TAHAP REVISI!!!
Viola Larasati Adiwijaya seorang gadis dari keluarga ningrat , tapi entah kenapa dia justru malah memyembunyikan identitas aslinya
memilih menjadi gadis biasa dan mengurusi cafe serta kedai bersama kedua sahabatnya Mona dan juga Cindy
Rayhan Dirgantara terkenal dengan sikap dingin serta cuek , tapi mempunyai masalalu yang cukup kelam hingga membuatnya menjadi lelaki berhati dingin
Akan kah sikap Rayhan berubah ketika keluarga menjodohkan dengan seorang gadis yang baru pertama kali ia temui?
Bagaimana kisah selanjutnya , Mari kita simak di novel ku ini . Pikiran halu ku sepanjang hari akan aku tuangkan di dalam novel ini , apabila ada perkataan yang kurang baik dan tidak nyambung mohon di maaf karna author ini adalah penulis gadungan , hanya untuk mengisi waktu senggang dari pada ngelamun terus ngehayal lebih baik nulis biar gak setreess
Salam sayang dari author Cantik seperti aku ❤ jangan lupa like serta Komen tapi yang positive aja yah , terus kalo berkenan klik Vote 😘
Trimakasih❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs. Ribet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 30
"Enggak usah sedih, ikhlaskan saja" Ucap Bagas menepuk pundak Ervan
Bagas yang sedari tadi melihat gelagat aneh dari Ervan merasa khawatir, kemudian dengan cepat menghampiri sahabat oroknya
"Sakit" Ucap Ervan tertunduk lemah, kemudian mengangkat kepalanya untuk menahan genangan air yang siap untuk mengalir
"Gue tahu, tapi mau bagaimana lagi dia sekarang bini orang" Jawab Bagas kembali menepuk pundak Ervan"Eh mau kemana lho" Tanya Bagas ketika Ervan beranjak untuk pergi
"Gue butuh angin segar" Jawabnya
"Enggak usah ngaco, mending ikut gue. Takut-takut lho malah bunuh diri entar" Jawab Bagas menarik tangan Ervan
"Gue masih waras yah, di tinggal kawin satu cewek masih ada 1000 cewek yang single"
"Nah itu tahu"
Bagas menarik tangan Ervan membelah kerumunan, kemudian menemui Dimas dan Bumi yang memang sedang menunggu mereka
"Lama tahu gak" Ucap Dimas sedikit kesal
"Gue bujuk anak curut dulu, dia mau bunuh diri tadi" Gurau Bagas menjawab
"Bener mau bunuh diri"
"Si Bagas lu dengerin, dia mah tukang bohong" Jawab Ervan "Mau ngapain di belakang panggung, konser" Sambungnya
"Tuan rumah ngajakin nyanyi" Jawab Bagas melipat kedua tangannya
"Dih nyanyi katanya, senyum aja gak pernah" Ledek Ervan pada Bumi
Tapi Bumi acuh tak acuh, ya karena memang begitu lah sifatnya tidak terlalu mempermasalahkan ucapan orang
"Ayok naik" Ajak nya
Ke empat pria tersebut naik ke atas panggung, kemudian menerima mickrofon yang di berikan oleh bung MC
"Ini beneran mau nyanyi" Bisik Ervan tidak percaya, hanya di balas anggukan oleh Bumi "Lho yakin" Bisik nya lagi memastikan dan di jawab oleh anggukan
"Fix lho ngejebak gue" Gumam Ervan
Bumi menerima gitar dari salah satu personil kemudian memberikannya pada Ervan "Apaan nih, lu yang mau nyanyi juga" Ucap Ervan menolak
"Udah sih Van, hitung-hitung lho nyumbang di kawinan nya si Violla" Bisik Bagas mendekat
Sedangkan di bawah sana sudah begitu heboh melihat ke Empat pria tampan sedang mempersiapkan diri
"Mon lho liat bang Bumi ngapain di atas panggung" Ucap Cindy menepuk tangan Mona
"Astaga ngapain tuh pangeran es, mau bikin gempar nih acara" Jawab Mona kaget
Sedangkan sang adik yang sekarang tengah menjadi pengantin menatap tidak percaya pada ke empat pria lajang tersebut apalagi di antara nya ada sang abang yang Violla tahu jika berbicara saja irit dan sekarang naik ke atas panggung mau berbuat apa?
"Mah lihat abang mau ngapain" Ucap Violla menggoyang-goyang tangan Laras
"Astaga mau ngapain abang kamu Vio" Jawab Laras tak kalah kaget, apalagi melihat mereka sedang berdebat justru membuat Laras semakin takut akan ada ke kacau-an yang di timbulkan oleh anak lelakinya. Meskipun Bumi tidak pernah berbuat ulah selama ini
"Selamat malam para hadirin" Sapa Bagas dengan senyum mengembang, setelah tadi ikut berdebat "Saya disi dan ke 3 karib saya akan menyumbangkan sebuah lagu untuk para tamu khususnya untuk kedua mempelai" Sambungnya
"Buru Van" Ucap Bagas
"Ilah kalian yang mau nyanyi juga" Kesal Ervan tapi tetap meraih gitar dan duduk di kursi "lagu apaan" Tanya nya dengan nada kesal
"Lagu romantis lah" Jawab Dimas sedangkan tuan rumah hanya diam saja seperti biasa tidak banyak bicara
Ervan mulai memetik gitar dengan lihai, meski dia sendiri bingung akan membawakan lagu apa tapi ide jahil yang kadang-kadang datang justru membuat dia tersenyum senang
"Siap-siap yah" Ucap Ervan memberi aba-aba
Bagas yang sudah siap dengan mickrofon di depan mulutnya harus menganga karena mendengar lagu yang di bawakan oleh Ervan
Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini
Karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini
Aku ingin semua cintamu hanya untukku
Memang ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain
"Stop stop" Ucap Bagas dan Dimas berbarengan sedangkan Bumi malah geleng kepala, seperti nya salah mengajak orang patah hati bernyanyi
Sedangkan tamu undangan sudah tampak kebingungan, dan malah berasumsi yang tidak-tidak
Siska menghampiri Laras untuk menanyakan siapa pemuda yang tadi bernyanyi, tapi gelengan kepala dari Laras membuat Siska tampak menahan nafas
Dan lagi ketika empat pria tersebut membuat onar, justru Panji anak pecicilan itu malah ikut naik ke atas panggung. Siska hanya mampu tepuk jidat apabila pesta pernikahan anak sulung nya kacau
"Lho siapa" Heran Bagas yang tidak mengenali Panji
"Gue ade nya bang Rayhan" Jawab nya kemudian menghampiri Bumi "Gue mau ikut nyanyi" Sambungnya
"Sudah, tidak usah bermain gitar" Ucap Bumi menarik gitar yang di pegang oleh Ervan
"Tadi juga gue udah bilang, gak mau main. Tapi lho malah paksa gue" Jawab Ervan tidak mau di salahkan
Bumi mendekati pengiring musik kemudian membisikkan lagu yang akan ia nyanyikan
"Bang nyanyi apaan" Tanya Panji menarik ujung jas Bumi
"Janji suci Yovie and Nuno" Jawabnya
Bumi menunggu aba-aba dari pemain musik, kemudian menarik nafasnya dan melantunkan lagu dengan suara yang begitu merdu
Dengarkanlah, wanita pujaan ku
Malam ini akan ku sampaikan
"Astaga suara si Bumi bagus banget" Ucap Bagas di depan mickrofon dan semua tamu undangan tergelak tawa karena mendengar ucapan Bagas. Padahal mereka sempat mengagumi suara merdu Bumi
Bumi mengacak rambutnya, marah pada dirinya sendiri karena memiliki sahabat aneh seperti Bagas. Bagas yang mendapat tatapan tajam hanya tersenyum kikuk dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf 'V'
Tapi tak di sangka, Ervan yang sedang mengalami patah hati justru malah menyambung lagu Bumi yang sempat terputus
Hasrat suci kepadamu Dewi ku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Suara Ervan begitu menggelegar namun terdengar tertahan dan dengan cepat Dimas pun menyambung lagu tersebut.
Dan di sambung oleh ke lima pria tersebut, meski mereka merasa ragu dengan suara Panji tapi ternyata keraguan mereka di bayar tunai karena suara Panji pun tak kalah merdu.
Wah Dima gak sabaran ya..😂😜