Arthur adalah seorang anak yang terlahir dengan Mana atau energi sihir yang cacat.
ia lahir di dunia sihir dimana dunia tersebut sihir sangat dibutuhkan. ia memiliki cita cita untuk menjadi Penyihir terhebat di kerajaan dan juga mencari tahu tentang ingatan-ingatan samar yang sering ia lihat dalam mimpinya.
Akankah ia mampu menjadi penyihir terhebat dan menguak semua pertanyaan mengenai ingatan tersebut?
Note:
Main character tidak dibuat langsung overpower. akan ada developement character atau pembangunan karakter agar lebih menarik oleh karena itu Alur akan berjalan sedikit lambat.
ini adalah karya pertama saya. bila ada kesalahan atau kurang seru tolong di maklumi yaa.
agar author semangat lanjutin jangan lupa like dan komen.
mohon dukungannya yaa terimakasih🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pandu Diwanata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wakil Kapten
"Siapa kau?" tanya arthur. Ia sedikit bersiaga karena kaget dengan kehadiran yang mendadak yang dari orang itu.
"Aku adalah orang yang kau cari" Jawab pria itu singkat.
Angin berhembus kencang sehingga membuat rambut panjang pria itu terurai.
"Kau penghuni pondok itu?" Arthur melirik ke arah pondok yang telah hangus terbakar dan hanya menyisakan puing puingnya saja.
"Gawat!" Gumam arthur. Keringat mulai bercucuran membasahi dahinya.
Meskipun telah berhasil untuk mengalahkan Beast langka namun ada satu hal yang dilewatkan olehnya yaitu membiarkan pondok itu hangus terbakar.
"A-anu soal p-pondok itu….." Ucap Arthur dengan gugup sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Lupakan saja, itu bukan sebuah hal yang penting lagipula pondok itu hanya sebuah pondok kosong yang tak berpenghuni" Jelas pria itu.
Mendengar hal itu detak jantung Arthur mulai menurun. Ia langsung bernafas lega.
"Namaku Patroclus, aku adalah wakil kapten sihir Pasukan Bayangan, senang bertemu denganmu" lanjut pria itu sambil sambil tersenyum hangat. Ia menyodorkan tangannya untuk mengajak Arthur berjabat tangan.
"Aku Arthur, senang bertemu denganmu" ucapnya sambil berjabat dengan Patroclus. Arthur sedikit terkejut melihat sikap orang yang berada di depannya itu.
Selama hidupnya Arthur tak pernah merasakan ataupun mendapatkan keramahan dari orang lain selain keluarganya. Menurutnya pria yang sedang berdiri di depannya ini merupakan manusia paling ramah yang ia pernah temui selama ini.
Patroclus membawa sebuah gumpalan kain di tangan kanannya. Ia pun kemudian berjalan menghampiri bibir sungai dan duduk disana.
"Kemarilah! Duduklah disampingku" Ucap Patroclus.
Arthur pun menghampirinya dan duduk disamping Patroclus. Mereka berdua duduk menghadap ke arah sungai.
Kemudian Patroclus membuka gumpalan kain itu dan meletakkannya di antara mereka berdua.
Di dalam kain itu ternyata terdapat banyak makanan yang terlihat sangat lezat dan nikmat.
Arthur yang belum mengisi perutnya dengan apapun saat bertemu dengan Achilles langsung menelan ludahnya ketika melihat makanan yang ada di sampingnya. Terlebih aroma dari makanan itu sangat wangi.
Tubuhnya sekarang begitu letih dan juga lapar.
"Ambillah, kau harus segera mengisi perutmu itu" Ucap Patroclus sambil mengambil paha ayam yang terlihat sangat nikmat.
"T-tidak tuan, aku tidak lapar" Arthur menolak tawaran Patroclus padahal di dalam qqhatinya ia sudah sangat tak sabar untuk menyambar makanan itu. Karena ini pertama kalinya mereka bertemu maka arthur merasa sungkan untuk mengambilnya.
"Ambillah, tak perlu sungkan" Ucap Patroclus sambil kembali tersenyum kepadanya.
Arthur pun merasa tak enak hati jika terus menolak tawaran dari wakil kaptennya itu lantaran tawarannya terlihat begitu tulus.
"Baiklah" Ucap Arthur.
Ia langsung mengambil 5 paha ayam yang ada disana dengan cepat seperti masyarakat yang sedang terkena bencana kelaparan.
Kelakuannya itu membuat Patroclus sedikit tertawa namun Arthur tak memperdulikannya. Ia hanya fokus untuk menghabiskan makanan di kedua tangannya itu.
.
.
.
.
.
Setelah selesai menghabiskan semua makanan yang ada di kain itu. Arthur langsung menanyakan kepada Patroclus perihal Achilles yang menyuruh Arthur untuk menemuinya.
"Tuan, ada ingin kutanyakan padamu" Ucap Arthur sembari membersihkan tangannya dengan air sungai.
"Apa yang ingin kau tanyakan?" Jawab Patroclus yang sedang membaca sebuah buku.
"Aku tidak mengerti apa alasan Kapten menyuruhku untuk menemuimu"
"Enam bulan yang lalu ia mengirimkan sebuah surat padaku bahwa telah menemukan seorang anak yang menarik" Ucap Patroclus sambil menutup bukunya.
"Dia memintaku untuk membantumu mengeluarkan potensi yang kau miliki agar dapat berguna untuk pasukan ini kedepannya" Lanjut Patroclus.
"Benarkah? Aku pikir orang itu telah salah, potensi apanya ? Aku saja bahkan sulit untuk menggunakan sihir" Ucap Arthur. Ia merasa bahwa dirinya hanya akan menjadi beban bagi orang yang ada di sampingnya.
"Achilles Sang Kegelapan Roma tidak pernah salah dalam mengambil keputusan. Kamu tidak memiliki potensi? Apakah saat di dalam hutan kau tidak bisa melihat saudara-saudara mu yang malang itu?" Tanya Patroclus.
"Saudara-saudara ku yang malang maksudnya? Aku benar-benar tak bisa melihat apapun dengan jelas. Hanya terlihat sebuah cahaya di ujung hutan dan sisanya hanya terlihat samar samar saja" Ucap Arthur.
"Sudah ada 300 korban penyihir yang tewas di dalam hutan itu akibat di serang Beast yang baru saja kau bunuh itu. Mereka semua adalah orang yang sama denganmu, mereka adalah orang-orang yang Achilles pilih untuk masuk ke dalam pasukannya. Dan hingga kini hanya baru kau saja yang bisa melewati hutan itu dengan selamat" Jelas Patroclus sambil melemparkan batu ke sungai.
"Setiap kali aku mendapatkan surat darinya, hatiku rasanya seperti diiris oleh sebilah pisau karena harus melihat penyihir penyihir baru yang tewas di sana dengan mata kepalaku sendiri. Mereka semua yang datang kepadaku pastinya membawa harapan besar dari banyak orang dan juga kedua orang tua mereka. Namun, sayang harapan itu harus pupus akibat ujian gila ini" Lanjut Patroclus.
Arthur yang mendengar cerita dari Patroclus hanya bisa diam saja. Ia tak percaya dengan kisah dibalik ujian itu. Ternyata ujian yang ia lewati barusan adalah ujian mematikan yang telah merenggut nyawa banyak orang.
Meskipun berhasil Arthur tetap merasa kecil hati karena berpikir bahwa ia hanya mendapat keberuntungan besar karena tidak bertemu Cerberus saat masih berada di dalam hutan.
"Semua saudara-saudaramu yang ada di dalam hutan itu pastinya juga akan memberikan tanggungan harapan itu kepadamu. Oleh karena itu kau tidak boleh menyia-nyiakan harapan mereka" Patroclus mencoba membuat Arthur percaya diri.
Setelah mendengar perkataan Patroclus barusan langsung membuat tubuh Arthur merinding. Ia merinding bukan karena merasa ketakutan melainkan ia sangat termotivasi oleh perkataan tadi.
"Mohon bantuannya!!!" Teriak Arthur. Ia terlihat sangat bersemangat.
Patroclus tersenyum melihat reaksi Arthur. Ia bisa merasakan bahwa semangat yang dikeluarkan oleh Arthur sangat luar biasa. Ia juga melihat aliran Mana yang sangat besar membara di tubuhnya namun di belenggu oleh sesuatu melalui penglihatan batinnya.
Disaat itulah Patroclus mulai menyadari ada yang aneh dengan Arthur.
"Minumlah ini!" Patroclus memberikan sebuah pil berwarna merah kepada Arthur.
"Pil apa ini?" Tanya Arthur sembari mengambil pil itu.
"Ini adalah pil energi, dengan meminumnya maka semua energimu akan pulih" Jelas Arthur.
Arthur pun segera menelan pil itu dan benar saja, yang tadinya ia lelah dan lemas langsung seketika kembali bugar saat menelan pil itu.
"Hebat! Tubuhku rasanya sangat ringan" Gumam Arthur.
.
.
.
.
Tak lama datanglah seekor burung elang berwarna putih menghampiri Patroclus.
Burung elang itu langsung bertengger di lengannya Patroclus. Terlihat di kaki elang itu terdapat sebuah lembaran surat yang diikat oleh pita berwarna merah. Itu berarti menandakan bahwa burung itu membawa sebuah berita buruk.
Patroclus segera pun mengambil lembaran itu dan membacanya.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa likenya ya
finally
semangat terus thor 💪
semangat terus Thor 💪
thank's. up nya cerita ini makin menarik
👍👍👍👍👍
tunggu kelanjutan kisah ini .......!!!
buat author semangat terus 💪
maaf. ya Thor. 🙏🙏🙏 komentar aku julid ....
semangat Thor 💪
Arthur adalah seorang dewa kematian karena itu aku mengingatkan pada author tentang kekuatan Arthur.
seorang dewa kematian haruslah kuat dan tak tertandingi kekuatannya tapi disini kekuatan Arthur masih lemah .
next Arthur harus kuat
jangan bikin pembaca jadi malas baca alias bosan karna MC nya lemah.
apa lagi MC disini adalah dewa kematian yaitu dewa yg paling ditakutkan bahkan oleh para dewa .
oke Thor semangat terus ya...💪😘😘💖💖👍👍