NovelToon NovelToon
Bukan Manekin

Bukan Manekin

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:70.6k
Nilai: 5
Nama Author: Hana no Megami

Asher terpaksa menerima perjodohan dari orang tuanya untuk menepis gosip yang beredar tentang dirinya. Tetapi dia memiliki trauma yang membuat dirinya tidak bisa melakukan hubungan suami istri. Frandella merasa kecewa dan melimpahkan kekesalannya kepada Asher. Dengan rasa marah dan kesal Asher menyuruh Frandella untuk mencari kepuasaan di luar. Frandella menyetujui tawaran Asher karena dia adalah wanita yang sedikit gila akan ***. Di tengah hati yang gundah Asher pergi ke klub malam dan di sana dia bertemu dengan Jeslyn yang mengajaknya untuk melakukan hubungan one night stand. Asher tidak menyangka bahwa dirinya bisa menjadi laki-laki sejati saat bersama dengan Jeslyn. Bagaimana kelanjutannya? Apakah Asher akan terus mempertahankan rumah tangganya demi reputasinya? Atau malah mencari Jeslyn yang dapat menyembuhkan traumanya? Yuk ikuti ceritanya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana no Megami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbakar api cemburu

Jacob duduk di ruang kerja rumahnya sambil menatap layar ponsel, ia melihat video yang dikirimkan oleh orang yang menjaga Jeslyn. Sebuah video rekaman cctv saat Jeslyn menangis di balkon kamarnya pada malam hari. Hatinya begitu hancur melihat wanita yang ia sayangi terlihat begitu frustasi dan kesepian. Ada perasaan bersalah dan takut kehilangan, karena bagaimanapun juga Jeslyn sudah menjadi bagian dari hidupnya dan Embun. Jacob meletakkan ponselnya dan memijit pelipisnya.

“Sejak kapan dia mengalami mimpi buruk?” Jacob melontarkan pertanyaan kepada Black A12 yang berdiri di hadapan mejanya.

“Sejak mengetahui kebenarannya tuan. Sejak itu pula nyonya mulai mengkonsumsi obat penenang agar bisa tidur.” Mendengar jawaban bodyguardnya Jacob semakin memijit pelipisnya dengan kencang dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar.

“Siapkan keberangkatanku untuk menyusulnya.”

“Baik tuan.”

Black A12 segera meninggalkan ruangan untuk mengatur keberangkatan Jacob menyusul Jeslyn dan Embun. Jacob baru keluar dari penjara sekitar satu bulan yang lalu namun ia belum bisa menghubungi Jeslyn karena ingin menyelesaikan urusannya dengan Michael. Namun setelah melihat video itu ia merasa tidak tahan dan segera ingin menemui Jeslyn untuk melihat keadaannya dan Embun.

Jacob masuk ke dalam kamarnya dan melihat sekeliling, pandangannya tertahan pada tempat tidur ia teringat wanita yang selalu tidur di tempat itu. Saat ini ia sangat merindukan wanita itu. Jacob menggenggam tangannya untuk menahan emosinya lalu ia beranjak menuju balkon kamarnya. jacob merogoh sebungkus rokok di saku celana nya namun ia melupakan sesuatu. Ia tidak membawa korek api jacob kembali masuk ke dalam kamarnya dan membuka laci meja nakas di samping tempat tidurnya. Jacob mengobrak-abrik isi laci tersebut untuk mencari sebuah korek api. Namun aksinya terhenti karena menemukan sebuah obat. jantung Jacob berdetak cepat apakah selama ini Jeslyn sakit dan menyembunyikannya. Jacob segera mengambil ponselnya dan mencari di internet tentang obat tersebut. Namun jantungnya kembali berdetak karena yang ia dapati adalah obat penunda kehamilan.

“Jadi kamu meminum obat sialan ini,” Jacob tertawa dan matanya mulai memerah. “Sebegitu bencinya dirimu terhadapku sehingga kamu tidak ingin memiliki anak denganku. Ya, hidupmu penuh dengan obat-obatan sejak kau bersamaku Jes.” Jacob bermonolong ia segera menekan kontak Jeslyn dan meneleponnya.

“Jeslyn.”

“Jacob.”

“Apa kabar? Apakah kamu hamil setelah apa yang aku lakukan kepadamu tanpa menggunakan pengaman?” Jacob sudah tidak dapat menahan emosinya.

“A-apa? Tidak mungkin aku hamil. Ah ti-tidak, aku tidak hamil. Bagaimana keadaanmu apakah kamu sudah keluar dari penjara?” Jeslyn yang tampak gugup.

“Baiklah aku sudah selesai memastikan sesuatu.” Jacob menutup panggilan teleponnya ia tidak ingin emosinya membabi buta saat ini. Ia meremas obat itu dan melempar ponselnya ke tempat tidur.

.

.

.

Hari telah berganti setelah menidurkan Embun, Jeslyn berjalan menuju kamarnya dan merebahkan badannya di atas tempat tidur. Namun ia merasa belum mengantuk saat itu dan Jeslyn pun mengambil buku sebagai pengantar tidurnya malam ini. Jeslyn membaca buku di atas tempat tidurnya sambil menggunakan kacamata bacanya. Saat sedang fokus mengikuti alur cerita dalam bukunya tiba-tiba saja ia mendengar suara pintu kamarnya sedang terbuka. Jeslyn pun menghentikan aktivitas membacanya dan menatap ke arah pintu kamarnya. Seorang pria yang wajahnya tampak tidak asing sedang berjalan dari pintu mendekat ke arahnya.

“Apakah ini mimpi? Tapi kenapa terasa sangat nyata.”

“Tidak nona, anda tidak sedang bermimpi.” Pria itu berdiri tepat di samping tempat tidur Jeslyn.

Jeslyn melepas kacamatanya dan meletakkannya di atas meja nakas dengan buku yang ia pegang. “Apa kabar Jac? Lama tidak berjumpa.”

“Seperti yang kamu lihat nona.” Jacob mengelus lembut wajah Jeslyn dengan tangan besarnya. Jeslyn hanya diam dan menerima sentuhan dari Jacob.

Namun saat Jacob mendekatkan wajahnya ke arah Jeslyn sontak Jeslyn langsung memalingkan wajahnya. Jacob terdiam dan tersenyum sinis. Ia menjauhkan wajahnya dari Jeslyn dan mengangkat kedua tangannya di udara. Jeslyn yang tampak kikuk segera bangkit dari duduknya.

“Kapan kau sampai? Kenapa tidak memberi kabar.” Jeslyn menjadi salah tingkah dan Jacob masih terpaku di tempatnya.

“Apa kau sudah melupakan aku setelah bertemu dengan mantan kekasihmu?” Perkataan Jacob membuat Jeslyn terpaku dan memandang tajam ke arah Jacob. “Bagaimana rasanya setelah sekian lama tidak berjumpa dengannya? Apa kau sangat menyukainya meskipun hanya dijadikan simpanan?” Jacob mengeluarkan beberapa lembar obat milik Jeslyn ke atas tempat tidur. dan Jeslyn mendelik ke arah obat tersebut sambil menelan ludahnya dengan kasar.

“Apa begitu besar rasa bencimu terhadapku sehingga kau tidak ingin memiliki anak denganku? Atau kau masih berharap untuk kembali pada mantan pacarmu?” Jacob meluapkan amarahnya pada Jeslyn.

“Ku kira hubungan pernikahan kita tak akan sampai sejauh itu Jac apalagi memiliki anak.” Jeslyn yang sudah tidak tahan menjawab semua perkataan Jacob.

“Kau pikir kenapa aku menikahimu? Apa untungnya bagiku kau yang bermasalah dan kau yang membutuhkan bantuanku. Dan aku menikahimu karena memang menginginkanmu apa kamu tidak paham ku fikir kau wanita yang pintar aku tidak menyangka kau sebodoh ini.” Jacob berdecak kesal dengan Jeslyn.

Jeslyn tetap berdiri di tempatnya dan kini bulir-bulir air mata jatuh di pipinya. Ia tidak menyangka bahwa pria yang aneh ini menyukainya. Bahkan Jeslyn tidak menaruh rasa sedikitpun pada pria yang sudah menjadi suaminya ini. Jacob mencengkram wajah Jeslyn dan mendongakkan wajahnya ke arahnya.

“Dengar, kau sendiri yang memilih untuk menikah denganku dan aku tidak pernah memaksamu. Kau sendiri yang menyerahkan dirimu kepadaku maka kau harus bertanggung jawab dengan pilihanmu.” Jacob menyambar bibir Jeslyn dan ********** Jeslyn hanya diam dan tidak membalas ciuman Jacob air matanya terjatuh semakin deras. Dadanya terasa sesak ia teringat apa yang dikatakan oleh Black A12 tubuhnya bergetar dan keringat dingin mulai keluar. Jeslyn mendorong tubuh Jacob dan menamparnya.

Jeslyn mengangkat kedua tangannya ke udara dan berjalan mundur. “Maafkan aku tapi aku tidak bermaksud begitu Jac.”

Jacob yang mulai geram mendorong tubuh Jeslyn hingga terjatuh ke tempat tidur. Jeslyn yang akan bangkit segera di tindih oleh Jacob sehingga Jeslyn terkunci di bawah tubuh Jacob tanpa bisa bergerak. Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa cm saja.

“Tidak, maafkan aku kumohon Jac.” Terlihat ketakutan di mata Jeslyn dan entah kenapa hati Jacob terasa sakit melihat hal itu. Jacob segera melepaskan tubuh Jeslyn dengan cepat ia beranjak keluar dari kamar itu.

Pintu kamar yang dibanting oleh Jacob menimbulkan suara dan getaran yang keras. Jeslyn masih menangis di kamarnya sedangkan Jacob yang berada di ruang tengan mengacak-acak rambutnya merasa frustasi. Entah apa yang merasuki dirinya sehingga ia berbuat kasar terhadap wanita yang dirindukannya. Saat ia baru saja tiba di rumah seorang anak buahnya memperlihatkan video Jeslyn dengan Asher saat berada di taman. Hal itu membuat amarah Jacob memuncak ditambah lagi dengan obat penunda kehamilan yang ia temukan di kamar Jeslyn membuat pikirannya kacau. Api cemburu membakar dirinya hingga ia tidak kuasa menahan emosinya. Kini ia menyesal dengan apa yang dilakukannya kepada Jeslyn.

1
Ryan Jacob
semangat Thor
Hananomegami: Terimakasih atas dukungannya 🫶🏻
total 1 replies
Hananomegami
Mike emang paling sat set dan bisa di andalkan. 🤏🏻
Lina ciello
bravo mike... u soo jenius
Lina ciello
wehhh jebule 🤣
Shinta Dewiana
rumit banget persoalannya...jadi cinta segi 3
Shinta Dewiana
kakaknya yg oon malah nyalahin orang..
Shinta Dewiana
ayoo...siapa lg tu...ketemuannya di kamar hotel..
Shinta Dewiana
hayoo....musnajkan si micheil jg kasih ampun..
Shinta Dewiana
wow...
Shinta Dewiana
itulah hidup penuh dengan perjuangan...jacob terlalu sembrono..
Shinta Dewiana
jacob gila .
Shinta Dewiana
jeslyn lo harus kuat...demi embun..
Shinta Dewiana
jacob sayang sm kakaknya tp istrinya sayang sm ponaan malah cemburu..hedehh
Shinta Dewiana
nyesek rasanya...
Shinta Dewiana
orang tua enggak da ahklak..
Shinta Dewiana
oh ngono toh
Shinta Dewiana
hissss...parah
Shinta Dewiana
jeslyn nasibmu lah....gara2 mabuk 1 malam..jadi menderita ber malam2
Hananomegami: Dia harus bertanggung jawab atas ketololan diri sendiri 😌
total 1 replies
Shinta Dewiana
ansher anak mm ya gitu jadinya kamu..
Shinta Dewiana
aduhai rubah kepala putih .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!