Astri Wijaya mengenal Pasquela Sioulus sebagai pria yang tampan dan disukai banyak wanita.
Dia tidak berharap lebih untuk dicintai dan dimiliki oleh Pasquela, karena ia tahu apa yang harus diterimanya saat ia menerima seorang Pasquela Sioulus.
Perjalanan cinta mereka seperti menyusuri jalan sunyi hanya berdua tanpa mengetahui apakah ada rintangan didepannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 30.
Sudah hampir 3 bulan lamanya Astri tidak bertemu dengan Pasquela dan terakhir pria itu menghubungi nya adalah seminggu yang lalu, ketika ia mengatakan akan mengunjungi dirinya dikota Malang .
Astri masih membalas email yang dikirim Rebecca ketika Yudha mengatakan ada yang mencarinya.
" Siapa ?," tanya Astri tanpa mengalihkan perhatiannya dari layar laptopnya.
" Lihat saja sendiri, dia sedang lihat barang-barang display." jawab Yudha sambil tersenyum.
" Memangnya ga ada yang lain ?, aku sedang balas email penting nih !."
" Temui saja sebentar, aku mau balik ke kampus nih," ucap Yudha membuat Astri mendelik kesal.
Setelah menutup laptopnya Astri melangkah keluar menuju tempat display. Ia melihat Dewi dan Maya saling berbisik sambil memperhatikan seorang pria yang berada didepan mereka. Dengan penasaran Astri melihat siapa yang begitu menarik perhatian rekannya.
" Astaga, bukankah itu Pasquela ?, apa yang dilakukannya disini ?," tanya Astri pada dirinya sendiri.
" Permisi, apakah ada yang bisa aku bantu ?," tanya Astri mendekati Pasquela.
" Akhirnya kamu bersedia menemui ku," jawab Pasquela membuat Astri menatapnya heran.
" Kapan aku tidak bersedia menemui Anda ?."
" Aku datang sudah sejam lalu, dan mereka semua mengatakan bahwa kamu sedang sibuk. Boleh aku tahu apa yang kamu lakukan ?," tanya Pasquela merajuk membuat Astri tertawa.
" Aku memang sedang sibuk. Selain itu mereka tidak mengatakan siapa yang ingin bertemu denganku dan apa kepentingan nya," jawab Astri tertawa.
" Setelah kamu tahu siapa yang ingin bertemu, apakah kamu bersedia aku ajak keluar ?," tanya Pasquela dengan senyuman yang begitu menarik.
" Boleh. Tapi aku akan menyelesaikan pekerjaan ku lebih dulu. Kalau tidak keberatan Anda bisa menunggu diruang kerjaku!," ucap Astri .
" Aku akan menunggu dan melihatmu bekerja," jawab Pasquela kalem.
Tanpa bicara lagi Astri segera berbalik menuju ruang kerjanya diikuti oleh Pasquela.
" Ruang kerjamu lumayan cukup luas, apakah kamu berbagi dengan yang lainnya ?," tanya Pasquela begitu mereka berada diruang kerjanya.
" Sebenarnya ini kantor kami, dan kami berbagi ruangan dengan 3 orang lainnya." jawab Astri.
" Silahkan Anda duduk ditempat yang Anda inginkan asal jangan duduk di kursi ku," ujar Astri dan ia segera membalas email setelah tadi sempat tertunda.
Pasquela memperhatikan gadis itu bekerja dan ia merasa saat Astri bekerja maka perhatiannya semua tercurah pada hal yang sedang dikerjakannya, sama sekali tidak terpengaruh dengan sekitarnya.
";Kalau disini jam 2, jam berapa waktu Milan ?," tanyanya pada Pasquela.
" Sekitar jam 8, kenapa ?."
" Tidak apa-apa," jawab Astri dan ia segera menelepon.
" Halo Rebecca, Aku Astri Wijaya ."
" Ya Astri, ada yang bisa aku bantu ?," tanya Rebecca.
" Oh, aku sudah menerima email Anda. Maaf aku baru menghubungi Anda sekarang... Nyonya Khayrani setuju dengan penawaran Nyonya Paula, Dan aku akan mengirim surat resminya begitu Nyonya Khayrani menandatangani ,' ucap Astri menjelaskan maksudnya.
" Baiklah aku tunggu ya, agar kami bisa segera memprosesnya ,"
" Baiklah, terimakasih," lalu Astri pun mengakhiri pembicaraannya.
" Kamu menghubungi Rebecca ?," tanya Pasquela.
" Iya. Boleh aku tahu tujuan Anda berkunjung ke kota ini ?," tanya Astri dan sesekali ia masih melihat layar laptopnya.
" Untuk melihat wanita yang tidak mau pergi dari mimpi ku ?," jawab Pasquela merayu membuat Astri tertawa.
" Oh ya ?, apakah Anda sudah bertemu dengannya ?."
" Sudah. Dan aku merasa kesal karena gadis itu sedang sibuk bekerja," jawab Pasquela mulai terlihat frustasi.
" Hem, seharusnya sebelum Anda menemuinya Anda harus menghubungi nya lebih dulu, Aku rasa sebagai orang yang memiliki kesibukan yang luar biasa, Anda pasti lebih tahu."
" Maksudmu aku sedang kurang kerjaan begitu ?."
" Hah ?, oh maaf bukan maksudku mengatakan Anda kurang kerjaan. Aku yakin waktu Anda sangat sempit untuk berkunjung kesini, jadi seharusnya Anda sudah mengantisipasi apa kesibukan gadis yang anda katakan tadi." ujar Astri tersenyum.
";Aku tidak yakin apa kamu mengerti apa maksudmu," jawab Pasquela terdengar sedikit mengeluh dan Astri segera mendekati tempat dimana Pasquela sedang berdiri memandang keluar jendela.
" Aku tidak tahu bahwa gadis itu bisa membuat seorang Pasquela harus menyediakan waktu khusus ditengah kesibukannya."
" Sudahlah. Apakah kita bisa pergi sekarang ?."
" Tunggu aku mendapatkan surat balasan dari Nyonya Khayrani !." jawab Astri dan tidak berapa lama Astri sudah menerima email dan segera mengirimkannya kepada Rebecca.
" Bagaimana, sudah selesai ?," tanya Pasquela tidak sabar.
" Sudah. Ayo kita pergi." jawab Astri.
Mereka meninggalkan ruang kerja Astri dan begitu melihat Dewi, Astri menitip pesan pada temannya itu.
" Wi, kalau Mba Gita datang, sampaikan bahwa aku sudah mengirim email dari Nyonya Khayrani ke Rebecca dan juga penambahan dari jumlah pesanan kita."
" Tapi kamu sudah mengirim pesan juga kan?."
" Sudah, cuma belum diterima ."
" Baiklah akan aku sampaikan pada Mba Gita."
" Terima kasih ya, aku mengantar teman keliling kota Malang dulu," pamit Astri sambil tersenyum.
emang hrs ketemu sm astrid