"Gue langsung pada intinya saja!"
Rama membuka suara
"Setelah malam ini jangan pura-pura sok Deket sama gue disekolah, kita anggap kalau kita sama sekali gak kenal,jangan pernah kasih tau siapapun tentang pertunangan kita disekolah!"Ucapnya tanpa jeda sedikitpun.
Akh apa yang Rara harapkan ? Rama akan langsung menyukainya?.
Rara hanya bisa tersenyum kecut.
"Tenang aja kak,gua gak bakal kasih tau tentang pertunangan kita kok,gue juga mau cari aman aja."Ucap Rara santai ,ia tak ingin menampakkan raut wajah kekecewaan,yah sebenarnya ia pun tak menerima 100% perjodohan ini.
_____*****_____*****_____*****_____*****_____*****
Semua berawal dari kakek Rara yang ingin tapi persahabatan dengan teman baiknya tak terputus hingga membuat perjodohan dengan cucu temannya
Tapi kenapa harus terjadi kepada Rara??Anak perempuan yang baru beranjak remaja tapi sudah punya calon suami..
Bahkan pacaran Rara belum pernah merasakan nya tapi ia malah langsung punya suami??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Merlindea Ananta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Jerry pun berjalan maju mendekat ke arah Rara sambil tersenyum.
"Ra, 2 kecupan ya!" ucap jari lagi sambil mencoba menyingkirkan tangan Rara, ia masih tersenyum. tak ada ruginya jika mendapatkan ciuman dari gadis secantik Rara, walaupun cuma kecupan.
"jangan takut, ntar kita bagi dua makai kartunya," ucap Jerry sambil terus berusaha menyingkirkan telapak tangan Rara yang menghalangi pergerakannya.
Bugh...bugh....bugh...
dengan membabi buta Rama menerjang dan menghajar Jerry. karena suasana di belakang sangat sepi yang tahu kejadian ini cuma mereka saja.
Hito dan Rangga melerai perkelahian mereka, Amel tersenyum puas. ia tahu tebakannya benar. sedangkan Caca dan Rara sekarang sangat syok melihat rama.
"kurang ajar lo!" ucapnya masih mencoba terus menghajar Jerry walaupun sudah dipisahkan oleh Rangga
"dia adik lo! bukan istri, gak usah sampai kelewatan! gue juga bukan mau niduri dia!" kesal jerry sambil mengelap bekas darah yang ada di sudut bibirnya, keadaannya kini sudah bonyok dan babak belur dibuat ramah
"diam mulut lo, sini lo!" rama masih berusaha untuk menghajar jerry,, sampai Rangga mendudukkan Rama ke kursi dan Hito mendudukan jerry di kursi yang berseberangan dengan rama.
"stop!" bentak Rangga membuat mereka semua terdiam
"udah, kita ini sahabatan udah lama, ini cuma seru-seruan aja, jangan terlalu diambil hati," ucap Hito mencoba untuk melerai .
Dada Rama masih kembang kempis menahan emosi. ia merasa kesal melihat bagaimana tangan jerry dengan lancangnya menyentuh jari jemari istrinya, Rama tak suka miliknya disentuh, walaupun itu sahabatnya sendiri
"gue gak suka punya gue disentuh orang lain!" ucap rama kemudian kau marah sudah tak karuan rasanya, Rama pasti akan membongkar hubungan mereka di sini
"Rara punya lo? mata lo picek! dia milik nyokap bokapnya, Jadi lo gak harus posesif itu sama dia kok lu mau adik lu jadi perawan tua! lagian gue mau nyium doang, bukan gue tidurin! "ucap Jerry jengkel, ucapannya malah memancing amarah Rama lagi.
"Rara bukan sepupu gue! dia istri gue! kami udah nikah dua bulan lalu," ucap Rama akhirnya.
Rara tahu kalau ini akan terjadi, mau bagaimanapun Ia memang tak bisa menyembunyikan hal sebesar ini lama-lama pada kedua sahabatnya, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk Rara jujur akan statusnya dengan Rama.
mereka yang mendengar itu terkejut, kecuali Rangga yang memang sudah tahu.
"gak usah bercanda lho," ucap Jerry semakin jengkel, ada-ada saja menurutnya tak mungkin anak SMA sudah menikah.
"dia serius, mereka memang udah nikah," ucap Rangga kemudian, mereka tahu kalau Rangga tak pernah bercanda ataupun berbohong
"beneran ra?" tanya caca
Rara melirik sekilas pada mereka semua, kemudian menganggukan kepalanya.
"iya, kak Rama itu suami gue dan bukan sepupu" ucap Rara, sekarang Rama jadi sedikit senang mendengar perkataan Rara karena Gadis itu mengakui hubungan mereka
"kok bisa? lu dihamilin?" tanya Caca kesal "enak aja, gue dijodohin sama kak Rama panjang ceritanya Dan intinya itu aja dulu, entar gue ceritain, gue juga mau minta maaf ya karena udah nutupin ini semua. gue cuma takut lo berdua gak ada yang mau temenan sama gue kalau tahu gue udah nikah, "ucapan Rara, iya memang takut teman-temannya akan menjauhi dirinya.
"ya gak mungkinlah gue ngejauhin lo, gue bakal dukung lo terus ra," ucap Amel sambil melihat sekeliling, para lelaki kini hanya dia membisu tak ada satupun kata yang keluar dari bibir mereka
"maaf kak," ucap Amel kepada Rama
"untuk?"
"gue sebenarnya sengaja nyuruh kak Jerry buat ngelakuin itu gue emang curiga sama hubungan kalian dari awal, gue cuma mau memastikan aja tadi dan ternyata benar dugaan gue" ucap Amel
"kalian gak akan menjauhi gue kan?" tanya Rara, menghapus beberapa butir air mata nya.
"gak bakal ra, kami bakal ada di samping lo terus," ucap Amel sambil membelai surai lengan milik Rara.
"Untung aja kak Rama yang dijodohin sama lu, udah ganteng, tajir melintir lagi," ucap Caca asal yang langsung saja mendapatkan pelototan dari Rara dan Amel
sedangkan Rama? ia malah tersenyum mendengar perkataan absurd Caca, karena memang kenyataan, siapa yang jadi istrinya tidak akan hidup kesusahan, Ia adalah pewaris perusahaan raksasa.
"Lo harusnya gak nutupin ini dari kita, kita juga gak bakal bocor kemana-mana!" ucap Jerry membuka suara, Rama hanya terdiam, iya sedikit merasa bersalah karena telah membuat sahabatnya itu babak belur, ia tak menyangka kalau akan sepitam itu
"kalau lo kasi tahu, kan gue gak bakal gangguin bini lu selama ini, gue yang jadinya nggak enak sama lo," sambung Jerry lagi, selama ini Ia memang suka ganggu Rara, tapi ia tak sampai mencintai gadis itu, ia tahu kalau ia dan Rara tak seimbang bagaikan bumi dan langit, Rara tak mungkin mau dengannya, walaupun Jerry termasuk tampan tapi wajahnya masih jauh diantara ketiga sahabatnya komat terutama Rama.
Rama kemudian bangkit, ia memeluk jerry sambil meminta maaf atas tindakannya tadi, ia benar-benar tak ada niatan membuat jeri babak belur seperti itu
"gue minta maaf, pulang sekolah boleh deh main ke apartemen kita, entar gue traktir makan-makan, pesan apapun yang lo mau" ucap Rama yang disambut meriah oleh para sahabatnya
"jangan bocorin ke mana-mana ya, gue nggak mau dikeluarin dari sekolah" ucap Rara kemudian dan dianggukan oleh yang lain
selanjutnya Rama menepati janjinya, ia memboyong semua sahabatnya untuk datang ke apartemen yang ia dan Rara tinggali
"ini beneran?" tanya Caca setelah masuk ke dalam apartemen
"ya kali bohongan Ca," ucap Rara melepas sepatunya mereka masuk dan duduk di sofa depan TV, sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.
kini Rara, Caca dan Amel sedang berada di kamar, Sedangkan para lelaki masih berada di depan TV sambil bermain game di ponsel mereka, Jerry dan Rama sudah seperti biasa tak ada dendam lagi diantara mereka.
"jadi ini tempat lu tarung sama kak rama ya Ra?" tanya Caca asal ceplos
"tarung? tarung apaan?" tanya Rara pura-pura tak tahu, ia ingin membersihkan tubuhnya sebentar
"iya, buat keponakan lah buat kita, ya kali lo gak mungkin kan gak nana nini sama laki lu," ucap Caca.
"enak gak? waktu pertama kali sakit ya?" tanya Amel yang malah ikut-ikutan bertanya hal-hal absurd.
"gila lo berdua ya, gue belum begituan, masih kecil" ucap Rara hendak masuk ke dalam kamar mandi.
"gue mau mandi dulu" ucapnya masuk ke dalam kamar mandi.
mereka sangat bahagia sekarang terutama Rara, ia sangat lega karena tak perlu menutupi apapun lagi dari sahabatnya, kenapa tak dari dulu saja ia memberitahu sahabatnya tentang masalah-masalah yang ia hadapi belakangan ini kau masih tidaknya Ia ada teman untuk cerita.
Rama juga sedikit bahagia kau masih setidaknya berkurang satu nyamuk jantan yang mencoba menggoda istrinya, melihat Rara bahagia pun perasaannya juga ikut bahagia.
tak lama pemesanan mereka datang, tak tanggung-tanggung banyaknya mungkin mereka juga sedikit ingin balas dendam terhadap rama, lagian belanjaan segini tak akan membuat Rama miskin.
"ini seriusan?" ucap Rara bengong, melihat ruang tamu yang sudah dipenuhi berbagai jenis makanan
"benar lah, sini-sini lah, nggak bakal habis duit laki lo, jangan takut deh," ucap Caca sambil mulutnya mengunyah makanan.
"Kita nginep sini ya, entar gue izin sama nyokap, sekali-kali kita nonton drakor lagi sampai malam boleh ya Ra, Mel? ucap Caca, memang dulu mereka sering sekali tidur di rumah Rara sekalian membantu Gadis itu bekerja
" boleh boleh, idenya mantap tuh, "ucap hito
"boleh, kita Mabar sampai pagi "teriak Jerry kegirangan
" Gimana? boleh gak ra,kak Rama? "tanya Amel pada tuan rumah
" boleh, "ucap Rara spontan tanpa menunggu persetujuan ramah
"boleh deh, kali ini aja tapi ya" ucapan rama, Ia sekarang susah tidur kalau tak dekat istrinya
Rara tersenyum, ia sangat bahagia hari ini setidaknya hubungannya dengan rama juga sedikit mengalami kemajuan, hubungannya dengan teman-temannya pun sudah tak ada lagi rahasia-rahasia lagi.
mereka akan menghabiskan malam ini seperti dulu, saat iya belum menikah, mereka akan maraton drakor sampai pagi.
"makasih," ucap Rara pelan ke arah Rama, Rama menganggukan kepalanya sambil tersenyum ke arah istrinya.
deg deg deg deg
pemandangan yang langka, jantung Rara sampai berdetak tak karuan melihat senyum tulus dari suaminya itu, apakah ia mulai jatuh cinta pada Rama.
buat nama nya jangan salah2 trus donk Skali lgi maaf ya
sebenarnya niat gk sih bikin novel,,, orang aneh bikin kesel aja