Gisel seorang gadis dewasa memutuskan menikah dengan seorang Duda bersikap dingin dan memiliki seorang putri yang lucu dan cantik.
semua bermula dari perjodohan dari orang tua nya mereka.
tanpa di duga Putri dari laki - laki itu sangat menyukai Gisel,begitu juga dengan Gisel sangat mencintai putri Pria duda itu.
setelah mendapatkan Cinta dari putri pria itu,akan kah Gisel mendapatkan Cinta Pria itu juga?
Yuk Disimak.
Semoga suka ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31- Kedatangan Clara
Beberapa saat kemudian Brams dan Gisel pun turun menuju ke Meja makan.
"Selamat pagi." Sapa Brams dan terlihat senyum di antara kedua pasangan ini saat bergabung di meja makan.
Semua keluarga pun tampak senang dan tersenyum melihat ke romantisan dan kecerahan di wajah kedua pasangan ini.Terkecuali Pricil yang pura - pura ikut senang melihat kedekatan Brams dan Gisel,tapi di dalam lubuk hati nya yang terdalam ia merasa sangat tidak suka.
Selesai Sarapan.
Brams pun akan berangkat bekerja dan Gisel yang mengantar ke depan,Pricil tiba - tiba saja bangun dari tempat duduk nya dan menyusuli Brams.
"Kak Brams." Panggil Pricil dan menghentikan langkah Brams dan Gisel.
"Ada apa ?' Tanya Brams sembari membalik kan tubuh nya.
"Kak,Aku ingin meminta izin pada mu,sahabat ku Clara ingin menginap disini bersama ku,Apa kah boleh?" Tanya Pricil tersenyum.
"Clara yang dulu pernah menginap disini?" Tanya Balik Brams.
"Iya kak,boleh ya." Pricil antusias.
"Tidak boleh." Jawab brams dan seketika membuat wajah Pricil menjadi cemberut.
"Mas Brams,biar kan saja lah,rumah lebih ramaikan lebih bagus." Kata Gisel merasa tidak tega dengan Pricil.
"Baik lah,tapi untuk beberapa hari saja."Kata Brams dan Seketika senyum lebar terlihat di wajah Pricil.
"Terimakasih Kak Brams,Kakak Ipar." Kata Pricil dengan senang dan lansung berlalu pergi dari hadapan sepupu nya itu.Sementara Brams dan Gisel yang melihat tersenyum tipis mengeleng - geleng kan kepala pelan.
Gisel dan Brams pun melanjutkan langkah kaki mereka yang sempat terhenti karena panggilan Pricil.
"Gisel,aku pergi dulu."Pamit Brams pada istri nya.
"Baiklah mas,hati - hati di jalan." Saut Gisel.
Tiba - tiba Brams mendaratkan sebuah ciuman di kening istri nya itu sebelum ia masuk ke dalam mobil.
Sementara Gisel tampak lagi - lagi terkejut karena ulah suami nya yang Kini sudah mulai berubah sikap nya kepada nya.
Setelah Mobil Brams berlalu dari hadapan nya,Gisel pun kembali masuk ke dalam rumah dengan wajah yang sangat senang dan berseri.
•••
Siang hari nya.
Gisel yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga bersama Orang tua nya dan juga Orang tua suami nya,tiba - tiba kedatangan tamu.
Ting
Tong
Gisel yang mendengar bunyi Bel pun ingin bangkit untuk membuka pintu,Tapi tidak jadi karena Pricil sudah bangkit dari duduk nya lebih dulu dan berjalan ke pintu utama.
Dipintu Utama.
Pricil membuka Pintu dan ia melihat Clara sahabat nya sedang berdiri di luar dengan sebuah tas kecil di tangan nya.rumah Clara yang masih di kota yang sama membuat Clara tidak butuh waktu lama untuk sampai di rumah Sepupu sahabat nya itu.
"Clara..." Sapa Pricil dan lansung memeluk sahabat nya itu.
"Aku merindukan mu Clara,sudah lama kita tak bertemu,aku sangat senang." Kata Pricil lagi.
"Iya Pricil aku juga merindukan mu,kau kini sudah semakin cantik saja." Balas Clara.
Setelah melepas rindu dengan berpelukan,Pricil pun mengajak Clara masuk ke dalam.
"Paman,Bibi,kenalin ini sahabat ku Clara." Kata Pricil memperkenal kan Pada orang tua Brams dan gisel.
"Hallo Paman,Bibi" Saya Clara.
"Dan ini Istri Kak Brams." Kata Pricil kepada Clara.
"Hallo Kak,saya Clara." Sapa Clara tersenyum karena terpaksa.
"Iya,saya Gisel." Balas Gisel.
"Oh,jadi ini wanita yang berhasil mendapatkan hati Kak Brams." Gumam Clara Kesal dalam hati.
"Aku antar Clara kekamar dulu ya Semua,Yuk Clara." Ajak Pricil dan Clara pun mengiyakan ajakan Pricil dan berjalan masuk ke dalam kamar Yang di tepati Pricil.
Didalam Kamar.
"Jadi itu Istri nya kak Brams,Hm nyeselin banget sich,masih cantikan aku dari pada dia." Ucap Clara dan duduk di tepi tempat tidur.
"Udah,nanti aja marah nya,nanti kita cari cara buat ngerjain dia,aku juga gak suka kok dia jadi kakak ipar ku,aku lebih suka kamu yang jadi istri kak Brams." kata Pricil.
"Makasih ya Pricil,kamu memang sahabat ku yang baik,dari dulu kamu engak pernah berubah." Ucap Clara dan memeluk kembali sahabat nya itu.
"Iya,kau juga sahabat ku yang ku sayang,sahabat terbaik ku." Balas Pricil tersenyum senang.
.
.
.
.
.
Bersambung