari konsisten pembaca.🙏🙏🙏)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syitahfadilah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. TIDAK SEHARUSNYA TINGGAL BERSAMA

Azka kembali ke kamar setelah berbicara dengan mama Flora. Sepanjang langkahnya ia tersenyum, merasa senang karena akhirnya sang mama memberi izin ia dan Kinan tinggal terpisah.

'Tapi kamu harus ingat, Azka. Jangan sampai Kinan melakukan pekerjaan yang berat-berat, pekerjakan minimal 2 orang art di rumah kalian nanti.' Itulah pesan mama Flora.

Sesampainya di kamar, Azka mendapati Kinan yang sedang duduk di sofa nampak melamun. Dia memanggilnya tapi tak mendapat respon.

"Kinan, kamu kenapa?" Tanya Azka sembari menyentuh pundak istrinya.

Kinan tersentak, dengan segera ia berdiri. "Kenapa, Bang?" Tanyanya, karena terlalu memikirkan obrolannya dengan Alesha beberapa saat lalu ia sampai tidak menyadari kedatangan suaminya.

"Tadi aku panggil kamu gak dengar, kamu melamunin apa?"

"Gak ngelamunin apa-apa kok," Kinan tersenyum tipis, guna menutupi kegalauan di hatinya.

"Beneran?" Tatapan Azka menyelidik, rasanya ia tak percaya dengan ucapan istrinya. Melihat Kinan yang melamun dan sampai tak mendengar panggilannya, pasti ada yang sedang dipikirkan Kinan. Tidak tahu apa, tapi yang pasti itu hal yang serius.

Kinan mengangguk, "Tidur yuk, udah ngantuk nih." Dia menguap agar lebih meyakinkan. Tidak mungkin ia mengatakan apa yang mengganggu pikirannya pada Azka, sudah cukup ia membebani suaminya itu. Tidak akan lagi, apapun masalahnya sekarang akan ia hadapi sendiri tanpa menyusahkan Azka lagi.

Azka pun lantas mengangguk, melihat kondisi yang kurang mendukung ia memutuskan untuk memberitahu Kinan besok pagi saja tentang izin mama Flora.

Di atas ranjang, keduanya berbaring saling membelakangi. Ngantuk hanya alasan Kinan untuk menghindari pertanyaan suaminya, nyatanya kedua matanya enggan terpejam.

Ingatannya terus tertuju pada setiap kata yang diucapkan Alesha.

'Selama menjadi sekretaris Bang Raka, apa kamu pernah menaruh rasa terhadap Bang Raka?'

Pertanyaan spontan yang diajukan Alesha jelas membuatnya terkejut. Mulutnya terbuka, namun tidak tahu harus berkata apa. Dia memang pernah menaruh rasa terhadap Raka bahkan sejak masih SMA. Tapi itu dulu, sebelum ada benih Raka yang tumbuh di rahimnya. Dan sekarang, cinta yang pernah ada sudah habis tak bersisa sedikitpun dan tergantikan dengan kebencian yang mendalam.

'Kenapa kamu bertanya seperti itu, Al?'

Hanya itu yang dapat Kinan ucapkan, karena tidak mungkin ia mengatakan pernah mencintai Raka. Cukup hubungan persahabatannya dengan Raka yang rusak, tidak dengan Alesha.

Dalam hatinya bertanya-tanya, kenapa Alesha tiba-tiba menanyakan hal itu. Atau jangan-jangan Alesha mengetahui sesuatu antara ia dan Raka.

'Aku hanya bertanya. Baguslah jika tidak ada apapun diantara kalian berdua. Oh ya, aku dengar Bang Azka ingin mengajakmu pindah, sebaiknya disegerakan dan jika perlu bujuk Mama untuk mengizinkan kalian pindah. Aku rasa, memang tidak seharusnya kita tinggal bersama-sama di sini.'

Setelah mengatakan itu Alesha pergi begitu saja. Walaupun Raka sudah mengatakan hanya dia satu-satunya wanita dalam hati suaminya itu, tapi ia tetap harus waspada. Dulu ia memang tidak begitu memperhatikan Raka dan Kinan, ia juga percaya kedekatan mereka hanya sekedar sahabat, juga hanya sebatas bos dan sekretaris. Tapi siapa yang bisa mencegah jika rasa tidak akan timbul dibawah satu atap yang sama.

Melihat suaminya tersenyum menatap Kinan, rasanya ia tidak percaya jika Raka hanya sedang membayangkan kandungannya yang juga telah membesar seperti Kinan. Yang ia lihat, ada sesuatu yang berbeda dari tatapan suaminya terhadap Kinan.

Kinan menghela nafas berat seraya mengubah posisi berbaringnya menjadi terlentang. Menatap langit-langit kamar dengan nanar sambil mengusap-usap perut buncitnya. Setelah pertanyaan Alesha itu, akan terasa sungkan bertemu. Secara tidak langsung Alesha mencurigainya, sekaligus memberikan peringatan keras padanya.

"Katanya ngantuk, tapi kok gak tidur?" Tanya Azka. Dia juga tidak bisa tidur, alhasil membalikkan posisinya menghadap Kinan, menatap punggung istrinya itu. Tapi baru beberapa saat, Kinan berbalik dan ternyata belum tidur.

Kinan dengan cepat menoleh, tersenyum kaku menatap suaminya. Sekarang jawaban apa yang harus dia berikan telah ketahuan berpura-pura tidur.

Azka bangun, tatapannya tertuju pada gerakan tangan Kinan yang mengusap-usap perut. "Apa perut kamu teras gak nyaman?" Tanyanya.

Kinan menatap perutnya sekilas, sebenarnya tidak ada keluhan apapun di perutnya tapi terpaksa ia harus berkata iya.

Azka pun mendekat, membantu mengusap-usap perut istrinya. "Aku udah gak sabar mendengar dia memanggilku Papa," ucapnya sambil tersenyum-senyum menatap perut buncit istrinya. Walau bukan ayah biologisnya, sebagai ayah sambung dia juga sangat antusias menyambut kelahiran anak itu, menggendongnya dan memberinya nama.

'Tapi Ayah kandungnya sendiri justru ingin dia tiada,' ucap Kinan dalam hati. Kedua matanya berkaca-kaca menatap Azka, ia benar-benar bersyukur menjadi istri pria itu. Tak hanya menerima dirinya yang telah ternoda tapi juga berbesar hati menerima anak yang bukan darah dagingnya.

"Udah Bang, udah enakan." Ujar Kinan. Sebenarnya usapan tangan Azka di perutnya benar-benar terasa nyaman, rasanya ingin lagi dan lagi, dan bila perlu setiap malam Azka mengusap perutnya. Tapi dia juga merasa bersalah telah membohongi suaminya.

"Beneran udah enakan?" Tanya Azka.

"Iya, Bang." Jawab Kinan.

"Ya udah, sekarang tidur ya." Titah Azka.

Namun, Kinan tak kunjung memejamkan matanya. Tatapannya seperti mengisyaratkan ingin sesuatu.

"Kenapa, mau dipeluk?"

Kinan mengangguk, dia tersenyum malu-malu. Pernah dipeluk sekali sambil tidur, membuatnya jadi ketagihan.

Azka terkekeh pelan melihat ekspresi malu-malu istrinya. Ia merebahkan tubuhnya di samping Kinan kemudian menarik tubuh sang istri kedalam pelukannya.

1
ken darsihk
koq bisa yak si Alesha nggak cinta sama Raka , tapi mau di ajak nikah
ken darsihk
Rumit bin ruwettt 😂😂😂
ken darsihk
Azka Saking cinta nya sama Alesha sampai segitu nya dia berkorban , untuk menutupi kebejatan nya Raka dia mau berkorban sebegitu nya
ken darsihk
Ooh seperti itu cerita nya
ken darsihk
Rumit rumit ketika hati berbicara lain
ken darsihk
Lha ruwettt amat yak pernikahan nya mereka 🤭🤭
ken darsihk
Aq hadir di sini thor , sambil menunggu up yng baru terbit 😍😍
Hera sasuwe
👍
Nurlinda: terimakasih kk. yuk mampir jg ke karya baruku 😍🙏
total 1 replies
Ray
Alesya nyuruh Raka menikahi Kinan sebab dia masih berharap pada AZKA 😄😄😄😄 kocak
Ray
lagi lagi demi Alesya 😭
Mutia
Aneh..ya, kok ada cinta betputar2 diantara mereka berempat..😄
Muslika
ih ngeri ..enak jadi Raka dpt perawan 2 x🤣🤣
Nur Wakidah
owalah 🤣🤣🤣 cinta segiempat
Becce Ana'na Puank
ok
Nurlinda: terima kasih 🙏😍
total 1 replies
zahra rara
ini novel yg dari awal sampai akhir bikin tegang🤣
Nurlinda: 😍😍😍🤣🤣🤣
total 1 replies
zahra rara
novel kamu best semua thor..makasih sudah menulis karya sebagus ini
zahra rara
yaAllah gak ikhlas banget raka puny sifat kyak gitu..soalnya mamanya flora wanita baik kyaknya gak pantes punya anak sebrandal raka
Fie Lian
Luar biasa
Nadira ST
pas pasangan Rakan sama Alesha,Alesha wanita munafik,dulu gak nolak saja waktu dtembak Raka agar kejadiannya gak kayak ini,kasian Aska sama istri dan anaknya jadi korban keegoisanya
Shaa Erahh
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!