NovelToon NovelToon
Future Husband

Future Husband

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Teen School/College / Persahabatan / Bad Boy / Tamat
Popularitas:41.1k
Nilai: 5
Nama Author: Reyna Octavia

Kehidupan yang pahit di saat remaja, sungguh membuat Keyra sering menangis. Hidup dengan ibu yang sendirian. Karena menolong seorang teman yang dirundung, Keyra menjadi target selanjutnya.

Pertemuan yang tidak sengaja dengan seorang berandalan geng motor, membuat Keyra semakin kewalahan. Ia tidak tahu, dia dengan lelaki itu menjadi semakin dekat. Ternyata, Aprilio sama sakitnya seperti Keyra.

Keyra mau membantu masalah Aprilio, dengan syarat lelaki itu harus sedia melindungi Keyra, selalu.

Bagaimana kisah keduanya melewati kehidupan remaja mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyna Octavia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Hampir

Keyra kelabakan memasukkan alat tulisnya ke dalam tas. Waktu terus berjalan, dia akan terlambat. Keyra bergegas keluar kamar dan menghampiri Aprilio yang sudah menunggunya di luar. Lalu, dia langsung naik ke boncengan motor Aprilio.

Aprilio hanya menatap datar bagaimana ekspresi panik Keyra.

Ini karena kesalahannya sendiri, hang nekat belajar sampai pukul dua dini hari. Akibatnya, Keyra tidak mendengar alarmnya berbunyi. "Ngebut, Vin!" pinta Keyra, sambil menepuk pundak lelaki di depannya.

"Nyuruh gue lo?"

Keyra berdecak. "Iya-iya sorry karena gak dengerin lo." Gadis itu frustrasi. "Buruan! Nanti aja debatnya," katanya.

Aprilio tidak begitu jahat kepada gadis kecil itu. Dia hanya sangat membenci jikalau seseorang mengacuhkan nasehatnya, padahal Aprilio memberi penuturan demi kebaikan orang itu sendiri. "Dengerin gue lain kali," celetuk Aprilio.

Tangan kanan Aprilio menarik gas hingga motornya melesat. Keyra tidak peduli dirinya harus memeluk erat Aprilio, agar lelaki itu cepat menurunkannya di sekolah. Mereka membelah jalan, merasakan angin berhembus kencang ke arahnya.

Lima menit lagi, Keyra langsung turun dari motor Aprilio tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dan kemudian dia berlari cepat.

Aprilio hanya menatap kepergian gadis itu dengan kerutan di keningnya. "Gue gak nyangka bisa ketemu cewek ambisius kayak lo, Key," gumam Aprilio. "Sedangkan gue?"

Aprilio tertawa ringan, menertawai dirinya sendiri. Lalu, ia menaikkan standar motornya, hendak meninggalkan tempat itu.

Keyra berlari sekuat tenaga melewati gerbang sekolah yang hampir ditutup. Bersamaan dengan kakinya menginjak lapangan, bel pun berbunyi membuat Keyra menghela napas lega. Dia mengigit bibir bawahnya karena senang.

Dia sangat takut akan terlambat di hari pertama ujian. Waktunya untuk mengerahkan semua tenaga dan pikiran, dalam mengerjakan soal. Keyra menyukai tantangan.

Suasana kelas senyap karena ujian akan segera berlangsung. Beberapa murid mengobrol pelan dengan teman di sebelahnya. Semua tempat duduk diubah, Keyra berada di samping seseorang yang menjadi bendahara kelas.

Sambil menunggu guru pengawas membagikan kertas ujian, Keyra menyiapkan alat tulis yang akan dipakainya. Jantungnya berdebar kencang karena takut tak bisa menyelesaikan soal-soal itu. Sebab, sejauh ini, ada banyak soal tidak terdapat di buku pelajaran dari sekolah.

Kertas ujian itu telah sampai di tangan Keyra. Dia menghembuskan napas panjang karena semua yang ia pelajari, ada di sana. Keyra melirik sekilas ke samping, bendahara kelas sudah mulai mengerjakan dengan serius.

Keyra mengetuk-ngetuk pelan pulpen di meja yang digenggam tangannya, sembari memikirkan jawaban dari satu soal terakhir.

"Sisa waktu kalian tiga menit lagi. Silakan diteliti kembali!" ujar seorang guru wanita di depan.

Para siswa dan siswi di kelas itu mulai terlihat gelisah. Antara tidak mengerti soalnya dan ragu akan jawaban mereka. Atau seperti Keyra, yang sedang memikirkan jawaban tepatnya.

Keyra memejamkan mata sejenak, mendinginkan kepalanya. Jam pertama sudah menyiksa, kimia.

Untunglah, Keyra mengingat jawabannya di waktu yang tepat. Namun sayangnya, Keyra tidak punya cukup waktu untuk memeriksa kembali semua jawabannya.

Mata pelajaran pertama sudah selesai, jam kedua tidak sama sulitnya. Setidaknya, biologi tak terlalu sulit.

Keyra selesai terlebih dahulu, dia juga sudah memeriksa jawaban. Berbeda dari soal sebelumnya yang sangat sulit. Keyra izin pergi ke toilet karena kepanikan tadi membuat perutnya sedikit tidak nyaman.

Benar-benar di luar nalar, perut Keyra bahkan sampai mengeluh. Sekitar lima menit dia berada di sana, kemudian segera keluar karena ujian akan segera dilanjutkan.

Setelah keluar dari toilet, dia berjalan sendirian di koridor, melewati beberapa kelas. Saat itu, Keyra berpapasan dengan sepasang suami-istri yang menatapnya sambil tersenyum.

Dua orang itu menghentikan Keyra, membuat gadis itu terpaksa harus berhenti juga.

"Kamu Keyra, kan?" tanya wanita itu.

Keyra hanya mengangguk menjawab pertanyaan dari salah satu wali murid di sekolah. Mama dari Nadia, Keyra mengenalnya karena bertemu saat dulu. "Terima kasih ya, kamu sudah memaafkan Nadia," katanya, dia menggengam tangan Keyra. "Kamu baik banget."

"Tante marah banget sama Nadia, tahu. Tapi, tante juga kasihan sama dia karena tahu diskors."

"Dia takut dimarahi papanya, sampai gak berani keluar kamar," ungkap wanita itu. "Kamu kan anak baik, nih. Kenapa kamu engga coba tolong Nadia?"

"Buat seolah-olah cerita bully itu semua bohong. Sebenarnya kamu playing victim," kata wanita itu, dengan mudah.

Keyra tidak habis pikir, dia hanya mengerutkan kening mendengarnya. "Kamu apaan, sih, Ma!" tegur suaminya, menghampiri wanita tersebut.

"Mama mau cari pembelaan buat anak kita!" balasnya. "Kasihan Nadia. Dia aja yang lemah." Wanita itu menujukan pandangannya pada Keyra.

"Mama!" tegur pria tersebut, yang merupakan papa dari Nadia. "Pergi kamu!"

Keyra terkejut mendengar pria itu membentak istrinya.

Wanita itu menghentakkan kakinya kesal, kemudian melenggang pergi. Papa Nadia sampai menghembuskan napas berat melihat tingkah istrinya. "Maafkan istri saya, ya?" kata pria itu.

Keyra hanya tersenyum sambil mengangguk pelan. "Saya juga sudah lelah dengan mereka," ungkap pria itu, memegangi kepala.

Setelah menjumpai kejadian itu, kepala Keyra menjadi penuh dengan pertengkaran mereka. Dia menjadi kalut ketika mengerjakan soal ujian.

.....

Keyra berlari kecil menghampiri Aprilio yang duduk di atas motor. Senyuman lebarnya membuat Aprilio bingung. "Gue seneng banget!" kata gadis itu. Dia bahkan menunjukkan tingkah lucu, memperagakan bahwa dia benar-benar sedang bahagia. "Soalnya gampang-gampang!"

"Lo aja kali yang kepinteran," jawab Aprilio.

"Gue gak mau langsung pulang deh, Vin," ungkapnya.

"Emang gue mau ngajak lo ke suatu tempat."

Keyra melebarkan mata. Mendekatkan tubuhnya hingga menempel di motor Aprilio. "Ke mana?"

"Pet store."

Tempat seperti apa itu? Keyra hanya tahu foto atau videonya saja, tidak pernah pergi secara langsung.

Benar-benar terlihat datang untuk yang pertama kali. Gadis itu berbinar melihat tempat di sekelilingnya penuh hewan-hewan. Kucing. Aprilio mengajaknya ke tempat khusus kucing. "Mau beli, Vin?" tanya Keyra, sambil berjalan di samping lelaki itu.

"Iya," jawab Aprilio. Dia hanya berjalan dengan memasukkan kedua tangan ke dalam saku jaket dan sesekali melirik Keyra.

Gadis itu terlihat sangat menggemaskan. Kecil, pendek, bertingkah lucu karena melihat kucing-kucing itu.

"Lucu banget," ucap Aprilio.

Keyra langsung menghentikan langkahnya dan berbalik. Saat itu juga, Aprilio sadar dengan apa yang telah dilakukannya. "Yang mana?" tanya Keyra.

Aprilio seketika gugup, bingung harus menunjuk ke mana sebagai alih-alih. Karena sebenarnya, dia bukan mengatakan lucu untuk kucing, melainkan Keyra. "I--itu!" Aprilio menunjuk hewan berbulu putih itu. "Gue suka itu," katanya.

Keyra mengikuti arah pandangan Aprilio. "Iya bagus. Bulunya bersih, badannya juga gemuk."

Lelaki itu menjauh dari Keyra, mendekati petugas untuk bertanya untuk mengalihkan. Sungguh, saat ini dia sedang sangat malu. Untungnya Keyra tidak mengerti. "Bodoh banget lo," gerutu Aprilio, mengumpat dirinya sendiri.

"Buat siapa, sih?" tanya Keyra, memangku kandang berisi kucing itu.

"Oyu besok ulang tahun. Gue mau ngasih dia itu," jawab Aprilio.

"Oh, gitu."

"Lo kapan-kapan aja gue beliin."

"Tapi tadi yang di dalem kalah lucu sama punya gue," celetuk Aprilio.

"Punya lo yang udah meninggal itu, ya?"

Mendengarnya, Aprilio menggelengkan pelan kepalanya.

1
AmeeRenn
Yang ditunggu² akhirnya...
Nenk NOER
Lanjut Thor 💪💪💪
Nenk NOER
Mereka tuh saling suka..tp gengsinya tinggi... lanjut Thor 💪💪
Nayaka
,👍👍👍
Nenk NOER
Lanjut Thor...💪💪💪
Harianti Akbar
tragis juga ya, tapi tdk terungkap alasan apa yg melatarbelakangi harita jadi gak peduli ama anak sendiri
Tya Milik Heru
yg ditunggu² akhirnya... /Drool/
Anaknya Baba: coba baca novel Poppen kak, siapa tahu sesuai selera kakak.
total 1 replies
Nining Mutradi
menarik,kehidupan yg sering terjadi nyata,tidak hayalan
Dhesi Triani
lanjut thorr,... jangab lama lama up nya
Dhesi Triani
menarik
Nayaka
suka sama ceritanyaa keren
Yohana Woleka
Author sebaiknya peristiwa pengeroyokan tersebut dilaporkan kepada yang berwajib.
Yohana Woleka
Maaf Thor,sebaiknya saat ini amat tepat bila langsung melapor ke Polisi.Sikap orang2 tersebut keterlaluan.Masa mereka maunya jahati Keyra terus.
Yohana Woleka
Lanjut Thor,tetap asik.
Dhesi Triani
lanjut dong thor
Yohana Woleka
Masa Author tidak mengupayakan agar Sebaiknya author mengupayakan Apllio berkempatan menyaksikan saat si Nadia dkk lagi membuly terhadap Keyra.
Yohana Woleka
Jangan pisahkan Aprillio dengan Keyra.
Diana Nenden
Bagus
Yohana Woleka
Harap Nadia sadar akan buruknya tawaran pekerjaan yang akan diberikan lawan2nya.Tak perlu terima.
Dini Badar
lawan dong key nada ca jgn diam aja
𝕽ҽყyi: pembully kalau dilawan akan jadi lebih tertantang, makanya kebanyakan korban bully cuma diam
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!