NovelToon NovelToon
COOL BOY GUS FASHAN

COOL BOY GUS FASHAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 5
Nama Author: Melaheyko

COOL BOY GUS FASHAN

🌸SEASON DUA DARI USTADZ MUDA ITU SUAMIKU🌸

Seorang pria gagah, tampan, pemalu dan dingin. Sangat menyayangi keluarganya. Seorang pria berumur 25 tahun, Muhammad Fashan Ali Zainul Majdi. Si sulung dari 4 bersaudara.

Kisah cintanya tak berlangsung mulus, apalagi saat dia dituduh atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Namun, walaupun begitu. Dia adalah pria yang taat agama dan Sholeh. Menginginkan pasangan terbaik, bahkan keislamannya pun sangat berharga untuk nya. Gus Fashan adalah seorang pebisnis muda, guru dan pengurus pesantren keluarganya Al Bidayah. Karena kejadian malam itu, setelah yakin dengan sholat istikharah. Dia menikahi seorang gadis yang memiliki sifat tidak jauh-jauh darinya, dingin, cuek, galak dsn ketus. Gus Fashan berusaha menjadi sosok yang baik untuk istrinya tercinta Raihanah Sufu Embrace, 22 tahun, santriwati baru di pesantren. Gus Fashan berusaha menjadi pencair suasana, jika dia masih bersikukuh dengan sikap cueknya, entah bagaimana rumah tangga nya dengan Raihanah. Gus Fashan akan terus berusaha mendapatkan penerimaan yang ikhlas dari istrinya, walaupun sulit dan memerlukan waktu. Akankah si ketus Raihanah luluh? kita simak kisahnya..

Happy reading

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melaheyko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Nida

Waktu pulang pun tiba, Gus Fashan langsung menuju ke rumah sakit bersama Fara dan Nida. Nida duduk di belakang dan hanya diam membisu, Fara diam-diam melirik gadis itu dari kaca spion. Gus Fashan sama sekali tidak tertarik, mengungkit masalah Nida kabur. Nanti Nida salah paham, dan mengartikan pertanyaannya sebagai sebuah perhatian.

Sesampainya di rumah sakit, semuanya keluar dan Gus Fashan menelepon uminya untuk menanyakan dimana ruangan Syifa dirawat. Di ruangan rawat, Ikhsan menangis, dan terus mengajak uminya Syifa untuk pulang sama-sama.

”Umi pulang ayo umi” ajak Ikhsan, seraya menggoyangkan bahu Uminya. Syifa tersenyum tipis, bibirnya begitu terlihat pucat. Ikhsan betah di rumah umi Nailah, tapi dia juga ingin bersama uminya.

”Uminya lagi sakit, sama ayah sini” ajak Robi lalu menggendong putranya itu, Ikhsan diam dan memperhatikan uminya, dia tetap menangis terisak-isak pelan.

”Assalamu'alaikum” suara Gus Fashan terdengar, dia mendorong pintu lalu masuk, di susul dua gadis di belakangnya.

”Wa'alaikumus Salaam” jawab semuanya. Nida menunduk saat abi Farhan menatapnya kesal. Nida langsung bersembunyi di belakang tubuh ibunya Hafshah.

”Gimana keadaannya sekarang?” tanya Gus Fashan dan Syifa tersenyum.

”Aku baik Shan" jawabnya pelan dan Gus Fashan terlihat khawatir. ” Raihanah sama Faiza dimana?” tanya nya.

”Kuliah, pulang sore” jawab Gus Fashan lalu Syifa mengangguk. Syifa merasa malah semakin lemah, padahal dia terus di infus. Dan sama sekali tidak ada masalah dengan pencernaan. Dia ingin sehat kembali, tidak mau terlalu lama merepotkan keluarga abi Farhan.

”Salam sama umi kamu” titah Robi kepada Nida. Syifa menoleh dan memperhatikan Nida yang terus menekuk wajahnya dalam-dalam, tanpa terlihat ada niat untuk menyapa wanita yang sedang sakit itu.

”Kamu pasti capek habis pulang sekolah, ayo sana cari jajan” titah Hafshah sambil memberikan uang, Nida mengangguk dan langsung keluar. Robi terbelalak melihat Nida tidak menghiraukan apa yang dia perintahkan tadi. Melihat tatapan risih suaminya, Hafshah langsung mendekat seraya berbisik.” Jangan dipaksa”

Robi diam dan tidak meladeni Hafshah yang membela Nida, Robi tidak ada mau ada pertengkaran di situasi seperti ini.

”Ayo pulang nak, kata dokter kan anak kecil gak boleh lama-lama” ajak umi Nailah dan ikhsan tidak mau.

”Ikhsan, pulang ya” bujuk Gus Fashan.” Ayo, om gendong” Gus Fashan bangkit dan akhirnya Ikshan mau digendong olehnya, Hafshah diam memperhatikan Gus Fashan dengan seksama.

”Abi nyetir sendiri?” ujar Syifa bertanya.

”Asstaghfirullah bi” Gus Fashan kesal.” Ngapain sih nyetir segala” sambungnya mengomel.

”Enggak Shan, ada Yaman yang menyetir. Abi kan lagi pusing terus, gara-gara umi kamu masak daging kambing kemarin. Mana Abi berani” tutur abi Farhan menjelaskan, agat terhindar dari anaknya yang sering mengomel berkepanjangan.

Gus Fashan mendelik sebal.” Awas kalau bohong” katanya mengancam dan umi Nailah mencubit lengan putranya itu. Abi Farhan hanya tersenyum tipis mendengarnya.

”Aku antar sampai depan” ajak Gus Fashan dan mencondongkan tubuhnya kepada Syifa, agar wanita itu bisa mencium Ikhsan yang sedang dia gendong.

”Umi cepet pulang ya” suara Ikhsan berat, kedua matanya begitu merah dan berair kembali.

”Jangan nakal ya, nurut sama semua orang ya nak” lirih Syifa dan suaranya pun tak kalah berat, Ikhsan mengangguk dan Gus Fashan membawanya keluar.

”Bibi, Fara gak bisa lama-lama, Fara juga pulang ya.” Ujar Fara lalu menyalami tangan Syifa dan Syifa mengangguk. Fara juga berpamitan kepada semuanya lalu keluar.

”Assalamu'alaikum” ucap abi Farhan dan mengelus pucuk kepala keponakan kesayangannya Syifa begitu lembut. Syifa terdiam lalu menatap punggung abi Farhan sejenak. Abi Farhan mengenggam tangan istrinya erat dan umi Nailah tersenyum hangat.

”Wa'alaikumus Salaam” jawab semuanya.

Sore harinya, Raihanah dan Faiza datang ke rumah sakit. Raihanah sempat membeli makanan seperti yang diminta suaminya. Keduanya melangkah bersama, dan sempat menanyakan kepada resepsionis dimana ruangan Melati 1.

”Aku mau nginep di rumah sakit Rai” ucap Faiza dan Raihanah menoleh.

”Kenapa? kan bibi Syifa sudah ada suaminya. Nanti kamu capek” imbuh Raihanah menimpali.

”Justru itu, om aku om Robi pasti capek kalau jagain sendirian. Aku udah janjian sama bibi Atikah mau nginep sama-sama nanti malam, kamu mah jangan ya, di rumah aja” tuturnya menjelaskan dan Raihanah mengangguk.

Keduanya mengucapkan salam, dan semua orang menjawab. Tertinggal Nida dan Robi yang menjaga Syifa, walaupun Nida sebenernya malas. Kedua mata Robi nampak berbinar melihat Raihanah, Raihanah melewatinya begitu saja dan mendekati Gus Fashan.

”Macet?" tanya Gus Fashan dan Raihanah mengangguk lalu menyalami tangan suaminya itu, Gus Fashan membalas dengan mengusap pucuk kepala istrinya. Raihanah beralih dan mendekati Syifa.

”Gimana bi sekarang?” tanya Raihanah.

”Alhamdulillah baik, terima kasih sudah datang” ucap Syifa sambil tersenyum lebar dan Raihanah juga tersenyum.

”Aku sama bi Atikah mau jagain bibi disini” ujar Faiza dan Syifa menggeleng kepala.

”Bibi gak mau bikin kalian semua repot” lirih Syifa.

”Enggak bi, kenapa bilang begitu. Faiza nginep pokoknya nanti malam, kalau butuh apa-apa bilang sama Faiza ya” tutur Faiza tidak mau dibantah dan Syifa tidak bisa berbuat apa-apa.

Tidak lama, Robi meminta semuanya keluar karena Syifa ingin berganti pakaian, Faiza pergi untuk sholat Ashar, karena dia belum melaksanakannya. Gus Fashan, Raihanah dan Nida duduk bersama. Nida memperhatikan sepasang suami istri itu yang sibuk mengobrol bersama.

”Aku gak mau” tegas Raihanah.

”Aku makan kamu nanti” Gus Fashan berbisik sambil tersenyum mesum, di samping telinga Raihanah, dan Raihanah memukul dada suaminya manja. Nida yang tak paham dengan obrolan yang dia dengar sekelebat itu terbakar api cemburu, dia merasa kehadirannya tidak dianggap. Gus Fashan dan Raihanah berhenti cengengesan saat Nida mengulurkan tangannya yang menggenggam botol minum.

”Bang, bukain. Aku gak bisa buka tutup botol ini. Keras” rengek Nida dan Gus Fashan menatap istrinya, dia tersentak melihat tatapan tajam Raihanah.

”Letoy banget sih, harus kuat dong walaupun perempuan” ketus Raihanah sambil merebut botol dari tangan Nida, dan memutarnya dengan mudah.” Nih, keras dari Hongkong” serunya kesal dan Nida menerimanya sambil cemberut.

”Rai” panggil Gus Fashan lembut.

”Apa?” balas Raihanah sedikit membentak.

”Asstaghfirullah” ujar Gus Fashan terkaget-kaget mendengar bentakan istrinya.

”Bang Fashan nya jangan dibentak-bentak, kalau umi tahu, siap-siap dipecat kamu jadi mantan menantu” hardik Nida dan Gus Fashan kesal mendengarnya.

”Yang sopan” tegas Gus Fashan.

”Istrinya salah masa dibelain, gak ada istri yang baik kalau membentak suaminya begitu. Kayak perempuan cuma situ saja” tutur Nida dan Raihanah tersenyum kecut.

”Aku memang belum bisa menjadi istri yang baik, tapi aku bukan gadis yang hobi merepotkan semua orang dengan kabur, apalagi menggoda sepupunya sendiri” tutur Raihanah dan Nida bangkit dari duduknya, Raihanah juga bangkit dan Gus Fashan juga berdiri lalu menghalangi pandangan keduanya. Tidak akan benar jika terlalu lama lagi di rumah sakit.

”Ayo pulang” ajak Gus Fashan.

”Enggak” tegas Raihanah, Gus Fashan mengalungkan lengan besarnya di leher Raihanah, lalu menariknya agar segera pergi. Nida melemparkan botol minuman sampai mengenai punggung Gus Fashan, dan dia kaget sendiri.

”Salah sasaran” ucap Nida panik.

”Awas ya kamu!" teriak Raihanah emosi karena suaminya dilempari seperti itu, Gus Fashan membungkam mulut Raihanah dengan tangannya agar diam.” Emmm...” Raihanah berontak dan Gus Fashan tetap menutup mulutnya.

Faiza yang berpapasan keduanya terlihat kebingungan.

”Bilang sama bibi, aku sama Rai pulang” ucap Gus Fashan dan Raihanah menggerakkan tangannya agar Faiza membantunya lepas dari Gus Fashan, tapi Faiza hanya menggaruk kepala.

Sesampainya di dalam mobil, Gus Fashan tidak mendengarkan ocehan Raihanah, dan langsung tancap gas meninggalkan rumah sakit.

Pak

Pak

Bug..

Raihanah memukul dan menampar otot lengan suaminya berulangkali, karena kesal. Gus Fashan diam dan otot lengan besarnya itu lama-lama terasa ngilu.

”Sebel” ucap Raihanah lalu menggigit tangan suaminya.

”Aaaaa... Sakit Rai" jerit Gus Fashan dan Raihanah berhenti.” Sakit sayang” ucap Gus Fashan lagi, mencoba menyentuh bibir istrinya tapi Raihanah menepis tangannya kasar.

”Sayang, jangan marah-marah terus”

”Terus aja kamu belain Nida"

”Aku gak belain dia, kamu kalau enggak aku cegah, berantem sampai malam pun jadi. Itu rumah sakit, banyak orang sakit dan banyak juga yang sedang istirahat. Jangan begini, gak baik.” Tutur Gus Fashan mencoba bersikap lembut agar Raihanah paham.

”Sepupu kamu yang duluan” sewot Raihanah.

”Iya, tapi bukan berarti kamu bisa melawan seenaknya. Lebih kalem bisa kan? gak semuanya harus kita lawan dengan teriak dan pakai otot. Cara jitu melawan musuh itu bersikap tenang Rai. Jangan kayak anak kecil” imbuh Gus Fashan panjang lebar, akhir kalimatnya membuat Raihanah sakit hati.

”Aku memang istri kamu Gus, tapi bukan berarti kamu bisa mengubah dan mengatur watak dan sifat istri kamu. Aku gak pernah bersikap sok kalem di depan kamu sebelum menikah, aku selalu tampil apa adanya. Tapi kamu tetep melamar kamu, oh iya aku lupa. Kita menikah karena terpaksa kan? gak aneh kalau kamu begini sama aku” suara Raihanah serak, dia lipat kedua tangannya di dada. Seraya memalingkan wajahnya dari suaminya.

”Kenapa ngomongnya begitu lagi sih, aku sayang sama kamu” tutur Gus Fashan begitu tulus tapi Raihanah diam.” Sayang hei lihat aku sini, aku cium ya kalau cemberut begitu” ancamnya dan Raihanah tidak perduli.

Gus Fashan akhirnya diam, dia tidak bisa memaksa. Gus Fashan akhirnya meraih minuman kaleng yang belum dia minum, membukanya dengan satu tangan, lalu meminumnya setengah.

”Nih minum biar tenang” titahnya seraya menyodorkan minuman kaleng tersebut, Raihanah yang merasa haus akhirnya menerimanya. Tenggorokan nya terasa kering karena terus mengomel. Gus Fashan tersentak dan kedua matanya membulat melihat Raihanah mengelap bekas bibirnya dengan tisu.

”Pake di lap segala” goda Gus Fashan dan menggelitik pinggang Raihanah.

”Jangan sentuh aku, gak mau” ketus Raihanah dan menepis tangan Gus Fashan lagi dan lagi.

”Kenapa di lap begitu heh?” Gus Fashan kesal.

”Jijik” singkat Raihanah, membuat Gus Fashan melongo dan mencari tempat menepi, Raihanah tidak perduli saat mobil berhenti di tepi jalan.

”Jijik?” tanya Gus Fashan diselingi tawa kecil dari bibirnya. Raihanah mengangguk tanpa ragu dan Gus Fashan tertawa terbahak-bahak.” Haha, beneran jijik, bener?”

Raihanah mengangguk lagi. Gus Fashan mengedarkan pandangannya, dan melepaskan sabuk pengaman nya.

”Enggak mau” jerit Raihanah saat Gus Fashan memaksa menciumnya. Gus Fashan menggigit bibir istrinya sampai akhirnya terbuka. Raihanah pasrah, tapi tetap berusaha mendorong dada suaminya, dia takut ada yang melihat. Gus Fashan berhenti, setelah merasa puas. Raihanah menarik kaca cermin dan melihat bibirnya.

”Masih jijik?” ucap Gus Fashan ketus. Raihanah diam dan Gus Fashan mengusap bibir basah istrinya, karena kelakuannya.” Bilang lagi ayo” tegas Gus Fashan. Raihanah menggeleng kepala dan takut di cium lagi.

Cup...

Gus Fashan mencium kembali bibir istrinya itu sekilas.

”Jangan marah-marah lagi, apalagi sampai kamu ragu dengan perasaan aku Rai" suara Gus Fashan begitu lembut, dia raih tangan istrinya dan mengelusnya. Gus Fashan tersentak saat merasakan jemarinya menyentuh cincin itu. Dia menunduk dan memperhatikan cincin istrinya yang sempat hilang.

”Maaf, aku emosi tadi” ucap Raihanah, lalu mencium pipi Gus Fashan lembut. Gus Fashan sontak menoleh dan keduanya sama-sama tersenyum.

”Ini ada?” tanya Gus Fashan bingung.

”Baru ketemu hehe” ujar Raihanah begitu senang.

”Alhamdulillah, kamu nemuin cincin ini dimana sayang?” Gus Fashan begitu antusias dan mengelus pipi istrinya lembut, Raihanah bingung, harus bohong atau jujur? apa suaminya akan marah kalau tahu cincin nya hilang karena di curi?.

”Ada yang nyuri cincin aku sebenarnya, tapi kamu jangan marah ya Gus" ucapnya penuh kehati-hatian, Gus Fashan terlihat kesal dan memalingkan wajahnya.

”Siapa?”

Raihanah diam.

”Sayang” Gus Fashan membujuk.

”Zaskia” jawab Raihanah dan Gus Fashan langsung mendengus.

”Aku sudah bilang, jangan bergaul dengannya. Dia gak baik, kamu kenapa susah banget nurut sama aku? gak ada sejarahnya bergaul dengan orang gak baik jadi orang baik-baik sayang. Pintar-pintar memilih teman, untuk kebaikan kamu sendiri. Lebih baik punya teman sedikit, tapi bisa menjaga rahasia dan menghargai kamu. Kamu juga harus bisa begitu sama teman-teman kamu” tutur Gus Fashan sambil menatap Raihanah dengan seksama, Raihanah mengangguk dan dia akan menurut kepada suaminya.

”Aku akan lebih berhati-hati” ujarnya dan Gus Fashan tersenyum lebar. Dia khawatir dengan keselamatan istrinya, tidak ada yang tahu manusia di luaran sana seperti apa, sosok istrinya yang berdarah Indonesia dan Kanada, membuat penampilannya menjadi sorotan, apalagi matanya. Raihanah mudah terpancing, dan Gus Fashan takut orang-orang memanfaatkan hal tersebut.

1
Elfi Rahmi
/Wilt/
Cah Dangsambuh
waaah aku baru nemu ni cerira religi padahal udah lama di terbitin ,,dari prolognya lansung suka
Olivia Mahen
nangiss kejerrr aku kakkk, berat banget ujian hidup mu raiii😭😭
Olivia Mahen
baru baca ini novel ditahun 2025 liat ending nya ngilu banget hatiku ya allah gk nyangka Gus fashan meninggal duluan 😭😭, rai penuh banget ya cobaan nya. malam malam baca yg sad end bengkak nih mata
Nabil Mauza: baca jug kk yg perbedaan 18 tahun bagus banget
total 1 replies
Izza Nabila
Luar biasa
Liii
luar biasa MasyaAllaah 😭🫂✨
Liii
usaha nya Gus fashan si kenapa Thor? kenapa ga dilanjutkan oleh Gus mu?
Liii
Fara Fahira Faiza gimana apa kabar? kenapa episode nya dikit Thor?
Liii
astaghfirullah banjir ini mah bantal😭😭
Liii
apa karena Gus fashan syok dengar teman nya yang meninggal istri temannya sudah menikah lagi?? kenapa bisa begitu Thor?? ga rela Gus fashan ga mungkin begitu cepat Thor, gimana ini???
Liii
MasyaAllaah keluarga Cemara sekali 😍
Liii
innalillahi wa innailaihi roji'uun nenek Riska udah meninggal? kenapa gimana cerita Thor?
Liii
emang wafi sekarang umur brp si?
Liii
gimana cerita nya ko tiba" fara nikah sama Nafis, sesingkat itu kah ceritanya?? padahal Fara baru ulang tahun di bahagiain bang Raihan, kasian pisan bang Raihan🥲 sabar ya bang hehe
Liii
ai cnh Ning Rai th hoyong gaduh opat😭🤣
Liii
pengen punya suami kaya Gus fashan😭
Liii
ikut senang MasyaAllaah Tabarakallaah Selamat Ning Rai Dan Gus Fashan🥰
Liii
sedih pisan Gusti 😭😭😭
Liii
ga ngerti ini kapan dibocorin si Anisa hamil sama siapa ?
Liii
jadi penasaran Fara jodohnya siapa?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!