Seorang siswa kelas Xll-2 yang bernama Abimana sanjaya,jatuh cinta dengan Vania anastasya yang menjadi guru baru.akankah Vania menerima cinta dari muridnya itu.
ikuti kisahnya...
Happy reading..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vania pingsan
🌸
🌸
Abi berulang kali melakukan panggilan ke nomor istrinya,tapi tetap tidak ada jawaban.bahkan dia melupakan kehadiran gadis cantik yang ada disebelahnya.hingga membuat Tasya gemas sendiri.
Sombong banget sih nih cowok,masa nggak melirik sama sekali kepadaku.jangan-jangan dia g*y lagi.ihh, masa ganteng-ganteng g*y sih.gadis itu jadi bergidik sendiri, membayangkannya.
"Abi.."Tasya memberanikan diri membuka suara.sungguh,baru kali ini dalam sejarah hidupnya,dicuekin sama cowok.biasanya cowok yang bakal ngejar_ngejar dia.
Sejak melihat Abi pertama kali diparkiran pagi tadi,Tasya merasa tertarik.wajahnya yang tampan,tongkrongannya oke,dan sikapnya yang cenderung cuek,membuat jiwa petualangnya seketika muncul.
Dengan mengabaikan rasa malu,dan juga gengsi, Tasya memberanikan diri mendekati Abi.
"Ya"jawab Abi singkat,bahkan tanpa menoleh.pandanganny tetap fokus ke ponsel yang ada ditangannya.
Dalam hati Tasya merasa geram,masa iya wajahnya yang sekelas Ariel tatum diabaikan kayak gini sih, terlebih-lebih saingannya hanya sebuah ponsel.
"Kamu dari SMA mana?"tanya Tasya,pertanyaan yang tidak penting sebenarnya,tapi dia tidak punya bahan untuk dipertanyakan untuk Abi.
"Hahh..."Abi nampak kesal,ponsel yang sedari tadi di pegang dia masukkan ke dalam kantong.
"Maaf,aku harus pergi"ucap Abi sambil berdiri,tanpa menunggu jawaban dari Tasya dia bergegas menuju ke parkiran.
Istrinya yang sedari tadi pagi mengabaikannya,membuatnya tak tenang.
Dengan tergesa Abi masuk ke mobil,dan segera memacunya dengan cepat.keinginannya hanya satu, ingin segera sampai diapartemen dan melihat istrinya.
Sementara di taman,Tasya nampak mengepalkan tangan dengan kesal.kurang ajar sekali dia,beraninya mengabaikan aku.dia pikir siapa dirinya itu.
Dengan kesal Tasya beranjak dari duduknya,kemudian berjalan dengan menghentakkan kakinya.
🌸
🌸
Sementara disekolah..
Vania terlihat berusaha untuk bangun.sudah terlalu lama dia tertidur,bukannya enak, tubuhnya terasa bertambah lemas.
Tas aku mana ya?kenapa kepalaku masih pusing banget sih.aku kenapa ini.tidak biasanya kayak gini.Vania duduk dibibir ranjang,sambil memijat pelipisnya,untuk mengurangi rasa pusing yang masih menyerangnya.
"Bu Vania sudah bangun?"suara maskulin tiba-tiba terdengar,bersama dengan masuknya Angga.menenteng tas Vania dan beberapa buku tebal milik Vania.
"Eh,iya pak.makasih ya sudah nolongin saya"ucap Vania dengan tulus.senyum tulus terukir dibibir pucatnya membuat hati Angga cenat cenut,hanya bisa memandang,tapi tidak bisa memilikinya.hahh,nasib.
"Ibu mau saya panggilkan siapa?biar bisa jemput ke sini.bahaya kalo mesti pulang sendiri.kelihatannya ibu masih lemas"kata Angga penuh perhatian.
"Tidak perlu pak,saya bisa naik taksi kok"tolak Vania.dia berusaha turun dari tempat tidur,tak mau berlama-lama berduaan dengan Angga di ruangan ini.
"Eh, sebaiknya jangan pulang sendiri bu,takutnya ibu tiba-tiba drop kayak tadi"ujar Angga bernada cemas,ingin menawarkan diri mengantar,tapi takut ditolak oleh Vania.
Vania terdiam.dalam hati membenarkan ucapan Angga.dia menimbang-nimbang,baik buruknya bila nekat pulang sendiri.
Mau nelpon Abi,takutnya dia sedang sibuk.ini kan hari pertama dia ospek.
"Bu.."Usik Angga.
Vania tergeragap.tidak ada pilihan,dia mau minta tolong kepada Angga.
"Eh,iya pak"
"Mau saya antar?"Angga menatap penuh harap,setidaknya biarpun tidak bisa menyentuh,melihatnya saja sudah membuat hatinya bahagia.
"Apa tidak merepotkan pak Angga?"
"Tidak,saya sudah free"Angga tersenyum manis.
"Baiklah,maaf ya pak.saya merepotkan lagi"Vania menurunkan kakinya, kemudian meminta tasnya yang dipegang oleh Angga.
"Bisa jalan sendiri kan bu?"tanya Angga lagi.
"Bisakah pak,memang bapak mau gendong kalo saya nggak bisa jalan?"Vania tertawa kecil.keduanya berjalan beriringan keluar UKS.
"Kalo ibu mau sih,nggak papa.lha tadi kan juga saya yang gendong bu Vania?"Angga terkekeh geli sepertinya pengalaman menggendong Vania,akan dikenangnya seumur hidup.
Wajah Vania bersemu merah,malu membayangkan harus berdekatan dengan pria selain suaminya.
"Maaf ya pak"lirih Vania.
"Nggak papa bu,santai aja.saya seneng kok,bisa bantu bu Vania.lagipulan cuma saya tadi yang ada disitu."
Tak terasa keduanya sudah sampai diparkiran,Angga membukakan pintu mobil untuk vania.setelah memastikan Vania duduk dengan nyaman,Angga setengah berlari mengitari mobil,dan segera masuk ke dalam mobil.
Beberapa detik kemudian,mobil mulai melaju, meninggalkan parkiran sekolah,menuju jalan raya.bergabung dengan puluhan kendaraan lain,yang juga sedang menggunakan fasilitas jalan raya.
"Ibu tidak mau ke dokter dulu?"tanya Angga, sambil terus fokus dengan kemudinya.
"Emh,kayaknya nggak perlu pak.saya sudah sehat ini"Vania menolak dengan halus.sebenarnya dia masih merasa lemas dan pusing.
Besok aja kalo masih nggak enak badan,minta tolong Abi nganterin periksa ke dokter.nggak enak juga kalo harus ngrepotin Angga lagi.
"Bu Vania,saya mau minta maaf.soal yang kemarin?"ragu-ragu Angga berkata.
"Lupakan saja pak jangan dibahas lagi,nanti malah membuat saya kesal lagi"ujar Vania,sambil sesekali mengernyit,menahan rasa sakit di kepalanya.
"Ah,iya.saya benar-benar khilaf"
"Iya pak.saya juga berusaha untuk ngelupain,jadi jangan pernah dibahas lagi"
Angga hanya bisa mengangguk,mau bagaimana lagi, beruntung Vania masih mau bicara dengannya,coba kalo dia benar-benar menghindarinya,akan jadi apa dirinya.
Rasanya sudah seperti ketergantungan,melihat Vania sekilas saja,bisa membuat semangatnya dua kali lipat.tapi, bila sehari tidak nampak bayangan wanita cantik itu,membuatnya terasa lemas dan tak bersemangat.
Rupanya pepatah yang lagi ngetrend itu juga sedang melanda diri Angga.ISTRIMU SEMANGATKU.lho he..
"Pak Angga,masa tidak pernah tertarik sama sekali dengan murid-murid cewek di SMA kita.kan mereka banyak yang cantik?"tanya Vania,berusaha mengalihkan denyutan di kepalanya.
Angga malah terkekeh.aku malah lagi naksir gurunya,Van.sayangnya,ibarat pungguk yang merindukan bulan, benar-benar tidak bisa aku jangkau.monolog Angga dalam hati.
"Mereka masih kekanak-kanakan bu.saya nggak suka,masih labil, terlalu manja.lagi pula, umur saya juga sudah mendekati expayed menurut standar nasional perbujangan."Angga tergelak.
Vania ikut tertawa mendengar guyonan Angga.ternyata pak guru ini humoris juga,aku pikir sifatnya datar seperti papan.batin Vania.
"Laki-laki mah bebas kali pak,nggak ada standard umur buat nikah.semakin matang semakin banyak yang nyari pak?"Vania ikut meledek.
"Kalo aku ini,bukan lagi matang.bahkan sudah hampir busuk"kata Angga, dan membuat Vania tertawa lagi hingga dia memegangi perut yang terasa sakit,karena sedari tadi tertawa terus.
"Sudah pak,perut saya sakit ini"Vania masih menyisakan tawa.hingga tak terasa mobil Angga sudah sampai di depan gedung apartemen.Angga menghentikan mobilnya,kemudian dia turun,dan segera membukakan pintu untuk Vania.
"Makasih pak"Vania tersenyum manis,saat sudah keluar dari mobil.tapi senyumnya tiba-tiba surut,saat menangkap sosok yang tengah menatapnya dengan tajam,di depan pintu masuk.
Wajah Vania bertambah pucat.aduh,mati aku.
bersambung..
🌸
🌸
Biar bocah labil itu sadar,Untung mertuanya baik
Coba klo jahat pa ga merana vanianya
Mkn ATI...
Nanem benih mau ngerawatnya g mau.. Tolol
Nikah ya ma kawin ya mau punya anak g mau, slh vania jg knp mau ma bocah labil kyk gini.. Klo ga siap knp nikahin n maksa anak org coba?
Klo vania msh bocah msh di maklumi, Kan vania udh di umur matang..
Udh nikah kok ga bisa Bawa diri, Untung g di perkosa orang..
Yg pting kesenengan Dia tanpa mo tahu perasaan pasangannya
Di Kira nikah itu kyk Ayam Jago ketemu Ayam betina.. Terus bertelor gitu?
cewek ini udah kayak ga punya harga diri. bila perlu ga usah pakai pakaian aja dan sekalian tulis huruf besar di jidat kamu "SIAPA AJA BOLEH KO SENTUH AKU UNTUK SEKEDAR HAVE FUN."
aneh banget jadi cewek
Baru dapat baca ini 🙏
Enak, konfliknya gk terlalu berat 👍😁