Ariella Revania Wijaya gadis cantik berusia 24 tahun Reva anak dari tuan Roy Wijaya dan nyonya Yasmin Wijaya namun nona Yasmin meninggal saat sang putri berusia lima belas tahun dan pada saat itu pula sikap Reva mulai sedikit berubah.
papi Reva seorang pemilik hotel berbintang dan sudah memiliki anak cabang dimana-mana, dan hotel itu di beri nama *Ariel's hotel* oleh tuan Roy karena memang Reva anak satu-satunya sebelum memiliki adik tiri.
tiga tahun kepergian sang momy tuan Roy menikah dengan nyonya Youna (Yuna) sahabat dari nyonya Yasmin, nyonya Youna seorang janda anak satu yang di tinggal pergi oleh suaminya begitu saja.
nyonya Youna mempunyai seorang putri yang bernama Angela Devania gadis cantik dan ceria, meskipun telah memiliki seorang putri namun nyonya Yuna sangat menyayangi Ariella Revania. ia sama sekali tidak membedakan antara Reva dan angel (enjel) tidak hanya itu angel pun sangat menyayangi Reva sebagai sang kakak, bahkan jika di lihat mereka lebih seperti adik dan kakak kandung karena usia angel dua tahun lebih muda dari reva.
pagi hari angel tengah di buat kesal oleh sang kakak, namun itu sama sekali tidak membuat nya membenci Reva yang selalu menjahilinya.
"kakak...dor....dor..." teriak Angel sambil menggedor-gedor kamar reva, dan ya angel itu suka sekali memanggil Reva ariella meskipun Reva sering melarang nya karena ribet namun angel tidak mempedulikan nya ia suka memanggil nama Reva semaunya.
"Ariel ariella kakak" teriak Angel lagi, dan iapun memegang gagang pintu yang ternyata tidak di kunci.
"hah? gak di kunci lalu kenapa tadi aku teriak-teriak" gumam nya.
"kakak bangun ini sudah siang" ucap Angel menggoyangkan tubuh Reva
"hmmmm ada apasi njel" gumam Reva
"bangunlah jika tidak akan ku siram kau" cetus angel membuat Reva terkesiap dan duduk, ia tahu adik tirinya itu tidak pernah bermain-main dengan ucapan nya.
"anak pinter, mandi sana" ucap angel membuat Reva menganga
"disini yang kakak nya itu siapa? aku apa kau?" tanya Reva namun angel hanya tersenyum dan mengecup pipi Reva lalu meninggalkan nya.
"cepatlah mandi mami dan papi sudah menunggu" ucap angel
"yaya baiklah baiklah" dengus reva
Angel pun kembali ke ruang makan menemui mami dan papi nya yang sudah menunggu disana.
"sayang di mana kakak kamu" tanya mami Youna
"lagi mandi mam" jawab angel dan mami pun mengangguk
tak lama kemudian Reva turun ke ruang makan dengan wajah yang kurang enak di lihat, papi yang melihat wajah putrinya itu heran.
"riell kamu kenapa nak?" tanya sang papi
"tidak Pi aku tidak apa-apa" jawab reva
"oiya sayang gimana pekerjaan kamu nak?" tanya mami Youna (Yuna)
"lancar kok mi gak ada masalah" jawab Reva di tengah-tengah sarapan nya
"riell satu Minggu lagi keluarga om James (jems) akan tiba disini nak" ucap sang papi membuat Reva dan angel saling pandang
"iya lalu apa hubungannya dengan aku pi?" tanya Reva
"ia kemari bersama anak dan istrinya, bukankah anak om James itu teman kalian semasa sekolah dulu?" tanya sang papi
"eh Pi salah itu teman kak ariell bukan teman ku karena reynand itu kakak kelas ku pi" ucap angel membenarkan
"iya tapi dulu kau selalu mengejar reynand" tambah Reva
"oh my kak plis itu dulu, lagian suruh siapa kakak dulu gak mau deket-deket sama aku" gerutu angel
"ya tetap saja dia itu hanya murid pindahan yang langsung banyak temannya, dan tidak lupa menyebalkan" dengus Reva membuat sang mami tersenyum
"sudah-sudah kenapa jadi kalian yang berdebat" ucap papi Roy
"ingat kalian harus memperlakukan mereka dengan baik, meskipun mereka tidak tinggal disini tapi mereka akan sering-sering kesini. karena mereka akan menetap disini" tegas tuan Roy membuat Reva dan angel menganga
bagaimana tidak Reva dan angel dua wanita yang sangat menghindari Reynand sekarang, dan tiba-tiba mendengar kabar bahwa Reynand akan kembali menetap itu bagaikan mimpi buruk untuk kedua gadis itu. kedua kakak beradik yang sangat kompak bukan jika di perhatikan meskipun sering berdebat namun keduanya sama-sama saling menyayangi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_nnadilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Epson 30
Tiga bulan kemudian kandungan Reva pun sudah menginjak usia empat bulan, dan selama ini Reva selalu menjaga kandungan nya sendiri. ia memang ingin menjaga anak nya sendiri tanpa orang lain.
Reva yang sudah mulai tidak mabuk seperti biasanya pun merasa tenang, ia duduk di ruang tengah sambil menonton televisi dengan cemilah di pangkuan nya.
Saat Reva tengah asik tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang cukup di kenal oleh Reva, jujur saja Reva tidak ingin bertemu dengan orang itu.
"Riell" panggil Rey, ya orang itu adalah Reynand ia menemui Reva atas ijin dari nyonya Youna ibu mertua nya.
Namun saat Rey memanggil nya Reva sama sekali tidak merespon, wanita itu sibuk dengan Camilan nya.
"Ariella" panggil nya lagi.
"Apa ada orang" sahut Reva yang malas meladeni Rey.
"Riell lihat aku" ucap Rey.
"Kok ada suara gak ada orang nya ya" ujar Reva, sungguh membuat Rey kesal namun mau bagaimana lagi Rei membutuhkan Reva dan anak yang berada dalam kandungan istrinya itu.
"Ariella plis liat aku" lirih Rey, ia tidak ingin kasar karena takut jika mami mertua nya mendengar percakapan mereka.
Dengan malas dan wajah yang terlihat kesal Reva menoleh ke arah Rey, ia menatap wajah suaminya itu dengan lekat.
Lelaki yang sudah menempati hatinya dan juga lelaki yang sudah menorehkan luka di hati nya, ah sudahlah Reva tidak ingin mengingat hal yang menyedihkan seperti itu.
"Ada apa" tanya Reva datar, saat keduanya sudah saling menatap.
"Kamu masih marah" tanya Rey, lelaki itu cukup menyesali perbuatannya selama ini.
"Nggak" jawab Reva santai.
"Kalo kamu gak marah kenapa kamu gak pulang" tanya Rey.
"Aku gak mau pulang dan aku gak mau serumah sama wanita asing, satu lagi aku gak mau anak aku melihat kelakuan yang tidak baik seperti apa yang ayah nya lakukan" sindir Reva, meskipun ia tahu jika Rey bisa menjaga batasannya dan tidak mungkin menyentuh wanita lain.
"Riell gak kaya gitu plis aku minta maaf" ucap Rey.
"Aku males debat jadi lebih baik kamu pergi aja" ucap Reva, ia mengelus perutnya dengan tanda mengingatkan Rey bahwa Reva tidak boleh banyak fikiran.
"Riell aku mau kamu ikut aku pulang" ujar Rey.
"Aku gak mau pulang" ucap Reva pelan.
"Riell plis kamu gak boleh egois aku mau kamu pulang, dan kamu harus ingat kalo aku ayah dari anak yang kamu kandung dan aku berhak menjaga dia Riell" ucap Rey membuat Reva kesal, kemana Rey kemarin-kemarin saat Reva sangat membutuhkan perhatian dan kasi sayang nya apakah dia ada?
"Aku gak mau Reynand! aku gak mau pulang." pekik Reva yang membuat nyonya Youna dan Angela berlari ke arah Reva, mereka berdua merasa khawatir dengan keadaan Reva karena dua Minggu yang lalu Reva sempat drop dan itu membuat kandungan nya melemah.
"Sayang kamu kenapa" tanya nyonya Youna, mami Reva itu langsung memeluk putri nya.
"Aku gak mau pulang mi, aku mau anak aku lahir disini" ucap Reva membuat Angela menatap Rey dengan tajam.
"Apa yang kamu lakuin Rey" geram Angela.
"Aku cuma mau ajak Ariella pulang njel" jawab Rey yang membuat wajah Angela mengeras.
Bagaimana tidak gadis itu tau bagaimana Rey yang bungkam saat ditanya mengenai perasaan nya kepada Reva, dan sekarang tiba-tiba datang untuk membawa kakak nya itu pulang apa dia tidak salah dengar fikir nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 😊🤗