NovelToon NovelToon
Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Mengubah Takdir: ADULT MEN ACT LIKE CHILDREN

Status: tamat
Genre:CEO / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Ramanda

Dhanu Ibnu Ardhana Pria tampan berusia 27 tahun, Namun karena sebuah tragedi di masa kecilnya ia harus kehilangan kedua orang tuanya. Sementara ia mengalami cacat mental hingga ia bertingkah seperti anak kecil.

Dan ternyata Dhanu adalah pewaris tunggal dari sebuah perusahaan yang terkenal dan karena ia yang bertingkah seperti anak kecil, pamannya mengambil kesempatan itu untuk menguasai hartanya. Hingga niat kotor pun muncul, dan ia ingin membunuh Dhanu.

Namun niat sang paman gagal karena Dhanu di tolong oleh seorang kakek yang ternyata adalah kakeknya sendiri yang begitu menyayangi Dhanu dan suatu ketika sang kakek mempunyai sebuah janji untuk menjodohkan Dhanu pada seorang wanita bercadar cucu dari sahabatnya.

Tetapi karena Dhanu yang seperti itu sang kakek berniat membatalkan perjodohan itu, tapi siapa sangka, ternyata wanita yang akan di jodohkan pada Dhanu mau menerima Dhanu apa adanya, dan akhirnya pernikahan pun terlaksana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KAMU BUKAN ANAKKU.

"Ka..Ka..kamu m.masih hidup?!." ucap Susi yang terlihat sekali kalau ia sangat ketakutan saat melihat Dhanu. "A..apa i.itu benaran ka.kamu?!" tanya Susi lagi yang kini tubuhnya terlihat gemetaran.

"Iya Tante ini Adan, Adan, Adan Kangen Tante.." kata Dhanu yang masih memainkan perannya, sembari ia bermaksud mendekati Susi.

"Jangan mendekat!, tetap di situ!" teriak Susi yang entah kenapa ia terlihat ketakutan melihat Dhanu.

"Tante kenapa?, Adankan cuma kangen Tante." kata Dhanu lagi sambil ia memainkan dua jari telunjuknya.

"Apakah kalian melihat orang itu?." tanya Susi pada kedua penjaga kamar rawat Eriko, sedangkan kedua penjaga yang sepertinya sudah mendapatkan kode dari Dewo, berpura-pura heran.

"Orang mana Bu?, saya tak melihat apapun." kata salah satu penjaga itu. " Hei bro Lo lihat sesuatu?." tanyanya lagi pada temannya.

"Lihat apa?, nggak ada siapapun di sini!." ujar teman yang satunya lagi.

"Ibu percaya sekarang kami tak melihat siapapun di sini." kata salah satu penjaga yang tadi di tanya Susi membuat Susi semakin gemetaran melihat Dhanu.

"Ja.jadi ha.hanya a.aku s.saaja y.yang me.melihatnya?!." tanya Susi dengan suara bergetar karena rasa takutnya.

Melihat ketakutannya Susi, membuat Dhanu semakin ingin mengerjai Susi, ia pun dengan perlahan mendekati Susi." Tante Adan kangen Adan ingin peluk Tante." kata Dhanu dengan merentangkan kedua tangannya kedepan mengarah ke Susi seakan ia hendak menyekik Susi.

"Ti.ti.ti.daak! ja.jangan me.mendekat, bu.bukan aku yang membunuh kamu.!" teriak Susi dengan jalan mundur, dengan tubuh gemetarnya.

"Tante Adan kangeeen." Dhanu masih terus mendekati Susi.

"Tiidaaaak!, pergii dariku!." teriak Susi yang kemudian dengan langkah seribu ia pun berlari sekencangnya meninggalkan Dhanu yang hampir saja tawanya pecah karena ia merasa lucu melihat Susi yang sedang ketakutan.

Setelah Susi tak terlihat lagi tawa Dhanu pun pecah. " Hahahaha. betapa senangnya melihat nenek sihir itu ketakutan Aku jadi merasa ingin mengerjainya lagi Dewo, hahahaha." katanya yang masih tertawa terbahak-bahak karena teringat wajah Susi yang ketakutan melihat dirinya.

"Hahaha, tentang tuan muda ada masanya kita akan kembali menghargainya nanti saya akan meminta anak buah saya untuk mengikutinya Agar kita tahu dimana ia tinggal sekarang." ujar Dewo yang ikut terbahak melihat Susi yang berlari tunggang langgang karena ketakutan.

"Bagus aku suka itu!." kata Dhanu dengan tersenyum liciknya. " Dan untuk kalian berdua, kerja yang bagus!, kalian berhak dapat bonus!, Wo kasih mereka bonus." sambung Dhanu lagi

"Baik Tuan muda." balas Dewo, "Untuk bonus kalian berdua akan aku transfer ke rekening kalian." kata Dewo lagi pada kedua penjaga itu yang ternyata mereka adalah anak buahnya Dewo.

" Terima kasih banyak Bos!." ucap mereka berdua secara serentak, terlihat sekali kalau keduanya begitu senang mendengar akan mendapatkan bonus oleh Bos mereka.

"Ya sudah ayo kita masuk Wo!." ajak Dhanu dan salah satu anak buahnya Dewo pun membukakan pintu untuk kedua bos mereka.

Dhanu dan Dewo pun memasuki ruang rawat Eriko sesampainya di dalam Dhanu melihat Eriko yang sedang terbaring lemah dengan kepala yang di perban kansa putih serta tangan yang sedang di infus, nampaknya ia juga sedang terjaga, hingga saat melihat kedatangan Dhanu ia spontan langsung duduk.

"Dhanu?... sini Nak, mendekatlah pada Om." panggil Eriko pada Dhanu, dan sesuai keinginan Omnya Dhanu pun mendekati Eriko.

Saat Dhanu sudah mendekatinya Eriko langsung menarik Dhanu ke dalam pelukannya. " Maafin Om Nak, hiks..hiks.. Maafin Om Dhanu hiks.. maafin Om yang selalu menutup mata dengan kejahatan istri om hiks.. hingga kamu harus, hiks.. kehilangan orang tua kamu.. hiks.. hingga kamu juga harus mengalami seperti ini..hiks.. maafin Om Dhanu..hiks..hiks.." ujar Eriko di dalam pelukan Dhanu. Sangat terlihat jelas dari isakannya kalau ia benar-benar sangat menyesali perbuatannya, sedangkan Dhanu hanya diam dan cuma menyimak perkataan Eriko saja.

"Hiks, Om janji akan hiks..akan memperbaiki segalanya Nak, hiks..dan Om juga akan membawa kamu keluar negeri hiks.. agar kamu menjadi orang yang normal.. Setelah kamu sembuh Om akan menyerahkan semua yang menjadi hak kamu lagi ya.." kata Eriko yang kini ia sudah melepaskan pelukannya dan hanya menatap wajah Dhanu sekali ia membelai rambut Dhanu dan terkadang mengelus wajah. Sedangkan Dhanu masih terdiam menatap om nya.

"Kamu maukan nak ikut Om keluar negeri, Om janji akan melakukan apapun agar kamu sembuh. Ya Nak, Kita akan terus bersama Ok." ujar Eriko yang masih selalu membelai rambut Dhanu penuh kasih sayang.

Melihat ketulusan Omnya, membuat Dhanu tak tega untuk berlama-lama membohonginya dan dia bermaksud mengatakan sebenarnya, kalau sebenarnya dirinya telah sembuh, saat ia ingin berbicara, Tiba-tiba terdengar ketukan pintu membuat ia mengurungkan niatnya berkata jujur.

"Masuk!." seru Eriko, dan tak berapa lama seorang pria muda pun memasuki ruang rawat Eriko.

"Reza?!" gumam Eriko saat melihat pemuda itu.

"Halo Pi, bagaimana keadaan papi sekarang?." tanya Reza saat baru memasuki ruangan tersebut.

"Ada apa kamu datang kemari?." tanya Eriko sedikit ketus, dan Ia bukannya menjawab pertanyaan dari Reza Ia malah kembali bertanya pada Reza.

"kok pertanyaan papi aneh sih, Ya sudah pasti aku kemari untuk menjenguk papilah." balas Reza yang kemudian ia pun duduk di sebuah sofa yang ada di ruangan tersebut. " Eh, bukankah ini si anak idiot?, masih hidup rupanya dia, aku pikir ia sudah menjadi makanan cacing." lanjut Reza lagi asal setelah ia melihat Dhanu.

"Reza!, jaga ucapan kamu!, sekali lagi kau berkata tidak sopan, aku akan memanggil dua penjaga itu untuk mengusir kamu!!" bentak Eriko, terlihat jelas ia tidak suka mendengar perkataan Reza.

"Cih, Papi masih saja membela anak idiot ini!, Anak papi yang sebenarnya aku atau anak idiot ini sih?!" tanya Reza dia masih berpikir kalau Eriko belum mengetahui kebenarannya.

"menurut kamu siapa yang benar-benar anakku?." kembali lagi Eriko bukannya menjawab pertanyaan Reza, ia malah membalikkan pertanyaan Reza dengan wajah datarnya.

"kok papi malah kembali bertanya Jawab dulu dong pertanyaan aku Pi?." pinta Reza yang terlihat heran melihat perubahan Eriko.

"Kamu lebih tahu jawabannya Reza, bukankah ibu kamu sudah memberitahukan segalanya?." kata Eriko dengan tatapan yang tak bisa di artikan oleh Reza, membuat Reza sedikit bingung.

"A.apa ma.maksudnya papi?." Tanya Reza sedikit gugup. " Sudahlah tidak usah di jawab, aku kesini sebenarnya karena ada urusan kantor, dan aku mau minta tanda tangan papi untuk proyek baru di perusahaan kita Pi." Ujar Reza seperti mengalihkan pembicaraannya.

"Sejak kapan kamu jadi perduli dengan kantor hah?, aku rasa kamu tidak perlu ikut campur urusan kantor lagi!." Ujar Eriko yang terdengar ketus.

"Apa maksudnya Papi?. Bukankah ini perintah Papi, menyuruh aku menangani perusahaan?."

"Siapa yang mengatakan itu?"

"Mami Pi, dan aku sudah dua hari menangani perusahaan." jawab Reza apa adanya.

"Cih, perempuan tak tahu malu itu masih berambisi ingin memiliki perusahaan milik Dhanu?, hingga mengutus Anaknya, aku ingatkan untuk kalian semua, selagi aku masih hidup, aku tak akan membiarkan kalian memiliki perusahaan itu, apakah kau mengerti!, " ujar Eriko dengan tatapan tajamnya seperti sebuah ancaman buat Reza.

"Oh iya ini berikan sama ibu kamu, mulai hari ini dia bukan Istriku lagi dan termasuk kamu bukan Anakku juga, jadi silahkan kamu pergi dari sini sekarang!" kata Eriko dengan suara datarnya, membuat mata Reza membulat kaget.

"Apa!!"

__________

Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 🙏😘

1
🌹🪴eiv🪴🌹
banyak typo thor 😭
🌹🪴eiv🪴🌹
nggak enak banget bacanya,, ada nggeeeek 😭
🌹🪴eiv🪴🌹
eh busyet rambut berkeliaran

terurai menutupi jidat
🌹🪴eiv🪴🌹
lho......lah
pak Diky muiskuin ternyata 🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
menjadi apa thor,ada kata yg hilang
🌹🪴eiv🪴🌹
hust 🤫, disuruh diam malah nyanyi adhan lagi sembunyi ante...🤣🤣
Rahmawati Amma
mantap
Rahmawati Amma
ada lagunya tuh mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke samudra🤣🤣🤣
Rahmawati Amma
🤣🤣🤣ternyata diky laki2 mokondo🤣🤣
Rahmawati Amma
aku teringat pandu di aplikasih sebelah🥲
Cucu Cerri
butik kali thor
Eko Nur Yanto
kebcnyakan kalimat hah
Eko Nur Yanto
lanjut thor
Eko Nur Yanto
wah Si danu Akhirnya Belah Duren nih
zaenudin adam
Luar biasa
arlan paska
penasaran ceritanya, mantap authorx...
Maryana Fiqa
dasar Kakek minta cicit macam beli jajan aja 🤣🤣🤣🤣
Gak Tau
/Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Gak Tau
suku ceritanya adem bacanya
Gak Tau
Itulah kalau punya istri cucu seorang ki yai tahu aturan agama jadi adem pikiran Dhanu kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!