NovelToon NovelToon
Cermin Hati Yang Terbelah .

Cermin Hati Yang Terbelah .

Status: tamat
Genre:Berondong / Tamat
Popularitas:59.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alvinoor

Aditya , seorang remaja miskin , karena dosa yang tidak sengaja dia buat , terpaksa di kejar kejar dua kelompok gangster .

lalu ada lagi para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa nya , atas suruhan seseorang .

Ada pula sekelompok preman , yang mencari nya , juga atas suruhan seseorang .

Dapatkah Aditya mengatasi masalah nya .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvinoor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cinta Jadi benci , Benci jadi Dendam .

Meskipun kedua wanita cantik ini sudah dandan habis habisan , mengenakan lingerie seksi , namun sedikitpun Aditya tidak bergeming juga .

"Didit jahat !, kakak sudah susah susah dandan habis habisan , tapi tetap di cuekin , Didit jahat ah !" kata Aurelia .

"Didit memang jahat kak !, Didit Kecil !, kerempeng , miskin !, tidak setampan dan segagah orang lain !, terserah kakak berdua deh , mau bilangin Didit apapun , kalian semua yang benar , Didit yang salah !" kata Aditya sambil bangkit berdiri , berjalan kearah sofa , lalu menyandarkan tubuh nya di sofa itu .

Aurelia bangkit berjalan kearah Aditya , lalu duduk di samping nya .

"Iya deh , kakak yang salah , maafin kakak ya Dit !, kakak enggak sungguh sungguh kok , cuma mau godain Didit aja , kakak sayang nya cuma sama Didit seorang kok , Didit jauh lebih tampan dari ayah kok !, lebih muda !, nyiramin kebon yuk sayang yuk !" bujuk Aurelia .

Siska duduk Disamping Aditya ,di cium nya pipi anak muda yang lagi ngambek itu .

"Udahan dong ngambek nya Dit !, cape ngambek terus , maafin Kak Sis ya Dit , kakak janji enggak lagi lagi deh !" ucap Siska sambil menarik tubuh anak muda itu ke dalam pelukan nya .

Burung perkutut itu sudah mulai berbunyi didalam sangkar nya , Siska tahu , itu tandanya Ngambek nya sudah mulai berhenti .

Malam pun berlalu dengan lambat , menghantar tiga anak manusia di dalam pendakian mereka , setelah cukup tinggi , lalu terhempas berpeluh , terkulai lemas , namun dengan senyum sumringah .

Ke esokan hari nya , rutinitas pun kembali berlangsung seperti biasa nya .

Sebelum pergi ke kantor nya , seperti biasa nya , Aurelia mengantarkan Aditya ke sekolah nya terlebih dahulu , barulah mereka ke kantor .

Pulang sekolah pun , Aditya sudah terbiasa diantar kekantor Aurelia terlebih dahulu , barulah mereka sama sama pulang pukul lima sore .

Pagi itu Aditya seperti biasa nya , berkumpul dengan ketiga orang sahabat nya dibawah pohon Ketapang tua di samping sekolah , tempat mereka biasa mangkal .

Baru saja mereka duduk di bawah pohon ketapang itu , tiba tiba muncul Jain dan Anita Chan di depan mereka sambil bergandengan tangan .

"Ikut nimbrung di sini boleh ?" tanya Anita Chan pada Deri Chan .

"Kenapa mesti ijin sama aku , mau duduk , mau berdiri atau nungging , terserah kau !" jawab Deri Chan rasa tidak suka pada Anita Chan dan Jain .

"Ini kan markas kalian , jadi wajar aku minta ijin pada kalian dong !" kata Anita sambil menarik tangan Jain untuk duduk .

Sambil menyapu kursi kayu itu dengan tangan nya , Jain sengaja menepuk paha Aditya dengan sangat keras nya .

"Hei anjing !, minggir !, tuan mu mau duduk !" kata kata Jain di tujukan pada Aditya .

Deri berdiri sambil memegang erat leher baju Jain , "hei kau yang anjing , datang datang membuat masalah saja !" ...

Aditya dan Dodo segera melerai Deri yang marah .

"Sudahlah Der !, biar kita saja yang mengalah , tidak usah diperpanjang !" kata Aditya .

"Hei Deri Chan !, seharus nya kau seperti budak itu , tidak usah melawan ku , kau bukan level ku Der !, lihat tuh si anak haram , dia tahu diri !" kata Jain sambil menunjuk kearah Aditya .

Mendengar cerca An dan hinaan dari Jain yang sudah keterlaluan itu , Aditya berpaling menatap kearah nya , "penghinaan mu sudah keterlaluan Jain , aku bukan anak haram , ayah dan ibu ku ada , kau sombong karena orang tua mu pemilik perusahaan besar , jadi kepala mu besar , tetapi perlu ku peringatkan kepada mu Jain , kekayaan orang tua mu itu tidak bakalan bertahan hingga besok !" kata Aditya sambil berlalu masuk kedalam kelas .

Setelah agak jauh dari mereka , Aditya mengeluarkan handphone nya, lalu beralih ke mode pribadi , dan menelpon Evelyne .

"Halo adik !, ada apa tiba tiba menelpon ?" tanya Evelyne .

"Kau tahu tentang pak Leo ?, Konglomerat pemilik Duyung mas Group , aku ingin dia bangkrut se bangkrut bangkrut nya !" kata Aditya .

"Boleh aku tahu alasan nya adik ?" tanya Evelyne .

"Aku tidak suka dengan manusia sombong , dia sudah mengatasi ayah menjinahi ibu sehingga lahir diri ku , dan dia menyamakan aku dengan anjing segala !" kata Aditya .

"Sebegitu sombong nya kah dia ?, lalu apa yang adik ingin kan ?" Tanya Evelyne .

"Aku ingin mereka merasa kan bagai mana pedih nya menjadi orang miskin itu kak , agar mereka tidak se enaknya menghina orang miskin !" kata Aditya .

"Oke !, oke Bos !, ini perintah pertama sebagai pengganti papa kan ?" tanya Evelyne .

"Ya kak !" ...

"Oke bos , jangan khawatir , itu masalah kecil !" jawab Evelyne sambil menutup telepon nya .

Aditya menyimpan handphone nya di dalam tas , lalu berjalan menuju kelas nya .

Beru saja beberapa langkah dia berjalan , dari belakang sebuah kelas terdengar suara seseorang memanggil nya .

"Hei Aditya !, Aditya !, kesini lah sebentar !" ...

Aditya mencari asal suara itu , ternyata dari belakang sebuah kelas .

Disana terlihat ada empat orang dara cantik kelas dua belas yang sedang melambaikan tangan pada nya .

Aditya berjalan mendekati kearah ke empat dara itu

Mereka adakan Helen and tha Gang yaitu Helen si bunga paling cantik di sekolah , bersama Gang nya Rury , Mety dan Lusy .

Helen ini terkenal sebagai seorang playgirl , konon hampir semua remaja tampan yang seangkatan dengan nya , pernah menjadi kekasih nya .

Maklumlah seorang dara cantik dan putri orang kaya raya pula , sehingga banyak laki laki yang mengerubungi nya .

Ke empat wanita ini sekolah satu tingkat diatas Aditya .

Aditya melangkah kearah ke empat wanita cantik itu .

"Ada apa kak ?" tanya Aditya pada mereka .

Melihat kedatangan Aditya, ketiga sahabat Helen segera beranjak dari tempat itu , dengan alasan ingin membeli pulpen di toko depan sekolah .

"Duduk lah dulu disini Dit , nama mu Aditya kan ?" tanya Helen .

Aditya duduk Disamping Helen sambil menyandarkan tubuh nya di sandaran kursi .

"Iya kak !, nama saya Aditya , kelas sebelas , kakak anak kelas dua belas kan ?" tanya Aditya .

"Iya , panggil Helen aja , jangan pakai kakak , tidak enak didengar !" pinta Helen pada Aditya .

"Tetapi peraturan sekolah kita mengharuskan seorang yunior memanggil kakak kepada senior nya kak !" jawab Aditya .

"Masa bodoh dengan segala aturan itu Dit !, begini saja , kau boleh memanggilku kakak di depan orang banyak , tetapi saat berduaan seperti ini , kau harus memanggil ku Helen saja , kau mengerti Dit ?" tanya Helen sambil memain kan anak rambut nya .

"Iya deh kak eh Helen !" kata Aditya agak kikuk .

"Heran !, kamu itu sangat susah didekati Dit !, seperti burung merpati , di diemin mendekat , di deketin terbang , kenapa sih Dit , tidak suka berteman dengan ku ya ?" tanya Helen .

"Suka kok , Didit bisa berteman dengan siapapun juga , tidak pilih pilih !" jawab Aditya .

Tiba tiba Helen menggenggam jari tangan Aditya , "sungguh kah ?, Helen boleh berteman dengan Aditya ?" tanya nya .

"Iya Helen !, kita berteman !" jawab Aditya dengan lugu nya .

"Ya mulai hari ini Aditya teman Helen selama nya !" ucap Helen sambil menggenggam tangan Aditya .

"Ya !, iya !" cuma itu yang bisa diucapkan oleh Aditya dalam perasaan yang tidak mengerti .

Tanpa dia sadari , dari kejauhan , sepasang mata mengawasi mereka dengan perasaan dongkol .

Roy mengepalkan tangan nya kuat kuat , "awas kau !, kurang ajar sekali dia !" runtuk nya dengan sangat marah .

Tubuh Roy menghilang di sudut gang sekolah , sementara bel tanda masuk sekolah pun berbunyi .

Pelajaran pagi itu cukup membosankan bagi Aditya , sehingga dia tidak terlampau fokus pada mata pelajaran nya .

Hingga bel istirahat berbunyi , dia tidak banyak mengerti dengan materi yang diajarkan guru nya .

Ketiga sahabat nya sudah menunggu nya di bawah pohon Ketapang tua , seperti biasa nya .

Dari kejauhan , Aditya melihat Anita Chan dan Jain berjalan berpegangan tangan , berjalan kearah kantin .

...****************...

1
Fikri Alam
kalau mancing untuk menyiksa memang TDK boleh,tp klau untuk makan TDK masalah...jd gimana klau seorang nelayan yg istrinya hamil...👍☺️
Herybae Hery
ajak siram2 an kebon biar gak sedih lg 😃😃
Herybae Hery
ayo dit siram kebon nya,😃😃😃
Herybae Hery
Luar biasa
Apis
lain dari yg lain nich novel 🤣🤣🤣
Dida Madu Pati
lha bukanya ada pengawal dan slalu diawasi daei jarak jauh
hairul amin
Luar biasa
Bagian Pendaftaran Cristal Biru Meuligo
Lumayan
Erni Ramadan
awal cerita yg bagus..
Arsenio Cadas Hady
keren.. sy suka karyamu
Rikarico
rese jg aditditditdit🤣
Rikarico
nah kan
Rikarico
di prank oleh aditditditditdit
Rikarico
matikan aja thor
Rikarico
good
Rikarico
jgnkan Aditya aku aja marah🤣
Rikarico
bego jg ya aurelia masa rmh segitu bagusga pnya cctv
Rikarico
BKN nya klo istri LG hamil si suami ga boleh mancing ya
Rikarico
semakin.menarik
Rikarico
owh trnyata Adit ank seorg prajurit kah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!