Aisyah dan Abidzar mereka tidak bisa menghindari takdir yang sudah di buat oleh orang tua nya.
Di mana mereka di jodoh kan tanpa bisa membantah sedikit pun.
Karena perbedaan usia yang lumayan jauh membuat mereka berdua jarang bertemu.
Dan jalan tengah nya adalah Abidzar harus mengikuti kegiatan Aisyah.
Pernikahan telah ditentukan meskipun Asiyah masih memakai seragam sekolah.
Di hari pengumuman kelulusan semua nya menjadi tidak terkendali, karena hubungan mereka tersebar luas di sekolah tersebut.
Banyak yang menganggap jika perbuatan mereka itu salah.
Hingga akhirnya pemilik sekolah harus turun tangan, untuk menangani kasus tersebut.
Jalan apa yang akan mereka ambil untuk menyelesaikan makalah tersebut?.
Banyak pelajaran yang bisa di petik dari cerita ini.
Jadi ikuti terus.
💞💞💞💞
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Silvi mungil0707, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kau siap
Hari ini entah kenapa Giska selalu membuat Aisyah kesal.
Ini, dan itu harus berhubungan dengan Aisyah.
Dan itu mampu menguras tenaga Aisyah.
Baik secara emosi atau pun secara tenaga.
Tapi semua itu ia tahan.
Karena belum saat nya ia bereaksi.
Ada hal yang harus ia lakukan hari ini selain menghadapi Giska.
Yaitu berita tentang ia menjadi simpanan di kampus itu sudah menyebar tanpa bisa ia cegah.
''Sebenar nya apa yang terjadi,'' gumam Aisyah heran.
Karena ia tidak menyangka gosip itu berjalan dengan sangat cepat.
Dan ia langsung menghubungi sang suami.
Untuk menanyakan apa yang harus ia lakukan karena ia tidak ingin mendapat kan masalah.
Karena memang identitas nya sangat di rahasia kan.
Tapi ia tidak mendapat kan jawaban.
Sedangkan ia sudah di tatap sedemikan rupa oleh semua orang yang ada di kampus tersebut.
''Ini berita kenapa gak jelas banget sih,'' ucap Fika pada Megan.
''Biarlah lagian berita itu tidak akan pernah membuahkan hasil,'' jawab Megan.
''Bagaimana dengan pak Abidzar?'' tanya Megan.
''Dia tidak bisa di hubungi,'' jawab Aisyah.
''Biar lah lagian aku gak rugi, mau mereka ngomong apa ngomong tentang ini, dan itu aku tidak peduli.
Belum juga ia harus menyelesaikan beberapa tugas, hari ini adalah hari yang menyebalkan untuk Aisyah.
''Kenapa kamu gak lawan aja sih,'' Heram Megan.
''Sudahlah hari ini aku ingin menyelesaikan semua tugas, setelah itu aku bisa pulang," jelas Aisyah karena bagaimana pun tidak ada kelas lagi setelah ini.
Mau tidak mau Fika dan Megan setuju, setelah beberapa menit merasa serius Fagan duduk di sebelah Fika.
Mereka hanya menoleh tanpa berniat ingin menegur Fagan.
Karena posisi nya mereka sedang berada di perpustakaan.
Setelah semua nya beres mereka ingin keluar, tapi di tahan oleh Fagan.
''Kenapa?'' tanya Aisyah penasaran.
''Di luar ada Giska, dan aku yakin dia akan mencari gara gara sama kamu," jelas Fagan.
Baru lah merasa paham.
''Jika kamu ingin di bully silahkan keluar," lanjut Fagan.
Karena ia tau Aisyah sangat keras kepala.
Tapi sekarang tidak lagi Aisyah memilih untuk tetep berada di perpustakaan sampai Giska benar benar pergi.
Sudah hampir dia jam mereka berada di perpustakaan tapi tidak ada tanda-tanda mereka semua akan keluar, untung lah mereka membawa laptop setidaknya mereka bisa menonton meskipun harus menggunakan handset.
Itu jauh lebih baik dari pada harus menghadapi Giska.
Setelah bosan mereka semua bertukar pesan.
Hanya Fagan yang menikmati peran nya, karena ia sedang mengerjakan beberapa pertanyaan.
''Kamu tidak ingin pergi bulan madu?" tanya Megan pada Aisyah di group.
"Tidak ada waktu untuk itu, suami ku sedang sibuk, aku juga harus kuliah, jadi kita tidak pergi," jelas Aisyah.
''Apakah pak Abidzar tidak bertanya tentang itu."
Aisyah menggeleng kan kepala, dan menjawab.
''Dia bilang tunggu aku libur kuliah,'' jelas Aisyah.
''Kalau begitu persiapan kan diri mu, bukan kah satu Minggu lagi kita tidak akan sibuk, kuliah juga tidak padat," jelas Megan.
''Apakah bisa?" tanya Aisyah ragu.
''Pasti bisa," jawab Fika.
''Tapi saat ini suami ku sedang sibuk," jawab Aisyah.
''Kalau begitu berdoa saja, aku yakin dia tau semua jadwal mu secara kampus ini milik nya, jadi jika pak Abidzar ingin pergi kamu tinggal bersiap-siap," bala Fika.
Setelah itu Aisyah mengajak nya untuk pergi, entah di sana masih ada Giska atau tidak diri nya sudah sangat lelah, jika pun dia ingin cari gara gara ada di Fagan di dekat nya, jdi tidak perlu khawatir lagi.
Aisyah pergi memang Giska sudah tidak ada, tapi ada Kevin yang sedang berjalan ke arah nya.
Dan mau tidak mu Aisyah menelpon sang suami berharap Abidzar menjawab nya jika pun tidak Aisyah akan pura pura menelpon, sudah cukup hari ini ia lelah jika harus menghadapi beberapa orang lain lagi.
Sekali pun orang itu tidak akan menggangu, tapi Aisyah tidak bodoh, ia tau apa yang di harapkan Kevin.
Data sorot nya aja sudah jelas, tapi Aisyah tidak ingin kegeeran jadi lebih baik pura pura tidak tau.
Tapi untung lah dering ke tiga telpon nya di angkat oleh Abidzar.
''Selamat sore, Baby,'' jawab Abidzar .
''Sore Honey," balas Aisyah yang sengaja mengeraskan suara nya.
Sedang kan Kevin yang mendengar itu langsung mematung karena ia masih tidak menyangka jika Aisyah akan berkata seperti itu.
''Kamu sudah punya kekasih ?'' tanya Kevin gagal.
Aisyah tidak menjawab ia langsung meninggal kan Kevin begitu saja, tak lupa ia tersenyum, dan mengangguk kan kepala nya sebagai jawaban.
Karena sat ini posisi nya Abidzar, dan diri nya sedang telponan ia tak ingin sang suami cemburu buta, dan jika itu terjadi diri nya yang kn rugi nanti malam.
Ah memikirkan nya saja sudah membuat nya merinding tapi tak bisa di pungkiri ia juga merasa senang melakukan nya.
Entah Aisyah dapat kekuatan dari mana tapi saat pergulatan itu terjadi diri nya bisa mengimbangi Abidzar mau berapa ronde pun Aisyah ayo.
''Aisyah tunggu.'' Panggil Kevin.
Aisyah tidak menjawab, dan juga tidak menghentikan langkah nya.
''Tunggu,'' linta Kevin yang saat ini sudah ada di depan nya.
''Aku hanya ingin membahas tentang donasi itu ,'' jelas kevin.
''Kalau begitu bicara kan saja pada bang Fagan dia juga akan ikut, begitu pun juga dengan mereka,'' jelas Aisyah.
''Abang adek duluan ya, ini kata nya kak Kevin mau bahas tentang donasi itu, Abang atasi ya, adek sudah di tunggu ," jelas ," panggil Aisyah.
''Baik dek hati hati salam sama Abidzar ,'' jawab Fagan.
Aisyah Hanya mengangguk.
''Fika, Megan aku duluan, assalamualaikum ,'' pamit Aisyah.
''Hati hati waalaikum salam,'' balas kedua nya.
Dan setelah itu Aisyah berlari karena ia sudah kangen dengan sang suami tercinta.
''I miss you my husband,'' ucap Aisyah.
Abidzar yang mendengar itu hanya tersenyum.
''Jika kamu kangen kita bisa memulai di sore hari,'' jawab Abidzar menggoda sang istri.
''Mau bagaimana lagi sebagai seorang istri harus patuh kan,'' jab Aisyah.
Dan setelah itu Aisyah memetik sambungan telpon nya karena saat ini ia sudah berada di dekat mobil sang suami.
Cukup untuk hari ini bestie.
''Kamu siap ?'' tanya Abidzar.
''Selalu.'' Jawab Aisyah.
Maaf ya besti author baru muncul.
Semoga kedepannya bisa Istiqomah lagi up amin.
Author lagi butuh saran untuk cerita ini agar lebih berwarna lagi, mohon saran nya bestie.
Sudah lama gak nulis jadi mohon maaf jika banyak typo lagi menyesuaikan diri lagi hehehehe.
Semoga kalian semua sehat begitu pun juga dengan author.
Amin.
Bye bye semua.
semangat aisyah.. 💪💪💪💪💪