NovelToon NovelToon
Married With Mafia

Married With Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romantis
Popularitas:284.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rizkaaa

Terbit : 10 July 2020
Nama Author : Rizkaa
SLOW UPDATE!



Kehidupan mengajarkan kita untuk terus berjuang, sama halnya dengan gadis bernama Crystal. Ia hidup dengan penuh rintangan, kebohongan, ketakutan, dan terakhir yaitu kehilangan.

Saat ia sudah hampir merasakan bahagia, dunia seolah membalikkan kehidupan Crystal secara paksa. Ketakutan karna diancam dan kehilangan seseorang yang dicintainya, Crystal juga sudah melewatinya.

“Mom akan terus melindungimu, son.”

Kata terakhir sebelum ia benar - benar pergi dan kehilangan cintanya.



Ikuti terus ceritanya dan jangan lupa tinggalkan Like , Komen dan Votenya ya guys:)

Yuhuuu....
Enjoy baby!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizkaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masalah keluarga

“Sayang, maafkan Mommy.” Adrine menggenggam salah satu tangan Crystal. “Mommy sudah berbicara pada Daddymu dan dia bersedia datang.”

“Benarkah Daddy akan datang?.” Mata Crystal memanas, ia tidak percaya bahwa Robert akan menghadiri pernikahannya.

“Iya, sayang tapi--.” Ucapan Adrine terpotong karna air matanya yang sudah merembes keluar.

“Ada apa, kenapa Mommy menangis?.” Crystal mengusap air mata Adrine lembut. “Apa Daddy memarahimu?.”

“Tidak sayang. Mommy membujuk Daddymu tapi tidak berhasil tapi saat Velika membujuk Daddymu akhirnya dia mau datang untuk mengantarkanmu keatas altar. Tapi Velika memberiku syarat jika dia bisa membujuk Daddymu.” Adrine sudah tidak tahan untuk mengeluarkan isak tangisnya.

“Apa syarat yang diberikan perempuan murahan itu?.” Crystal kembali mengusap air mata Adrine.

“Aku harus menceraikan Robert.” Adrine pun memalingkan wajahnya dari Crystal. “Maafkan Mommy, Mommy harus melakukan ini demi kamu sayang.”

“Biar aku saja yang berbicara pada Daddy.” Crystal beranjak dari kursinya, ia pun pergi meninggalkan Adrine didalam ruangan UGD.

Crystal berlari, ia mencegat taxi kemudian pergi ke perusahaan Robert. Dipikirannya saat ini hanyalah Adrine, ia tidak mau Adrine terluka lagi baginya Adrine adalah segalanya untuk hidupnya.

Crystal berhenti tepat didepan perusahaan Robert, ia membayar onglos taxi kemudian berlari memasuki perusahaan itu. Crystal sudah tau dimana Robert saat ini berada.

“Maaf Nona, anda dilarang masuk karna Tuan Robert sedang kedatangan tamu.” Sekertaris itu pun membungkukkan badannya.

“Siapa tamunya?.”

“Nyonya Velika, dia ada didalam.” Sekertaris itu menjauh dari Crystal.

Crystal tidak menghiraukan siapa yang berada didalam, ia pun menerobos masuk kedalam ruangan Robert. Velika sedang duduk dengan santainya disofa, sementara Robert tengah berkutat dengan laptop dihadapannya.

“Daddy aku ingin berbicara denganmu.” Seru Crystal, nafasnya memburu karna sepanjang perjalanan ia berlari.

Robert mengangkat wajahnya, ia menatap putrinya sendu. “Apa yang perlu dibicarakan? Aku sudah menyetujui untuk datang ke pernikahanmu.”

“Tapi tidak dengan menceraikan Mommy!.” Crystal tersulut emosi, ia yakin ini semua adalah ulah Velika.

“Itu sudah menjadi kesepakatan kami Crystal, Robert akan menghadiri pernikahanmu dengan syarat Adrine harus bercerai dengannya.” Velika menutup majalah ditangannya kemudian berdiri menatap Crystal.

“Aku tidak mempunyai keperluan denganmu!.” Tatapan Crystal menghunus Velika sinis.

“Tapi kau tidak bisa mengubah keputusan kami!.” Velika menunjukkan jari telunjuknya tepat diwajah Crystal. “Kau seharusnya berterima kasih padaku, karna aku sudah membuat Robert mau datang ke pernikahanmu!.”

“Turunkan tanganmu, kau tidak berhak menunjuk tanganmu pada putriku!.” Robert menggertak, ia pun ikut berdiri.

Crystal terdiam beberapa saat, apa yang didengarnya saat ini kenapa Robert kembali memanggilnya sebagai putrinya. Bukankah Robert sudah membuangnya, bahkan ia mengusirnya dari keluarga itu.

“Daddy, jika kau tidak mau datang ke pernikahanku tidak apa - apa. Tapi jangan ceraikan Mommy hanya karna pernikahanku, Mommy sangat mencintaimu.” Crystal berbalik, ia melangkahkan kakinya hingga didepan pintu ruangan Robert. “Aku tau kau sudah membuangku, aku menerima itu tapi pikirkan baik - baik keputusanmu bukankah aku ini darah dagingmu?.”

Crystal meraih knop pintu, ia pun meninggalkan ruangan Robert. Air matanya sudah membahasi pipinya, Crystal merasa sangat terluka dengan keputusan Robert yang akan menceraikan Adrine hanya karna pernikahannya.

Crystal meraih ponselnya yang berada disaku celananya, ia menghubungi Berlin untuk menemaninya saat keadaan hatinya sedang terluka. Hanya Berlin satu - satunya yang bisa sedikit menenangkan pikirannya saat ini.

“Kau menangis? Kenapa apa Harry menyakitimu, dimana dia sekarang?.” Berlin menarik kursi untuk mendekat pada Crystal, ia mengguncang bahu Crystal karna Crystal tidak bersuara.

“Tidak ini bukan tentang Harry.” Crystal mengusap ujung matanya. “Aku hanya terluka saat tau Daddy akan menceraikan Mommy.”

“Aku tau rasanya, aku pernah mengalami sama sepertimu.” Berlin mengusap punggung Crystal. “Kau bisa menceritakan masalahnya?.”

“Iya, mereka membuat kesepakatan jika Daddy bersedia datang ke pernikahanku maka Mommy harus menceraikan Daddy. Ini semua rencana perempuan murahan itu! Aku tidak tau apa yang ada dipikiran perempuan itu, bukankah Mommy sudah bersedia berbagi suami dengannya? Kenapa dia harus menekan Monny seperti ini.” Cystal menggeram, ia meremas gelas ditangannya sangat kuat.

“Lalu, apa Daddymu akan datang atau menceraikan Mommymu?.”

“Aku juga tidak tau, tadi aku meninggalkan ruangan Daddy tanpa penjelasan lagi.” Crystal meneguk kembali minumannya. “Kau boleh pulang, aku sudah merasa lebih baik sekarang.”

“Baiklah, sampai jumpa besok.” Berlin meninggalkan Crystal sendirian.

***

“Bagaimana keadaan Mommy? Aku tidak bisa menyusulmu karna perusahaan bermasalah.” Harry melepaskan dasi yang mencekik lehernya seharian.

“Mommy sudah pulang tadi sore.” Jawabnya singkat tanpa mempedulikan Harry yang kesusahan.

“Bisakah kau membantuku?.”

Crystal hanya diam tidak mengubris perkataan Harry, ia menatap kosong pada vas bunga dihadapannya. Jemarinya meremas ujung kemejanya sampai tangannya memerah.

Harry pun mendekati Crystal, “Apa yang terjadi?.”

Crystal hanya menggeleng pelan, ia menyandarkan kepalanya pada dada bidang Harry. “Aku hanya lelah.”

Harry mengangkat wajah Crystal, menelusuri setiap inci wajahnya tanpa ada yang terlewat. Harry menangkup kedua pipi Crystal sementara matanya terkunci pada mata coklat Crystal, Harry merapatkan dahi mereka berdua sehingga hanya tersisa sedikit jarak diantara wajah mereka.

“Bisakah kau lebih terbuka padaku?.” Tanyanya lembut.

Crystal merasakan nafas Harry hangat yang menerpa wajahnya. “Daddy akan menceraikan Mommy, jika Daddy bersedia menghadiri pernikahanku.”

Tanpa terasa buliran bening itu pun mengalir tanpa permisi, membuat wajah Crystal mulai membasah. Isak tangisnya sedikit demi sedikit mulai terdengar, Crystal tidak tahan untuk tidak menangis jika melihat Adrine akan terluka lagi.

“Aku tidak mau mereka berpisah, meskipun Daddy tidak menginginkanku tapi setidaknya cintai Mommy tanpa membuatnya terluka lagi.” Crystal terisak, ia menjauhkan wajahnya dari Harry. “Aku tidak tahan jika melihat Mommy menangis.”

Harry mendekap Crystal dalam pelukannya. “Istirahatlah, aku yakin Daddymu tidak sekejam itu. Besok kita akan menjalankan hari yang melelahkan.”

Drrttt....

Dering ponsel milik Crystal membuat sang pemiliknya harus mengangkatnya, Crystal menjauh dari dekapan Harry kemudian meraih ponselnya yang berada didalam tasnya.

“Jangan pikirkan tentang kesepakatan kami lagi berbahagialah besok, aku pasti akan datang bersama Adrine.” Suara Robert terdengar sangat lembut.

“Daddy tidak akan menceraikan Mommy?.” Crystal tidak yakin dengan apa yang dikatakan Robert.

“Tidak, Daddy tidak akan pernah menceraikan Mommymu. Kau adalah putriku sudah kewajibanku untuk datang ke pernikahanmu.”

“Terimakasih karna kau masih menganggapku sebagai putrimu, baiklah aku tutup dulu.” Crystal memutus panggilannya, ia merasa sangat bahagia karna Robert bersedia datang.

Crystal meletakkan ponselnya kembali ke dalam tasnya, ia langsung berhambur kedalam pelukan Harry lagi. “Kau tau, Daddy bersedia datang tanpa menceraikan Mommy.”

“Aku turut bahagia untukmu, sayang.” Harry mengusap punggung Crystal. “Tidurlah besok kita harus bangun pagi sekali untuk mempersiapkan diri.”

Crystal mengangguk dalam dekapan Harry, ia memejamkan matanya kemudian tertidur dipelukan Harry.

Seru ga? Kalo ga seru maapkeun:)

Jangan lupa tinggalkan Like dan Votenya.

Enjoy baby!

1
Daia
lanjut lagi
Fey SheWolf
ceritanya bagus thor tapi sayang hax awal saja ketika sang kakek blm muncul 😏 setelahx menjadi rusak menurut saya karena dzn yg saya nilai chris itu lebih mirip ke istri indosiar yg lemah 🤣
Fey SheWolf
salah satu mafia bodoh setelah Damian terdapat di novel ini 🤦🏼‍♀️ sekian banyakx novel mafia yg gw baca bru 2 novel ada mafia bodoh yg hobby selingkuh dan sering terjebak dlm urusan ranjang 🤣 dimana mana mafia itu kalo sdh jatuh cinta gak mudah dkt dgn wanita lain thor termasuk sahabatx 😏
Yesintha Ginting
semangat thorrr
I am bad
kok jadi teringat Sean ya😕
Cuni Cuni
i❤️ momi
Mlly Ferli
mulai ada getaran ya harry
Fitriani Fitri
lanjut thorrr.......jangan di dengarkan orang sirik itu thorrr....
Nengah Oka
Candra putri cantik banget.
regra amanda
lanjut thorr
Nengah Oka
novel ya bagus
cuman terkesan buru² cerita ya
GK ada pagi siang MLM,
Tri Maryati
nyimak thor
Mien Mey
ah bodoh kabur mlh blik lg
Daia
Lanjut🙏
Daia
lanjut🙏
Daia
lanjut thor🙏
Ruron kristina
ljt thor
Daia
lanjut
Marny Ritto
semangat up nya thor
Dwi Handayani
semangat othor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!