NovelToon NovelToon
Penantian Ruby

Penantian Ruby

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:863.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bundew

Usianya baru 18 tahun, saat Ethan Algheano Sanjaya terpaksa merenggut mahkota paling berharga milik Ruby Mikhayla Attala yang merupakan kekasih Ethan sejak SMP.

Papi Juna marah besar pada Ethan, karena selain merusak masa depan Ruby, Ethan juga terlibat perkelahian dengan Rumi Rajendra Attala hingga membuat saudara kembar Ruby itu menjadi koma.

"Ethan hanya akan menjadi anak tak berguna yang akan selalu merepotkanmu, Alvin!"

"Anakmu tak akan jadi apa-apa tanpa campur tanganmu dan keluarga besarmu!"

Sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Papi Juna, membuat Ethan bertekad untuk mewujudkan mimpinya sebagai dokter tanpa bantuan atau campur tangan sang Dad maupun keluarga besarnya.

Apakah Ethan akhirnya bisa membuktikan kalau ia mampu mencapai kesuksesan tanpa campur tangan dari keluarga besarnya?

Lalu apa sebenarnya yang terjadi pada Rumi di hari saat perkelahiannya bersama Ethan?
Benarkah Ethan yang sudah membuat Rumi menjadi koma?

Apakah pada akhirnya, Ethan dan Ruby akan kembali bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SARAPAN

Ruby baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih terbungkus handuk, saat hidung wanita itu sudah mencium aroma harum masakan dari arah dapur.

Siapa yang memasak?

Ethan?

Ruby merasa tak sabar untuk segera melihat ke dapur. Wanita itu mempercepat langkahnya, dan tepat di depan dapur, Ruby melihat Ethan yang sedang memindahkan masakan dari atas panci ke mangkuk saji.

"Aku kira kau tadi buru-buru ke rumah sakit," tanya Ruby yang sudah duduk di kursi tinggi yang ada di minibar yang menyambung dengan dapur apartemennya.

"Ya, aku memang buru-buru tadi. Lalu saat akan berangkat ada pesan masuk yang mengingatkan kalau jadwalku praktek hari ini jam sepuluh," jawab Ethan seraya terkekeh.

Ethan membawa mangkuk di tangan kanannya dan piring di tangan kirinya, lalu menyajikan keduanya di hadapan Ruby.

"Apa ini?" Tanya Ruby seraya melihat tak senang pada tumpukan sayur di mangkuk.

"Capcay sayur," jawab Ethan seraya mengambil sendok untuk menyuapi Ruby.

"Aku tidak makan sayur!" Tolak Ruby menjauhkan wajahnya dari suapan Ethan.

"Perlu kusuapi memakai mulutku?" Tawar Ethan dengan nada memaksa.

"Dasar mesum!" Cebik Ruby yang masih tak mau membuka mulutnya.

"Buka mulut, Ruby cantik!" Rayu Ethan memasang wajah manis yang malah terlihat menggelikan bagi Ruby.

"Ini enak!" Ethan melahap hasil masakannya sendiri, lalu mengunyahnya dengan ekspresi lebay di depan Ruby yang masih menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Kau tahu kalau aku tak suka sayur sejak dulu," sergah Ruby seraya menjauhkan mangkuk berisi capcay dari hadapannya. Ruby ganti meraih satu potong ayam goreng yang ikut disajikan Ethan bersama capcay tadi.

"Itu dulu! Sekarang kau harus mulai menyukainya dan memakannya!" Paksa Ethan yang kembali menyodorkan sendok berisi potongan wortel dan brokoli ke depan mulut Ruby.

"Aku tidak mau! Jangan memaksaku!" Tolak Ruby tegas.

"Sayang sekali!" Ethan menyuapkan sayur yang tadi ditolak Ruby ke mulutnya sendiri.

"Padahal ini enak," ujar Ethan lagi di sela-sela ia mengunyah sayur.

"Dan aku sudah capek-capek membuatnya," lanjut Ethan lagi yang sudah ganti menyendok potongan buncis dan babycorn. Sedangkan Ruby masih asyik menggigiti ayam gorengnya.

"Kau bisa memasak capcay seafood tanpa sayur, dan aku akan memakannya," ujar Ruby memberikan saran pada Ethan.

Ck!

Ethan berdecak.

"Kenapa bukan kau saja yang memasak untukku?" Tanya Ethan uang langsung membuat Ruby tergelak.

"Kau pulang praktek jam berapa? Nanti aku akan memasak untukmu," janji Ruby seraya mendekatkan wajahnya ke wajah Ethan.

"Jam tiga," jawab Ethan seraya mengendikkan kedua bahunya.

"Aku akan memasak untukmu," janji Ruby sekali lagi.

"Kau tidak ke toko?" Gantian Ethan yang bertanya. Suami Ruby itu hampir menghabiskan satu mangkuk capcay buatannya tadi.

"Aku libur hari ini."

"Lihat hasil perbuatanmu!" Ruby menunjukkan bercak kemerahan di leher, dada, bahkan lengannya pada Ethan yang hanya meringis tanpa dosa.

"Kau itu yang agresif. Aku kan hanya mengimbangi permainanmu," ujar Ethan mencari alasan. Ruby hanya memutar bola matanya.

"Lagipula, tujuh tahun bukan waktu yang sebentar." Lanjut Ethan lagi pada Ruby yang masih diam.

"Aku bahkan hampir menerjangmu, saat datang ke rumah untuk memasang infus Kak Alsya waktu itu," ujar Ethan lagi yang langsung membuat Ruby berhenti mengunyah ayam gorengnya.

"Kami semua benar-benar kaget waktu itu, saat Dokter Adhy mengenalkan kau sebagai asistennya," cerita Ruby seraya menerawang.

"Kak Alsya sedang hamil Sunny waktu itu dan Papi yang tadinya tak merestui hubungan Kak Alsya dengan Abang Erick terpaksa memberikan restu." Lanjut Ruby lagi bercerita dengan nada sendu.

"Kenapa Papi Juna tak merestui?" Tanya Ethan kepo.

"Entahlah!"

"Menurut Papi Abang Erick sudah membawa pengaruh buruk untuk Kak Alsya. Belum lagi tentang pekerjaan Abang Erick yang tidak jelas."

"Papi sudah menawarkan agar Abang Erick membantu Rumi mengurus toko-toko. Tapi Abang Erick menolak dan tak mau belajar, makin illfeel-lah Papi pada suami Kak Alsya itu," cerita Ruby panjang lebar.

"Memang awalnya pekerjaan Abang Erick apa?" Tanya Ethan lagi yang masih penasaran.

"Model." Jawab Ruby sebelum bangkit dari duduknya lalu masuk ke dapur, membuka kulkas, dan mengambil air minum. Ruby mengambil dua botol air mineral dan memberikan salah satunya pada Ethan.

"Lalu soal perjodohan itu, kau juga belum menceritakannya kepadaku," tanya Ethan setelah pria itu meneguk air di botolnya.

"Aku kira jawaban Rumi semalam lebih dari cukup dan sudah menjelaskan semuanya," Ruby sudah mengalungkan kedua lengannya di leher Ethan.

"Kenapa harus Arkan?" Tanya Ethan bingung.

"Rumi masih akrab dengan Arkan?" Tanya Ethan lagi merasa penasaran.

"Bukankah Rumi sudah mengatakannya semalam kalau dia sebal pada Arkan?"

"Cemburumu berlebihan, Pak Dokter!" Ucap Ruby seraya berbisik dengan nada sensual di telinga kanan Ethan. Saat itulah Ethan merasakan darahnya kembali berdesir.

Sial! Kenapa Ruby suka sekali memancing Ethan.

Ethan membenarkan kacamatanya dan sedikit salah tingkah, sebelum pria itu kembali bertanya pada Ruby.

"Lalu apa alasan Papi Juna menjodohkan kau dan Arkan?"

"Papi dan papanya Arkan adalah rekan bisnis dan mereka lumayan akrab," jelas Ruby yang sudah ganti berdecak malas.

"Dan sudah dua tahun terakhir Arkan intens mendekatiku," lanjut Ruby yang sesaat benar-benar membuat hati Ethan meradang.

"Arkan sudah menyukaimu sejak SMA," ujar Ethan memberikan informasi.

"Aku tahu."

"Tapi sejak dulu aku hanya menyukai satu pria," Ruby yang sejak tadi masih berada di balik punggung Ethan, mulai menyusuri dada suaminya itu dengan jemarinya.

"Ruby, jangan memancingku!" Ethan menghentikan tangan Ruby yang sudah bergerak nakal di dadanya.

Sial sekali!

Ethan seolah tak bisa mengendalikan hasratnya sendiri saat Ruby menyentuhnya seperti ini. Apa Ethan susah berubah menjadi maniak **** sekarang? Atau monster?

"Masih ada waktu satu jam sebelum jam praktekmu di mulai." Tangan Ruby sudah bergerak lincah dan menyingkap kaus Ethan.

"Dan aku tak keberatan menemanimu mandi lagi, Suamiku!"lanjut Ruby dengan nada sensual menggoda.

"Sial!" Ethan tak berhenti mengumpat.

"Jangan mengumpat begitu, Eth!" Tidak tahu bagaimana, namun Ruby sudah berganti posisi menjadi di depan Ethan sekarang.

"Aku akan mandi sendiri!" Ucap Ethan tegas seraya menahan tangan Ruby sebelum menjamah lebih jauh. Milik Ethan sudah berkedut tak karuan sekarang.

"Baiklah!"

"Silahkan pergi mandi sendiri sana, dan aku tak akan mengganggu!" Ucap Ruby menatap serius pada Ethan. Meskipun tanpa Ethan sadari, kalau jemari Ruby sudah berada di tempat yang tak seharusnya.

"Kau sudah bergairah, Sayang!" Ruby merem*s milik Ethan yang masih terbalut celana dan membuat Ethan terlonjak kaget.

Ruby hanya tergelak tanpa dosa dan langsung meninggalkan Ethan begitu saja.

"Ck! Ruby!" Ethan yang merasa geram, langsung turun dari kursi, mengejar istrinya tersebut hingga berhasil menangkapnya. Ethan membopong tubuh Ruby yang menjerit-jerit masuk ke dalam kamar mandi.

Jangan salahkan Ethan yang tak pernah bisa menahan hasratnya. Ruby yang selalu memancing Ethan!

.

.

.

Terima kasih yang sudah mampir.

Jangan lupa like biar othornya bahagia.

1
Si Memeh
Luar biasa
username9
.
ᶦ ᵃᵐℳႮ𝕾ᗅƎℕᗅvͫ𝖆ͮ𝖓ȡ𝖗𝖎𝖆☪︎
𝐬𝐮𝐤𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐜𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐢𝐧𝐢
Kaizar Kaizar
keren
Maria Magdalena Indarti
Ruby kaget
Maria Magdalena Indarti
happy ending. tp msh penasaran siapa yg melukai Rumi?? Arkan??
Maria Magdalena Indarti
bagus kl Brigita sm Marcel yg mencintainya
Maria Magdalena Indarti
ethan & Ruby saling salah paham nih. Ruby belum tunangan
Maria Magdalena Indarti
flashback ttg Rumi donk spy jelas knp jd Ethan yg tertuduh
Widha Widya
kenapa ngga ada cctv nya di hotel...
kan bisa keliatan siapa yg ngasih obat kl ada cctv
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
AKHIRNYA OTW HAMIL TU SI RUBY..
Sulaiman Efendy
GARA2 KASUS INI HAEZEL TRTIMPA MALAPETAKA YG LBH KEJAM DRI RUMI & ETHAN, MSKI SIREYNOLD ANJING IBLIS JUGA DPT AZAB DI BUNUH DN DI MUTILASI OLEH CHERYL, DN DIBEKUKAN SLMA 5 TAHUN POTONG2AN TUBUHNYA, TPI TK BSA MNGEMBALIKN SSUATU YG TELH MNIMPA MAYRA ISTRI HAEZEL DLM SEMALAM...
Sulaiman Efendy
JGN2 VIVIAN TAU YG TRJDI DGN RUMI 7 TH LALU
Sulaiman Efendy
SEMOGA HP ETHAN MSH NYALA, DN TRDENGAR OLEH MARCEL
Sulaiman Efendy
KLO LO TAU RUMI LUMPUH KRN ARKAN, DN YG KSI RUBY OBAT PRANGSANG JUGA ARKAN APA LO MSH MRH DGN RUBY, GARA2 LO TRLIBAT DGN SI BRATA, TU HAEZEL YG JDI KORBAN KRN USUT KASUS RUMI.
Sulaiman Efendy
PASTI VIVIAN, NNTI NGERAWAT RUMI
Sulaiman Efendy
ARKAN INI PENJAHATNYA YG MMUKUL RUMI, DN SI REYNOLD ANJING SDR ANGKATNYA,
Sulaiman Efendy
AWAS GK BSA JLN KALIAN BERDUA, NTAR SALING PAPAH..😂😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
PASTI RUBY MAU DIJODOHKN SAMA ARKAN
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!