Seorang gadis cantik, ia mahasiswa berprestasi tinggi bernama Sheril Mehrunissa. Ia terjebak dalam situasi yang sulit. Kesucian yang ia pertahankan selama ini akhirnya direnggut oleh pria yang tidak di kenalnya.
Tidak sampai disitu saja. Ternyata dia hamil. Pihak kampus langsung mencabut semua pasilitas yang dia dapatkan, ia di keluarkan secara tidak hormat karena sudah mencoreng nama baik kampus.
Nasib buruk terus saja menghampiri Sheril, sampai-sampai ia terkena tekanan batin saat ayah dari bayinya sendi menculik dan mengurungnya di sebuah villa.
Sheril terpaksa menikah sirih dengan pria yang sudah memiliki istri.
ikuti kisah selanjutnya ...
jangan lupa dukungannya
berikan 🔯 5 jika kalian terkesan.
wajib like dan vote jika sudah membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desi m, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari bibi
"Bibi, aku mau pergi dari sini, aku mau pulang kampung, Nenek dan Kakek pasti menunggu Khabar dari ku, mumpung laki-laki bear itu tidak ada di sini," ujar Sheril dengan wajah sendunya.
Bibi Anum melebarkan matanya saat mendengar apa yang di katakan Sheril. "Non, bibi mengerti apa yang Non rasakan tapi ... " bibi Anum tidak dapat melanjutkan kata-katanya lagi, ia menangis di depan Sheril.
Sheril bingung dengan bibi Anum.
"Bibi, kenapa Bibi menangis?" Ujar Sheril heran.
"Kalau Nona cantik pergi dari sini tanpa sepengetahuan Tuan, Tuan pasti akan marah besar, bibi dan pak Ben pasti akan kehilangan pekerjaan, dan entah apa lagi yang akan terjadi, Non," ujar bibi Arum sambil menundukkan wajahnya.
Sheril tampak terhenyak. Ia merasa kasihan pada bibi Arum.
"Tapi bagaimana dengan Kakek dan nenekku, Bi, mereka pasti menghawatirkan aku, disini sama sekali tidak ada sinyal untuk menelpon, Bi," ujar Sheril.
"Nona mau telpon?" Ujar bibi Arum menatap Sheril.
"Iya, Bi, setidaknya Sheril memberi kabar pada Nenek," ujar Sheril.
"Kalau Nona mau telpon, bisa kok non," 'bibi Anum berbisik-bisik pada Sheril, Sheril tampak mengangguk-anggukan kepalanya tanda ia paham ucapan bibi Anum'
"Tapi hati-hati jangan sampai ada yang tau," ujar bibi Anum mengingatkan Sheril. Sheril seperti mendapatkan angin segar, wajahnya tampak berseri-seri.
"Ngk apa-apa, Bi, walaupun Sheril belum bisa keluar dari sini, setidaknya Sheril bisa telpon," ujar Sheril dengan wajah senangnya.
"Baiklah kalau begitu, bibi kedapur dulu ya," ujar bibi Anum pamit pada Sheril.
...****************...
Siang itu Sheril tampak gerah, walaupun kamar AC.
ia segera keluar dari dalam kamar.
"Bibi! Panggil Sheril, tapi bibi Anum tidak menyahut.
"Bibi!" Sheril meneriaki bibi Anum sekali lagi.
"Hei kenapa kamu teriak-teriak seperti itu! Disini villa bukan hutan," tiba-tiba suara laki-laki yang tidak familiar Sheril dengar dari bawah. Sheril langsung menoleh ke sumber suara.
Ia tampak melototkan matanya sekilas, lalu mengalihkan pandangannya kembali. Ia sama sekali tidak ingin melihat wajah laki-laki itu.
Sheril langsung turun mencari bibi Anum.
"Bibi," ujar Sheril sambil menuruni anak tangga. Tiba-tiba Sheril hampir saja terpeleset karena kurang hati-hati. Untung saja pria yang sangat di bencinya itu segera menangkap badannya, hingga tubuh Sheril tertahan dengan tubuhnya Zian. Zian memeluk tubuh sintal Sheril, ia menatap wajah perempuan itu dengan seksama, seketika itu pula pikiran Zian mulai mesum. ingin sekali Zian mengecup bibir seksi itu.
Napasnya memburu tepat mengenai wajahnya sheril, hembusan napas Zian sangat memabukkan bagi Sheril. Ia menikmati pelukan Zian yang menghangatkan tubuhnya.
Sheril langsung menyadarinya, ia melepaskan pelukan Zian.
"Apa yang kau lakukan! Jangan mencari kesempatan dalam kesempitan!" Ujar Sheril menatap Zian dengan melototkan kedua matanya yang bulat itu.
Zian menepiskan kedua tangannya.
"Mungkin hanya pikiran kamu yang seperti itu, saya hanya mau menolong mu saja, kalau tidak, kamu pasti sudah terjatuh," ujar Zian.
"Untuk apa kamu peduli dengan ku, aku tidak butuh bantuan kamu," ujar Sheril sambil berlalu pergi dari hadapan Zian.
"Dasar perempuan tidak tau terimakasih, perempuan pencuri!" Ujar Zian geram, ia mengeraskan rahangnya, ia merasa perempuan itu sangat menyebalkan dirinya.
Sheril mencari bibi Anum ke dapur dan juga di taman, tapi ia tidak menemukanya. Sheril mencari supir yang bernama pak Ben, barangkali pak Ben tau keberadaan bibi Arum, pikir Sheril.
"Pak Ben!" Sheril akhirnya memanggil-manggil nama pak Ben.
Zian yang mendengar suara Sheril manggil-manggil nama supirnya itu mulai terganggu.
"Bisa ngk kau pelan kan sedikit suara mu itu! suara mu sangat mengganggu telingaku!" ujar Zian mendengus kesal.
Sheril tidak menghiraukan ucapan Zian, ia berlalu begitu saja melalui Zian.
"Pak Ben! Bibi Arum, kalian dimana sih," ucap Sheril.
Zian langsung menyusul Sheril saat ia melihat perempuan itu berusaha keluar dari halaman depan villa. Zian langsung memegang tangan Sheril.
"Mau kemana kamu?" Tanya Zian tiba-tiba.
Sheril melirik wajah Zian sekilas. "Bukan urusanmu," ujar Sheril.
"Tentu saja ini urusanku, karena kamu berada di villa ku," ujar Zian.
"Aku hanya mencari pak Ben," ucap Sheril.
"Ada apa kau mencari pak Ben, apa kau menyukainya?" Tanya Zian menyelidik.
"Aku hanya ingin tau kemana bibi Arum pergi," ujar Sheril.
"Pak Ben mengantar bibi Arum ke pasar, ada apa kau mencarinya?" Tanya Zian lagi.
Sheril menata Zian dengan tajam.
"Lepaskan tanganku, aku tidak sudi di sentuh oleh mu," tukas Sheril membuat Zian semakin tersinggung dengan ucapannya.
"Kau Jangan sok kecantikan di sini, kamu kira aku sudi menyentuh tubuhmu yang bauk, kusam, dan dekil ini. Kau tau, di luaran sana banyak perempuan cantik, wangi. Lihat dirimu," ujarnya sambil memperhatikan Sheril dari atas sampai bawah.
Sheril langsung terdiam mendengar cacian Zian.
"Jadi untuk apa kau mengurung perempuan bauk dan dekil di sini? Untuk apa?" Ujar Sheril.
"Ini hukuman buatmu yang sudah menamparku waktu itu," ujar Zian menatap tajam kearah Sheril.
Sheril langsung meninggalkan Zian dengan menghentak hentakan kakinya. Ia tidak ingin melakukan kesalahan lagi, hingga Zian menghukumnya lebih berat lagi dari ini.
Jangan lupa vote dan like ya reader.
kabar gembira buat para pembaca, di akhir cerita nanti, author akan berbagi pulsa gratis, dengan menyeleksi dukungan terbanyak dari 1 2 dan 3. jadi mulai sekarang dukung karya author sebanyak-banyaknya ya.
terimakasih