PERINGATAN DIBWAH 17TH JAGAN BACA YA!
(Revisi!)
Cerita ini di mulai dari seorang gadis bernama Venezia zerlyn shaqueena yang mempunyai segudang masalah.
Hidupnya berjalan seperti biasa,sebelum dia mengetahui kekasihnya yang bernama Davin berselingkuh dengan sahabatnya sendiri.
Dalam perjalanan pulang,dia di pertemukan oleh seorang pria bernama Gabriel lysander zeus.Pria dingin yang ternyata adalah seorang mafia.
Bertemu dengan Gabriel adalah masalah besar baginya,namun dia tidak pernah bisa menyesalinya.
Lalu,bagaimana perasaan Zia setelah dia mengetahui kebenaran yang selama ini dia inginkan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitriana putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Thirty chapter
Drtttdrttt
Ponsel Gabriel bergetar,dia segera mengangkatnya.
"Gabriel,saya mendapatkan rekaman cctv di klub dragonsky,ke markas sekarang"cetus Kai
Gabriel mematikan ponselnya,tanpa menjawab perkataan Kai.Dia segera menaiki mobilnya diikuti Elion.
"Gabriel,kalo butuh bantuan lagi,kasih tau gue ya"kata Caca menatap mobil Gabriel yang melaju.
Caca menaiki mobilnya,dia tidak tahu dia harus mencari Zia dimana.Dia khawatir akan terjadi sesuatu,Caca ingin membantu Gabriel tetapi dia harus bagaimana.
Caca tidak mengenal banyak tentang Zia,Zia juga tidak menceritakan semua tentang dirinya pada Caca.
Zia lebih dekat dengan Melodi,Caca tahu itu.Melodi terlebih dahulu berteman dengan Zia di bandingkan dengannya.
Caca menghubungi Fello,mungkin lelaki itu tahu sesuatu karena Fello pernah berteman baik dengan Davin.
"Fello,lo dimana sibuk nggak?"tanya Caca dari sambungan telfon.
"Gue baru selesai kuliah,ada apa?".
"Ada hal yang mau gue tanyain sama lo,bisa ketemuan?"sahut Caca.
...****************...
Jeffan melajukan mobilnya di atas rata rata,dia membanting stir dan berbelok,"Ash sial!"umpat Jeffan.
Jeffan menggambil ponselnya yang berada di bangku samping,ponsel tersebut terus berbunyi,notif chat masuk memenuhi tampilan ponselnya.
Jeffan menekan tombol telfon,menaruh ponselnya pada telinga,"Anda yang menculik dia?,bukannya saya sudah bilang jangan sekarang hah?!"pekik Jeffan emosi.
"Siapa yang kamu maksud?".
"gadis kecilmu itu hilang,bodoh!"bentak Jeffan.
"Brengsek!"balas pria tersebut,mematikan ponselnya sepihak.
Jeffan menyetir dengan satu tangannya,dia membuka ponsel miliknya dan memberi tahu pada salah satu anak buahnya untuk mengerahkan anggotanya mencari dimana Zia.
Bagaimana pun caranya,dia harus menemukan Zia terlebih dahulu.Sebelum orang lain yang berhasil menemukannya.
"Permainan belum selesai Zia,jangan mati terlebih dahulu"gumam Jeffan menatap lurus ke depan.
......................
"Nah,lihat bagian ini"kata Declan menunjukkan sebuah rekaman cctv di laptop.
Declan berhasil mengambilnya bersama Kai.Kemarin,mereka meminta seseorang untuk menyamar dan masuk kedalam klub dragonsky.
"Dimana perempuan itu di bawa?"tanya Elion.
Dalam rekaman cctv mereka melihat seorang perempuan berjalan ke lorong,tempat dimana mereka menemukan ponsel Zia.
Perempuan itu berjalan setengah sadar melewati lorong,hanya itu rekaman yang ada,karena hanya ada satu cctv di tempat tersebut.
"Satu lagi,lihat ini"timpal Kai.
Rekaman yang kedua,menunjukkan seorang perempuan dibawa oleh dua orang lelaki menaiki mobil.Rekaman tersebut Kai ambil,di sebuah gedung yang tidak jauh dari dragonsky.
"Tidak ada cara lain lagi,kita harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana"saran Elion,melihat semua rekaman tersebut kecurigaannya mulai bermunculan.
"Sama seperti rencana awal,harus ada yang masuk kedalam sana"kata Declan.
"Bagaimana jika meminta bantuan pada teman zia tadi?"usul Elion menatap satu persatu teman temannya.
Kai mengusap wajahnya,lelah"Itu terlalu berresiko".
"Lalu harus bagaimana?!"sentak Elion lagi,dia telah memeberi saran namun semuanya tidak ada yang setuju.
"Minta tolong perempuan tadi,yang bernama Caca dan kamu harus menemaninya"kata Gabriel menatap Elion,"Jika kita biarkan dia sendirian,itu juga akan membahayakan dirinya"lanjut Gabriel.
"Saya setuju,bagaimana yang lainnya?"tanya Declan.
"Kita bertiga akan menunggu di luar,jika terjadi sesuatu hubungi kami"tambah Gabriel.
Elion menghembuskan napasnya kasar,tidak ada pilihan lain lagi.Hanya dia yang paling pandai untuk menyamar dan menyembunyikan identitasnya.
"Baiklah baiklah"lirih Elion beranjak pergi.
Gabriel menghubungi Caca dan memberi tahu apa rencananya.
...----------------...
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam,Gabriel mengamati klub dragonsky bersama Kai dan juga Declan.
Caca dan Elion berhasil masuk kedalam klub tersebut.
"Hanya ini satu satunya cara untuk menemukan Zia"celetuk Kai mengamati klub dragonsky dari kaca mobil.
"Dimana kita harus duduk?"tanya Caca
Caca tertegun di tempat,klub dragonsky adalah klub terbesar,banyak sekali orang orang yang berdatangan,terlebih lagi mereka semua terlihat dari keluarga kaya.
Caca melirik sekitaran klub,dia melihat seorang perempuan dengan lelaki yang beradu mulut.Bahkan lelaki itu tidak segan segan meremas daerah intim milik perempuan itu di depan umum.
"Saya sudah reservasi tempat,kita duduk di sebelah sana"kata Elion menunjuk tempat duduk yang mewah.
Perkataan tersebut membuat Caca mengalihkan pandangannya dari pasangan yang sedang bercumbu.
"Gila mewah banget tempatnya"gumam Caca duduk di atas sova.
Elion melepas topi dan kacamata nya,di dalam ruangan cukup gelap jadi tidak mungkin jika ada yang mengenalinya.
"Terus,apa yang harus kita lakuin di sini?"tanya Caca menatap Elion.
"Kita tunggu satu jam lagi"balas Elion menatap jam arlojinya.
"Bagaimana,apa anda menikmatinya?"tanya seorang pria bertubuh kekar,dia berjabat tangan dengan seorang tetinggi
"Tentu,berikan saya satu lagi"balas lelaki tersebutmerangkul kedua perempuan.
"Baiklah,mana yang anda inginkan?"balas pria tersebut.
Elion memusatkan pandangannya dari pria tersebut,dari belakang dia seakan mengenali siapa orang itu.
Pria itu berbalik badan menatap Elion,namun Elion buru buru menarik pinggang Caca.
"Eh,apa yang-?!"kaget Caca mendorong pundak Elion.
Elion melumat bibir Caca dia menarik pinggang Caca menjadikan tubuh Caca berada di bawahnya.
"Sebentar,sepertinya saya mengenal orang itu"batin Damon mendekat ke arah Elion.
Elion merasakan langkah Damon yang mendekatinya,dia mengungkung Caca memperdalam ciumannya.
Elion mencium celekukan leher Caca,dia menarik lengan dress Caca ke bawah.Sebisa mungkin Elion harus menyembunyikan wajahnya dari Damon.
"Damon?!"panggil tetinggi.
Damon berbalik badan dan menghampiri kliennya,"Mungkin saya salah lihat"batin Damon.
"Bagaimana dengan yang di sebelah sana?"kata tetinggi itu menunjuk perempuan berbaju merah.
"Boleh,saya akan segera mengirimnya"ucap Damon.
Elion mendengar perbincangan mereka,mengirim? Siapa yang dikirim dan kemana?.Apa maksud mereka menunjuk perempuan itu,pikir Elion binggung.
Elion melepas ciumannya ketika melihat Damon sudah pergi.Dia membantu Caca untuk duduk,"Ada suatu hal yang harus saya pastikan,ayo!"kata Elion menarik Caca.
Caca mendorong Elion,"Lancang banget sih lo,lo gila,apa maksud lo lakuin hal tadi hah?!"pekik Caca menarik lengan dressnya yang sempat turun,"Lo nggak mau jelasin sama gue,setidaknya lo minta maaf!".
"Saya akan menjelaskannya nanti,cepatlah!"seru Elion menarik tangan Caca.