Lily Seorang gadis muslimah harus merasakan beban berat membayar hutang yang di tinggalkan keluarganya. Ia hidup bersama paman dan bibiknya yang hanya ingin menguasai perusahaan mendiang ayah dan ibunya.
.
Dilain sisi Lily harus menikah dengan pria yang lebih dewasa dari usianya saat ini. Diseluruh pelosok negeri tak ada yang tak tahu bagaimana kehidupan pria misterius ini dan keluarganya.
Bagaimana ceritanya,,,,, ?
Ikutin terus yaa ceritanyaaa,
jangan lupa like dan komenny😁
(Sedang dalam Perbaikan )
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uni Ramadhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah Muda 30
David turun dari kamarnya dan melihat Aura bersama keyra sudah menunggunya di meja makan.
"Dav, ayo sarapan?"
"Pagi ini aku ada jadwal ngajar di kampus, jadi gak bisa sarapan bareng".
David memalingkan wajahnya dari Aura, sedangkan Lily sudah menunggu nya di depan.
"Aku pergi dulu".
Aura begitu tak senang melihat sikap David kepadanya. Dia langsung berfikir bagaimana cara mendapatkan david lagi. Kemudian
David dan Lily berangkat ke kampus, dan setelah jauh dari rumah.....
"Kita sarapan dulu yahh".
"Boleh kak". Lily mengeluarkan kotak makanan dari tasnya.
"Kita mau makan dimana?" tanya Lily
"Di dalam mobil dong". Jawab David
"Terus kak David gimana makannya? kan lagi nyetir".
"Hmmmmm suapinnn dong sayang. Masak gitu aja gak tauuuu".
"iyaaaa deh disuapin" Lily menyuapi David dan ia pun ikut sarapan bersama.
" Ternyata sepiring berdua itu lebih nikmat yahh hihihi". Lily terkekeh kecil
"Jadi mau makan bareng terus nihh?"
"Mauuu dong kak".
Tak lama kemudian, Sampailah mereka di parkiran kampus. Lily melihat ada sisa nasi goreng di ujung bibir David.
"Kak itu ada nasi di situ". lily menunjuk wajah david
"Dimana???"
"Ituuu lohhh".
David mencari-cari letak sisa nasi goreng itu, Lily pun geram melihatnya.
"Iniii lohhhhh" Lily mengambil sebutir nasi di ujung bibir david.
David menahan tangan Lily dan mengecup singkat bibirnya. Lily yang masih kaget hanya terdiam memandangi David.
"Kak David menciumku ya barusan?"
David tertawa melihat Lily yang baru sadar, dan mengulanginya lagi, kali ini bukan hanya sekedar kecupan singkat namun sudah berubah. Lily memejamkan matanya dan merasakan setiap sentuhan David terhadap dirinya.
"Sudahhh kak, nanti bibirku bengkak lagi karena ulah kak david". Lily
"Kamu begitu manis, hingga kak David gak tahan melihatmu sayang" David membelai lembut wajah Lily.
"Tapi ini kan di kampus, nanti kita lanjutkan dirumah aja".
"Beneran yahhh?!" Mendengar ucapan Lily membuat David bersemangat.
"Opppssss salah ngomong". Lily menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kata yang udah keluar gak bisa di tarik lagiiiii". David segera keluar dari mobilnya dan disusul Lily.
"Maksudku bukan begitu".
Lily mencoba menjelaskan kalimatnya tadi sedangkan David tak mau mendengar apapun penjelasannya dan terus berjalan menuju ruangan dosen dengan hati gembira.
"Huh dasar mulut gak bisa di kontrol, bisa - bisa nya ngajakin main duluan. Udah tau punya suami mesum nya kayak gitu" . Gumam Lily dalam hati sambil tangannya tak henti memukul mulutnya sendiri.
"Lily,, kamu ngapain?"
"Lily menoleh kesamping dan dilihatnya Aldo menyapanya.
"Eh gak papa kok kak. Ada apa kak?"
"Ini buat kamu" Aldo memberikan kotak kecil kepada Lily.
"Ini apa kak?"
"Nanti buka aja sendiri, aku ke kelas dulu yah".
Aldo meninggalkan Lily dan segera masuk ke kelasnya. Lily memandangi kado kecil yang di berikan Aldo kepadanya dan Lily membukanya bersama Gita saat sudah berada dikelasnya. Ternyata sebuah bros berbentuk huruf L yang terukir cantik dengan tambahan aksen seperti berlian.
"Waaahhh cantik sekali bros nya Lily"
"Iya yah cantik". Lily memasang bros itu di jilbabnya.
"Cieeeeeeeeeee yang dapet kado dari capar"
"Apa capar?"
"Calon pacarrrrrrr. Hahahahah"
Mereka pun tertawa bersama, Tak lama David masuk ke dalam kelas dan keduanya langsung terdiam
"Selamat pagi". sapa David
"Pagi pakkkkkkk"
David menoleh ke arah Lily dan melihatnya, wajah Lily masih kesal saat mengingat ucapannya di dalam mobil tadi dan David menahan tawanya.
"Kita lanjutkan materi kemarin".
David menjelaskan materi baru, dan semua orang terfokus kepada penjelasan David.
Lily menatap David dari kejauhan, Lily membayangkan wajah suaminya itu yang begitu tampan menggoda, badannya yang kekar, meskipun dia mesum tapi dia begitu baik dan perhatian.
Senggolan Gita membuyarkan lamunannya.
"Lily kamu ditanya pak David tuh".
"Kak David sangat tampan"
Semua mahasiswa mentertawakan Lily, dan David yang mendengarkan ucapan Lily rasanya ingin sekali menggendongnya dan membawa nya ke ranjang sekarang. Namun saat ini mereka di kelas sedang belajar.
"Kamu bilang apa?? Bukan itu yang saya tanyakan. Sekarang kamu tegak disana!".
Lily terlihat bingung," Emang tadi pak David nanya apa?" Lily bertanya kepada Gita.
"Apa yang harus kita lakukan dalam menghadapi persaingan dagang".
"Terus aku jawab apa?" tanya Lily lagi
"Kamu jawab, kak David sangat tampan!" ucap Gita dengan berbisik
Lily menepok jidadnya "Astagfirullah".
Kemudian Lily tegak di dekat pintu menghadap teman-temannya saat menerima hukuman dari dosen sekaligus suaminya sendiri.
.
.
.
.
.
Bersambung........
persaingan yg mantap...