Berawal dari pertemuan pertama kali di salah satu mall di daerah Bekasi, dimana mereka yang bekerja sebagai SPG/SPB di salah satu toko HP. Pertemuan pertama tidak terduga itu ternyata berujung dengan CINTA, namun Wulandari selain bekerja menjadi SPG ia juga kuliah di salah satu kampus di daerah Jakarta dan juga bekerja sebagai Staff administrasi di daerah Jonggol. Singkat cerita Ibrahim mendaftarkan diri untuk menjadi salah satu angota Prajurit Tentara Angkatan Laut (AL). Lika liku percintaan mereka di uji oleh hadirnya banyak Wanita di sekitar Ibrahim dan membuat Wulan ragu akan keseriusannya. Jarak yang membuat mereka di pisahkan oleh Negara karena pekerjaan Ibrahim itu.
"Apakah hubungan Wulan dan Ibrahim akan bersatu di pelaminan atau Apakah Wulan dan Ibrahim akan menjadi teman saja?"
Mari kita simak saja...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon willyandarin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.ANDK
Beberapa Bulan kemudian tiba waktunya Ibrahim berlayar ke Natuna.
Sebelum berlayar Ibrahim mengirin pesan kepada Wulan.
"Lan aku hari ini mau berangkat ke Natuna doakan aku ya di snah."Ujar Ibrahim.
"Iya Wulan doakan yang terbaik buat kamu Mas." Jawab Wulan.
"Selama aku di Natuna tolong jaga hati kamu ya di sanah."Jawab Ibrahim.
"Iya mas.Kamu juga jaga mata sama hati kamu di sanah ya."Jawab Wulan.
"Siap Bu Bos."Jawab Ibrahim.
"Jika kamu sudah sampai di natuna tolong kabarin sama aku ya Mas." Jawab Wulan.
"Iya nanti aku kabarin kamu."Jawab Ibrahim.
Wulan menaruh ponselnya dan berbaring di kamar nya sambil melihat jam dinding sudah sangat larut malam.
Pagi hari Pukul 04.50 WIB suara adzan subuh berkumandang dan suara ayam jago berkokok.
Wulan bergegas mandi dan shalat subuh tidak lupa membantu sang ibu untuk menyediakan sarapan pagi.
Setelah selesai mandi dan membantu ibu Wulan pun langsung bergegas menuju ke kantornya dan memesan ojek online.
Di depan teras rumah Wulan yang masih asri dan sejuk tersebut sedang menunggu Ojek nya datang. Akhir nya ojek nya datang dan Wulan pun langsung menaiki dan Wulan pun sampai di kantor tempat nya bekerja.
Pukul 08.00 WIB di kantor tempat bekerja matahari sudah terik menerangi langit dan sudah banyak karyawan lain yang masuk ke dalam kantor.
"Selamat Pagi semua!" Sapa Wulan.
"Pagi Wulan." Jawab Diana.
"Pagi Wulan." Jawab Amanda.
"Pagi Wulan ." Jawab Donny.
"Pagi Wulan." Jawab Muhammad.
Setelah selesai menyapa Wulan pun kembali ke meja nya untuk bekerja karena tumpukan kertas nya sudah sangat banyak dan Wulan pun mengerjakan nya. Namun tiba-tiba ponsel Wulan berbunyi pertanda pangilan Video call masuk dari Ibrahim.
"Assalamauallaikum Mas gimana kamu sudah sampai di sana?" Tanya Wulan.
"Waalaikumsalam Wulan. Aku baru saja turun jangkar ini di pelabuhan."Jawab Ibrahim.
"Alhamdulillah wasyukurilah kalau kamu sudah sampai dan sudah mendarat dengan selamat."Jawab Wulan.
"Iya sayang. Sudah dulu ya aku mau turun ke bawah mau beli sesuatu di warung nanti aku telpon lagi." Jawab Ibrahim.
"Baik lah Mas."Jawab Wulan.
"Kamu kerja yang rajin ya sayang."Jawab Ibrahim
"Iya Mas."Jawab Wulan.
"Jangan nakal di sana, Tunggu aku pulang."Ujar Ibrahim.
"Iya siap komandan."Jawab Wulan.
Wulan pun melanjutkan pekerjaan nya.
"Semoga kamu bisa jaga hati kamu di sanah ya mas."Gumam Wulan.
Bell pun berbunyi Wulan dan teman-temannya menuju kantin. Sesampai nya di kantin mereka memilih tempat duduk di dekat kipas angin dan jauh dari asap rokok.
"Mau pesan apa kalian ?" Tanya Diana.
"Aku pesan sama kaya mba Diana saja lah."Jawab Wulan.
"Kamu mau pesan apa Donny dan Muhammad ?" Tanya Diana.
"Aku pesan nasi saja Mba."Jawab Donny.
"Aku sedang puasa jadi tidak makan."Jawab Muhammad.
"Oh maaf aku tidak tau!!!"Seru Diana.
"Tak apa aku ngerti kok." Jawab Muhammad.
"Lain kali kalau kamu sedang puasa kasih tau ke kita jadi kita tahu."Ujar Diana.
"Baik lah nanti aku akan kasih tau."Jawab Muhammad.
"Masyaallah sejuk banget punya suami seperti mas Muhammad sudah rajin shalat, pintar baca al-quran serta rajin puasa sunah."Batin Wulan melihat ke arah Muhammad.
"Ayo lagi melamunin apa!"Seru Diana meledek Wulan.
"Bukan apa-apa kok mba."Jawab Wulan tersenyum.
"Sudah...sudah itu makanan kalian sudah datang."Jawab Muhammad.
"Permisi ibu dan bapak ini pesanan kalian."Jawab Bi Darmi tersebut sambil meletakan makanan yang mereka pesan tadi.
"Kenapa ya perasaan aku tidak enak begini kalau di tingal Ibrahim ke natuna sangat lama 1 tahun. Sedangkan waktu Ibrahim belayar ke cirebon selama 3 bulan aku tidak sekhawatir ini."Gumam Wulan.
"Wulan kamu pasti bisa hilangin sifat curiga kamu dan akan selalu percaya sama Ibrahim, Jika memang dia berbohong pasti akan ketahuan."Batin Wulan.
"Mas apa kamu bisa menjaga perasaan kamu di sanah yang jauh dari aku sampai selama 1 tahun seperti ini."Jawab Wulan yang sedang melamun.
"Aku perhatiin dari tadi kamu melamun apa sih lan?" "Apa kamu sedang ada masalah di rumah?"
"Atau kami kurang enak badan." Tanya diana kepada Wulan yang dari tadi melamun karena Diana sangat khawatir.
"Aku baik-baik saja kok Mba."Jawab Wulan tersenyum.
"Kamu yakin Lan?"Tanya Diana.
"Yakin Mba Diana."Jawab Wulan.
"Atau mau ke dokter kita periksa siapa tau kamu demam."Ujar Diana.
"Tidak usah mba, Aku baik-baik saja kok."Jawab Wulan.
"Yasudah cepat di habiskan makanannya nanti kita akan masuk." Ujar Diana.
Kemudian mereka masuk ke dalam kantor untuk mengerjakan semua pekerjaannya.
Di dalam kantor yang penuh dengan tumpukan kertas yang harus di selesaikan pada hari itu juga. Suasana hening seketika yang membuat semuanya segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sore Hari pukul 16.30 WIB bell pun berbunyi pertanda waktunya untuk pulang ke rumah masing-masing.
"Lan kamu pulang sama aku saja ya."Ujar Diana.
"Tidak usah Mba aku bisa pulang sendiri kok."Jawab Wulan.
"Aku tidak yakin Lan soalnya tadi kamu seharian melamun terus. Aku takut kalau terjadi apa-apa sama kamu Lan."Pinta Diana.
"Benar yang di katakan Diana Lan. Lebih baik kamu pulang bareng saja sama Diana supaya aman. Soalnya aku juga perhatiin kamu sedari tadi melamun saja kita semua sayang sama kamu dan tidak mau kamu kenapa-kenapa di jalan." Ujar Muhammad.
"Yasudah apa kata kalian saja lah." Jawab Wulan.
Mereka berdua pun meninggalkan kantor dan hendak menuju ke rumah Wulan.
"Apa aku tanya saja ya sama mba Diana soal LDR itu rasa nya gimana." Batin Wulan.
"AAAHHH!!" Teriak Wulan kesal.
Seketika Diana rem mendadak yang membuat Diana kaget karena Wulan teriak seperti itu.
"Ada apa sih Lan kamu teriak seperti itu?" Tanya Diana.
"Tidak apa mba mungkin aku kecapean saja. Maka nya aku berhalusinasi."Jawab Wulan.
"Yasudah kamu tunggu di sini saja ya. Aku mau beli air mineral dulu buat kamu dan kamu jangan kemana-mana ya."Ujar Diana yang khawatir melihat teman nya tersebut.
"Iya Mba Diana." Jawab Wulan.
Diana pun menuju warung dan segera membeli air mineral dan segera menuju ke tempat Wulan tersebut.
"Lan lebih baik kita makan saja yuk."Ujar Diana.
"Loh memang nya mba Diana sudah lapar?" Tanya Wulan yang heran seketika teman nya mengajak makan.
"Iya Lan sekalian kamu cerita ke aku kalau kamu sedang kenapa."Jawab Diana dengan nada tegas
"Baik lah iya aku kan cerita ke mba." Jawab Wulan.
Mereka pun menuju ke salah satu restoran makanan cepat saji di daerah sanah.
"Mau makan apa mba , Biar aku saja pesanin." Ujar Wulan.
"Kamu duduk saja di sanah Lan. Aku saja yang pesan soalnya kamu sedang tidak focus dari tadi."Jawab Diana.
"Tak apa mba aku kali ini janji akan focus deh."Jawab Wulan.
"Janji ya Lan."Jawab Diana.
"Iya janji mba aku sayang."Jawab Wulan.
Wulan memesan makanan dan setelah selesai memesan makanan dan langsung menceritakan topik permasalahan kepada Diana dan setelah selesai menceritakan semua kepada Diana rasa nya lega dan plong sekali hati nya.
"Terimakasih ya mba Diana sudah mau mendengarkan cerita Wulan."Ujar Wulan.
"Iya sama-sama Lan."Jawab Diana.
"Yasudah mba ayo kita pulang." Ajak Wulan.
"Ayo."Jawab Diana.
Sesampai nya mereka di rumah Wulan. Wulan mengajak Diana untuk mampir namun Diana tidak mau mampir karena sudah malam.
Di teras rumah Wulan duduk di salah bangku rumah nya sebelum masuk ke dalam rumah sambil menenangkan hatinya yang gelisah.
Setelah selesai menenangkan hatinya Wulan langsung masuk ke rumah dan segera menuju ke kamarnya. Sesampainya Wulan di kamarnya dan mengecek ponselnya ternyata Ibrahim tidak menghubungi Wulan.
"Apa dia sibuk kali ya sampai tidak menghubungi aku."Gumam Wulan.
"Apa aku hubungi saja ya. Atau tidak usah saja ya takut mengangu dia."Batin Wulan bertanya.
"Sebaik nya aku tidur saja lah karena sudah malam."Gumam Wulan.
Pagi hari pukul 05.00 WIB suara adzan subuh berkumandang dan suara ayam jago berkokok nan merdu.
Wulan bergegas untuk madi serta shalat subuh karena hari ini ada jadwal kuliah mata pelajaran pagi hari.
Wulan pun bergegas untuk berangkat ke kampus.
"Mama aku berangkat dahulu ya. Assalamuallaikum!"Teriak Wulan.
"Waalaikumsalam kak. Hati-hati di jalan ya kak."Jawab Mama.
Sesampai nya Wulan di kampus tersebut dan berkumpul bersama teman-teman nya.
Pukul 09.00 WIB di dalam kelas yang ramai dengan obrolan mahasiswa sebelum ada dosen yang datang.
"Gimana kalian kerja nya. Aku mau mendengar kabar pekerjaan kalian?"Tanya Maria.
"Aku baik-baik saja seperti kebanyakan orang yang bekerja." Jawab Wulan.
"Aku seru di sanah banyak pengalaman yang di ambil dan mengenal dunia baru serta teman baru."Jawab Tasya.
"Wah enak dong jadi kalian bisa kerja dan dapat pengalama baru." Jawab Dessy yang merasa kagum.
"Terus ini ya kalau kalian sudah lulus kuliah mau kerja atau menikah?" Tanya Sopi.
"Aku sih pengen nya kerja kumpulin uang dahulu habis itu menikah."Jawab Maria.
"Aku setuju." Jawab Wulan, Tasya serta Dessy bersamaan.
"Kok Ibrahim sampai sekarang tidak ada kabar nya ya.Kemana dia ya."Gumam Wulan.
Wulan pun melihat kapan terakhir Ibrahim online namun tidak di sangka bahwa terakhir online dia itu sekitar 5 menit yang lalu. Langsung Wulan pun chat Ibrahim.
"Assalamuallaikum mas kamu gimana kabar nya ?" Tanya Wulan.
Namun lagi-lagi tidak menjawab pesan dari Wulan dan dia lagi online. Sontak Wulan terkejut kenapa dia tidak membalas pesannya.
Kemudian dosen datang mereka melanjutkan pelajarannya. Mereka belajar dengan tenang dan teliti.
Sore Hari bell berbunyi tanda Waktunya mereka pulang ke rumah masing-masing.
Gerbang kampus Wulan dan teman-temannya sedang menunggu ojek online dan di lihat kapan terakhir Ibrahim online namun yang membuat Wulan kesal adalah Ibrahim update status di sosial media namun tidak membalas pesan kepada Wulan.
"Yaallah kamu bener-bener deh mas."Rajut Wulan yang merasa kesal karena dari kemarin dia tidak ada kabar.
Sesampainya Wulan di depan rumah yang sedari tadi sedang duduk di depan teras tersebut karena hatinya yang kesal tidak tau apa penyebabnya sampai dia pengen teriak sekeras-kerasnya.
"Assalamuallaikum Ma."Jawab Wulan.
"Waalaikumsalam kak. Kamu sudah pulang ?"Tanya Mama.
"Sudah Ma."Jawab Wulan.
"Yasudah kamu bersih-bersih dahulu ya sayang."Ujar Mama.
"Baik Ma."Jawab Wulan.
Wulan langsung menuju kamar nya. Dan seketika Wulan sudah sampai di dalam kamar yang penuh dengan ketenangan dan kehangatan yang membuat pikiran Wulan agak tenangan sedikit itu.
Pagi hari pukul 06.00 WIB matahari telah terbit dengan terik dan suara ayam jago telah berkokok dengan merdu nan sadu.
Wulan bersiap-siap untuk ke tempat kerja part timenya karena dia harus bekerja dan habis dari sanah pulang cepat langsung ke tempat kuliah.
"Ma aku berangkat dahulu ya mau kerja."Ujar Wulan.
"Hati-Hati ya sayang di jalan."Jawab Mama.
"Iya siap Ma."Jawab Wulan.
Wulan pun bergegas untuk ke tempat kerja dan setibanya Wulan di tempat kerja.
"Selamat pagi semua nya." Sapa Wulan.
"Pagi Wulan."Jawab Ratna.
"Pagi Wulan."Jawab Hani.
"Tumben kamu masuk pagi Lan?" Tanya Ratna.
"Iya aku hari ini ada keperluan maka nya masuk pagi Mba."Jawab Wulan.
"Pantesan saja you rajin sekali berangkat pagi begini."Jawab Hani.
"Hahaha iya teh aku kan ada perlu saja. Jika tidak ada perlu aku tidak akan masuk pagi."Jawab Wulan.
"Lan waktu kamu offday aku melihat pacar kamu tau dia datang ke mall ini dengan teman nya."Ujar Hani.
"Serius teh ?" Tanya Wulan yang penasaran yang setau Wulan kalau pacar nya itu sedang ada di natuna.
"Iya Lan aku tidak bohong sama kamu itu sekitar 1 bulan yang lalu." Jawab Hani.
"Terus terus dia sama teman nya wanita atau lelaki dan dia beli apa teh."Jawab Wulan yang penasaran karena Wulan semenjak dia mau ke natuna jarang sekali ketemu sama Ibrahim.
"Aduh aku juga kurang tau Lan. Karena aku lihat dia pas lagi di kantin dia sedang merokok dan sedang menunggu seseorang."Ujar Hani.
"Terus kamu ada bukti nya tidak teh kalau dia lagi di kantin. Karena aku tidak mau asal menuduh sembarangan yang tidak ada bukti nya."Jawab Wulan.
"Ada kok Lan tenang saja aku sudah foto."Jawab Hani.
"Mana Coba aku lihat teh."Jawab Wulan.
Hani langsung kasih ponselnya kepada Wulan
yang sedari tadi Wulan penasaran sama apa yang di bilang oleh Hani.
"Apa iya Ibrahim punya 2 wanita selain aku ya di sanah."Gumam Wulan.
Wulan melihat hasil foto dari Hani itu membuat Wulan ragu akan keseriusan Ibrahim, membuat Wulan bertanya-tanya akan kesuguhan Ibrahim bersama wanita di foto itu.
Bersambung,,,
sukses...semangat
-jatuh cinta dengan ardan
-my bodyguard panji
Ditunggu kedatangannya di Chapter Our Love🍀
3 like mendarat.
semangat yahh 🥰