Dia adalah orang yang sering dibuli dan dianggap remeh, yaitu seorang pecundang.
Suatu saat dia bermain game, tapi ketika pertama kali login, dia menemukan bahwa dirinya terjebak di sana.
Dia terjebak di dalam game dimana dirinya bisa mati kapan pun di dunia itu.
Aku telah memutuskan. Aku akan bertarung.
"...Dan menjadi orang yang bisa berdiri sampai akhir..."
=======================
Penasaran dengan bagaimana petualangannya di dalam dunia game?
Genre: Aksi, Komedi, Romantis, Petualangan, Sihir, Monster, Bela diri, Kerajaan.
-The Last One Standing-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 26.
"Dengan minumannya, maka total semuanya adalah 100 koin perunggu."
100 koin perunggu?
Berapa jumlahnya itu?
Aku hanya mendapat uang jajan dari kakek tiga buah keping koin perak saja.
"Mm... Apakah ini cukup?"
"Yak, ini saja, sudah lebih dari cukup. Atau kah anda lain bermaksud lain seperti... membeli saya, begitu?"
Kupingku naik turun setelah mendengar hal itu, namun Shania malah cekikikan melihatnya.
"Tuan sangat lucu, tapi sayangnya aku jauh lebih mahal daripada tiga buah keping koin perak itu."
Aku meletakan tiga koin perak di atas meja dan Shania hanya mengambil salah satu di sana.
"Bukankah barusan anda menyebutkan jika sudah memiliki tunangan?"
"Hm, benar kok, aku sudah memiliki tunangan. Tapi aku ini sangat imut. Kurasa... anda mana mungkin bisa menahan diri~"
Sekali lagi Shania mengedipkan matanya kepadaku.
Harus kuakui jika dirinya begitu imut saat berpose begitu.
Shania sekarang duduk di depanku. Kali ini adalah bahasan yang serius dan langsung ke pokok permasalahannya.
"Jadi apakah yang ingin anda tanyakan?"
Baiklah. Mana yang lebih dulu?
Tentang player yang disebut kemarin atau tentang dunia yang baru saja ku masuki ini?
"Bisa kau jelaskan tentang player?"
"Hmm, player yah...? Seharusnya semua orang di dunia ini sudah mengetahui hal itu. Tiga tahun yang lalu..."
Sayangnya aku masih baru dengan hal ini, tiga tahun lalu aku dipindahkan ke dunia game pada sebuah pedalaman hutan.
Di sana aku langsung dikejar oleh sekawanan monster serigala, hari berikutnya aku dipaksa untuk bertahan hidup selama berhari-hari dengan cara bertarung melawan para monster di dalam hutan.
Aku bertemu dengan Elinalise, mendapatkan pedang dengan kelas Conqueror, dan terjebak di dalam jurang bersama dengan seekor monster legenda.
Tiga tahunku dihabiskan hanya untuk bertarung dan melawan Porky setiap harinya.
Menurut cerita Shania, pada tiga tahun yang lalu.
Seperti sebuah hujan yang tiba-tiba turun di saat langit sedang cerah, entah bagaimana beberapa orang tiba-tiba mengakui jika dirinya adalah seorang 'player' atau orang yang berasal dari dunia lain.
Jumlahnya kemudian kian bertambah tiap harinya dan mencapai ribuan. Lalu sekarang, tidak ada yang tahu berapa pastinya jumlah para player ini.
Sejak saat itu orang-orang yang tiba-tiba mengaku ini dikenal sebagai 'Player'. Tapi beberapa orang juga sering menyebutnya sebagai makhluk asing.
Meskipun sering disebut sebagai makhluk asing, namun mereka masuk ke dalam tubuh seseorang dari dunia ini dan mengendalikan seluruh anggota tubuh sampai kepalanya.
"Hii... Aku tidak bisa membayangkan, apa yang terjadi jika tubuhku ini yang diambil."
Shania kemudian memeluk tubuhnya sendiri sembari membayangkannya.
"Oh. Namun para player ini masih dibagi menjadi tiga. Yah, aku tidak paham, namun mereka sendirilah yang membuatnya. Pertama..."
Pertama, ada player dengan sebutan [NPC] atau [Non Player Character], mereka dikabarkan adalah yang paling lemah di sini.
Kedua, adalah player dengan sebutan [Avatar].
"Aku tidak tahu maksud dengan mereka di sini. Mereka mengatakan jika para avatar ini adalah karakter buatan mereka sendiri. Hmmm, sampai sekarang pun aku masih belum mengerti apa maksud mereka."
Ketiga, player dengan nama "Main Hero". Karakter ini adalah yang paling kuat karena berperan sebagi tokoh utama dan berpengaruh di dunia.
Para player memiliki keistimewaan tersendiri di sini, yaitu sesuatu yang mereka sebut dengan 'sistem'.
Dengan kekuatan sistem, mereka dapat dengan mudah meningkatkan kekuatannya sampai tak terbatas, dan yang biasa mereka sebut sebagai 'level'.
"Lalu apakah para player ini dapat mati di sini?"
"Jawabannya adalah, bisa."
Shania menghela napas sebentar sebelum melanjutkan.
"Mereka bukanlah makhluk abadi, kau tahu. Meskipun setiap orang memiliki atribut atau kemampuan khusus, tapi seseorang tetap saja mampu untuk dibunuh."
Satu tahun kemudian, para player ini memutuskan untuk berkumpul saat mengetahui fakta tersebut, dan menciptakan sebuah perkumpulan atau organisasi baru.
Organisasi inilah yang begitu ditakuti dan memiliki kekuatan setara dengan Serikat Guild. Mereka adalah Asosiasi Pemain.
"Syarat untuk bergabung adalah, orang itu harus lah seorang player juga."
Shania kemudian menutup ceritanya.
Mungkin maksud author ni berbagai negara ya?