NovelToon NovelToon
Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Wanita Arogan Terjebak Dalam Dunia Novel

Status: tamat
Genre:CEO / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Dendam Kesumat / Chicklit / Tamat
Popularitas:224.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: R.angela

Percayakah kamu adanya kesempatan kedua?

Seolah semesta ingin menghukum sekaligus memberikan kesempatan kedua bagi Senja, gadis Arogan yang selalu bersikap sesuka hatinya, entah bagaimana saat membuka mata setelah dibunuh oleh kekasih dan asistennya, Senja berada dalam dunia novel yang dia tulis sendiri.

Lantas, bagaimana kisah Senja di dunia Novel?

Siapkan imajinasi liar Anda, berpetualang dengan Airin Senja!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.angela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kebencian yang Menggunung

Jangan pernah membangunkan singa sedang tidur apalagi sampai mengganggu betinanya kalau kau tidak ingin dicakar.

Mungkin argumen itu ada benarnya, melihat rasa kesel Senja yang dilampiaskan kepadanya, membuat Edward yang baru saja dibentak gadis itu bangkit dan segera pergi menemui Dinda. Dia ingin bertanya kepada wanita itu sekaligus memerintahkan membuka CCTV di semua ruangan di rumah sakit agar bisa melihat siapa orang yang sudah membuat Senja begitu sedih.

Namun, saat di perjalanan menuju lift, Edward bertemu dengan tina dan Rina. Dia mengenali kedua gadis itu adalah sahabat Senja, lalu menghentikan langkah mereka untuk bertanya.

"Kenapa Dinda menangis? Siapa yang sudah memperlakukannya dengan buruk?" tanya Edward tanpa basa-basi.

Kedua garis itu tentu saja terkejut, tiba-tiba dihadang oleh pria yang paling ditakuti sejagat raya Indonesia.

"Kenapa kalian malah diam? Apa kalian tidak mengerti apa yang aku tanyakan? Siapa yang sudah membuat Dinda menangis?" ulangnya dengan rasa tidak sabar.

"Itu... Tadi Dinda bertengkar dengan kakaknya, Mbak Senja. Lalu Mbak Senja menampar pipinya mungkin karena itu dia menangis Tuan," jawab Tina memberanikan diri.

Pria itu segera berlalu tidak mendengarkan sisa dari penjelasan gadis itu. Dia sudah cukup untuk mengetahui siapa dalang dari semua ini.

Ketepatan Dinda sedang berada di ruangannya, dia terkejut dengan cara itu Edward yang membuka pintu itu dengan kasar bahkan sempat menghantam daun pintu dinding ruangannya.

"Apa yang sudah kau lakukan? Apa kau tidak bisa mengetuk pintu sebelum masuk ke ruanganku, Tuan?" tantang Dinda. Dia sama sekali tidak takut lagi dengan Edward. Dia merasa bahwa posisi mereka sama kuat di rumah sakit ini, walaupun mungkin saham mereka lebih sedikit dibanding saham Edward tapi perbandingannya hanya tipis 45 berbanding 55, jadi dia tidak perlu takut.

"Aku bahkan bisa membakar ruanganmu ini kalau kau masih melakukan hal seperti tadi kepada Dinda!" umpatnya berdiri di hadapan Dinda dengan berkaca pinggang.

"Oh jadi gadis itu sudah ngadu padamu? Jadi sekarang kau adalah penjaganya? Begitu?! Aku tidak takut padamu, yang pasti dia sudah menyalahi aturan rumah sakit menerima pasien tanpa mengisi data dan administrasi di rumah sakit ini," ujarnya merasa benar bahkan berencana untuk melaporkan adiknya itu kepada ibunya agar dibantu untuk memarahi adiknya itu. Amarah Dinda semakin membukit kepada Senja. Berulang kali dia sudah mempermalukan Dinda di rumah sakit, di depan bawahannya.

"Dasar bodoh! Justru apa yang dilakukannya benar! Semua pasien harus memenuhi prosedur terlebih dahulu sementara dia sudah sekarat? Kau jangan terlalu skeptis, kau bisa dituntut. Jangan karena keputusan dan peraturan yang kau buat orang tidak akan berani lagi membawa keluarganya berobat ke rumah sakit ini!" ancaman Edward.

"Kenapa sih kau begitu getol ingin membelanya? Kau sudah diperdaya wajah sok lugunya. Dia itu gadis murahan! Asal kau tahu, dia sudah rusak, gaya berpacarannya sudah sangat liar, bahkan pacar terakhirnya saja meninggalkannya karena kebiasaan gadis itu gonta-ganti pasangan. Aku kasihan padamu, jangan sampe kau mendapat barang bekas yah sudah usang!"

"Tutup mulutmu. Di mataku kau bahkan lebih menyedihkan darinya! Jangan pernah mencoba menjelekkan Dinda lagi!"

Dinda terdiam dia tidak tahu harus membela diri seperti apa lagi, dia merasa terpojokkan.

"Sekali lagi aku peringatkan, jangan pernah kau menyentuhnya seujung kuku pun lagi, kalau tidak aku akan menghancurkanmu!" ancamnya lalu meninggalkan Dinda dengan kekesalan yang semakin menjadi.

***

Ternyata pertengkaran mereka kemarin disaksikan oleh artis yang ingin dijadwalkan dioperasi di rumah sakit itu. Dia melihat sosok Senja dan mengagumi ketegasan gadis itu.

"Boy, cari tahu siapa dokter itu, aku ingin dia yang merawatku," perintah Alex sebelum pergi meninggalkan rumah sakit. Dia begitu terkesan melihat gadis seperti Senja. Selama ini dia muak melihat garis-garis yang bersikap manis, lemah lembut dan seolah tidak berdaya yang ingin mencari perhatiannya.

Melihat Senja, mengingatkan Alex kepada sahabat kecilnya dulu yang begitu pemberani dan bahkan pernah beberapa kali menolongnya saat teman-teman Alex mengerjainya di bangku sekolah dasar. Entah ke mana saat ini gadis itu.

Tentu saja permintaan Alex membuat Dinda semakin meradang, entah apa yang harus diperbuat untuk menyingkirkan Senja dari hidupnya. Semakin dia mempersulit ruang gerak garis itu, justru semakin mencuat namanya, hingga Dinda tidak punya muka lagi di rumah sakit itu sebagai pimpinan.

"Ini," Dinda melempar berkas Alex Xavier ke hadapan Senja. "Dia ingin kau yang merawatnya, bahkan karena dia tahu rekam jejakmu sehingga dia meminta kau yang mengoperasinya," lanjut Dinda melemparkan surat permintaan Alex di hadapan Senja ketika mereka makan malam di rumah.

Ayahnya meminta Senja datang. Lagi pula dia sudah berjanji pada ayahnya untuk menginap setiap Minggu di rumah.

"Jaga sikapmu Senja! Walaupun Dinda itu adikmu, kamu harus menghargai dia jangan karena dia adikmu sehingga kamu bersikap semena-mena kepadanya," hardik ayahnya yang tidak terima dengan perbuatan Dinda yang selalu sesukanya pada Senja.

"Papa mau bela dia lagi? Aku sudah muak, Pa!" seru Dinda yang memang tidak terima dengan perlakuan ayahnya yang selalu membela Senja. Di mata pria itu semua yang dilakukan Dinda selalu salah.

"Papa kamu jangan selalu memojokkan Dinda dong, hargai juga kerja keras Senja. Dia sudah susah payah mengelola rumah sakit itu sehingga besar seperti sekarang ini, dia sudah berusaha untuk menjadi yang Papa mau," sambar Mama Reni yang tidak terima anak kesayangannya diperlakukan seperti itu oleh suaminya.

"Ya sudah kalau memang Senja merasa lelah untuk mengurus rumah sakit, silakan berhenti. Papa akan tugaskan orang untuk mengelola rumah sakit itu, bila perlu Papa kembali lagi ke sana," ancam Papa Hendri tidak peduli dengan hardikan istri dan putri. Dia juga sudah muak mendengar keluhan orang kepercayaannya yang dia tempatkan di rumah sakit itu yang selalu melaporkan perbuatan Dinda yang semena-mena di rumah sakit itu.

Bola mata Dinda membulat, tentu saja dia sangat terkejut, dia pikir ancamannya akan membuat ayahnya takut lalu minta maaf padanya, ini malah kebalikannya, seolah ayahnya sudah ingin sekali menyingkirkan keberadaan Dinda di sana.

"Papa jangan begitu, Mama gak setuju kalau posisi manager rumah sakit dialihkan pada orang lain. Kita sudah sepakat kalau sakit itu dibawah wewenang Senja, tanggung jawabnya!" hardik Mama Reni yang tidak terima. Dia tahu saat ini perasaan Dinda pasti sangat sakit, umpannya tidak dimakan ayahnya.

"Papa hanya ingin Dinda bisa menghargai orang, dan perlu kamu ingat Senja, tujuan papa membeli rumah sakit itu, untuk melayani orang lain dengan membantu mengobati penyakit para pasien. Bahkan mulai besok, papa akan membuat program, berobat gratis untuk pasien yang tidak mampu. Jangan semata-mata mementingkan uang!"

1
Nana Niez
jdinmales kan kl kyk gini,, ngapain pake di tolak tinggal ikuti alurnya kan,, ruwet emang nih
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
klo bergnti peran harusnya panggil dengan nama yg di perankan...jadinya bingung nanti di panggil senja di panggil dinda lagi jadi bingung
𝓎𝑒𝑜𝓃𝓃𝒶
agak bingung kadang dinda kadang senja iki piye to
Irmha febyollah
tokoh ny terlalu berlebihan. bagus juga si di hianati biar mampus
Nur Lela
luar biasa
Hikam Sairi
baca
Liana Simon
ceritamu menarik thor
Itoh
kdg masihh bingunggg
Ni Ketut Patmiari
ceritanya bagus... cm bingung pas di dunia novel namanya kbalik2
Ni Ketut Patmiari
bukan nya Husna dipecat ya?
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Mita Karya Wati
Kecewa
Mita Karya Wati
saya suka sekali alur cerita nya,agak beda🙏🙏😊
Agnes Orindo
bagussss
Rika_Faris
koq langsung percaya aja senja nya... bukannya apa yg ada di dunia novel kebalikan dr dunia nyata.... bisa jadi temannya2 itu jahat
Purwanto Purwanto
luar biasa
Susilo Wati
Luar biasa
Susilo Wati
Lah,,,,,
Susilo Wati
Luar biasa
Sari
bagus walau halu hehehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!