NovelToon NovelToon
Sang Mantan Istri

Sang Mantan Istri

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahkontrak / Selingkuh / Nikah Kontrak / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Pernikahan Kilat / Karir / Tamat
Popularitas:145.7k
Nilai: 5
Nama Author: sayang aku ga?

Mohon maaf, Novel dalam proses revisi menjadi bacaan yang jauh lebih baik lagi, baik dari segi penulisan, diksi kata ataupun alur yg akan lebih cepat karena menghilangkan adegan tidak pantas.

---------

Disclaimer : Adult konten.

"Menyesal itu memang selalu datang belakangan, jika di awal namanya pendaftaran," ucap Freya pada Adnan yang menyadari kesalahannya sampai membuat pernikahannya berakhir begitu saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayang aku ga?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 30

“Seilla!”

Gadis yang dipanggil rekannya menoleh seketika dengan senyuman yang mengembang di wajahnya. “Cie, yang udah naik kasta!”

Plak!

Freya lantas memukul bahu rekannya membuat Seilla kembali cekikikan. “Syiriiik aja lu!”

Keduanya kembali terkekeh bersama. Mereka terlibat obrolan ringan sebelum akhirnya Freya berpamitan pada rekannya.

“Permisi, Nona…” Salah seorang pramusaji mendekati Freya.

“Iya?”

“Maaf, saya disuruh Pak Bram untuk menyerahkan minuman spesial ini…” Pelayan itu dengan cepat menyerahkan segelas minuman putih yang membuat Freya curiga.

“M-maaf, saya tidak meminumnya!” tolak Freya lembut.

“Anda bisa lihat di meja Bapak,” Pelayan itu juga tidak mau habis akal membujuk Freya meminum minuman yang dibawanya.

Freya berbalik menoleh pada keberadaan Bram, pria itu ikut berbalik seolah sehati dan menunjukan senyuman tampannya. Freya membalas senyuman dengan rona merah di kedua pipinya.

“Silahkan Nona, ini kejutan yang Bapak berikan untuk anda…” Desakan demi desakan membuat Freya akhirnya meminumnya tanpa sempat berpikir panjang. Pelayan itu menyeringai dan beringsut mundur dari pandangan Freya.

Setelah menenggak minuman aneh itu, Freya merasa kepalanya seperti berat dan berputar-putar. “Apa mungkin itu minuman keras? Apa maksud Mas Bram memberikanku minuman keras? Tidak mungkin, pasti—”

“Nona…”

Freya lagi-lagi dikejutkan dengan kedatangan beberapa orang asing yang mengenakan seragam pelayan disana. “Pak Bram meminta anda keluar duluan dan menunggunya di ruangan…”

“Hah?”

Dalam keadaan pusing berat, Freya ditodong beberapa kalimat yang tidak dimengerti olehnya. Sialnya, dia sungguh tidak memiliki tenaga yang akhirnya dipapah oleh pelayan tersebut.

Di sisi lain, Bram bangkit pamit pulang, dia berencana cepat menjemput kekasihnya di tempat rekannya.

“Seilla, dimana Freya?” tanya Bram pada Seilla yang tengah berbincang dengan rekan lainnya.

“Eh, Pak Bram… Tadi dia pamit pulang Pak, katanya udah ditungguin Bapak di depan,” tutur Seilla menjelaskan.

Deg!

Perasaan tidak nyaman kembali menyusup dalam benak Bram. Dengan cepat pria itu berbalik badan dan berlari kecil mengejar keberadaan kekasihnya. “Freya…”

Bram begitu takut, di area ballroom dia tidak bisa melihat bayangan kekasihnya. Dia sibuk menghubungi ponsel Freya. Namun, tidak ada jawaban semakin membuat Bram mempercepat langkah kakinya.

“Freya!”

Pria itu juga memekik nama kekasihnya, berharap Freya bisa mendengarnya. Tak jauh dari tempatnya, Bram menatap pergerakan yang mencurigakan. Dia menghampiri sepasang pria dan wanita yang tak jauh dari tempatnya. Bram hafal gaun yang dikenakan Freya, semua ciri-ciri wanita itu persis dengan Freya.

“Hei!” pekik Bram pada si pria yang merangkul wanitanya.

Bram semakin curiga saat seruannya tidak digubris oleh pria asing itu. Secepatnya Bram lari mendekat dan melayangkan pukulan di wajah si pria asing.

Brug!

“Freya!!”

Betapa terkejutnya Bram saat kekasihnya benar-benar dibawa oleh pria asing. “Apa yang kalian lakukan pada kekasihku!”

Wajah pria itu pucat pasi, dia tidak menyangka Bram bergerak begitu cepat menemui mereka.

“Jawab, hah!”

Bram menarik kerah si pria asing yang tergagap, tak ada jawaban dari pria yang terlihat berwajah preman di netra Bram. Satu pukulan keras kembali dilayangkan membuat tubuh si pria asing terlempar mencium lantai. “Jangan pernah mencoba menyentuh wanitaku!”

Bram menghubungi asisten pribadinya, dia menyuruh orang itu mengurus penjahat yang mencoba mencelakai kekasihnya. “Bawa dia ke kantor polisi!”

Keributan Bram menarik perhatian para sekuriti hotel, beruntungnya mereka cepat tanggap mengamankan si penjahat sampai asisten Bram datang mengurusnya.

“Freya!” Bram beralih menopang tubuh Freya yang sudah mulai tak sadarkan diri. “Sayaang, bangun! Maafkan aku…” Bram menggotong tubuh Freya, dia sendiri bingung harus seperti apa. Bram melihat akses pintu salah satu kamar yang terjatuh saat dia memukul penjahat.

Tanpa pikir panjang Bram menggunakan kamar tersebut mengistirahatkan kekasihnya.

“Bangun, Frey… Jangan menakutiku!” Bram menepuk perlahan pipi kekasihnya.

“Ughh,” Freya melenguh saat merasa ada gerakan keras di wajahnya. “Mas? Kamu datang juga… Kenapa—” Freya ingin merutuki tingkah Bram yang mencurigakan. Namun, tubuhnya terlalu lemas. “Aargh!”

“Sayaaang!” Bram kembali merengkuh tubuh Freya dalam dekapannya. “Maafkan aku, jika saja—” Bram tidak bisa bayangkan apa yang akan dilakukan pria jahat sebelumnya.

“Mas, panaaas… Aku haus!” rengek Freya membuat bola mata Bram membulat sempuna.

“Dia diracuni!” lirih Bram semakin marah atas situasinya saat ini. “Shiiittt!!”

“M-mas…” Kedua tangan Freya merengkuh wajah kekasihnya, tak lama wanita itu berinisiatif sendiri menyesap bibir kekasihnya yang kini hanya bisa mematung tanpa tahu harus seperti apa.

“Sayang, kita ke dokter ya—” Deru nafas Bram tersenggal, sekuat tenaga dia tidak ikut terjebak dalam gairah saat Freya bertingkah liar sekarang.

“M-as, aku gak sakit!” Freya kembali merengek, wanita itu sudah berada di atas tubuh kekasihnya, bergerak nakal menggoda iman kekasihnya. “Aku mau kamu…” lirih Freya menggoda di telinga Bram.

Kalimat barusan sontak membuat Bram merasa tersengat listrik jutaan volt. Dengan gerakan yang terasa tidak wajar, membuat Bram mengeratkan genggaman tangannya berharap kewarasannya masih bertahan di kepalanya. “Kita belum menikah, Sayang!”

“Maaas, jahaaat!” pekik Freya kembali tidak terkendali. Wanita itu jelas sudah kehilangan kesadarannya. Dia membuka paksa jas dan kancing-kancing kemeja kekasihnya.

“Uuugh, Mas begitu menggoda!” puji Freya yang kini tengah menanggalkan pakaiannya di hadapan Bram yang mematung sempurna.

“Freya… Please… Maafkan aku!”

***

“Ugh…”

Freya mengulat, dia merasa sayup mendengar alarm ponselnya. “Aduh… Kok rasanya kek ketiban asteroid?” keluh Freya merasa badannya begitu remuk.

Matanya kini terbelalak saat merasakan tak ada benang satu helai pun menempel di tubuhnya. Dia menoleh dan menyadari pria yang jadi kekasihnya tengah terlelap sama tanpa sehelai benang dalam selimut yang sama.

“Aaarrrrkkk!”

Seketika itu juga Freya memekik keras membangunkan Bram yang tertidur pulas. “Freya!”

“Apa yang sudah Mas lakukan padaku?” Freya beringsut mundur dengan menaikan selimutnya. Tanpa menunggu lama, lelehan air mata menyeruak di kedua netra Freya.

“Maafkan aku, Freya…” lirih Bram menyadari kesalahannya. “Sungguh, semalam kamu—”

“Mas kan yang ngasih aku minuman yang bikin pusing!” cerca Freya kembali mencoba mengingat. “Jadi ini maksud, Mas?” Freya menutup matanya dan terisak disana.

“Freya… Kamu salah paham, aku—”

“Cukup!” Freya menyadari keadaannya, dia mulai mencoba tenang atas kondisinya. Bram sendiri tidak banyak menyela, selain mengumpulkan nyawa, dia tahu tidak bisa menyela kecepatan kekasihnya dalam berkomentar. “Aku mandi duluan, anggap saja hal ini tidak pernah terjadi,”

Freya bangkit dari ranjang bersiap menuju kamar mandinya. Bram begitu marah saat mendengarnya. Dengan cepat tangan pria itu menarik tangan Freya.

“Aarh, Mas! Lepaskaaan!!” Freya mencoba berontak melepaskan dirinya.

“Dengarkan penjelasanku dulu!” Bram meninggikan suara membuat Freya diam saat ini juga.

“Aku minta maaf, karena kamu benar-benar lepas dari pengawasanku sampai harus menerima sesuatu dari orang yang tidak dikenal!”

Freya terdiam dan mulai melemah, keduanya memperbaiki posisi mereka. “Aku menyadari ada yang tidak beres saat kamu keluar lebih dulu tanpa menungguku!” Bram kembali menjelaskan kejadian semalam. “Aku mengejarmu, jika saja aku terlambat datang… Aku akan menyesal seumur hidupku!”

Freya menjatuhkan air matanya, samar dia bisa mengingat ada seorang pria asing yang ikut memapahnya keluar ballroom. Sayang, saat itu Freya benar-benar tidak berdaya.

“Maafkan tingkahku barusan, Mas…” Freya menunduk lemas, dia merasa bersalah telah memfitnah kekasihnya.

“Frey… Aku akan bertanggung jawab!” Bram langsung mengutarakan niatnya. Sejujurnya, semalam dia sudah berulang kali berpikir keras. Bisa saja dia melewatkan kesempatan seperti ini. Namun, dia justru berpikir ingin mengikat kekasihnya agar bisa menang melawan mantan suaminya yang jelas-jelas belum benar-benar rujuk kembali.

Freya melotot dengan mulut yang menganga, Bram terkekeh melihat betapa gemas ekspresi kekasihnya. Sejenak Bram mengecup bibir Freya sampai wanita itu mengatupkan kembali bibirnya dengan cepat.

“M-mas… Mas tidak perlu melakukannya, seperti yang aku katakan—”

“Freya!!” Bram kembali naik pitam, rasanya Freya bukan wanita normal yang berasal dari bumi ini. “Aku terlahir bukan untuk menjadi pria brengsek yang tidak tahu tanggung jawab!”

“Heh…” Freya terkekeh dengan tekad kekasihnya. Jujur, sepintas Freya seolah bisa membaca rencana kekasihnya yang memanfaatkan keadaan mereka sekarang. “Mas, aku bukan seorang gadis… Aku bahkan sudah melahirkan dua orang anak secara normal! Jadi— hal yang kita lakukan semalam bukan untuk pertama kalinya untukku. Lagipula, Mas bukan satu-satunya pria yang melakukannya.”

Bersambung...

1
Shifa Burhan
jujur aku kecewa dengan endingnya yang membuat freya menikah dengan bram,

kasian adnan menderita sampai ajal dan dilupakan begitu saja
Sayang Aku Gak?: Kalau di telaah dari segi islam, saat hari akhir nanti, jika kita ditempatkan di surga, maka wanita akan bersama pria yang paling di cintainya.

Kelak di surga tidak ada perasaan benci, iri, dll takdir kita tidak pernah bisa menebaknya sebenarnya. Tapi, untuk Freya sendiri seperti itu.

Cinta Freya emang udah abis di Adnan, Bram tahu itu... Makanya Bram tidak memaksa. Lagian, Bram berani lamat Freya karena Adnan yg minta buat gantiin dia jagain Freya. Freya butuh Bram sebagai pemimpin rumah tangga dan anak-anak mereka butuh sosok seorang ayah.

Semandirinya seorang istri apa ibu, ada satu sisi dia masih butuh sosok seorang pria. Liat aja BCL, dia secinta apa sama alm Asraf tapi─── 😁

Jadikan sebagai hiburan semata aja ya, jangan lupa mampir di karya receh lainnya ☺😘
total 1 replies
Shifa Burhan
adnan meninggal masih bisa diterima

tapi kenapa freya harus menikah lagi dengan bram

harus nya freya menjaga cintanya hanya untuk adnan
Sayang Aku Gak?: Saya sendiri gak terima sih 😁

Jujur banget, ini novel yg penuh menguras air mata pas bikinnya. Bahkan saat ini sedang tahap perbaikan dan mentok gak berani lanjut karena sesedih itu buat Othor...

Keputusan menikahi Bram ya karena biar happy ending aja sih... Toh, di awal cerita Bram dan Freya memiliki hubungan seolah memiliki benang merah.

Adnan sendiri sebenarnya bukan MC Utama pria, tapi memang Freya cintanya habis di Adnan 😅
total 1 replies
Who u not me!
Luar biasa
Who u not me!
udh dbikin baper malah ada adegan temehek2!
emng dsr ya lu thor /Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!//Right Bah!/
Rhinduku Ghenio
preeettt lah..
Rhinduku Ghenio
eksekusi aja cepetan
Rhinduku Ghenio
aku setuju sm mba.. udah jd istri org masih hubungan sm mantan.. berbuat zina pula..
Rhinduku Ghenio
mampus lo Adnan.. ayo Namira aku mendukungmu.. freya mampus kamu juga..
Rhinduku Ghenio
aku dukung kamu namira
Rhinduku Ghenio
satu kata " MURAHAN"
Rhinduku Ghenio
cewenya terlalu murahan.. g pd punya tetangga kali y..
Rhinduku Ghenio
crazy...
Rhinduku Ghenio
g suka karakter si freya.. bikin kesel.. plin plan..
Maya Sari
saya uda baca berkali kali
gk bosen bosen
Sayang Aku Gak?: Aaarrrkkk makasii kakaaaak...
Othor terharu bacanya, sehat terus, murah rezekinya dan semoga terhibur dengan karya ini walau di seling menggunakan tissue 🤭
total 1 replies
Paringkik Totol
saya suka novel in
Paringkik Totol
tw akhhh
sedih aq
Paringkik Totol
padahal udah yg kesekian kli aku bca novel in
tpi sllu aj mewek.
good luck buat author
seht sllu
Maya Sari: saya dtng lagi
walau beda akun
gk bosan bosan sllu baper klo bca part in
total 4 replies
Akira Pratiwie
msuk kepo mslahnya..smpai ada anak jdi korban broken home..pdhal ayahnya jg baik
Akira Pratiwie
jek blm Pham alsan brcerai
Cetak Photommp
sifat freya labil nggak tegas! kayak murah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!