Kesalahan yang dilakukan demi melepaskan diri dari jeratan pinjaman online tak disangka harus membuat Rudi harus membayarnya dengan menyelamatkan sembilan manusia dari kematian tragis. Mampukah Rudi menyelamatkan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 Nyawa 30
"Hari ini kita ada banyak pemotretan iklan, jadi sebaiknya kau cepat mandi dan berkemas," ucap pria itu
"Ok," jawabnya singkat
Rudi segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah memastikan penampilannya sesuai dengan kegiatannya hari itu Rudi pun menghambur pergi bersama sang manajer menuju ke lokasi pemotretan m
Hari itu Rudi menjalani aktivitas sebagai seorang model untuk pertama kalinya. Melakukan pemotretan dari satu studio ke studio lain.
Selesai pemotretan ia juga masih harus melakukan syuting iklan sebuah produk. Sama seperti model lainnya, ia dituntut berakting sebaik mungkin di kamera. Hingga tak jarang ia harus berkali-kali mengulang adegan yang dianggap belum sesuai keinginan sang sutradara.
Selesai syuting iklan, Rudi berencana untuk pergi mengambil ransel uangnya yang ia titipkan di sebuah masjid. Namun sang manajer tak mengijinkannya pergi dengan alasan ia harus menyelesaikan satu iklan lagi.
"Hari ini kita akan syuting produk kecantikan dari brand terkemuka, pastikan bos skincare produk tersebut terpukau dengan penampilan mu, hingga ia bisa menjadikan mu sebagai brand ambassador Produk tersebut. Jika ini berhasil maka aku pastikan karier kamu akan segera melejit," ucap manajer Arzen
Karena tak ada pilihan lain maka Rudi pun mengiyakan permintaan sang manajer.
"Siap bos!" sahut Arzen menyunggingkan senyumnya
Keduanya kemudian melesat menuju ke sebuah mansion pribadi untuk melakukan syuting iklan.
Setibanya di sana, Rudi segera menuju ruang wadrobe. Selesai make up ia pun kembali beraksi di depan layar kamera.
Meskipun ia sedikit canggung saat harus berakting dengan seorang artis wanita, namun Rudi berusaha bersikap profesional.
Dengan kemampuan Akting Arzen yang memukau membuatnya bisa berakting dengan baik. Tak butuh waktu lama untuknya menyelesaikan pekerjaan barunya itu. Kini Rudi mulai luwes dan pandai dalam memerankan sebuah karakter.
"Ok cut!" seru sang sutradara merasa puas dengan penampilan Arzen
Ia kemudian memerintahkan pria muda itu untuk beristirahat di ruang VIP yang sudah disiapkan.
"Wah keren sekali, memang ya kalau sultan itu beda, lihat saja ruangan ini sangat mewah!" celetuk manajer Arzen berdecak kagum
"Hmm," jawab Rudi sambil memainkan ponselnya
"Apa jadwalku selanjutnya?" tanya Rudi
"Gak ada," jawabnya singkat
"Ok, kalau gitu ngapain kita nunggu di sini. Aku mau pulang sekarang. Ada hal penting yang harus aku lakukan," ucap Rudi kemudian mengambil tas kecilnya
"Wait, sutradara bilang ada yang mau bertemu denganmu, makanya kita disuruh menunggu di sini. Jadi tunggu sebentar lagi. Setelah itu kau bebas mau kemana pun," sahut sang manajer
"Ok, ok!" jawab Rudi kemudian kembali ke tempat duduknya
Ia pun kembali memainkan game online di ponselnya sambil menunggu seseorang yang hendak bertemu dengannya.
Tidak lama seorang pria memasuki ruangan itu membuat sang manajer langsung berdiri.
"Selamat sore pak," sapa sang manajer kemudian menyalami pria itu
"Sore," jawab pria itu menoleh kearah Rudi yang tampak asik memainkan game onlinenya
Sang manajer pun segera memberi kode kepada Rudi untuk menyapa pria tersebut.
Karena tak merespon, manajer pun menghampiri Rudi dan menepuk pundaknya.
"Sapa dulu Bos VIP kita kali ini," bisik sang manajer
"Oh, ok!" sahut Rudi segera mematikan ponselnya
Ia begitu tertegun saat melihat Jonathan Kill di depannya. Ia tak menyangka jika ia akan bertemu lagi dengan pria jahat itu.
"Halo saya Jonathan Kill, CEO dari Mahadaya Group, terimakasih sudah menjadi model untuk skincare kami. Terus terang aku begitu suka dengan hasil iklannya. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh orang-orang, jika kau adalah seorang aktor yang luar biasa. Aku Senang bekerja sama denganmu," puji Jonathan
Rudi masih termangu menatap Jonathan. Ia benar-benar tak mengira jika Jonathan memiliki busines yang menggurita, hingga membuatnya harus beberapa kali berurusan dengannya.
"Terimakasih Pak," jawab Rudi kemudian menjabat tangan Jonathan
"Syukurlah kalau Bapak suka," celetuk sang manajer begitu bangga
"Oh ya, sebagai ucapan terimakasih kami, aku ingin mengundang anda di acara launching produk terbaru kami ini," ucap Jonathan
"Dengan senang hati Bapak, kami pasti akan datang," pungkas sang manajer
"Ok, untuk lebih jelasnya nanti sekretaris saya yang akan menjelaskan lebih detail tentang acaranya. Maaf saya buru-buru harus pergi untuk menemui klien, " tutur Jonathan kemudian meninggalkan mereka
"Ok, pak. Terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami dan semoga perenungannya lancar," jawab sang manajer kemudian mengantarkan Jonathan hingga ke bibir pintu
Tidak lama seorang wanita cantik menemui mereka dan memberikan undangan VIP kepada mereka.
"Ball room hotel Grand Hyatt pukul 20.00,"
"Pastikan kau datang ke acara penting ini dan jangan terlambat!" seru sang manajer
sukurin...nyesel deh
tp tetep maju, tegakkan keadilan💪💪💪
hahaaa... berubah!!! 🦸♂️
lanjut...
yaaa... bundir, dosamu makin bertambah
waaduuuh pertanda apakah ini semua??