NovelToon NovelToon
Dilamar Tuan Ibrahim

Dilamar Tuan Ibrahim

Status: tamat
Genre:CEO / Romantis / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pa'tam

Jatuh cinta pandangan pertama bisa saja terjadi.
Dan katanya pacaran setelah menikah sangat indah.
Benarkah?
Simak yuk dan temukan jawabannya disini.

Seperti biasa cerita ini hanya fiktif, jangan dikaitkan dengan dunia nyata, oke!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

Pagi hari...

Ibra dan Viora pamit pulang, karena mereka mau bekerja. Setelah selesai sarapan keduanya bersalaman dengan Azizah dan Ghafur.

Sebenarnya Azizah masih ingin bersama sang menantu. Tapi mereka punya tugas masing-masing, dan Azizah tidak boleh egois.

"Nanti setelah Abqari menikah, kami akan pindah ke sini," kata Ibra. Dan diangguki oleh Viora.

Azizah tentu saja merasa senang, "sudah tidak sabar rasanya," kata Azizah.

Viora tersenyum, kemudian mendekati suaminya yang sudah menunggu didekat pintu mobil yang sudah terbuka.

Viora masuk, barulah pintu mobil tertutup. Ibra berpindah kepintu sebelahnya, yaitu tempat kemudi. Azizah melambaikan tangan dan dibalas oleh Viora. Hingga mobil mereka menghilang dari pandangan Azizah dan Ghafur.

Pasangan suami istri itupun masuk kedalam mansion. Dan duduk di sofa ruang tamu. Azizah merapatkan tubuhnya ke Ghafur. Dengan senang hati Ghafur merangkul tubuh istrinya itu.

"Sabar," ucap Ghafur. Azizah mengangguk.

Ibra menoleh ke istrinya, sedangkan Viora malah fokus melihat kedepan. Akhirnya mereka pun tiba di butik milik Viora.

Ibra keluar membuka pintu mobil untuk Viora. Viora tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih. Barulah Viora juga keluar.

"Aku langsung ke kantor," ucap Ibra sambil mencium kening Viora.

Pegawai Viora yang melihatnya begitu baper. Jiwa jomblo mereka berontak. Kemarin setelah Viora dan Ibra pulang dari rumah sakit, pegawai Viora datang mengunjungi Meisya dan anaknya di rumah sakit.

Mereka begitu penasaran dengan pria yang bersama Cakra. Mereka ingin bertanya langsung ke Meisya, tapi tidak berani.

Ibra pun langsung pergi ke kantor, dan katanya akan datang saat makan siang nanti. Viora pun masuk setelah mobil Ibra sudah tidak terlihat lagi dari pandangan nya.

"Selamat pagi, Nona," sapa para karyawan.

"Selamat pagi," jawab Viora.

"Nona, ee itu ...."

"Katakan, jangan ragu," ucap Viora.

"Kami cuma mau bertanya, siapa laki-laki yang bersama anaknya Meisya?" tanya salah satu pegawai wanita.

"Dia ayahnya anak itu. Kenapa?" tanya Viora balik.

"Gak kok Nona, cuma penasaran aja," jawabnya.

Viora tersenyum, kemudian iapun naik keatas menuju ruang kerjanya. Tapi baru beberapa tapak ia menaiki tangga, Viora berbalik.

"Ini ada sedikit uang untuk kalian beli makanan siang nanti," kata Viora.

"Terima kasih Nona," jawab mereka bersamaan.

Mereka senang karena siang nanti dapat makanan gratis. Beruntung diantara mereka tidak ada yang curang. Meskipun mereka kepo setidaknya mereka jujur.

Viora masuk kedalam ruang kerjanya. Ia mulai mengerjakan pekerjaan. Viora melihat kertas hasil desain Ibra, Viora teringat kalau ia ingin membuat jas itu harus menggunakan kain berkualitas terbaik.

Viora keluar dari ruangannya dan meminta pegawainya mengecek kain yang sesuai keinginan nya.

Viora merasa lega karena kain itu ada, jadi Viora akan mengerjakan nya sendiri tanpa bantuan pegawainya.

Diruang kerjanya juga ada mesin jahit, jadi ia tidak perlu ketempat para pekerja dibagian menjahit.

Viora pun memulai memotong kain sesuai dengan ukuran yang ia inginkan. Dengan sepenuh hati Viora mengerjakan membuat pakaian untuk suaminya.

Sementara Ibra, tidak ada Aaron ia sedikit kerepotan. Biasanya pekerjaannya dibantu oleh Aaron. Tapi kini Aaron tidak masuk kerja.

Ibra menghela nafas panjang, "kalau begini, 3 hari terasa 3 bulan," gumam Ibra sambil menyandarkan tubuhnya disandaran kursi.

Iapun mulai mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk. Perlahan-lahan sedikit demi sedikit akhirnya dokumen tersebut pun berkurang.

Ibra melihat jam tangannya, baru jam 10. Menurutnya waktu terasa lambat berputar. Ia kembali memeriksa berkas-berkas penting yang biasa dikerjakan oleh Aaron.

"Sepertinya aku tidak bisa tanpa dia," gumam Ibra.

Ibra berpikir akan mencari asisten ke 2, agar beban Aaron bisa berkurang. Karena Aaron sekarang sudah punya tanggung jawabnya sendiri.

Ibra pun membuka lowongan pekerjaan untuk pria. Sebagai asisten pribadi ke 2 melalui sosial media. Dan dicantumkan persyaratan dan kriteria semua ada disitu. Dan yang paling penting jujur.

Ibra menghentikan pekerjaannya, dia akan menemui istrinya untuk makan siang. Padahal baru jam 11 siang. Ibra sudah tidak sabar ingin makan siang bersama istrinya.

Ibra keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift. Ibra masuk lalu menekan angka menuju lantai bawah.

Sampai dilantai bawah, Ibra disapa oleh resepsionis, tapi Ibra tidak menjawab. Mereka sudah biasa melihat bos mereka seperti itu.

Ada kalanya mau membalas sapaan mereka, adakalanya tidak. Jadi mereka sudah terbiasa.

Ibra masuk kedalam mobil dan segera pergi dari situ. Dengan kecepatan maksimal Ibra mengemudikan mobilnya. Sehingga dalam sekejap dia sudah tiba didepan butik Viora.

Ibra memarkirkan mobilnya sembarangan, kemudian keluar dari mobil, dan masuk kedalam butik tanpa menyapa siapapun.

Ibra langsung naik menuju ruangan Viora. Dilihatnya Viora sedang membuat jas untuk dirinya.

Ibra tersenyum, lalu menghampiri Viora. Viora sudah tau kalau itu suaminya. Meskipun tidak dilihatnya. Dari wangi parfumnya saja Viora sudah tau.

"Sayang, sibuk ya?" tanya Ibra.

"Sedikit, aku lagi buat pakaian untukmu," jawab Viora.

"Kita makan yuk!" ajak Ibra.

"Dimana?" tanya Viora.

"Terserah kamu, kamu yang pilih tempatnya," jawab Ibra.

"Sebentar, lima menit lagi," kata Viora.

Ibra pun menunggu lima menit seperti yang dikatakan oleh Viora. Setelah lima menit, keduanya pun keluar dari ruangan tersebut. Dan berjalan beriringan menuruni tangga.

"Kalian sudah pesan makanan?" tanya Viora pada salah satu pegawainya.

"Sudah nona, sebentar lagi ada kurir mengantar makanannya," jawabnya.

"Oya, aku mau makan diluar bersama suamiku," kata Viora. Mereka semua mengangguk.

Ibra menggandeng tangan istrinya, dan menuntunnya kemobil. Ibra membuka pintu mobil untuk Viora. Kemudian baru untuk dirinya.

"Uh so sweet banget mereka," ucap salah satu pegawai. Dan disetujui oleh yang lain.

Mereka senang melihat bos mereka bahagia, mereka menunggu undangan pernikahan mereka nanti.

Sedangkan Ibra dan Viora tidak peduli, meskipun mereka sempat mendengar pembicaraan mereka.

"Kapan kita akan mengumumkan pernikahan kita, sayang?" tanya Ibra.

"Nanti, aku masih sedang merancang gaun pengantin kita," jawab Viora.

Ibra tersenyum, ia sudah tidak sabar menunggu hari itu tiba. Rasanya ingin sekarang juga ia mengumumkan pernikahan mereka ke seluruh dunia.

"Kita makan disitu saja," tunjuk Viora pada sebuah warung makan pinggir jalan.

Ibra pun menepikan mobilnya dipinggir jalan, lalu memarkirkan nya dengan benar, agar tidak menghalangi jalan.

Keduanya keluar dari mobil, banyak pasang mata melihat kearah mereka. Karena mereka berdua yang terlihat mencolok.

Dari mobil dan pakaian yang mereka kenakan saja sudah berbeda dari para pengunjung. Terlihat jelas pakaian mereka, pakaian bermerek dengan harga fantastis.

Ibra menggesek kursi plastik untuk Viora duduk. Baru kemudian untuk dirinya. Ibra melambaikan tangannya kepada pelayan diwarung makan tersebut.

"Ya tuan, mau pesan apa?" tanyanya.

Pelayan wanita menunggu Ibra menyebutkan pesanan mereka. Ibra melihat ada beberapa gambar makanan yang tertempel di dinding warung tersebut.

"Ikan bakar saja mbak," kata Viora.

"Baik Nona, minum nya?" tanya wanita itu.

"Es jeruk," jawab Viora.

"Baik, ditunggu sebentar ya tuan, Nona," kata wanita itu.

Wanita itupun pamit untuk menyiapkan pesanan Ibra dan Viora. Keduanya menunggu sambil melihat sekeliling.

Viora melihat ada anak kecil sedang mengambil makanan sisa. Dan Viora pun menghampiri nya.

1
Anita Juwita
/Good/
Deandra Annisa
padahal segitu udah mahal memang dasar orang kaya
Atze Atze
cerita keren kok Thor... suka banget karyamu Thor 👍👍
Atze Atze
Lila dan tuk para cewek jangan pernah terlalu percaya pada teman dekat atau suami sekalipun...
Atze Atze
boni Boni jadi cowok goblok banget...
Astri
viora ini berapa orang bersaudara yah??
Neneng Tejaningsih
Luar biasa
Mazree Gati
bukanya orang hamil katanya ga boleh makan durian ya
04581
tetap semangat kak dan sehat selalu 💪
irma hidayat
selalu semangat berkarya thor
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya🙏.

Kaka, Jika ada waktu luang, boleh coba baca karya ku yang berjudul "PARTING SMILE" ya, siapa tau Kaka suka.

Berkisah tentang penyanyi religi yang terjerat pernikahan kontrak dan cinta masa lalunya yang sangat rumit. Ditambah dia tipe yang gengsian dan menyebalkan, hiih dah lah.

di tunggu ya ☺️🙏
total 1 replies
Karo Karo
🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻🫰🏻
Uuhhh ... Aku BAPER Thorrr🤣
Memyr 67
𝖽𝖺𝗋𝗆𝖾𝗇𝖽𝗋𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝖽𝗂𝗏𝖺 𝗆𝗎𝗇𝖼𝗎𝗅 𝖽𝗂 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗇𝗂, 𝖽𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗁𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗌𝗈𝗇 𝖿𝖺𝗆𝗂𝗅𝗒?
Pa'tam: Kalau berkenan bacanya, cerita keluarga Henderson sudah ada 12 series, sampai cicitnya.
total 3 replies
Memyr 67
𝗇𝖺𝗒𝖺𝗋𝖺 𝗂𝗍𝗎 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗒𝖺? 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀. 𝗄𝖾𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗍𝗈𝗄𝗈𝗁𝗇𝗒𝖺 𝗇𝗂
Memyr 67
𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝖽𝖾𝗇𝗀𝖺𝗇 𝖼𝖺𝗋𝖺 𝗅𝗂𝖼𝗂𝗄 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗍𝗎 𝗃𝗎𝗋𝖺𝗀𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗆𝖻𝗂𝗇𝗀, 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗌𝗂𝖺𝗉𝖺 𝗀𝗁𝖺𝖿𝗎𝗋, 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗃𝗎𝗀𝖺 𝗇𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗁𝖺𝖿𝗎𝗋, 𝗄𝗈𝗄 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗅 𝖽𝗂𝖺?
Memyr 67
𝗃𝖺𝗆 6.30 𝗆𝖾𝗇𝗀𝖺𝗃𝖺𝗄 𝗆𝖺𝗄𝖺𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗆?
Memyr 67
𝗌𝖺𝗇𝗍𝗈 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗌𝖺𝖽𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂. 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝖽𝗂𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝗋𝗇𝗀𝗃𝖺𝖻𝗂𝗌𝗂 𝗉𝗋𝗂𝗇𝖼𝖾 𝗂𝗏𝖺𝗇𝖽𝖾𝗋, 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗉𝗋𝗂𝗇𝖼𝖾 𝗒𝗀 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗅𝗈𝗅𝗈𝗌 𝗌𝖾𝗐𝖺𝗄𝗍𝗎 𝗆𝖺𝗎 𝖽𝗂𝗁𝖺𝖻𝗂𝗌𝗂.
Memyr 67
𝗌𝖺𝗍𝗎 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝗄𝖾𝗆𝖻𝖺𝗋 17, k𝖾𝗍𝖾𝗆𝗎 𝗃𝗈𝖽𝗈𝗁
Memyr 67
𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗄𝖺𝗇? 𝗌𝖺𝗋𝗍𝗂𝗄𝖺 𝖻𝗈𝖽𝗈𝗁. 𝗒𝗀 𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺, 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖼𝖾𝗅𝖺𝗄𝖺𝗂 𝗌𝖺𝗁𝖺𝖻𝖺𝗍𝗇𝗒𝖺 𝖽𝖺𝗇 𝗆𝖾𝗇𝗀𝗀𝗈𝖽𝖺 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗒𝗀 𝗄𝖾𝗋𝖾
Memyr 67
𝗌𝖺𝗋𝗍𝗂𝗄𝖺 𝗆𝖾𝗋𝖺𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗋𝗂 𝗍𝖾𝗋𝗅𝖺𝗅𝗎 𝗁𝖾𝖻𝖺𝗍, 𝖼𝗎𝗆𝖺 𝗆𝖺𝗆𝗉𝗎 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝗌𝗍𝖾𝗇 𝖼𝖾𝗈 𝗌𝖺𝗃𝖺. 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖺𝗍𝗎𝗁𝗄𝖺𝗇 𝗏𝗂𝗈𝗋𝖺? 𝗅𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗍𝗎 𝗉𝗎𝗅𝗎𝗁𝖺𝗇 𝗁𝖺𝖼𝗄𝖾𝗋 𝗍𝗈𝗉 𝗄𝗅𝖺𝗇 𝗁𝖾𝗇𝖽𝖾𝗋𝗌𝗈𝗇.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!