NovelToon NovelToon
Aku Mencintaimu

Aku Mencintaimu

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Diana Ana

Di bumbui Cerita 21++

Tak kusangka aku bisa mencintaimu.

Semenjak kejadian yang menimpanya malam itu. Arana harus kehilangan kesuciannya yang telah Ia jaga selama 23 tahun.

Karna kejadian yang meningpanya malam itu Arana harus menerima kenyaatan pahit. Kekasih yang sangat Ia cintai pergi meninggalkannya begitu saja.

Arana di perkosa oleh seorang
pemuda yang tidak Ia kenal.

Apakah Arana bisa menemukan pemuda yang telah merampas kesuciannya?...
Dan apakah Arana bisa membalas cinta orang yang telah merampas semuanya darinya? ketika pemuda itu mengatakan Aku Mencintaimu Arana.

Ikutin terus ya Cerita Cinta Manisku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30.Pelukan Steven.

Steven ikut terlelap sambil memeluk tubuh mungil Arana,

hingga pagi Steven tidak melepas pelukannya dan itu membuat Arana terkejut

ketika terbengun dari tidurnya.

“He—em.” Arana mengeliat sambil membuka kedua matanya dan

terkejut melihat wajah Steven yang begitu sangat dekat dengan wajahnya “Stev.

Apa yang kamu lakukan? Dan kenapa aku bisa tidur di sini?” bertanya sambil

melihat wajah Steven yang kini masih setia menutup kedua matanya.

“Sudah, nanti aku jelaskan semuanya.” Berkata dalam keadaan

menutup kedua matanya karna saat ini Steven masih mengantuk  “Sekarang kamu tidur lagi.” Steven kembali

memeluk erat tubuh Arana sambil menepuk pelan kepalanya berharap agar Arana

kembali terlelap bersamanya.

Arana yang mulai heran melihat tingkah Steven yang semakin

hari semakin perhatian agak sedikit bingun dengan semua yang di lakukan Steven

padanya. Perhatian yang berlebihan menurut Arana, karna sebelumnya Steven tidak

pernah seperthatian seperti itu kepadanya.

“Stev, lepas! Aku ingin bangun, apa kamu lupa?” menatap

“Hari ini hari apa?” Arana menatap wajah Steven ketika mengatakan itu.

Steven yang mendengar ucapan Arana membuka mata, namun tidak

melepas pelukannya, Steven menatap wajah Arana yang kini terlihat sangat dekat

dengan wajahnya, bahkan Steven bisa merasakan napas Arana yang mengenahi

lehernya.

“Hem.” berpikir “Memangnya hari ini ada apa?” Steven menatap

wajah Arana yang kin sangat dekat dekat dengan wajahnya.

“Lepasin dulu, baru aku katakan.” Arana berusaha melepas

pelukan Steven.

“Enggak! Aku tidak akan melepaskan pelukan aku kalau kamu

tidak mengatakannya.” Steven semakin mengeratkan pelukannya dan itu membat

seluruh tubuh Arana menempel di tubunya.

“Stev, apa yang kamu lakukan?” menatap “Apa kamu sadar? Apa yang

telah yang kamu lakukan saat ini?” Arana mencoba mengingatkan Steven dengan

hubungan yang telah di jalaninya saat ini.

“Aku sadar, kalau saat ini aku telah memeluk tubuh istriku. Apa

ada larangan seorang suami memeluk tubuh istrinya. Kalau ada coba jelaskan

siapa orang bodoh itu?” Steven menatap lembut wajah Arana ketika mengatakan

itu.

Arana yang mendengar ucapan yang keluar dari dalam mulut

Steven mersasa sedikit senang dan juga heran, kanapa Steven tiba-tiba berubah baik

dan perhatian seperti itu, bahkan Steven selalu berkata istri dan suami dan itu

membuat wajah Arana sedikit memerah karna merasa malu.

Karna merasa malu mendengar ucapan Steven, Arana yang

tadinya selalu berusaha melepas pelukan Steven kini membenamkan wajah, bahkan

menyembunyikan wajahnya di dada bidan Steven karna merasa malu.

“Nah begitu jadilah istri yang baik, lembut dan perhatian

sama suami dan bahkan menuruti apa keinginan suami.” Steven mengelus lembut

rambut Arana ketika mengatakan itu, dan itu membuat Arana semakin heran dengan

semua yang Steven lakukan padanya.

Arana mulai berpikir, kalau Steven berubah, karna mulai

menerima hubungan pernikahan ini dengan baik dan entahlah. itulah yang

terlintas dalam pikiran Arana saat ini.

“Stev.”

“Hem. Apa?”

“Apa kamu ingat hari ini hari apa?” Arana mengatakan itu

masih menyandarkan wajahnya di dada bidan Steven.

“Tidak, aku tidak tau ini hari apa.” Steven kembali memeluk

tubuh Arana ketika selesai mengatakan itu.

“Hari ini pernikahan Michel dan Aditya. Apa kita akan

menhadirinya?” tanya Arana pelan.

“Apa!” terkejut “Hari pernikahan Michel dan Aditya?” melepas

pelukan lalu melihat wajah Arana “Apa kamu baik-baik saja?” Steven berpikir

Arana masih terpengaruh dengan mantannya itu, karna setau Steven, Arana begitu

sangat sakit hati dengan mantan pacarnya itu.

“Tidak. Bahkan aku senang karna di bisa bertanggun jawab

dengan apa yang telah di lakukannya.” Menatap wajah Steven ketika mengatakan

itu.

Steven yang mendengar ucapan Arana tersenyum sambil berkata.

“Nah, begitu Dong! Itu baru namanya Nyonya Steven Abrahan.” Steven mengecup

lembut dahi Arana ketika selesai mengatakan itu.

Dan itu membuat hati Arana menghangat seketika di tambah

ucapan Steven yang mengakuinya sebagai Nyonya Steven Abrahan, Arana merasa

sangat senang mendengar itu semua.

“Nah, sekarang kita bangun untuk membersikan diri, lalu kita

ke rumah orang tua kamu, kita perlihatkan kepada seluruh anggota keluargamu dan

bahkan kepada dunia kalau kamu bahagia hidup bersamaku, dan bahagia menjalani

hidupmu sebagai Nyonya Steven Abrahan.” Steven terdengar bangga mengucapkan itu

semua.

Dan itu membuat Arana kembali merasa senang dengan semua

yang Steven katakan. Arana mulai berangjak dari tempat tidur, karna ingin segera

membersikan diri, namun Steven kembali menarik tanganya dan itu membuat Arana

terjatuh di atas tubuh Steven.

“Ahh” terkejut “Ste—v, apa yang kamu lakukan?” Arana menatap

wajah Steven ketika terjatuh di atas tubuh Steven.

Steven yang mendengar ucapan Arana bukannya menjawab, justru

mengusap wajah Arana dengan sangat lembut, dengan pandangan mata yang sulit

Arana katakan, dan bisa di katakan pandangan mata Steven ketika menatap wajah

Arana penuh dengan cinta.

Steven kembali mengecup lembut dahi Arana sambil berkata “Aku

sangat menyayangimu Ara.” Steven mengatakan itu dengan nada suara lembut dan

itu membuat Arana terdiam seketika, menikmati kecupan lembut Steven mendarat di

dahinya.

“Sudah Stev, aku mau mandi.” Arana menghilangkan rasa gugup

dalam dirinya dengan mengatakan itu.

Karna jujur saat ini jantung Arana rasanya ingin keluar

melompat-lompat ketika mendengar ucapan lembut Steven barusan.

“Mau aku bantu? Eh, maksud aku mau aku temani mandi.” Steven

tersenyum jail ketika mengatakan itu.

“Jangan bicara aneh-aneh ya Stev.” Arana merasa malu dengan

apa yang tengah di katakan Steven kepadanya karna menurut Arana sikap Steven

mulai berlebihan terhadapanya.

“Tidak berlebihan, cuman satu kelebihannya. Suami cuman

minta ingin menemani istrinya mandi.” Steven terkekeh setelah mengatakan itu,

karna ia juga seperti orang kurang waras ketika mengatakan hal itu kepada

Arana.

“Ste—v, kamu itu kenapa?” heran “Tingkahmu semakin hari

semakin aneh, dan semakin mesum. Apa terjadi sesuatu di otakmu? Korslet maksudku.”

Arana tertawa melebar ketika mengatakan itu.

Dan itu membuat Steven menatap tajam ke arahnya, karna

mengatainya Korslet. “Apa! Kamu mengataiku Korslet?” Steven bangun dari temapt

tidur lalu melompat turun dan lansung menangkap tubuh Arana yang berdiri di dekat

tempat tidur dan mendorong tubuh Arana ke dindin kamarnya dan itu membuat tubuh

Arana terbentur pelan.

Steven menatap ke arah wajah Arana yang dan Arana menatap

terkejut ke arah wajah Steven saat ini.

“Apa yang ingin kamu lakukan.” Arana berusaha melepas

penganngan tangan Steven yang ada di bahunya.

Steven yang mendengar ucapan Arana, bukannya melepas justru

langsung menyerang bibir Arana dengan begitu sangat lembutnya.

Arana yang mendapat serangan tiba-tiba dari Steven merasa

sangat terkejut karna merasa sangat terkejut Arana membuklatkan matanya

sempurna karna ini adalah ciuman ke dua Steven selama mereka hidup bersama.

“Maafkan aku Ara.” Ucapan Steven di cela-cela ciumannya.

Arana yang mendengar permintaan maaf Steven hanya terdiam,

karna menurut Arana, Steven meminta maaf dengan apa yang telah di lakukannya

saat ini.

Steven semakin memper dalam ciumanya dan bahkan saat ini

tangan Steven mulai memasuki baju tidur yang Arana kenakan dan mulai bermain di

bagian kenyal Arana, dan itu membuat Arana mengeluarkan desahannya.

Steven tidak berhenti di situ saja, kini bibirnya mulai

bermain di leher jenjang Arana dan membuat tanda kepemilikan di sana. Dan mungkin

cara Steven bermain di leher Arana terlalu hebat dan itu membuat Arana

berteriak kesakitan

“Auu, Stev. Sakit.” Memukul kepala Steven “Hentikan sudah

cukup!”

Steven yang mendapat pukulan di kepalanya menhentikan

aksinya, karna merasa sakit, sakit ketika Arana memukul kepalanya. Sementara Arana

lansung berlari masuk ke dalam kamar mandi ketika Steven melepas pautan

bibirnya dari lehernya.

Steven yang melihat Arana berlari masuk ke dalam kamar

mandi, ikut berlari karna ingin menyelesaikan apa yang baru saja di mulainya. Namun

sialnya Arana keburu masuk ke dalam kamar mandi lalu mengunci pintu dari dalam.

“Ara.” Mengetuk pintu kamar mandi  “Buka pintunya dong! Suami kamu juga ingin

ikut masuk mandi. Ara.” Steven tidak berhenti mengetuk pintu, namun Arana tidak

membuka pintu kamar mandi untuknya.

“Ah” mengacak rambut “Tidak terselesikan” kesal “Ini bisa

membuat aku sakit kepala seharian jika aku tidak menyelesaikannya. Tapi?”

berpikir “Aku juga tidak mungkin memaksa Arana untuk melakukan ini,yang ada

jika aku memaksanya dia akan takut dan benci kepadaku.” Steven berjalan ke arah

tempat tidur ketika mengatakan itu, sambil menunggu Arana keluar dari kamar

mandi dan setelah itu ia akan mandi.

Sementara di dalam kamar mandi, Arana menatap bekas tanda

merah yang ada di lehernya, bekas yang baru saja Steven buat yang menandakan

kalau dirinya itu milik Steven.

“Apa yang Steven lakukan?” tersenyum bahagia “Apa Steven

sudah mulai menerima pernikahan ini? Bahkan sikapnya selama beberapa hari ini

mulai sangat berubah, lebih perhatian, lebih menyayangiku, rajin mengecup

dahiku dan bahkan selalu mengankatku naik ke atas tempat tidurnya dan memelukku

hingga pagi, dan saat ini jika aku masih berdiri di hadapannya mungkin Steven

akan melakukan kewajibannya sebagi seorang suami dan aku menjalanikewajibanku

sebagai seorang istri” Arana menutup wajahnya dengan kedua tangannya karna

merasa sangat malu dengan apa yang baru saja Steven lakukan padanya.

 Iya itulah yang Arana

rasakan selama beberapa hari belakangan ini, sikap lembut, perhatian, bahkan

Steven seperti memperlihatkan cinta untuk Arana.

Selesai membersikan diri, Arana berjalan ke arah tempat

handuk yang biasa ia gantung namun sialnya lagi, handuknya itu semalam ia

letakkan di sampin sopa yang selalu ia tempati untuk tidur.

“Ya, ampun” menepuk jidat “Apa yang harus aku lakukan?”

kembali menatap tempat handuk yang biasa ia tempati untuk mengantungnya “Tidak

mungkin aku keluar dalam keadaan polos seperti ini yang ada Steven akan mengetawaiku

dan bahkan sampai?...eh apa yang aku pikirkan? Kenapa aku sampai berpikr

seperti itu.” Arana ikut bingun dengan pemikirannya saat ini yang menurutnya

ikut mesum sama yang selalu ia katakan kepada Steven.

Tampa berpikir panjang Arana membuka pintu kamar mandi

dengan cara membuka sedikit-sedikit, lalu melihat sekelilin dalam kamar dan

melihat Steven yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur.

“Stev” memanggil “Tolong ambilkan handuk itu.” Menunjuk ke

arah handuk yang ada di sampin sopa.

Steven yang mendengar ucapan Arana, bukannya berjalan ke

arah handuk justru ia berjalan ke arah pintu kamar mandi dan berdiri tepat di

depan Arana saat ini yang tengah mengeluarkan kepalanya sedikit.

“Stev, tolong” merengek “Ambilkan.”

Steven yang mendengar rengekan Arana tersenyum jail berkata.

“Kamu mau handuk itu?” menujuk ke arah handuk “Ya sudah keluar dan ambil.” Kembali

tersenyum ketika selesai mengatakan itu.

Dan itu membuat mata Arana kembali membulat dengan apa yang

baru saja Steven katakan padanya. “Ste—v” kesal “Jika kamu tidak mengambilkan

handuk itu untukku, kamu jangan pernah mengajak aku berbicara selama sebulan.” Marah

“Dan kalau perlu aku akan tinggal di rumah orang tuaku” mengancam.

Steven yang mendengar ancaman Arana merasa takut, takut jika

Arana sampai ingin menginap di rumah orang tuanya dan itu bisa membuatnya tidak

bebas melakukan apapun yang di inginkannya.

Karna Steven tidak ingin hidup jauh-jauh dari istrinya,

istri yang begitu ia sayangi, istri yang tidak pernah mengetahui kalau semua

yang terjadi padanya adalah ulah Steven suaminya.

“Baiklah Nyonya. Jangan marah ya.” Steven berjalan ke arah

handuk yang ada di sampin sopa dan kembali membawa handuk untuk Arana “Ini. Nyonya.”

Tersenyum manis melihat wajah Arana yang kini terlihat kesal.

Arana mengambil handuk dari tangan Steven dan kembali

menutup pintu kamar mandi lalu keluar dengan menggunakan handut melilit di

tubuh kecilnya.

“Jangan menatapku seperti itu!” Arana mengatakan itu kepada

Steven karna melihat mata Steven selalu melihat ke arahnya yang kini hanya

mengenakan handuk “Masuk sana mandi!” nada suara kesal.

Dan itu membuat Steven merasa takut mendengar ucapan Arana

yang terdengar tegas menurutnya. Dan bahkan saat ini Steven berpikir bahwa

dirinya akan termasuk dalam kategori suami-suami takut istri.

Arana yang melihat wajah takut Steven masuk ke dalam kamar

mandi terkekeh, karna wajah Steven terlihat lucu menurutnya. Arana juga tidak

menyangka kalau Steven akan takut padanya bahkan menuruti keinginannya.

“Benar-benar berubah.” Arana tersenyum senang ketika selesai

mengatakan itu.

Arana mulai merias wajahnya secantik mungkin, karna ingin

pergi ke acara pernikahan Michel dan Aditya.

Steven yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya, keluar

dari dalam kamar mandi, hanya mengenakan handuk melingkar di pinggannya lalu

berjalan ke arah lemari tampa berkata sepata katapun kepada Arana.

Arana yang melihat Steven dari pantulan cermin juga terdiam

karna takut mengajak Steven berbicara di saat Steven hanya mengenakan handuk. Takut

jika tingkah jail Steven kumat dan itu akan menjadi drama yang panjang menurut

Arana.

Steven mengeluarkan dua kotak pakaian dari dalam lemari yang

sempat kemarin malam ia beli untuknya dan juga Arana, dan tidak menyangka jika

gaun yang ia beli untuk Arana akan ia kenakan untuk menghadiri acara pernikah

saudari tirinya. Karna jujur Steven lupa untuk acara pernikahan itu.

Dan mungkin Steven lupa karna ia hanya sibuk mencari cara

untuk membuat Arana bahagia.(Menurut Author)^_^

“Ara. Coba kamu coba gaun ini.” Berjalan ke arah lemari hias

karna saat ini Arana masih merias wajahnya “Dan semoga ukurannya cocok.” Meneyrahkan.

1
Iqbal Ika
bgus
Yesi Yupita
refleks nyanyi apa salah ibuku dirundung pilu
Winsulistyowati
Kasihan Thor...Moga Dia Tanggjwb Yo Thor Pd Arana..
🌻Ruby Kejora
di sini rupanya rame sekali Kak Salam kenal dan salam sukses buat kakak💐😄
bundan@ furqan
ika widya
udh lma bgt g up thor kn pnasaran dgn klnjutn crtany thor
Queenamila
tanpa thor bukan tampa
👸🏻🌹🎆Nana ConLey💫
akibat Michel jg yg terlalu ambisi merebut pcr org
alhasil skrg menderita hati dah 🤪🤪
Anita Rahayu
jgn lma2 upnya dah 1thun thor
Yanthi Chahya Yustikarini
seruuu
Ms Dahlia
alo.. aq mampir..
aq dah baca sinopsis, MW mau ralat dikit ya Thor🤭

usia kuliah S1 itu kalo dari tamat SMA itu rata2 18-22 tahun. kl udah 23 berarti mahasiswa abadi 😂
Cristin Tasinem
ayo lanjut Thor jangan kelamaan jeda nya
Liany Sayda
lanjut
Betty Yunita Yunita
Kira2 up ny masih lama ya thor....
Rommy Wasini Khumaidi
kenapa gk jujur aja sama steven,kalao ara diperkosa
Itoy Bintanx
kalo di pikir2 ini byk terkejut ny
Betty Yunita Yunita
Thor betapa ny jangan lama2 dong
Siti Sadiyah
lanjut
Siti Sadiyah
#####################
Eti Guslidar
aditya. hhhhhh
Eti Guslidar
suami yg penyayang.. mauuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!