Sebelum membaca bantu follow akun Ig: @siutayi
Segala pengorbanan dan penantian daniah terhadap yoga setelah bertahun - tahun lamanya menunggu janji terhadap lelaki yang ia cintai.
Nyatanya itu hanya janji palsu, yang ada yoga melamar delima adik kandung daniah kepada kedua orang tua nya dan itu semua membuat Daniah marah besar dan membencinya. Apakah Daniah akan menemukan belahan jiwa yang tepat?? ataukah akan kembali kepelukan yoga??
Bagaimana kisah Daniah selanjutnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon utayi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 30
"Awas!!!!"
Citttt Brukkk!!!!!
Suara dencitan ban mobil yang begitu terdengar sangat nyaring berhenti tepat depan lampu merah.
Untung saja.
Daniah membuka matanya lebar-lebar, sesuatu tubuh kekar yang memeluknya tepat didepan mobil itu berada.
"tuan..?" lirih nya.
"Kau itu hampir saja ditabrak!!!! apa kau tidak bisa lihat jalanan hah?!!! bagaimana kalau kau mati?!!!" Teriak Jae Hwa dengan tatapan mata memerahnya.
"Woy kalau jalan itu hati - hati dong!!! Awas minggir mobil saya mau lewat!!!!" teriak seseorang dari balik jendela mobilnya dengan emosi.
"maaf." Ucap Daniah.
Jae Hwa menariknya, masuk kedalam mobilnya yang ada disamping tepat lampu merah tadi.
Karena ia tidak sengaja melihat Daniah. Dan apa yang akan terjadi pada wanita itu, ia menyampingkan mobilnya asal demi menyelamatkan wanita itu.
"Hikssss, aku benar - benar bodoh!" Tangis Daniah tiba - tiba pecah. "aku tidak akan mengulangi nya lagi." Ucap Daniah memukul kepalanya sendiri.
"Sudah jangan nangis, dasar cegeng!" Jae Hwa menyodorkan selembar tisu. "lap ingusmu, " Ucap Jae Hwa.
"tidak perlu tuan," Daniah menggunakan pakaian nya mengelap ingusnya. "Gila nih cewek, benar jorok banget." batin Jae Hwa.
••
Setelah lama perjalanan, karena lokasi pantai yang dikunjungi Daniah menuju ke Jakarta pusat sangat begitu jauh menempuh perjalanan 4 jam. Kini mereka sudah berada di depan rumah milik Jae Hwa.
"Cepat turunlah.... astaga, dia tertidur?" Jae Hwa menyadari Daniah tertidur begitu sangat pulas.
Jae Hwa tersenyum geli, "Dia cantik jika sedang tertidur." Seketika Jae Hwa mengelus pipi mulus Daniah dengan jari telunjuknya dan tanpa disadari wajah nya begitu sangat dekat sehingga suara hembusan nafas mereka terdengar saling bersahutan.
Tin... tin.... tin.....
Suara klakson mobil yang memekik kencang mampu membangunkan para ibu - ibu komplek yang ada disamping rumahnya. Tetapi seperti nya kali ini aman, karena beberapa rumah sekitar nya pada ribut dengan suara dentuman musik yang merusak gendang telinga.
"Ah sial, apa yang aku lakukan." Umpat Jae Hwa memejamkan mata nya setelah mematikan bunyi klakson mobil nya.
Ia turun dari mobil nya membuka pintu mobil sebelahnya, mengendong Daniah dengan perlahan-lahan agar ia tidak bangun menuju rumahnya.
"Tuan sudah pulang." Ken muncul dari balik pintu. "Ken kau kembalilah ke kantor, gantikan aku meeting hari ini." Jae Hwa langsung saja berjalan menuju kamar nya tanpa menunggu jawaban dari Ken.
"Tuan jarang sekali membawa wanita lain selain kekasihnya. Ada hubungan apa antara tuan dengan wanita itu?" batin Ken.
"Darrrr."
Ken melirik wanita yang mengejutkan nya itu dari belakang dan tersenyum manis kepada nya.
"Kenapa kau tidak terkejut sama sekali sih??" Tanya Nana dengan mencibikkan bibir nya gemas. "Karena aku spesial." Ucap Ken datar.
"Dimana kakak?? sudah pulang kah??? aku ingin menemui nya."
Ken hanya terdiam, memandang Nana sekilas dan pergi begitu saja.
Nana menggeram kesal, disaat seperti ini. Ken mengacuhkan nya, tidak menjawab pertanyaan nya.
"Dasar manusia beton!" teriak Nana.
"Hey tunggu aku!!!" teriak Nana mengejar Ken yang sudah masuk kedalam mobilnya dan Nana ikut masuk kedalam mobilnya, duduk disamping nya.
"Turun!" pandangan Ken kedepan. "tidak mau!" Jawab Nana memandang wajah Ken yang duduk menyamping.
"Ishhhh, kau itu maumu apa sih hah?!!!" Seru Ken, kini memandang wajah Nana secara detail.
Nana menangkup wajah Ken dengan kedua tangannya, mereka saling beradu pandang beberapa detik.
CUP
••
Jae Hwa setelah merebahkan tubuh Daniah dikamarnya, seketika itu juga telepon milik Daniah berbunyi.
Tetapi yang mendengar nya sedang duduk di sofa, fokus mengetik sesuatu dilaptopnya dengan kacamata terpasang dikedua matanya.
Deringan ponsel itu semakin lama semakin keras berbunyi. "Arghhhhh, " Jae Hwa mengerang emosi dan berjalan ke arah meja membuka tas milik Daniah dan melihat si penelepon ponsel milik Daniah.
MY YOGA
"My yoga?" pikirnya. Ia mengerutkan keningnya, seketika mengingat sesuatu. "Ah ternyata sahabat lamaku," Jae Hwa tersenyum menyeringai.