Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 30
Butuh lebih
dari sekedar semangat untuk kembali kerumah Satya, wanita lemah yang dihantui
rasa takutnya.
Adel tak
akan sanggup jika membayangkan bagaimana cara Satya menyentuh keluarganya.
"1 jam
14 menit! Kau terlambat!"
Di atas meja
ada selembar kertas bermaterai. Satya duduk dengan santai di atas sofa
memicingkan mata pada istrinya yang kelelahan, tubuhnya basah karena keringat.
"Kemari."
Satya menepuk tempat kosong disisinya.
Satya menunjuk
ke atas meja, "Kau lihat kertas itu?" menunjuk tanpa melihat benda
yang dimaksud.
"Ya,
aku melihatnya."
"Kau
boleh membuangnya." diam sejenak, "Tapi ada harga yang harus kau
bayar, dan itu tidaklah murah!" senyuman licik mengembang di bibirnya.
"Apa
yang kau inginkan dariku?"
"Mudah!"
berdiri, "Kembali menjadi dirimu yang dulu, menjadi Adelia Winata yang
dulu, dan aku tidak akan menuntutmu diatas ranjang."
Adel begitu
geram karena selalu dirinya yang dipojokan. Dari sisi manapun selalu dirinya
yang dianggap sebagai biang kerok.
Adel masih
diam.
"Fang?"
"Iya
tuan, saya?"
"Bantu
nona muda mu untuk membersihkan diri. Betapa kotornya dia membiarkan pria lain
menyentuhnya!"
Adel
menggigit kecil bibir bawahnya hingga bergetar, menahan air matanya agar tak
menetes.
***
Setelah
mandi Fang menyiapkan baju kasual untuk nona mudanya, kini Adel kembali menjadi
dirinya yang dulu.
Wanita
berwajah polos Fang menyisir rambut nona mudanya.
"Rambut
anda indah sekali nona. Mungkin tuan tidak rela berbagi dengan yang
lainnya."
‘Karena itu
juga dia telah berbagi dengan wanita lain! Kau tidak tahu betapa tak
berperasaan nya tuan muda!’ Dia mengkhianati cintanya.
"Nona?"
"Iya?"
"Semenjak
nona pergi dari rumah ini, mood tuan muda benar-benar buruk. Tidak seperti
sebelumnya saat nona berada di rumah ini."
Adel hanya
diam tak menjawab.
"Saya
rasa tuan mulai menyukai anda, nona."
‘Bukankah
terlalu cepat 10 tahun untuk menyukaiku? Wajah kami terlihat sama, karena itu dia
menikahi ku, hm..’
"Tuan
sudah menunggu nona di ruang makan."
Adel
mengangguk.
***
Makan siang
telah siap, seperti biasanya Adel menyendokan nasi dan sayuran kedalam
piringnya.
"Duduklah."
Senang
sekali melihat peliharaannya kembali menurut.
Menikmati
makan siang berdua, selesai makan Satya beranjak keruang kerjanya.
Di dalam kamar
Adel hanya berbaring diatas sofa kepalanya terasa sangat pusing, mengalami
rentetan kejadian yang ah, sulit ia jelaskan.
Menghibur
diri dengan bermain hp, perlahan matanya mulai berbayang, hingga hp nya
terjatuh begitu saja. Adel tertidur dengan lelap mengingat betapa lelahnya
dirinya hari ini.
Satya Pun
masuk kedalam kamar, ia tersenyum melihat Adel.
Rasanya
lebih cocok dijadikan boneka daripada peliharaan, Satya mendekat mendadak
gairahnya bangkit.
‘Dengan
mudah aku bisa mendapatkan mu kembali, Adelia Winata.’
Satya
menggendong Adel ke atas ranjang, perlahan helaian benang di tubuh mereka
terlepas.
Satya Pun
mulai menyergahnya dengan pelan. Gairah yang menyenangkan membuat Satya bebas
untuk meninggalkan banyak kiss mark yang bertebaran ditempat yang disukainya.
Kepuasan
yang membuncah membuat cairan injeksinya meledak di dalam rahim Adel, Satya
mencium lembut kening Adel.
Dan kembali
memakaikannya pakaian dengan utuh seperti semula.
***
"Kau
sudah bangun?" Satya duduk di atas ranjang, telanjang dada memperlihatkan
ABS perutnya.
Segera Adel
memalingkan wajahnya, malu melihat pemandangan dihadapannya. lalu mengecek
pakaian di tubuhnya yang lecek.
Saat berdiri
Adel merasa sesuatu yang cair sedang merembes keluar dari miliknya dibawah sana.
‘Eh? Apa
ini?’
Buru-buru
Adel melangkah ke kamar mandi, terkejut saat memeriksanya.
Jejak
percintaan Satya tak sepenuhnya masuk kedalam rahimnya.
Adel
menggigit kecil bibir bawahnya, menggenggam kuat pinggiran wastafel, dirinya
sudah terlanjur termakan emosi.
"Kenapa
kau melakukannya?" datang secara tiba-tiba meneriaki Satya yang baru
berganti pakaian.
"Apa?"
menjawab santai.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk