Ketika dua gadis kembar jatuh cinta pada pria yang sama. Andra yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arni, ternyata pertemuan keduanya dengan Agni membuatnya semakin jauh pada Arni. Saat menjelang pernikahannya dengan Agni, Andra mendapat informasi bahwa Agni sedang hamil. Reno asisten pribadi sekaligus sahabat dekat Andra dituduh sebagai ayah dari anak yang di kandung Agni karena kepergok satu kamar bersama Agni dalam keadaan mabuk. Arni yang bercadar terjebak masuk ke dalam sebuah ruangan yang hanya ada Andra di dalamnya membuat Andra harus menikahinya. Kebencian demi kebencian muncul terhadap wanita bercadar yang tidak diketahui Andra bahwa dia adalah wanita yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Arni yang merasa sangat sakit hanya bisa menerimanya. Nasibnya berubah saat Andra mengetahui bahwa wanita di balik cadar itu adalah cinta pertamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Rusmiati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
"Non, kenapa pura-pura bisu? Saya kaget non." Bisik Nenti saat sudah berada di kamarnya.
"Mba, dia teman kuliah aku waktu di Amerika, dia yang bantuin aku ngurus beasiswa dan sempat bilang kalau dia suka sama aku." Jawab Arni sambil membuka cadarnya.
(Ada yang tahu siapa dia?)
Bola mata Nenti yang membulat membuat Arni menatap tajam. Nenti seolah merasakan betapa malunya jika Arni ketahuan oleh Tuannya. Arni melihat ada raut iba di wajah Nenti.
Sebelum tidur Arni menagih janji Nenti untuk menjelaskan bagaimana keadaan ibunya. Mereka menyusun strategi untuk bisa menemui ibu kandung Arni. Sudah tidak sabar rasanya ingin bertemu dan memeluk ibu kandungnya.
"Mba, kenapa mama bisa ada di rumah sakit jiwa?" Tanya Arni.
"Ibu Ami adalah wanita cantik dan sopan. Banyak laki-laki yang menginginkan Ibu, tapi Ibu Ami hanya mencintai Pak Angga. Sampai suatu waktu, Ibu diperkosa oleh orang yang tidak dikenalnya karena orang itu memakai topeng. Pak Angga sebenarnya mandul, sehingga kehamilan Ibu Ami menjadi pertanyaan besar keluarga Bapak. Banyak tekanan yang membuat Ibu Ami menjadi depresi. Tekanan demi tekanan yang dialaminya membuat depresinya semakin berat." Tutur Nenti.
Arni menangis memeluk Nenti. Tak kuasa rasanya mendengar ini semua. Arni bukan anak kecil lagi. Dia mampu mencerna kata demi kata yang dipaparkan oleh Nenti. Jelas sudah bahwa bahwa dirinya bukan anak kandung Pak Angga. Tapi kenapa Pak Angga selalu memenuhi semua kebutuhannya bersama Agni?
"Sebaik itu Pak Angga kepadaku? Itulah sebabnya Papa gak ada waktu buat aku. Papa cukup memberikan hartanya. Pantas aja aku gak pernah merasa kasih sayang papa yang tulus buat aku." Batin Arni.
Nenti meminta maaf karena memang merasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk membuka semua rahasia itu. Sementara Arni benar-benar merasa terpukul mendengar kenyataan pahit ini.
Sekarang tugas Arni bukan untuk mencari ibu kandungnya saja, tapi mencari siapa ayah kandungnya juga. Pikirannya melayang memikirkan kerumitan hidup yang dilaluinya. Teringat Agni, apakah dia sudah tahu? Bagaimana reaksinya jika tahu semua ini?
Merasa sangat hina, dilahirkan dari hasil pemerkosaan. Mungkin dia dan adiknya adalah anak yang tidak di harapkan. Tidak heran jika Pak Angga terlalu sibuk dengan perusahaan karena Arni dan Agni bukan priorotasnya.
Rasa cinta yang mendalam pada Ami yang membuatnya berusaha untuk menerima Arni dan Agni dan mewujudkan semua impian Ami termasuk untuk menerima kehadiran mereka.
Malam sudah semakin larut. Nenti melihat Arni masih menangis. Diusapnya air mata Arni dan memintanya untuk beristirahat, "Tidur Non, besok hari pertama kita bekerja."
Arni mengangguk dan mencoba memejamkan matanya. Sulit memang tapi selang beberapa jam Arni hanyut dalam tidurnya.
Sedangkan di rumah sakit...
Agni yang mencari perhatian Reno sengaja mengajak Andra bermanja ditengah sakitnya. Berharap api cemburu diperlihatkan dengan nyata padanya. Beberapa kali Reno menatap Andra dan Agni, matanya memicing menampakkan ketidaksukaannya. Agni yang mulai menangkap respon Reno membuatnya semakin yakin kalau Reno cemburu. Semakin melihat Reno tidak suka, Agni semakin mesra dengan Andra. Reno semakin muak melihat adegan demi adegan yang dilihatnya.
Setelah pekerjaan kantor selesai, Reno menatap jam tangan mahalny "sudah pukul 23.30." Mencoba memposisikan tubuhnya dengan kursi dan bantal seadanya. Mulai menutup mata dari pandangan yang tidak di harapkannya.
Agni mengusap kepala Andra hingga tidur. Ditatapnya pria tampan pemilik perusahaan itu, "sangat tampan dan baik, tapi kamu dingin." Sementara setelah Andra tertidur, Agni mendekati Reno yang sudah mulai hanyut dalam tidur nyenyaknya, "Dia juga tampan. Lebih hangat dari pada Andra, muka cemburunya lucu banget deh." Agni tersenyum menatap wajah Reno dengan mata terpejam. Diambil selimut dari bawah kaki Andra untuk menyelimuti tubuh kekar Reno. Andra yang terusik saat Agni mengambil selimut dari kakinya melihat kejadian itu.
"Apa yang dia lakukan? Kenapa perhatian banget sama Reno?" Batin Andra.
Agni kembali ke kursi tempat dia tidur. Matanya bergantian menatap dua pria tampan yang ada satu ruangan bersama dirinya. Beruntung sekali Agni yang selalu bisa hidup mewah walaupun ayahnya sudah meninggal dan perusahaan keluarganya bangkrut. Dia selalu bertemu dengan orang yang tepat.
Tiba-tiba pikirannya melayang pada Arni, satu-satunya keluarga yang dimilikinya. Melihat jam sudah sangat larut, akhirnya memutuskan untuk mengirim chat kepada Arni.
"Malam kak, gimana keadaanmu? Aku udah di Indonesia. Maaf aku mengganti nomor ku. Aku sangat merindukanmu... Salam hangat dari aku." Chat Agni.
Arni yang menerima pesan itu sudah tidur nyenyak. Dia tidak mendengar ada chat masuk pada handphone miliknya.