NovelToon NovelToon
BUKAN AKU YANG KAU CINTA

BUKAN AKU YANG KAU CINTA

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:61.3k
Nilai: 5
Nama Author: FR Nursy

Sekuel Novel Cincin yang Tertinggal

Kisah seorang laki-laki yang mengejar cinta wanita berhijab namun tak pernah berbalas. Hanya karena sesuatu yang terjadi akhirnya laki-laki itu mau menikahi wanita tersebut walaupun terpaksa.
Menikah dengan orang yang sangat dicintai adalah
impiannya namun menjadi pengantin pengganti bukanlah keinginannya.
Akankah rumah tangganya langgeng?
Yuk ikuti kisah mereka yang seru, menarik dan inspiratif hanya di Bukan Aku yang Kau Cinta.

Like, komeng and subcribe Terima kasih💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FR Nursy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30 Kisruh Pagi Hari

"Sudah abaikan saja. Kita sholat subuh dulu sambil nunggu buburnya hangat. Mau berjamaah atau sendiri?"

"Aku sendiri aja." Jawab Meira canggung. Kalau berjamaah bisa-bisa jantungnya akan berdetak terus dan bisa merusak konsentrasi.

"Kalau begitu aku keluar ya! Kalau ada apa-apa jangan sungkan panggil aku. Aku ada di kamar sebelah." Ujar Blu menuju pintu kamar kemudian menutupnya.

"Kamar sebelah? Kenapa Blu tidak memindahkan dirinya ke kamar sebelah saja, kenapa harus di kamarnya? Kalau ada yang suudzon bagaimana? Bisa-bisa....." Meira menepis pikiran buruknya.

Dia tidak ingin pikiran buruk mengganggunya, walaupun kepala masih pusing, ia memaksakan diri untuk menunaikan dua rakaatnya.

Sementara Blu masuk ke toilet dekat dapur. Di sana sedikit berantakan, ada beberapa pakaian yang berserakan di lantai, termasuk pakaian dalam Meira. Blu memasukkan pakaian Meira ke dalam mesin cuci dan mencampurnya dengan pakaian lainnya.

Asisten rumah tangga yang akan mencucinya pagi ini. Sekitar jam 6 pagi asisten tersebut akan datang dengan pekerjaan seperti biasanya.

"Buburnya sudah dimakan belum?" Selepas sholat, Blu masuk ke kamarnya untuk memastikan makanan buatannya habis dimakan Meira. Ia sengaja tidak menutup pintu kamarnya.

"Belum. Lidahku pahit." Jawabnya enteng.

Blu mendekat mengambil bubur, lalu duduk di samping Meira yang masih berbaring.

"Harus dipaksakan biar cepat sembuh. Aku suapin ya, duduklah!"

Meira tertegun. Seharusnya Meira lah yang merawat Blu saat ini karena kondisi Blu juga belum membaik.

"Ayo buka mulutmu!" Dengan telaten Blu menyuapi Meira.

"Cukup. Aku sudah kenyang." Tolak Meira pelan.

"Satu suap lagi, sayang kalau engga dimakan nanti nangis loh buburnya." Bujuk Blu seperti sedang menyuapi seorang anak.

Meira tertawa. Ia merasa Blu sudah siap berumah tangga dengan melihat perhatian Blu padanya seperti pada seorang istri padahal Meira bukanlah orang yang spesial di hati Blu.

"Blu kenapa kamu baik padaku? Padahal aku selalu jutek."

Sebelum Blu menjawab pertanyaan Meira, ia menghabiskan sisa bubur Meira.

"Loh kok dimakan, kamu engga jijik? Itu kan bekas aku?"

"Ya enggak apa-apa. Sekarang beras mahal, hargai makanan yang ada di depan mata, harus dimakan sampai habis walaupun kita merasa mampu untuk membelinya. Biar tidak mubazir. Kamu istirahat lagi. Kalau tubuhmu sudah berkeringat dan sudah kuat untuk mandi, mandi saja biar segar. Nanti kamu pulang saja tidak usah kerja lagi di sini. Aku engga mau melihat kamu sakit lagi."

"Jadi kamu pecat aku?" Meira tertunduk sedih.

"Bukan ...bukan maksudku begitu. Jarak rumahmu dan rumahku lumayan jauh, sehingga kamu jadi sakit begini."

"Aku bela-belain datang ke sini hanya ingin mempertahankan pekerjaan ini. Kalau aku sampai jatuh sakit itu bukan kuasaku. Aku hanya ingin mendapatkan uang untuk bayar kontrakan dan biaya kuliah. Kalau kamu tidak membutuhkan aku, aku akan cari pekerjaan lain. Terima kasih kamu sudah mau menampungku di rumah ini. Aku akan segera pulang." Suara Meira tercekat. Dadanya mendadak sesak. Ia beranjak keluar kamar. Blu mengejar sambil tertatih dengan dibantu kruk. Blu berhasil mencekal lengannya.

"Kamu mau kemana?" Blu merasa bersalah.

"Aku mau ambil bajuku yang basah. Aku mau beres-beres sebentar lagi pulang." Sambil menatap tangan Blu yang mencekal lengannya. Ia berusaha untuk tidak menangis di depan Blu.

"Bukan sekarang. Kamu boleh pulang kalau kau benar-benar sembuh dan sehat." Ujar Blu berusaha mencegah kepergian Meira karena masih sakit.

"Aku mendadak sehat kok. Kamu lihat aku tadi bukan? Sudah mau makan banyak. Tenagaku pun sudah membaik. Jadi tolong lepaskan tanganmu!"

Blu melepas lengan Meira ia sadar sudah salah bicara, sehingga Meira merasa tersinggung dan bersedih. Dengan hati dongkol Meira menuju toilet dapur. Di sana sudah ada Bi Irah yang sedang beberes.

"Bi lihat baju basah yang ada di dalam toilet?"

"Engga Non." Jawab Bi Irah jujur. Ia menautkan alisnya. Ia merasa asing dengan Meira yang baru saja ia jumpai.

"Maaf Non ini pacarnya Mas Blu?"

Meira tidak menjawab, hatinya masih merasa dongkol dengan sikap Blu padanya. Ia menyusut air matanya.

"Pakaianmu sedang dicuci, tuh!" Dagu Blu menunjuk mesin cuci yang tengah aktif berputar.

"Sudah istirahat dulu sana. Biar pakaianmu dicuci dulu. Kamu nanti kuantar pulang."

Meira tertawa sinis, menatap remeh laki-laki yang membelakanginya.

"Kamu mau mengantarku? Lihat dirimu, kakimu saja masih bergantung pada kruk bagaimana kamu bisa mengantarku pulang? Aku bisa pulang sendiri. Urus dirimu sendiri, aku tidak butuh belas kasihanmu!" Ujarnya ketus. Blu hanya menghela nafasnya dalam. Ternyata wanita yang ada di depannya begitu sangat marah. Hanya karena salah paham. Blu menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Assalamualaikum!" Suara bariton seorang laki-laki menggema . Di tangan kirinya menenteng kresek putih berisi makanan sementara di tangan kanannya menenteng paper bag ukuran sedang.

Dr. Andre meletakkan kedua tentengannya di atas meja makan.

"Sesuai request. Kita sabar Śarapan Bareng....Bi Irah tolong ambilin tiga piring." Dr. Andre membuka kresek putih yang berisi 3 bungkus kupat tahu.

"Hey kenapa murung? Mana calon istriku, apakah ia sudah bangun?"

"Dia ada di dalam kamar. Sebentar."

Blu mengetuk pintu kamarnya. Berharap kali ini Meira tidak marah lagi. Tidak munafik sejak kedatangan Meira dalam hidupnya, hari-harinya lebih berwarna. Walaupun sikapnya jutek namun hatinya sangat baik. Rasa empati yang ia berikan pada Blu menandakan Meira sebenarnya peduli pada Blu. Blu sangat mengapresiasi kesungguhan Meira dalam merawatnya walaupun dia meminta imbalan karena kebutuhan hidupnya.

Sosok Meira yang mandiri mengingatkannya pada sang adik yang sangat ia cintai. Bedanya kehidupan Meira tidak seberuntung Keira yang begitu sempurna. Meira dilahirkan dikeluarga yang sederhana, ayahnya seorang pedagang siomay dan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa yang membantu suaminya menyiapkan dagangannya.

Kreek

Pintu itu terbuka dengan pemandangan yang membuat hati Blu merasa tersentil. Mata Meira yang merah dan sembab seperti habis menangis.

"Dokter Andre akan memeriksamu, boleh kami masuk?"

"Ini kamarmu aku tidak berhak melarangmu untuk masuk di kamarmu sendiri." Jawab Meira ketus sambil berjalan menuju kasur.

"Apa yang dirasakan sekarang Mei-mei?"

Meira mengerutkan dahinya. Seenaknya dokter memanggil nama orang. Memangnya pemain upin ipin?

"Namaku Meira dokter bukan

Mei-mei." Protes Meira.

"Oh iya Meira maaf. Saya dokter Andre. Dokter keluarga ini!"

"Aku sudah tidak sakit lagi justru yang kurasakan saat ini adalah sakit hati bawaannya itu pengen nonjok pengen meres mulutnya, dok!"

"Dik Meira mau nonjok siapa? Sepertinya sedang kesal."

Meira melirik laki-laki yang tengah menatapnya sendu.

"Pada laki-laki yang tidak pandai bersyukur dan tidak tahu diri!"

1
Yuningsih Nining
horeee akhirnya blu lamar meira
hadeuhh gmn nnti saat si tiara tau blu akhir nya meminang meira yng si tiara tau meira dulu perawat nya blu saat sakit, jg si tiara saat itu udah ada cembokur kan?
Yuningsih Nining
😄🤭strategimuuu uqie.... bikin yng baca satu ini ketawa
Yuningsih Nining
pp Keira bin neneng kayak nya punya nilai plus buat kasdun utk gadisnya Keira / neneng
Yuningsih Nining
keputusan kalsdun bagus, gak usah akan ada yng lebih baik dari si tira dun
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
kalau sudah bertemu dengan orang tepat hidup jadi bahagia
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
gitu dong baikan semua
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kapok kamu Riska, jadi orang kok pemaksa banget
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nanti kamu bakal kaget lagi kalau dengar kejutan lagi Genta
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
bau bau cemburu lagi
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
nah loh Blu ketahuan kan
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Wah keren itu Tiara langsung di angkat jadi sekertaris
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Kamu salah Tiara, Genta orang besar itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Ternyata si kakek sendiri yang jadi tumbal
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
Akhirnya Tiara sembuh ini. Dengan adanya Genta yang hadir dalam hidupmu semoga kamu tidak menyia nyiakan orang yang perduli dengan mu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti ayah Tiara ini yang pulang
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
siapa cowok yang datang lagi itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
pasti si kakek Mirja ini. tapi untuk apa melakukan cara seperti itu
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
ih kok serem gini bersetubuh dengan makhluk halus
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
memang kamu salah kok Nurmala, sudah tau salah masih diam saja
ᄂ⃟ᙚ🍁ᑲіᥣᥲ❣️💋🅚🅙🅢👻
hukuman buat Tiara semasa hidupnya karena selalu menyakiti semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!