NovelToon NovelToon
Kita, Tanpa Aku

Kita, Tanpa Aku

Status: tamat
Genre:Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:420.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Hikari

Terbelenggu dalam pernikahan yang tidak diinginkan, mampukah pernikahan itu bertahan?

Bagaimana bila yang selalu berjuang justru menyerah saat keduanya sudah disatukan dalam ikatan suci pernikahan?

“Cinta kita seperti garis lurus. Bukan segitiga atau bahkan persegi. Aku mencintai kamu, kamu mencintai dia dan dia mencintai orang lain. Lurus kan?” ucap Yuki dengan tatapan nanar, air mata yang mulai merembes tertahan di pelupuk mata. “Akan lucu dan baru menjadi bangun datar segi empat bila sosok yang mencintai aku nyatanya dicintai orang yang kamu cintai.”

“Di kisah ini tidak ada aku, hanya kamu dan kita. Bukankah kita berarti aku dan kamu? Tapi mengapa kisah kita berbeda?” Ucapan lewat suara bergetar Yuki mampu menohok lawan bicaranya, membungkam bibir yang tiba-tiba beku dengan lidah yang kelu.

Ini adalah cerita klise antara pejuang dan penolak hadirnya cinta.

*
*
*

SPIN OFF Aara Bukan Lara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesan Terbuka

Mentari bersinar terang, menyusup ke celah-celah jendela kaca yang tertutupi gorden panjang menjuntai. Namun rasa hangat yang menjalar tidak dapat menembus ruangan berpendingin yang mengurung seorang pemuda dalam gelungan selimut tebal.

Tring.. Tring.. Tring..

Tak.

Sekali lagi bunyi alarm dari sebuah ponsel mahal hanya dianggap layaknya nyanyi kodok dikala hujan yang menambah tidur semakin nyenyak. Entah sudah berapa kali pemilik ponsel itu menunda jam alarm tanpa berniat mengintip perubahan waktu yang membuatnya semakin terjepit dan akan kalang kabut nantinya.

Tring.. Tring.. Tring..

Sudah 10 menit dari alarm terakhir yang ditunda. Kini ponsel itu kembali bersuara. Jika bisa berteriak, mungkin ponsel berwarna dominan biru tua itu akan memaki sosok yang enggan untuk terbangun dari mimpi indahnya.

“Al..” Gumamnya dalam tidur. Bermimpi indah dalam sebuah kisah manis bersama pujaan hatinya.

“Alia..” Gumamnya lagi, namun kali ini dengan membuka sedikit matanya. Mengerjap perlahan dan kemudian menyipit pada seberkas sinar mentari yang menyorot miring dari celah gorden yang tersingkap.

Terlonjak kaget dan terduduk tiba-tiba, alarm yang sempat diabaikan kini hampir menjadi sasaran amukan. “Arg!! Saka bodoh!! Kenapa gue puas banget tidurnya!!” Umpat Saka pada dirinya sendiri.

Berlari dengan tampilan rambut acak-acakan, bertelanjang dada dan sehelai celana boxer berwarna hijau lumut yang melekat, Saka pontang-panting terburu-buru mandi sambil memikirkan pakaian apa yang harus ia kenakan.

“15 Menit lagi Saka!!” Gumam Saka yang mirip geraman. Menggosok kasar wajahnya yang penuh busa sabun dengan tidak sabaran.

Kamar Saka benar-benar terlihat kacau. Berbagai kemeja, kaos santai hingga celana bahan kain dan levis terlempar sembarangan ke atas ranjang. Sedangkan Saka hanya mengenakan handuk yang melilit pinggang, belum lagi tetesan air dari rambutnya yang terus terkibas asal membasahi lantai.

Drrt.. Drrt..

“Hi, Al..” Sapa Saka ramah dengan nada suara melembut pada seseorang di seberang panggilan telepon.

[Aku pikir kamu belum bangun, Ka.] Ucap Alia yang terdengar lega.

“Udah dong.. Sebentar lagi ya aku on the way.” Ucap Saka setenang mungkin sambil meneliti pakaian mana yang akan ia kenakan. Tidak mungkin dirinya berkata jujur jika baru akan memakai pakaian yang masih belum bisa ia tentukan.

[Oke, aku tunggu. Jangan terlambat. Kalau terlambat kamu harus traktir aku makan ice cream sepuasnya!] Ucap Alia dengan nada sedikit mengancam dan merengek, namun terdengar manis di telinga Saka.

Bagi Saka, Alia yang kini ia kenal tidak berubah sedikit pun dengan Alia yang pertama kali dikenalnya saat masa orientasi siswa dahulu. Kesan dewasa Alia seolah lenyap di mata Saka, yang tersisa hanya gadis manis yang senang sekali merengek dan mengancam.

Mungkin untuk sebagian orang sikap Alia menyebalkan, namun bagi Saka yang sudah terbutakan oleh cinta yang membara semua itu tetap terlihat menggemaskan. Alia, cinta pertamanya dan sedang diperjuangkan agar menjadi cinta terakhirnya.

Berbeda dengan Saka yang sedang berbunga-bunga meski sedang dilanda kegundahan pilihan pakaian, di tempat berbeda Keven sedang mengacak rambutnya kesal. Menatap tajam pada seorang gadis yang hanya memamerkan senyum polos dengan binar mata memelas.

“Kan gak sengaja Mas..” Gumam Yuki lirih, mencebikkan bibir menatap kemeja Keven yang terkena tumpahan bubur sum-sum. Niatnya ingin memberikan secepat kilat pada Keven justru menjadi secepat kilat menumbur dan melumuri Keven dengan objek yang manis nan lengket itu.

“Makanya jalan itu mata juga dipakai!” Ucap Keven sewot penuh amarah. Paginya yang indah hancur karena ulah Yuki.

“Ini buburnya masih hangat. Tadinya biar Mas Keven cepat makan. Tapi salah Mas sih pakai putar badan tiba-tiba terus rem mendadak lagi. Aku udah pakai mata ya!” Cerocos Yuki yang lebih sewot lagi. Ia tidak ingin disalahkan, meski tau bahwa dirinya juga bersalah dalam kekacauan yang terjadi.

“Tuh lihat tangan aku sama baju aku juga kotor!” Tunjuk Yuki pada telapak tangan dan ujung kaos lengan panjang yang ia kenakan.

“Tuh sepatu aku juga kotor. Parah mana aku sama Mas?” Ucap Yuki lagi, bertanya dengan lantang, namun jelas bukan untuk Keven beri jawaban. “Jelas aku dong yang lebih parah dari pada Mas Keven!”

“Otak kamu di mana?! Kalau kamu yang kotor itu juga salah kamu!!” Ucap Keven dengan suara meninggi. Mengatupkan gigi serapat mungkin, rahang Keven mengeras dengan urat leher yang menonjol sempurna. Ia geram dan kesal pada Yuki yang terlalu menempel, mengusik dan mengganggunya selama beberapa hari terakhir.

“Kasihannya aku yang udah berjuang malah hasilnya sia-sia. Apa lagi yang diperjuangkan bukannya sadar malah doyan marah-marah mulu. Miris banget sih nasib kamu Yuki.” Celoteh Yuki dengan raut wajah dibuat sesedih mungkin.

Berpura-pura menahan tangis dengan akting yang sangat berlebihan. Siapapun yang melihat pasti akan langsung tau jika yang Yuki lakukan hanya sebuah kebohongan.

Melirik sekilas pada Keven, Yuki mantap mengutarakan isi hatinya meski lewat ungkapan yang tampak seperti gurauan belaka. Memang ia terkesan terlalu terburu-buru, namun semenjak kehadiran Alia, ada rasa asing yang membuat Yuki merasa waspada.

“Mas Keven lihat aku dong..! Masa gak peka aku lagi berjuang. Kasihan bubur sum-sum sebagai saksi perjuangan ku ini jadi terbuang sia-sia.”

“Jadi jangan marah-marah sama aku lagi. Aku mau kasih pesan terbuka, aku ini suka sama Mas Keven. Lebih baik Mas Keven buka mata, buka hati, buka pendengaran. Satu lagi, buka tangan lebar-lebar kalau mau aku peluk karena terharu.” Imbuh Yuki lagi sambil mengerlingkan mata sebelah kirinya dengan genit. Masa bodoh pada urat malu yang sebaiknya dibuang jauh-jauh.

“Ha? Kamu gila?” Ucap Keven spontan.

“Jahat banget sih!! Orang bilang suka malah dikatai gila!! Aku tuh suka, menuju cinta, bukan gila!!”

Berlalu meninggalkan Keven yang kini terbengong dengan mata terbelalak lebar, Yuki menggerutu sepanjang jalan menuju ruang ganti karyawan di restoran tempatnya bekerja. Saat ini memang bukan shift nya bekerja, akan tetapi Yuki memaksa datang pagi demi sebuah bubur sum-sum untuk Keven.

“Kamu kok datang pagi, Ki? Bukannya jadwal kamu kerja shift ketiga aja ya?”

“Hehe.. Mau numpang pipis Mbak.” Ucap Yuki asal sambil terkekeh pelan.

“Memang kamu dari mana? Kenapa baju mu kotor gitu?”

“Oh, ini.. Hm.. Tadi gak sengaja ditabrak orang jalan gak hati-hati waktu di pasar Mbak.” Kilah Yuki sambil menunjuk bajunya yang kotor. “Aku ke toilet dulu ya Mbak. Udah kebelet banget ini.”

Meninggalkan rekan kerjanya yang sibuk berganti seragam kerja, Yuki di toilet sedang membersihkan sisa air gula merah yang sudah meresap ke serat kain bajunya. Membasahi bagian yang kotor dengan air mengalir yang kemudian Yuki peras sekuat tenaga, noda itu benar-benar betah melekat jika tidak dihempas oleh sabun cuci berkekuatan super.

Sedangkan di lain tempat, Keven kembali mengumpat kesal karena harus berganti pakaian. Ungkapan cinta Yuki? Sepenuhnya Keven abaikan, bahkan tidak membekas sedikitpun diingatan Keven jika Yuki pernah mengucapkan kalimat yang menurutnya hanya sebuah bualan.

...****************...

*

*

*

Udah jelas siapa suami Yuki?😄 atau ada yang punya dugaan lainnya nih?🤔

1
Yuyun ImroatulWahdah
😭😭😭😭
Yuyun ImroatulWahdah
menarik🤔😊😁
Dewi Murni
saka dong suaminya
Indra Fatiria
usahain Yuki bercerai dari Keven, laki2 GUOBLOKKKKK
Indra Fatiria
Tolong Yuki harus meninggalkan suaminya, suami gk punya otak, suami guoblok
Indra Fatiria
kapan Yuki gugat cerainya
Indra Fatiria
bisa gk belut licin itu matikkkkk aja
Indra Fatiria
emang suami Yuki gk punya nama ya
Sedang mengetik...
masih saling cinta tapi keduanya harus merelakan cinta itu berakhir
Sedang mengetik...
nah Nita ketahuan kerja sama om om
Sedang mengetik...
sulit kali ya berada di posisi Dion.. cinta bertepuk sebelah tangan yg lebih parahnya lagi orang itu akan jadi adik ipar
Sedang mengetik...
gimana kev rasanya cemburu enak gak .. mamam tuh cemburu... cemburu mu udah telat... dari kemaren kemana aja.. sekarang Yuki bukan milik mu lagi.. jdi gak usah cemburu
Sedang mengetik...
baca judulnya aku tdi bingung... ehh ternyata oh ternyata....
Sedang mengetik...
setidaknya masih ada kenangan manis yg bisa di ingat sebelum perceraian terjadi
Sedang mengetik...
ada lega tapi rasa sesak itu juga ada
Sedang mengetik...
kev kamu tuh harus bisa bedakan mana yg sedang kamu perjuangan dengan yg tidak,, mana janjimu yg mengatakan hanya ada kita berdua pada Yuki dulu.. nyatanya sekarang kamu masih mendahulukan Alia dari pda yuki
Sedang mengetik...
Keven bodoh selalu saja tertipu dengan sandiwara Alia
Sedang mengetik...
bilang aja kamu juga iri kan dim... kamu juga berharap bisa romantis tomantisan kan sama Yuki
Sedang mengetik...
kadang kala orang lain emang lebih peka dari pda diri kita sendiri
Sedang mengetik...
kasian loh Yuki sebenarnya dia dah nikah tapi belum pernah merasakan roti sobek makannya sampai kebawa mimpi gtu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!