Yumna tiba-tiba saja diculik oleh seseorang yang ternyata adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri. Yumna lantas dikurung di villa milik Zayn, kakak dari sahabat baik Yumna, Zunia, yang baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan mobil. Dan kenyataan bahwa ternyata Zayn sudah resmi menikahi Yumna membuat Yumna sangat syok.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa Zayn ( kakak Zunia ) sampai menculik dan mengurung Yumna, bahkan sampai menikahi Yumna secara paksa? Dan ada rahasia apa sebenarnya dibalik kecelakaan yang sudah menewaskan Zunia itu?
Bahkan rahasia dari identitas Yumna yang sesungguhnya pun akhirnya diungkap secara mengejutkan oleh Zayn. Bagaimana Yumna menjalani takdir hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Ternyata
Yumna yang saat ini sedang duduk bersantai di teras samping villa milik Zayn seraya membaca majalah tiba-tiba saja dikejutkan dengan keberadaan Pak Parjo. Pak Parjo nampak berjalan dari arah belakang villa seraya membawa gunting tanaman di tangannya.
"Loh, Pak Parjo?" kaget Yumna begitu melihat Pak Parjo lewat di depannya.
Pak Parjo pun kemudian menghentikan langkahnya dan menyapa istri dari majikannya tersebut.
"Selamat pagi, Non Nana," sapa Pak Parjo dengan tersenyum ramah.
Yumna lalu berdiri dari duduknya dengan raut wajah yang kebingungan.
"Selamat pagi, Pak. Tapi kok Pak Parjo bisa ada di sini lagi?" Yumna menjawab sapaan Pak Parjo sekaligus menyuarakan rasa keheranannya saat ini.
"Loh, kan saya emang kerja di sini, Non. Kalau nggak ada di sini terus saya harus di mana dong? Hehe," jawab Pak Parjo dengan sedikit berkelakar.
"Tapi bukannya waktu itu Kak Zayn udah ---"
Yumna tidak melanjutkan perkataannya, merasa tidak enak hati kepada Pak Parjo.
"Non Nana," panggil Mbok Sum tiba-tiba.
Yumna dan Pak Parjo seketika mengalihkan perhatian mereka berdua ke arah Mbok Sum yang baru saja datang dari pintu samping villa tersebut.
"Mbok Sum," sapa Pak Parjo kepada Mbok Sum.
Sementara Yumna terdiam, masih merasa sangat heran dan bingung saat ini.
"Parjo, buruan kamu rapikan taman bunga depan. Biar nanti pas Den Za pulang udah selesai, udah rapi," kata Mbok Sum kepada Pak Parjo.
"Oh, iya Mbok. Beres itu mah," balas Pak Parjo. "Mari Non Nana, saya permisi mau merapikan taman bunga depan dulu, ya," pamit Pak Parjo kepada Yumna kemudian.
"Hah, oh, i-iya. Silahkan, Pak," balas Yumna dengan terbata.
Pak Parjo lalu juga berpamitan kepada Mbok Sum. Setelah itu Pak Parjo pun kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke halaman depan villa milik Zayn tersebut.
"Mbok kok Pak Parjo bisa ada di sini lagi?" tanya Yumna kemudian kepada Mbok Sum.
"Ya kan emang Parjo kerja di sini kan, Non," jawab Mbok Sum dengan tersenyum.
"Tapi bukannya waktu itu Kak Zayn udah minta Pak Parjo buat pergi dari sini, ya? Yang waktu kita mau makan malam itu loh, Mbok," tanya Yumna lagi, masih merasa bingung.
"Oh, yang waktu itu. Non Nana yang salah paham. Kejadian sebenarnya nggak seperti itu, Non," jawab Mbok Sum.
"Maksudnya, Mbok?" tanya Yumna semakin merasa bingung.
"Waktu itu anaknya Parjo jatuh dari sepeda Non, sampai harus operasi gitu karena tangannya patah. Parjo butuh biaya yang lumayan besar untuk operasi anaknya itu. Terus Den Za bersedia untuk menanggung semua biaya operasi sama biaya perawatan anaknya Parjo selama di rumah sakit, Non. Nah, Parjo waktu itu mau memberikan sertifikat tanah yang dia punya sebagai jaminan sama Den Za. Den Za nggak mau, makanya Den Za sampai marah-marah kayak waktu itu, Non," jawab Mbok Sum, menjelaskan.
"Hmm, jadi itu ya Mbok yang sebenarnya sudah terjadi," ucap Yumna setelah mengetahui permasalahan yang sebenarnya.
"Iya Non, seperti itu yang sebenarnya terjadi," balas Mbok Sum. "Non Nana inget nggak yang waktu Den Za pulangnya larut sampai hampir tengah malam itu?" tanya Mbok Sum kemudian.
Yumna nampak berpikir sejenak.
"Iya Mbok, inget," jawab Yumna.
"Waktu itu Den Za sama nak Dennis pergi menjenguk anaknya Parjo di rumah sakit setelah pulang dari kantor. Perjalanan ke desanya Parjo kan lumayan jauh, Non. Makanya sampai larut malam gitu Den Za pulangnya," kata Mbok Sum, menceritakan.
"Oh. Ternyata seperti itu, ya," ucap Yumna seraya menganggukkan kepalanya beberapa kali.
"Eh, jangan-jangan yang masalah Trisni waktu itu Non Nana juga nggak tau ya kejadian yang sebenarnya seperti apa?" tanya Mbok Sum lagi.
Mbok Sum jadi curiga kalau jangan-jangan Yumna juga tidak mengetahui tentang masalah yang sebenarnya terjadi pada hari itu dan tentang Trisni yang bermaksud untuk meracuni Yumna saat itu.
Yumna kembali mengerutkan keningnya.
"Masalah tentang Mbak Trisni? Memangnya apa yang sebenarnya sudah terjadi waktu itu, Mbok?" tanya balik Yumna, merasa bingung lagi.
"Loh, jadi Non Nana beneran nggak tau, ya? Memangnya Den Za nggak cerita sama Non Nana apa yang sebenarnya sudah terjadi pada hari itu?" tanya Mbok Sum yang juga merasa heran sendiri dengan kedua majikannya itu.
"Enggak, Mbok. Kak Zayn nggak cerita apa-apa. Memangnya apa yang sebenarnya sudah terjadi waktu itu, Mbok?" lagi dan lagi Yumna bertanya.
Mbok Sum mengesah pelan.
"Hmh. Waktu itu Trisni berusaha untuk meracuni Non Nana," jawab Mbok Sum.
"APA???" kaget Yumna.
"Iya, Non. Waktu itu Trisni mencampurkan racun ke dalam cah kangkung yang sudah Mbok masakin buat Non Nana," kata Mbok Sum.
Yumna sampai menutup mulutnya menggunakan kedua telapak tangannya sendiri karena merasa sangat terkejut.
"Tetapi untungnya waktu itu Den Za segera mengetahui tentang masalah itu, Non. Jadi rencana Trisni bisa digagalkan dan Non Nana nggak sampai memakan cah kangkung yang sudah dicampur dengan racun itu," lanjut Mbok Sum.
"Astaghfirullah hal adziim. Ternyata ada kejadian seperti itu ya, Mbok," lirih Yumna setelah menurunkan kedua telapak tangannya.
Yumna benar-benar tidak tau kalau ternyata kejadian yang sebenarnya sudah terjadi adalah seperti itu.
"Ealah, jadi Non Nana beneran nggak tau ya kalau kejadian yang sebenarnya seperti itu?" tanya Mbok Sum.
"Aku beneran nggak tau, Mbok," jawab Yumna, menyesal.
"Den Za marah dan sampai emosi seperti itu karena Den Za nggak mau hal buruk sampai terjadi sama Non Nana," kata Mbok Sum.
Mendengar perkataan Mbok Sum itu, Yumna pun merasa sangat terkejut. Yumna sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Zayn melakukan semua itu karena dirinya. Dan tiba-tiba saja Yumna pun juga teringat dengan apa yang sudah dikatakan oleh ayahnya ketika mereka bertemu di ruangan kantor Zayn beberapa hari yang lalu itu.
"Dan satu hal yang bisa Ayah katakan sama kamu, Zayn tidak seburuk seperti apa yang kamu pikirkan tentang dia selama ini, Na," nasehat Malik waktu itu.
Yumna membuang nafasnya kasar. Ah, ternyata selama ini dirinya sudah salah menilai tentang Zayn, laki-laki yang sekarang sudah berstatus sebagai suaminya itu. Dan sungguh, Yumna merasa sangat menyesal untuk kesalahannya itu. Tidak seharusnya Yumna berpikiran buruk tentang suaminya itu tanpa mengetahui kenyataan yang sebenarnya sudah terjadi.