NovelToon NovelToon
Pelangi Tanpa Batas Warna

Pelangi Tanpa Batas Warna

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:57.2k
Nilai: 5
Nama Author: yuya hafira

Karya pertamaku yang jauh dari kata sempurna.

kisah seorang gadis yang mengibaratkan takdir seperti indahnya warna pelangi.

perjalanan hidupnya bertemu dengan sikap, sifat dan jalan hidup orang lain.

berbagai kisah yang membuatnya merasakan pahitnya hidup.

kenyataan yang membuatnya menjadi menantu dari orang yang tidak pernah dia duga siapa itu.

apakah dirinya masih bisa melihat takdirnya seindah warna pelangi?

bukan karya plagiat. mohon maaf jika ada kesamaan nama dan isi cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuya hafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Resto Kebakaran!

\=\=\=\=\=

.

.

Rain sedang serius dan menikmati proses memasak menu andalan buatannya sendiri. Resto mereka kedatangan tamu spesial untuk Pak Broto.

Pak Broto yang sangat senang dengan kedatangan tamu tersebut, memerintah pada para kokinya untuk memasak menu andalan dari masing-masing koki itu.

Tapi ketika semua koki sibuk memasak, tiba-tiba saja seorang koki senior mengeluh sakit kepala dan merasa kedinginan.

Teman-temannya khawatir melihatnya dan memberitahukan hal itu pada Pak Broto.

Pak Broto menyuruhnya pulang.

Senior itu merasa sangat kedinginan tapi dia tidak membawa jaket. Karena saat berangkat, dia diantar oleh anaknya menggunakan mobil.

Akhirnya Rain yang punya baju ganti di ranselnya, memberikan jaketnya untuk dipakai seniornya. Saat Rain pulang nanti dia bisa memakai baju dobel kalau kedinginan.

Rain menyerahkan jaket itu pada seniornya yang sudah menggigil. Jaket merah pemberian temannya dulu. Jaket itu masih bagus walaupun dulu sempat dibawa terjatuh oleh Arka. Rain seketika teringat akan ayahnya. Tapi segera ia mengalihkan perhatiannya.

.

.

\=\=\=\=

.

.

Sore hari di hari minggu. Rain sedang asyik berkendara dengan motor kesayangannya. Rain yang akan pergi ke resto, berkendara dengan santai karena pikirnya hari masihlah terang. Tidak akan terlambat dia sampai di sana.

Pagi hari tadi, Rain ada kegiatan lain di rumahnya dan tak bisa masuk kerja.

Tapi saat dia mulai menambah kecepatan motornya, tiba-tiba saja motornya bergoyang-goyang. Rain yang kebingungan pun segera turun dan melihatnya.

Ternyata ban motornya kempes. Bahkan sangat kempes. 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘪𝘣𝘢-𝘵𝘪𝘣𝘢? Pikirnya.

Rain pun menelpon teman bengkelnya untuk menjemputnya. Tidak mungkin dia memaksakan motornya untuk melaju.

Bengkel itu buka setiap hari, jadi Rain tidak sungkan meminta temannya untuk menjemputnya.

Akhirnya Rain yang berniat kerja pun terpaksa mengurungkan niatnya. Ban motornya bocor luar dan dalam. Rain yang merasa tak percaya pun hanya melongo. Tadi dia hanya santai-santai saja berkendara. Tapi sekarang pasti akan terlambat.

Saat Rain menunggu, tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras. Rain semakin bertambah lesu.

"Mungkin aku tidak kerja hari ini. " Ucapnya bergumam.

Motornya selesai diperbaiki, tapi hujan belumlah berhenti. Malah semakin deras. Rain tidak mungkin menerobos hujan yang deras ini. Jadi Rain hanya menunggu hujannya reda.

Sampai hari sangat gelap dan suara adzan sayup-sayup berkumandang dari kejauhan, hujan pun masih belum berhenti.

Ponselnya berdering. Rain melihat temannya menghubunginya. "Halo... "

"Kamu gak berangkat? "

"Aku di bengkel ganti ban motor. Eeeh... Malah hujan deras sekarang. Kayaknya aku gak bisa masuk hari ini. Nanti kalo Pak Broto tanya, kamu bilang aja apa adanya. "

"Ooh... Ya udah deh kalo gitu. Hati-hati ya. Bye."

"He'em. Bye. "

Telpon pun terputus. Rain hanya duduk termenung sambil memandangi tetesan hujan.

"Loe gak solat?" Tanya temannya.

"Gua lagi libur. " Jawab Rain tanpa menoleh dari tetesan hujan itu.

"Ya udah. Gue tinggal masuk dulu ya. "

"Hem... "

Rain sendirian duduk di bangku. Tidak ada tanda-tanda pergerakan manusia di sekitarnya. Hujan lebat tanpa angin dan petir. Hanya hujan.

Rain tidak merasa takut, tapi dia merasa sangat jenuh.

Temannya masih belum selesai dengan kegiatannya di dalam. Para pekerja di bengkel semuanya tinggal di sekitar bengkel itu.

Pemilik bengkel yang tak lain temannya Rain, rumahnya gandeng dengan bengkel. Rumahnya dengan bengkel hanya terhalangi oleh dinding.

Sementara pekerjanya semuanya menyewa kos di belakang bengkel.

Lama Rain sendirian, akhirnya beberapa temannya kini duduk menemaninya. Mereka selalu bersenda gurau setiap kali mereka bertemu. Bagi Rain, teman-temannya itu nyambung untuk diajaknya mengobrol walaupun mereka semua laki-laki.

Saat mereka asyik mengobrol, tiba-tiba ponsel Rain kembali berdering. Terlihat nama Sinta di layar ponselnya. Rain mengerutkan kening sebelum menjawabnya.

"Halo... " Rain memulai. Terdengar isakan dari seberang sana.

"Sinta... Ada apa? "

"Rain... Hiks... Resto..."

"Kenapa? "

"Resto kita kebakaran... "

Rain mematung cukup lama merasa tak percaya. Terdengar suara riuh dari balik ponselnya.

Teman-temannya melihatnya dengan bingung.

"Kenapa, wei?!"

"Resto tempat gue kerja kebakaran. " Ucap Rain dengan mata yang terbuka lebar.

Teman-temannya terkejut.

"Gue harus kesana! " Rain beranjak dari duduknya. Tak sadar ponselnya masih tersambung atau tidak.

"Pake mobil gue aja! Ini masih hujan. "

Rain mengangguk.

Tak semua temannya bisa ikut. Mobil itu hanya cukup untuk tiga orang dan mereka duduk di depan. Karena hujan, jadi bagian belakang mobil yang terbuka tak bisa digunakan.

"Hujan deras gini, apa sampe besar kebakarannya? " Tanya teman Rain pada dirinya sendiri.

Lama mereka di jalan, akhirnya mereka sampai. Tidak ada hujan deras di sana. Hanya ada tetesan air sebesar rambut yang turun. Itupun sangat jarang. Dilihat dari jalanan yang kering, sepertinya tidak terjadi hujan di sini.

Tampak mobil pemadam sudah berada di sana dan sedang memadamkan api. Ada beberapa polisi yang mengamankan keadaan sekitar. Orang-orang yang mengawasi berada jauh dari tempat kejadian.

Rain bergegas turun dan menghampiri teman-temannya yang dilihatnya. Ekspresi mereka bermacam-macam.

"Sinta! " Panggil Rain.

Sinta dengan mata yang sembab menoleh pada Rain.

"Kok bisa sampe kayak gini? Gimana kejadiannya? "

Sinta menjawab sambil terisak. "Aku tadi di depan lagi antar pesanan, tiba-tiba terdengar bunyi ledakan dari beberapa sudut. Tapi yang paling parah itu di dapur. Aku gak tau apa yang terjadi. Tiba-tiba semua orang sudah berlari berhamburan keluar. Aku yang panik langsung aja ikutan keluar. "

"Terus keadaan yang lainnya gimana? "

"Yang luka udah dibawa ke rumah sakit. Pak Broto antar istrinya yang pingsan karena syok. Aku jadi khawatir sama dia. Dia itu kan punya riwayat penyakit jantung."

Rain terlihat sangat khawatir.

𝘠𝘢 𝘈𝘭𝘭𝘢𝘩... 𝘈𝘥𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘪𝘯𝘪? Batinnya sedih.

Beberapa saat berlalu, akhirnya api dapat dipadamkan. Karena bangunan resto itu tidak berdekatan dengan bangunan lain, jadi para petugas tampak lebih mudah memadamkannya.

Kini kerusakan di restoran itu sudah terlihat jelas. Bagian depannya tidak banyak yang rusak, tapi bagian belakangnya sudah tak berbentuk lagi. Tiang-tiangnya nampak rapuh dan dindingnya sebagian sudah ambruk. Sebagian dari bangunan itu terbuat dari kayu. Jadi ya... Dapat diperkirakan seperti apa keadaannya sekarang.

Rain dan teman-temannya memandangi tempat itu dari kejauhan. Tampak kepulan asap masih keluar dari bangunan yang sebagian sudah hangus itu.

Mereka tampak diam termenung dengan wajah yang sedih. Tempatnya mencari nafkah kini tinggallah bangkai bangunan. Tak mungkin bisa digunakan lagi.

.

.

\=\=\=\=\=

.

.

Rain kembali ke bengkel untuk mengambil motornya. Hujan sudah reda. Kini Rain memilih pulang ke rumahnya. Wajahnya nampak lesu membayangkan tempat kerjanya yang kini sudah tinggal kenangan.

Ketika Rain sampai dirumahnya, Hastini tampak bingung karena tak biasanya Rain pulang di jam segini. 𝘈𝘱𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪? Pikirnya. Apalagi ketika melihat wajah Rain yang tampak tak baik-baik saja. Membuatnya bertambah khawatir.

Hastini pun bertanya dan Rain menceritakan apa yang telah terjadi dengan resto tempatnya bekerja.

Hastini terkejut dan ikut bersedih. Hastini mencoba menyemangati anaknya walaupun usahanya itu sia-sia.

.

.

\=\=\=\=\=\=

.

.

Rain dan beberapa temannya pergi ke rumah sakit di siang hari. Mereka memang sepakat untuk pergi bersama menjenguk teman mereka di sana. Karena sebagian dari mereka akan ada waktu luang di siang hari.

Kebanyakan yang menjadi korban adalah para koki karena mereka berada di dapur yang mengalami kerusakan pertama dan paling parah. Untung saja mereka bisa keluar dari sana.

Rain dan teman-temannya mendatangi satu persatu teman-temannya yang dirawat di sana. Hingga mereka sampai pada senior yang meminjam jaket pada Rain.

"Maaf, ya. Bapak gak bisa kembalikan jaket kamu. Jaketmu ikut terbakar di sana. " Ucap orang itu tampak menyesal. Rain tersenyum dan menyemangati orang itu. "Gak pa-pa kok, senior. Senior selamat saja saya sudah senang. Senior cepatlah sembuh. "

"Saya cuma syok. Luka di tubuh saya gak seberapa parahnya kok. Seniormu yang lain malah ada yang sampai cedera. "

Rain dan teman-temannya nampak sedih.

"Ya. Semoga mereka cepat sembuh. " Kata teman Rain.

"Kalian udah jenguk Pak Broto? " Tanya si senior.

"Belum. Ini nanti habis dari sini kami mau ke sana. Kan istrinya Pak Broto di rawat di rumah sakit lain, jauh lagi dari sini. " Jawab teman Rain yang lain.

.

.

Setelah mereka menjenguk teman mereka di rumah sakit itu, kini mereka berpindah ke rumah sakit tempat istrinya Pak Broto dirawat. Mereka pergi bersama-sama menggunakan mobil. Mobil dengan 7 penumpang dan satu supir. Semuanya pekerja di resto.

.

.

.

.

.

.

bersambung....

maaf maaf maaf....

kalo gak jelas....

salam dari yuya....

1
Yayu Asafiyah
ceritanya bagus autor,bersanding dengan dunia jaman sekarang pembulian.
Zed Analytical Number Nine
kasihan Bu intan meratapi kepergian anaknya di batu nisan.

Zed mampir lagi kak Yuya, semangat nulisnya 🙏🥰
Dehan
1 iklan untuk mu thor
Dehan
vote mendarat buatmu thor
Dehan
luar biasa keluasan hati keluargamu rain.. aku ikut terharu
Dehan
dukungan mendarat syantik thor
Dehan
aku mampir kak..
jangan bosen ya sama aku yg gak selesai2 bacanya 😂
zhA_ yUy𝓪∆𝚛z: makasih banyak kak dehan yang masih mau dukung karyaku. jadi terharu aku🤧
total 1 replies
Dehan
sampai sini dulu ya thor sudah kasih banyak gift buat author, supaya novel ini makin up..

ditunggu kehadirannya kembali di penjahit cantik, karya recehku
Dehan
posisi ace udah tinggi banget tuh pasti, udh kepengen banget wkwjwk.. sabar ace halalin dlu
Dehan
cuma ngerjain ace tuh 😁
Dehan
salfok sama tamunya 🤣🤣
Dehan
ayo semangat rain
Dehan
kok aku ikit serih ya.. 😢
Dehan
😲😲😲
Dehan
penjahit cantik mampir thor
Dehan
passsss banget visualnya
Dehan
gift sudah mendarat thor..
mampir lagi ya ke penjahit cantik
Dehan
wkwkw ngakak
Dehan
siapa tuh?
kok merinding akuh 😅
Cellestria
karena udah mampir, sekuntum bunga untuk thor. Tetap semangat 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!