Estelle Gabrielle, Vampir berusia 2500 tahun bangkit kembali dari tidur panjangnya di tahun 2022. Ia terbangun karena janjinya untuk menemukan kembali kekasihnya, saat ia bangun peradaban sudah berubah, tidak hanya ia kebingungan ia juga kesulitan untuk bertahan hidup di dunia modern.
Ia kebingungan karena di dunia yang sudah modern ini berbeda jauh dengan jaman dulu saat ia masih berjaya. Ia bahkan tidak tahu apa itu uang, karena jaman dulu ia membayar sesuatu dengan emas. Ia terus sembunyi di lorong kereta api bawah tanah setelah bangun dari tidur panjangnya. Ia hanya akan keluar mencari makan saat hari sudah gelap.
Beruntungnya sebelum ia tertidur panjang, ia membawa serta beberapa barang berharganya, seperti emas dan perhiasan juga sebuah kalung berharga pemberian kekasihnya dulu yang lebih dulu tertidur panjang. Akankah ia menemukan kekasihnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS. 30. FIRASAT.
Hari ini adalah akhir pekan, Estter datang ke kediaman Oniel untuk mengajak Estelle pergi. Estter mengatakan kepada Oniel akan membawa Estelle untuk pergi jalan jalan.
Namun sebenarnya ia akan mengajak Estelle pergi menemui Joy. Joy berkata dirinya merindukan Estelle, dan ingin Estelle agar menemaninya hari ini.
" Jangan pulang malam - malam." Ujar Oniel.
" Oke.." Ucap Estelle.
Padahal jika pulang malampun bukan masalah, toh Estelle adalah Vampir yang memang pada dasarnya lebih bebas hidup di saat malam hari.
Estelle dan Estter pun pergi, mereka menuju rumah sakit dimana Joy dirawat saat ini.
" Apakah dia baik baik saja?" Tanya Estelle.
" Joy semakin lemah." Ucap Estter.
Hingga sampailah mereka di rumah sakit.
" Hai Joy.." Ucap Estelle.
" Kakak, akhirnya kita bertemu juga. Aku merindukan kak Estelle. " Ujar Joy.
Estelle memeluk Joy, dan bisa merasakan detak jantung Joy yang semakin lemah.
" Kakak, bolehkah aku minta tolong pada kakak?" Ujar Joy.
" Minta tolong apa?" Tanya Estelle.
" Berikan ini pada kak Niel." Ucap Joy dan memberokan sebuah amplop berwarna kuning.
" Akan aku berikan padanya nanti, bagaimana keadaanmu Joy?" Ucap Estelle.
" Semakin hari semakin mendekati kematian." Ujar Joy dengan pandangan sendu.
" Joy, kakak tidak suka kamu mengatakan hal seperti itu." Ucap Estter.
" Tapi itu nyata nya kak.. tapi aku tidak apa apa, aku sudah bahagia bisa menjalani hudup dengan bahagia. memiliki ayah yang baik, kakak yang penyayang, dan kak Estelle.. Teman paling baik di dunia sekaligus calon kakak iparku. " Ujar Joy tersenyum.
Jika biasanya Joy akan mencuci darahnya selama seminggu sekali, kali ini Joy melakukannya dua hari sekali. Joy benar benar sudah di ambang batas.
" Kamu menyukai Oniel kan?" Ucap Estelle.
Joy terdiam, ia memang menyikai Oniel. Tapi lalu dia bisa apa? Hiduonya bahkan sudah tidak lama lagi. Mungkin dia hanya akan menyimpan angan anagan nya itu saja.
"Ya, aku menyukai dia.. Tapi kakak tolong jangan beri tahu kak Niel." Ujar Joy.
" Niel juga menyukaimu, Joy. " Ucap Estelle.
Joy terkejut, Niel memang bersikap baik akhir akhir ini. Tapi mereka belum saling mengucapkan perasaan mereka. Oniel berniat ingin mengungkapkannya pada saat pulang sekolah terakhir kali dengan Joy, tapi gagal. Dan setelah itu Joy tidak lagi berangkat ke sekolah.
" Lalu kenapa? Aku sudah tidak memiliki waktu yang panjang. Cukup aku tahu bahwa dia menyukaiku, aku sudah senang kak." Ucap Joy.
" Kamu tidak mau mencobanya?" Ujar Estelle, dan Joy menggeleng.
Baik Estelle atau Estter tidak bisa memaksa Joy, jika Joy sudah berkata demikian. Mereka akhirnya membahas hal lain.
Di tempat lain..
Viviane tengah berada di ruangan gelap saat ini. Tapi terdengar suara suara yang mengerikan. Suara itu adalah Suara para Vampir yang baru saja bangkit. Ya, Viviane telah mengumpulkan setidaknya ada 30 Vampir yang baru jadi.
30 Vampir baru ini sudah lebih dari cukup jika untuk membantai satu kota dalam satu malam.
" Aku tuan kalian, kalian hanya boleh mendengarkan ucapapanku. Tiga hari setelah alam ini, bantai kota ini." Ucap Viviane.
Viviane tersenyum, lalu kemudian ia pun pergi dari ruangan gelap itu. Ia melihat jasad orang tua angkatnya yang mengering itu, dan tersenyum smirk.
" Sudah waktunya aku membuang kalian." Ujar Viviane.
Malam harinya, Estelle memutuskan untuk pulang. Setelah seharian itu ia menemani Joy.
" Sayang, kamu yakin tidak mau diantar?" Tanya Estter.
" Tidak perlu, kamu temani saja Joy. Aku juga akan melakukan pengintaian di gang gang, karena akhir akhir ini banyak Vampir baru." Ujar Estelle.
" Hati hati.. " Ucap Estter. Lalu mencium Estelle.
" Aku pergi dulu. " Ucap Estelle, dan Estter mengangguk.
Estelle melesat pergi dan Estter pun kembali ke ruangan Joy sudah tertidur.
Estelle melompat dari satu gedung ke gedung yang lain dan pandangannya menatap sekitar. Pada malam hari, banyak sekali gang gang yang gelap karena tidak ada lampu disana. Estelle mendatangi satu persatu gang gelap itu untuk mengecek keberadaan Vampir.
Setelah dirasa aman, ia pun pergi dari sana. Estelle menuju ke hutan, dan mengintai persembunyian Viviane.
" Kenapa aku merasa akan terjadi hal besar." Gumam Estelle.
Ia pergi dari sana setelah meletakan satu kelelawar mata mata untuk mengintai tempat itu. Estelle pun kembali ke kediaman Oniel.
" Kamu pulang sendiri? " Tanya Oniel.
" Mm.. Ya." Ucap Estelle.
" Cih, tidak bertanggung jawab sekali Estter itu. Kekasihnya di biarkan pulang sendiri." Ucap Oniel.
" Aku yang minta." Ujar Estelle.
" Niel, karena kamu manusia yang baik, aku akan melindungimu. Tolong jangan pergi jauh atau ke tempat sepi sendirian." Ujar Estelle.
Entahlah, filing nya mengatakan bahwa akan ada kejadian besar. Tapi dia sendiri tidak tahu kejadian apa sebenarnya.
" Mengapa kamu berbicara sangat serius begitu, menakuitiku saja." Ujar Oniel.
" Aku serius Niel.. Viviane, menciptakan Vampir Vampir baru. Vampir yang baru bangkit akan merasa kehausan luar biasa. Mereka akan cenderung menggigit manusia dan menghisap darah manusia itu sampai habis, dan mati." Ucap Estelle menatap mata Oniel.
" Saat kamu tanding balap, dia mencoba menyerangmu. Aku menghentikannya, tapi kekuatanku masih belum bangkit sepenuhnya setelah tidur panjang. Aku gagal membunuhnya." Ucap Estelle lagi.
Oniel menelan ludahnya kasar, apakah dirinya itu hampir menjadi makanan Vampir pikirnya.
" Apakah ada cara menghentikannya? " Ucap Oniel.
" Memusnahkan mereka, tapi jika Viviane masih hidup memusnahkan seribu Vampir baru lun akan percuma. Karena Viviane akan membuat yang lain." Ujar Estelle.
" Oniel, kamu dan teman temanmu, berlindunglah pada Oliver. Dia mampu melindungi kalian bertiga, jangan pergi jika tidak ada Oliver bersama kalian." Ucap Estelle.
Oniel menyadari keseriusan masalah ini. Nyawa umat manusia sedang dalam bahaya, dan sebagai manusia dia sudah seharusnya ikut berjuang ikut melawan malapetaka itu.
" Katakan apa yang harus aku lakukan Estelle, aku adalah manusia dan sudah seharusnya aku melindungi ras ku." Ujar Oniel.
" Vampir yang baru jadi, takut pada cahaya matahari dan cenderung selalu berada di tempat gelap. Jadi mereka hanya muncul pada malam hari. Sejauh yang aku ingat, manusia dulu memancing mereka agar keluar dari persembunyiannya, lalu membunuhnya dengan cahaya. " Ujar Estelle.
Oniel diam memikirkan ucapan Estelle, Sulit juga untuk mencari keberadaan mereka di siang hari.
" Kamu jangan khawatir, aku akan berusaha semampuku untuk melindungi umat manusia. Tidurlah, ini sudah larut." Ujar Estelle, dan Estelle pun pergi dari sana.
" Kenapa kamu mau melindungi umat manusia? Padahal tidak semua manusia itu baik." Ucap Oniel, Estelle memghentikan langkah kakinya, dan berbalik.
" Karena, manusia yang aku temui adalah manusia yang baik. Sepertimu, Marco, Samuel, dan Joy. Kalian adalah orang orang baik." Ucap Estelle tersenyum dan pergi dari sana.
'Estelle...' Batin Oniel.
' Padalah jika manusia lain tahu tentang siapa dirimu, mereka pasti akan mengecammu sebagai monster, tapi kamu melindungi umat manusia.' Batin Oniel..
TO BE CONTINUED..
bagus semua nya