NovelToon NovelToon
Ini Bukan Love Bombing

Ini Bukan Love Bombing

Status: tamat
Genre:Komedi / Petualangan / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / CEO / Cinta Murni / Slice of Life / Menjadi Pengusaha / Tamat
Popularitas:158.6k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Nindya Ending Putri Mahendra, putri bungsu dari keluarga sederhana yang harmonis dan humoris. .

Nindya gadis cantik, menarik, pinter dan memiliki gen humoris warisan orang tua 😁. Nindya bertemu dengan Bramantyo kakak kelas sahabatnya Lilian. Kebersamaan mereka menumbuhkan cinta di hati Nindya dan Bram. Tidak ada cerita cinta segitiga entah segitiga sama kaki ataupun sama apa dan siapa 😁. Cinta mereka mendapat dukungan dari Lilian sahabatnya yang baik hati tetapi menyimpan suatu misteri.

Manisnya perjalanan cinta saat pacaran hingga sampai di pelaminan tidak menjamin kebahagiaan setelahnya. Krisis ekonomi global ikut membawa pengaruh pada kehidupan mereka, masalah demi masalah datang menerpa.
Namun dengan hadirnya masalah masalah justru menguak sifat asli orang orang terdekat, menguji ketulusan cinta pasangan, keluarga dan persahabatan.

Bagaimana akhir perjalan cinta dan persahabatan mereka?????

Yuk kita ikuti ceritanya, santai aja guys ini cerita dikemas dalam gaya cerita santai dan humoris

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 Jadian dech

Sementara Nindya pura pura tidak mendengar, dia malah asyik selfie selfie dengan background air terjun.

"Nin...kamu denger enggak?" suara Bram sedikit berteriak

"Enggaaaak"

"Lebih bagus kita pacaran" teriak Bram

"Mas Bram malu itu mereka temen lik Marni" ucap Nindya saat melihat ibu ibu yang mencuci sudah selesai berjalan melewati mereka berdua, dan menoleh sambil tersenyum.

'Salah sendiri" ucap Bram memdekat ke Njndya kemudian mengarah hapenya pada mereka berdua dan cekrek Bram mendapatkan foto selfi dengan Nindya dengan latar belakang air terjun"

Bram kemudian melihat hasilnya, dan dia terlihat tersenyum.

"Lihat mas" pinta Nindya

"Jawab dulu, mau ga kita pacaran?" ucap Bram

"Emang mas Bram cinta?"tanya Nindya

"Terus ngapain aku sampai sini?" jawab Bram

"Ih..."

"Apa?"

"Bilang ke papah kalau berani?" tantang Nindya

"Okey nanti aku bilang" ucap Bram

"Bener?" tanya Nindya memastikan

"Iya..." jawab Bram

"Mana lihat fotonya" pinta Nindya

"Kita foto lagi aja" ucap Bram lalu mengarahkan hapenya lagi pada mereka berdua dengan posisi semakin dekat..

"Kita sekarang sudah pacaran" bisik Bram di telinga Nindya. Terlihat Nindya tersenyum malu dengan pipi memerah. Bram gemes dan spontan memeluknya, Nindyapun terbawa suasana membalas pelukan Bram. Mereka berpelukan saling berhadapan dengan background air terjun, sangat bagus bila diabadikan namun sayang tidak ada yang memotret mereka.

Bram membelai rambut di kepala Nindya bagian belakang kemudian pelan pelan membenamkan pada ceruk lehernya, sambil berbisik

"Senang bisa memelukmu" bisik Bram pelan. Suara detak jantung mereka berlomba dengan suara gemuruh air terjun.

"Ayok balik Mas" ajak Nindya sambil mengurai pelukan. Brampun melepas pelukannya akhirnya mereka berjalan meninggalkan. air terjun dan telaga jernih tersebut. Bram berjalan dengan menggenggam tangan Nindya menuntun saat berjalan naik di jalan setapak. Setelah beberapa waktu mereka sampai di tempat parkir motor.

"Mas aku jalan kaki saja takut aku jalannya nanjak. Kalau dengan lik Marni motor di parkir di atas sana" ucap Nindya

"Kamu ga percaya aku bisa bawa motor naik lewat jalan itu" ucap Bram

"Enggak ah, jalan kaki saja, mas Bram tunggu di atas" ucap Nindya

"Ya sudah, hati hati jalannya" Akhirnya Bram membawa motor seorang diri dan Nindya jalan kaki. Setelah beberapa saat Bram sudah sampai di atas, terlihat Bram mematikan mesin motornya kemudian dia berjalan turun, mendekati Nindya

"Kenapa turun?" teriak Nindya Bram hanya tersenyum sambil mempercepat jalannya. Tak berapa lama sudah berada di samping Nindya

"Mau kugendong?" tanya Bram

"Ihhhh"

"Tuh nafasmu sudah satu satu" ucap Bram

"Yok biar cepett" ucap Bram lagi sambil memberikan punggungnya

"Enggak ah tinggal bentar lagi" ucap Nindya masih terus melangkah.

Merekapun akhirnya berjalan Bram memegang erat tangan Nindya kadang berada satu dua langkah di depannya sambil badan berbalik melihat Nindya dengan. tangan menggenggam erat menahan tubuh Nindya. Tidak terasa sudah mendekati letak motor terparkir. Dan Bram sengaja menarik tubuh Nindya dan tentu saja tubuh Nindya jatuh di dada bidangnya. Bram tertawa puas

"ihhh..." gumam Nindya sambil memukul Bram dengan tangannya . Bram hanya tertawa lalu menyalakan mesin motor dan merekapun berlalu menuju ke rumah orang tua mamah Indah.

Perjalanan kembali merupakan perjalanan yang sangat singkat bagi mereka berdua, padahal tidak ada yang berubah baik jarak tempuh maupun jalurnya. Perasaan mereka yang kini sedang berubah, wajah keduanya selalu terlihat tersenyum tanpa sebab.

Motor sudah memasuki halaman rumah orang tua mamah Indah. Bram menempatkan motor seperti saat dia mengambil tadi. Nindya turun dari motor tanpa mengucapkan sepatah katapun, kemudian berjalan menuju rumah, Bram mengikuti dari belakang.

Saat sampai di ruang tamu tampak sepi tidak ada orang di dalamnya.Namun terdengar suara mamah Indah dan lik Marni sayup sayup di ruangan belakang kemungkinan di dapur.

Bram duduk di ruang tamu sambil melihat lihat hape nya dengan mimik wajah tersenyum senyum. Nindya melangkah menuju ke belakang kemudian menoleh ke arah Bram.

"Mas omong ke papah loh!" ucap Nindya pelan namun terdengar oleh Bram. Bram mendongak menatap Nindya

"Iya, sekarang?" tanya Bram masih melihat ke arah Nindya

"Papahmu dimana?" tanyanya lagi. Nindya tidak menjawab kemudian melangkah masuk ke dapur. Dan tidak berapa lama dia membawa dua gelas minuman. Kemudian berjalan menaruh di meja.

"Papah di kandang sapi nya mbah Karto" ucap Nindya sambil menaruh pantatnya di kursi

"Di mana itu?" tanya Bram sambil mengambil air minum

"Di belakang, lewat halaman samping terus jalan setelah kebun kopi nanti ada rumah mbah Karto terus di dekat situ ada kandang sapi" ucap Nindya pada Bram memberi tahu lokasi rumah mbah Karto

"Ayo sama kamu" ajak Bram

"Sendirian aja, sekarang sana" ucap Nindya

"Iya iya..." ucap Bram lalu bangkit berdiri. Dia berjalan keluar rumah kemudian berjalan ke halaman samping rumah melewati motor yang dia parkir, dia terus berjalan melewati kebun belakang ada sebuah rumah kecil Bram terus berjalan melewati beberapa pepohonan namun belum menemukan kebun kopi.

"Dimana sih" gumam Bram dalam hati. Namun sekarang di depan matanya nampak kebun kopi yang sedang berbunga.

"Oooo di sana" gumam Bram lalu melangkahkan kakinya lebih cepat. Benar setelah kebun kopi Bram melihat sebuah rumah, mata Bram melihat lihat apakah ada orang di sekitarnya. Bram melangkahkan kaki sambil melihat lihat mencari kandang sapi. Mata Bram menangkap sosok papah Mahendra di dekat kandang sapi yang posisinya agak jauh di belakang rumah mbah Karto.

"Lewat mana menuju ke sana?" tanya Bram dalam hati. Namun beberapa saat kemudian muncul seorang laki laki tua dari rumah tersebut.

"Cari apa mas" ucap orang tersebut agak berteriak

"Kandang sapi mbah" ucap Bram jujur

"Buat apa?" tanya orang itu lagi

"Eeem maksudnya cari pak Mahendra, mau menemuinya, saya lihat beliau di sana saya mau ke sana tidak tahu jalannya" jawab Bram memberi penjelasan

"Siapa kamu?" tanya orang itu

"Saya temennya Tedy" ucap Bram bermanipulasi agar urusan dengan orang tua ini lancar

"Ooo ayo ayo masuk lewat sini, terus ke sana" ucap laki laki tua itu lalu membukakan pintu pagarnya. Bram lega akhirnya dia masuk pagar dan berjalan lewat jalan setapak menuju kandang sapi. Setelah sampai di dekat kandang sapi, namun papah Mahendra tidak menyadarinya dia masih fokus melihat sapi sapi yang berada di kandang.

"Om" sapa Bram setelah berada di dekat papah Mahendra

"Eh kamu ngapain sampai sini, kamu suka sapi juga?" tanya papah Mahendra setelah menoleh melihat Bram di dekatnya

"Iya Om" jawab Bram bermanipulasi lagi agar urusan lancar

"Apa yang kamu sukai dari sapi?" ucap papah Mahendra. Bram bingung menjawabnya dia mengusap wajahnya dengan kasar sebab tidak tahu harus jawab apa

"Om..." ucap Bram pelan

"Apa, kau lihat itu Bram aku heran kenapa ekor sapi selalu menutupi pantatnya apa dia malu" ucap papah Mahendra masih fokus pada sapi sapi di kandang

"Iya mungkin malu sama Om" ucap Bram sambil tersenyum sebenarnya dia ingin tertawa tapi takut menyinggung perasaan papah Mahendra

"Sembarangan kamu, sudah kamu mau omong apa?" tanya papah Mahendra

"Om, bolehkah saya dan Nindya pacaran?" tanya Bram dengan hati hati dahinya sudah dipenuhi keringat karena kuatir dengan jawaban papah Mahendra

"Nindya nya gimana mau ga, mau pacaran sama Nindya kok omongnya di kandang sapi, kamu mau pacaran sama sapi apa?" tanya papah Mahendra

"Nindya nya mau Om, tapi saya disuruh minta ijin sama Om sekarang juga, lha sekarang Om di sini ya saya ke sini" jelas Bram

"Hmmmm" gumam papah Mahendra. Lalu mereka berdua terdiam hanya terdengar suara suara sapi.

"Gimana Om boleh ga?" tanya Bram meminta kepastian

"Jaga perasaan Nindya" ucap papah Mahendra dengan tegas

"Baik Om, terimakasih " ucap Bram sambil meraih tangan papah Mahendra dan menciumnya padahal tangan papah Mahendra belum dicuci masih beraroma sapi.

"Masih masa observasi" ucap papah Mahendra

"Iya Om" ucap Bram

1
Fenti
makin seru kak👍👍
semangat💪💪💪
Arias Binerkah: semangat juga Kak 💪💪💪
total 6 replies
Indah
Hai kakak2 semua, mampir yuk di karya aku.

'Terjerat serigala Tampan' (End)

dan karya baruku ' My Possessive Bodyguard'

Mohon dukungannya ya, terimakasih😁😁😁😁
Nit_Nit
kasihan rita
Senajudifa
aku mampir thor
Senajudifa
hayo bram mikir apa
Your name
Jadi keinget sama seseorang??
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy mampir
Mary Lyn
permulaan cerita yg menarik..penuh dengan sopan santun sesama mereka ...
Arias Binerkah: Terimakasih atas hadir dan dukungannya kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Luk _lukil13
hai kak 👋👋....aku lupa kalo belum baca sampai taman kebanyakan novel yang ada di perpustakaan 🤭🤭. semangat 💪💪💪💪 .seneng banget liat keseruan ibu dan ank ini.
Arias Binerkah: iya kak tidak apa apa.. terimakasih ya atas hadir dan dukungannya....semoga suka dan terhibur 🙏🙏🙏
total 1 replies
Senajudifa
segini dulu bacax thor
Senajudifa
kutukan cinta mampid
Hera sasuwe
endingnya happy ya
Arias Binerkah: hai kak apakabar? semoga selalu sehat, mau promosi novel baru nih, judul Alexandria, silahkan hadir dan dukung ya Kak...terimakasih 🙏
total 2 replies
Senajudifa
hadir
Senajudifa
kutukan cinta baru mampir lagi...sdh kumasukan dalam favoritku y
PIPIT PITRIANI
mampir thor
Arias Binerkah: Terimakasih kak atas hadir dan dukungannya 🙏
total 1 replies
Duyung kesayangan
keren 👍👍👍
lanjut kak
Arias Binerkah: terima kasih kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
Tymy Tymy
ending yang bahagia terimakasih BozQ
Arias Binerkah: apakabar Gan, semoga selalu sehat. Monggo pinarak dan dukung novel baruku judul Alexandria.. terimakasih 🙏
total 2 replies
🌸 andariya❤️💚
hampir kak🥰
Arias Binerkah: terimakasih kak atas hadir dan dukungannya 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nit_Nit
mamah Indah nervous tapi dandan tetap jalan
Nay Sha
q mampir ni thor😊
Arias Binerkah: permisi kakak ijin promo jika berkenan silahkan mampir di novelku judul Alexandria, terimakasih kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!