NovelToon NovelToon
Cinta Pria Beristri

Cinta Pria Beristri

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:285k
Nilai: 4.9
Nama Author: desi m

Seorang gadis cantik, ia mahasiswa berprestasi tinggi bernama Sheril Mehrunissa. Ia terjebak dalam situasi yang sulit. Kesucian yang ia pertahankan selama ini akhirnya direnggut oleh pria yang tidak di kenalnya.

Tidak sampai disitu saja. Ternyata dia hamil. Pihak kampus langsung mencabut semua pasilitas yang dia dapatkan, ia di keluarkan secara tidak hormat karena sudah mencoreng nama baik kampus.

Nasib buruk terus saja menghampiri Sheril, sampai-sampai ia terkena tekanan batin saat ayah dari bayinya sendi menculik dan mengurungnya di sebuah villa.

Sheril terpaksa menikah sirih dengan pria yang sudah memiliki istri.

ikuti kisah selanjutnya ...

jangan lupa dukungannya
berikan 🔯 5 jika kalian terkesan.
wajib like dan vote jika sudah membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desi m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari bibi

"Bibi, aku mau pergi dari sini, aku mau pulang kampung, Nenek dan Kakek pasti menunggu Khabar dari ku, mumpung laki-laki bear itu tidak ada di sini," ujar Sheril dengan wajah sendunya.

Bibi Anum melebarkan matanya saat mendengar apa yang di katakan Sheril. "Non, bibi mengerti apa yang Non rasakan tapi ... " bibi Anum tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi, ia menangis di depan Sheril.

Sheril bingung dengan bibi Anum.

"Bibi, kenapa Bibi menangis?" Ujar Sheril heran.

"Kalau Nona cantik pergi dari sini tanpa sepengetahuan Tuan, Tuan pasti akan marah besar, bibi dan pak Ben pasti akan kehilangan pekerjaan, dan entah apa lagi yang akan terjadi, Non," ujar bibi Arum sambil menundukkan wajahnya.

Sheril tampak terhenyak. Ia merasa kasihan pada bibi Arum.

"Tapi bagaimana dengan Kakek dan nenekku, Bi, mereka pasti menghawatirkan aku, disini sama sekali tidak ada sinyal untuk menelpon, Bi," ujar Sheril.

"Nona mau telpon?" Ujar bibi Arum menatap Sheril.

"Iya, Bi, setidaknya Sheril memberi kabar pada Nenek," ujar Sheril.

"Kalau Nona mau telpon, bisa kok non," 'bibi Anum berbisik-bisik pada Sheril, Sheril tampak mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia paham ucapan bibi Anum'

"Tapi hati-hati jangan sampai ada yang tau," ujar bibi Anum mengingatkan Sheril. Sheril seperti mendapatkan angin segar, wajahnya tampak berseri-seri.

"Ngk apa-apa, Bi, walaupun Sheril belum bisa keluar dari sini, setidaknya Sheril bisa telpon," ujar Sheril dengan wajah senangnya.

"Baiklah kalau begitu, bibi kedapur dulu ya," ujar bibi Anum pamit pada Sheril.

...****************...

Siang itu Sheril tampak gerah, walaupun kamar AC.

ia segera keluar dari dalam kamar.

"Bibi! Panggil Sheril, tapi bibi Anum tidak menyahut.

"Bibi!" Sheril meneriaki bibi Anum sekali lagi.

"Hei kenapa kamu teriak-teriak seperti itu! Disini villa bukan hutan," tiba-tiba suara laki-laki yang tidak familiar Sheril dengar dari bawah. Sheril langsung menoleh ke sumber suara.

Ia tampak melototkan matanya sekilas, lalu mengalihkan pandangannya kembali. Ia sama sekali tidak ingin melihat wajah laki-laki itu.

Sheril langsung turun mencari bibi Anum.

"Bibi," ujar Sheril sambil menuruni anak tangga. Tiba-tiba Sheril hampir saja terpeleset karena kurang hati-hati. Untung saja pria yang sangat di bencinya itu segera menangkap badannya, hingga tubuh Sheril tertahan dengan tubuhnya Zian. Zian memeluk tubuh sintal Sheril, ia menatap wajah perempuan itu dengan seksama, seketika itu pula pikiran Zian mulai mesum. ingin sekali Zian mengecup bibir seksi itu.

Napasnya memburu tepat mengenai wajahnya sheril, hembusan napas Zian sangat memabukkan bagi Sheril. Ia menikmati pelukan Zian yang menghangatkan tubuhnya.

Sheril langsung menyadarinya, ia melepaskan pelukan Zian.

"Apa yang kau lakukan! Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!" Ujar Sheril menatap Zian dengan melototkan kedua matanya yang bulat itu.

Zian menepiskan kedua tangannya.

"Mungkin hanya pikiran kamu yang seperti itu, saya hanya mau menolong mu saja, kalau tidak, kamu pasti sudah terjatuh," ujar Zian.

"Untuk apa kamu peduli dengan ku, aku tidak butuh bantuan kamu," ujar Sheril sambil berlalu pergi dari hadapan Zian.

"Dasar perempuan tidak tau terimakasih, perempuan pencuri!" Ujar Zian geram, ia mengeraskan rahangnya, ia merasa perempuan itu sangat menyebalkan dirinya.

Sheril mencari bibi Anum ke dapur dan juga di taman, tapi ia tidak menemukanya. Sheril mencari supir yang bernama pak Ben, barangkali pak Ben tau keberadaan bibi Arum, pikir Sheril.

"Pak Ben!" Sheril akhirnya memanggil-manggil nama pak Ben.

Zian yang mendengar suara Sheril manggil-manggil nama supirnya itu mulai terganggu.

"Bisa ngk kau pelan kan sedikit suara mu itu! suara mu sangat mengganggu telingaku!" ujar Zian mendengus kesal.

Sheril tidak menghiraukan ucapan Zian, ia berlalu begitu saja melalui Zian.

"Pak Ben! Bibi Arum, kalian dimana sih," ucap Sheril.

Zian langsung menyusul Sheril saat ia melihat perempuan itu berusaha keluar dari halaman depan villa. Zian langsung memegang tangan Sheril.

"Mau kemana kamu?" Tanya Zian tiba-tiba.

Sheril melirik wajah Zian sekilas. "Bukan urusanmu," ujar Sheril.

"Tentu saja ini urusanku, karena kamu berada di villa ku," ujar Zian.

"Aku hanya mencari pak Ben," ucap Sheril.

"Ada apa kau mencari pak Ben, apa kau menyukainya?" Tanya Zian menyelidik.

"Aku hanya ingin tau kemana bibi Arum pergi," ujar Sheril.

"Pak Ben mengantar bibi Arum ke pasar, ada apa kau mencarinya?" Tanya Zian lagi.

Sheril menata Zian dengan tajam.

"Lepaskan tanganku, aku tidak sudi di sentuh oleh mu," tukas Sheril membuat Zian semakin tersinggung dengan ucapannya.

"Kau Jangan sok kecantikan di sini, kamu kira aku sudi menyentuh tubuhmu yang bauk, kusam, dan dekil ini. Kau tau, di luaran sana banyak perempuan cantik, wangi. Lihat dirimu," ujarnya sambil memperhatikan Sheril dari atas sampai bawah.

Sheril langsung terdiam mendengar cacian Zian.

"Jadi untuk apa kau mengurung perempuan bauk dan dekil di sini? Untuk apa?" Ujar Sheril.

"Ini hukuman buatmu yang sudah menamparku waktu itu," ujar Zian menatap tajam kearah Sheril.

Sheril langsung meninggalkan Zian dengan menghentak hentakan kakinya. Ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi, hingga Zian menghukumnya lebih berat lagi dari ini.

Jangan lupa vote dan like ya reader.

kabar gembira buat para pembaca, di akhir cerita nanti, author akan berbagi pulsa gratis, dengan menyeleksi dukungan terbanyak dari 1 2 dan 3. jadi mulai sekarang dukung karya author sebanyak-banyaknya ya.

terimakasih

1
Fino Farel
kapan up thor dtunggu lanjutan nya💪💪💪
Rohiyah
bagus maaf baru kasih komentar
Fino Farel
Luar biasa kapan up thor q tunggu kelanjutannya💪💪
Marnip Rikqi
mana nya kelanjutannya thor..
Lalatyal
Mampir yuk kak ke karya novelku 🥹🙏🏻
Hazah Qomariah
bagus ceritanya tapi sayang ngantung
Sandisalbiah
hiatus ni ceritannya... dari 2022 ampe sekarang ngegantung... hadehhh.... 🤦‍♀🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
Sheril bakal terancam lagi keselamatannya...
Sandisalbiah
agak was² Sheril di tinggal di rmh Zian, takutnya Ririn tiba² muncul dan bertingkah brutal krn emosi.. aoa. lagi Serena blum menerima Sheril dgn sepenuhnya...
Sandisalbiah
ternyata bisa bertingkah konyol juga si Zian.. kirain tau nya cuma marah² aja..
Sandisalbiah
udah cape julitin si Zian.. ngomong² si Ririn menghilang kemana si thor... sama sekali gak berkabar...
Sandisalbiah
Zian ini seperti balas denda dgn masalalu nya dgn Ririn... dulu dgn Ririn, dia dipaksa harus selalu mengalah, hrs selalu bersabar dgn semua sikap Ririn, dan sialnya Sheril yg di tuntut Zian buat gantiin posisi dia dulu... Zian maunya Sheril selalu ngertiin, nurutin.. memahami semua kemauan Zian.. kalau dulu dia ngerasa sakit, lelah dan jengah dgn kelakuan Ririn.. lah kenapa dia juga memperlakukan org lain seperti itu...
Sandisalbiah
hadeehh... gak bisa ngomong lagi dgn sikap dan sifat Zian ini... luarrrr biasa... luar biasa gak bertanggung jawabnya jd suami/laki²..
Sandisalbiah
gimana gak lelah doc.. punya suami setres yg istri lagi hamil di jadiin pembantu sebagai hukuman krn ke egoisan suaminya... dasar Zian gak waras...
Sandisalbiah
ternyata tambah satu bonus lagi sifat Zian.. MUNAFIK.. laki² gak berperasaan juga gak punya pendirian.. ihhhh.. makin lama maki nek dgn semua sifat dan tingkah Zian...pengen di tabok pake pacul aja deh..
Sandisalbiah
gunda konon... makan tuh gengsi... biar puas hati..
Sandisalbiah
selain sifatnya yg bossy, ternyata Zian juga kekanakan... pendendam bahkan pd istri sendiri... tempramen dan tukang ngamuk..
Sandisalbiah
menanti.. badai datang.. saat Ririn kembali pulang...
Sandisalbiah
suami yg otaknya telalu banyak terkontaminasi alkohol dan kotora ya keq gini mikirnya... istri hamil besar suruh jd pembantu buat hukuman... dasa B**I si Zain...
Sandisalbiah
makan gengsi mu Zian semoga hatimu kenyang dan puas... thor... boleh gak sewa pembunu bayaran buat mutilasi si Zian ini.. atau kirim mafia biar dia di cincang dan di jadikan makanan guguk.. laki modelan zian ini cocoknya di siram. kotoran.. pengen dipatuhi istri.. lah tingkahnya maca sikopat gak berotak.. terhadap istri hamil pun otaknya juga tetap gak pungsi...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!