Aditya saputra dan Bella lestari, mereka berteman karena satu sekolah dan satu komplek. karena kesalahan satu malamnya mereka harus menikah muda di usia remajanya
Mampukah mereka menjalani rumah tangganya di usia mereka dan mampukah mereka menyelesaikan setiap permasalahan yang mereka hadapi...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon roliyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aditya VS Fahri
Setelah mendapat kabar dari Mama Dina,Fahri yang saat ini sudah bekerja di perusahaan besar langsung memacukan mobilnya ke rumah sakit di mana Bella di rawat.
Kini mobil yang di kendarai sudah memasuki pelataran rumah sakit dan segera memarkirkannya.Fahri berlari Melawati lorong-lorong rumah sakit menuju ruang rawat Bella.
"Gimana dok, keadaan Bella?,"tanya Aditya kepada dokter yang baru saja memeriksa keadaan Bella.
" Semuanya stabil,untung pas kecelakaan itu terjadi tidak mengakibatkan patah tulang.Cuman beberapa luka yang tidaklah serius tapi tetap harus ada penanganan agar lukanya cepat kering."tutur sang dokter kepada Aditya.
" Kalau begitu saya tinggal dulu."ucap dokter
"Iya,Dok dan terima kasih."jawab Aditya seraya tersenyum simpul.
"Sama-sama."sahut dokter.
Setelah dokter itu keluar,Aditya mendekati Bella dan menggenggam tangan Bella lalu mencium punggung tangan Bella.Bella hanya tersenyum dengan sikap Aditya yang selalu memperhatikannya dan menjaganya.
" Kenapa tersenyum,hem."cetus Aditya
Bella hanya menggelengkan kepalanya," nggak,terima kasih sudah menjagaku dan merawat aku." ungkap Bella.
" Tentu saja aku akan menjaga dan merawat kamu,karena kamu adalah istriku yang paling aku cintai."
Setelah sampai di depan pintu ruang rawat Bella,Fahri membuka pintu tersebut dengan kasar.
Brakk.
Sontak saja Aditya dan Bella terkejut karena pintu itu di bukanya secara kasar.Fahri yang melihat Bella terbaring di ranjang rumah sakit merasa sedih.Fahri melangkah masuk dan mendekat ke arah Bella.
" Bella,gimana keadaan kamu?"tanya Fahri yang terus menatap Bella prihatin.
" Aku baik-baik saja,Bang."sahut Bella.
" Abang dengar kamu keguguran,benar itu?"
Pertanyaan yang di lontarkan oleh Fahri membuat hati Bella sedih.Air muka Bella mendadak muram dan Bella mulai meneteskan air matanya lagi.
" Iya, Bang.Bella keguguran akibat kecelakaan itu."tutur Bella dengan suara bergetar.Bella berusaha tidak menangis tapi sialnya air mata itu terus turun membasahi pipi chubby Bella.
" Kamu yang sabar ya."ucap Fahri yang ikut merasakan duka yang di rasakan Bella.
Fahri menatap Aditya dengan tatapan tajam," Bisa kita bicara,Dit."Aditya hanya menganggukkan kepalanya.
" Kita bicara di luar."cetus Fahri yang mulai mengeraskan rahangnya karena Fahri merasa Aditya tidak becus menjaga Bella sehingga Bella mengalami kecelakaan.
Fahri melangkah lebih dulu keluar," Aku keluar dulu sebentar ya."izin Aditya kepada Bella.
" Iya..."sahut Bella.
Aditya menyusul Fahri di luar dan mengikuti langkah Fahri.Kini keduanya berada di taman rumah sakit.Tanpa aba-aba Fahri langsung memberi bogem mentah ke perut Aditya,dan tentu hal itu Aditya terpundur ke belakang karena serangan Fahri yang tiba-tiba.
" Kenap Abang memukulku."tukas Aditya yang meringis menahan sakit di perutnya.
" karena kamu nggak becus jaga Bella, sampai-sampai Bella harus mengalami kecelakaan.Itu semua karena kamu tidak mampu menjaga Bella dengan baik." ucap Fahri yang memandang Aditya dengan tajam.
" Kalau aku tahu Bella akan kecelakaan,tentu saja aku akan melarang Bella pergi keluar.Dan siapa yang tau kalau Bella akan kecelakaan."sahut Aditya ketus.
" Lebih baik kamu tinggalkan Bella,biar Abang yang menjaga dan melindungi Bella.karena kamu nggak becus menjaga Bella."
Tentu saja apa yang di katakan Fahri membuat Aditya naik pitam.Helo...seenaknya saja kalau bicara.
"Aditya bertolak pinggang seraya tersenyum mengejek." Dengar ya,Bang.Aku sampai kapanpun nggak akan melepaskan Bella karena Bella adalah istriku dan aku nggak akan biarkan siapapun merebut Bella dariku."tukas Aditya menatap Fahri nyalang.
" Bella itu nggak pantas hidup sama kamu,karena kamu itu hanya pecundang,bahkan kamu belum mampu memberikan Bella nafkah lahir."Fahri terus berusaha menyudutkan Aditya.
" Terserah,yang jelas aku nggak akan pernah melepaskan Bella dan jangan harap Abang bisa merebut Bella dariku karena aku nggak akan tinggal diam."
Aditya akan pergi meninggalkan Fahri yang terus mengganggu rumah tangganya bersama Bella.
" Mau kemana kamu,"cekal Fahri yang melihat Aditya akan pergi.
" Bukan urusan kamu!"ketus Aditya yang sudah muak dengan sikap Fahri.
" Dengar ya,aku akan merebut Bella dari tanganmu sendiri.Ingat itu baik-baik."seloroh Fahri sambil menepuk pipi Aditya lalu pergi meninggalkan Aditya di taman.
" Brengsek.."Aditya meninju tangannya ke udara,dia marah dan tak akan terima.Aditya tidak akan membiarkan Fahri merebut Bella darinya.
Aditya mengatur nafasnya,dia harus berusaha tenang di hadapan Bella.Setelah amarahnya sedikit mereda,Aditya lalu pergi menemui Bella.
***
" Loh,Bell.Kamu sendirian?Adit nya mana?,"tanya Bunda Ratna.
" Tadi keluar sama Bang Fahri."sahut Bella.
" Oh..."
Tidak lama Aditya kembali ke ruang rawat Bella."Sudah lama Bun sampai nya?" tanya Aditya.
" Baru sampai kok,"ucap Bunda yang menjatuhkan bokongnya di sofa.
" Bang Fahri nya sudah pulang,Dit."cetus Bella.
" Sudah,sekarang kamu istirahat.Ini sudah malam."imbuh Aditya.
" Iya..."
Aditya membenarkan selimut yang di gunakan Bella lalu mengecup kening Bella.