slow update !!!
Kisah tentang seorang laki-laki bernama David Fernandez dan seorang wanita bernama Renata Azaria Saputra.
David Fernandez adalah seorang pengusaha muda dan merupakan anak dari pemilik salah satu maskapai penerbangan terbesar di Asia.
Renata Azaria Saputra adalah seorang putri dari seorang pengusaha sukses asal Surabaya. ia juga merupakan seorang aktris tanah air yang terkenal. sudah banyak sekali sinetron maupun film yang ia bintangi.
siapa sangka ternyata kedua orang tua mereka merupakan sahabat karib dan sudah menjodohkan keduanya semenjak mereka masih bayi.
apakah laki-laki dingin seperti David bisa jatuh cinta pada wanita cerewet seperti Renata ??
apakah keduanya bisa menerima perjodohan itu ??
ikuti kisah keduanya dan lihatlah bagaimana kelakuan konyol mereka..
follow my Instagram @a.ayumie20
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ambarayu96, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tipuan Renata
Melihat David
yang marah dengan pelayan itu, membuat Rena merasa sangat puas karena
rencananya berjalan dengan sempurna. Tawa renyah dari mulut Rena membuat Vanya
semakin dirundung rasa gelisahnya. Pasalnya ia tahu kalau saat ini Arga tengah
menatap ke arahnya dengan tatapan penuh arti.
“Kenapa aku selalu seperti ini jika berada di dekatnya? Padahal aku kan
sudah mempunyai Marcell. Ada apa denganku ini? Mungkinkah hatiku sudah
berpaling?” ucap Vanya dalam hati sambil berusaha menetralkan detak jantungnya
yang seakan habis berlari puluhan kilometer itu.
“Ren, Ren. David, Ren” ucap Vanya yang takut saat melihat David tengah
menatap kerah ,ereka berdua.
Sedangkan Rena, ia justru tersenyum lalu ia melambaikan tangannya
sambil tertawa puas.
“Hahaha”
Namun tawa itu hanya berlangsung beberapa detik saja, karena keduanya
melihat David lantas berjalan menuju ke arah mereka.
“Bagaimana ini, Ren?” tanya Vanya gelisah karena melihat raut wajah David
yang datar ssambil berjalan itu.
“Si....al! Aku pergi dulu ya, kamu bisa naik taksi kan?” ucap Rena sambil
mengambil tasnya dan memasukkan ponselnya, hendak bergegas dari tempat itu.
Dengan cepat Vanya menahan tangan Rena, berharap tidak meninggalkannya
di sana.
“Ta-tapi, Ren?” ucapan Vanya terputus karena Rena yang dengan cepat
menyela ucapannya.
“Please! Aku harus pergi sekarang. Sepertinya dia akan mengamuk
padaku. Bye, Sayang” ucap Rena sambil melepaskan genggaman tangan sahabatnya
itu. Lalu dengan langkah cepat ia berlari meninggalkan meja itu.
Sepeninggal Rena, Vanya terlihat gugup karena David yang tetap berjalan
ke arahnya itu. Namun pandangannya tertuju pada sesuatu yang ada di samping
mangkok Tom Yam Rena.
“Ini kan kunci mobil Rena.” Ucap Vanya sambil mengambil kunci itu. Di
saat itu juga bertepatan dengan David yang tiba di sana.
Melihat kunci itu membuat David menyunggingkan senyumnya.
“Berikan padaku.” Ucap David sambil mengulurkan tangan kanannya pada
Vanya.
Vanya yang tak punya pilihan lain, langsung memberikan kunci mobil itu
kepada laki-laki tersebut.
Setelah mendapatkan kunci itu, David lantas pergi dari restoran itu menyusul Rena.
Vanya yang tak mau di sana lebih lama lagi, langsung mengambil beberapa lembar
uang dari dalam dompetnya dan meletakkannya di atas meja itu. kemudian ia pun
ikut pergi meninggalkan tempat tersebut. Apalagi Arga yang masih saja menatap
kearahnya itu, semakin membuatnya salah tingkah.
Rena yang saat ini berada di parkiran, terlihat kebingungan saat
mencari kunci mobilnya. Pasalnya ia tidak mungkin bisa masuk ke dalam mobilnya
tanpa kunci itu.
“Di mana sih? Perasaan aku taruh sini tadi.” Gerutu Rena sambil terus
mengobrak-abrik tasnya itu.
Saking sibuknya ia mencari kunci, ia tak menyadari kalau kegiatannya
itu menyita waktu hingga membuat seorang laki-laki yang kini sudah berada di
belakangnya itu menyunggingkan senyumnya.
David yang melihat Rena tengah sibuk dengan tasnya itu, membuat David
menghentikan langkahnya yang hanya beberapa langkah di belakang tubuh Rena.
“Si...al! Jangan-jangan kuncinya ketinggalan di dalam? Aish, bagaimana
ini?” ucap Rena yang berpikir kalau kuncinya tertinggal di dalam restoran tadi.
“Aku ambil deh, nanti kalau di sana ada dia aku langsung kabur.” Ucap Rena
sambil menutup kembali tasnya dan bergegas untuk kembali ke dalam restoran.
Namun betapa terkejutnya saat ia membalikkan badannya, ia melihat sosok
laki-laki yang tadi ia kerjai ternyata sudah berada di depan matanya.
“Ka-kamu?” ucap Rena terbata saat melihat David yang tengah menatapnya
dengan tatapan mata elangnya itu.
Dengan perlahan Rena menyengir sambil memundurkan tubuhnya, berusaha
menghindari laki-laki itu. David yang melihat Rena berusaha menghindar itu,
melangkahkan kakinya maju ke arah Rena.
Bugh
Tubuh Rena terbentur badan mobil karena ia yang terus saja mundur, berusaha
menghindar.
“Mam...pus gue!” batin Rena.
“Ayolah, otak. Berpikirlah cepat!” batin Rena memerintahkan otaknya
untuk berpikir secepatnya.
Ting
“Arga? Kenapa dia?” ucap Rena terkejut sambil melihat ke arah belakang
David itu. Apalagi mimik wajah Rena di buat se terkejut mungkin agar bisa
membuat laki-laki di depannya itu mempercayainya.
David yang mendengar nama
sahabatnya itu di sebut, seketika memutar tubuhnya untuk melihat sahabatnya.
gotcha!
Melihat David yang termakan oleh ucapannya itu, membuat Rena langsung
berlari meninggalkan laki-laki itu.
“Hahaha bye” ucap Rena sambil tertawa mengejek kepada David yang telah
tertipu olehnya itu.
Tak lupa Rena menjulurkan lidahnya kepadanya saat ia sudah berada jauh
dari sana.
David yang dibohongi oleh Rena merasa sangat kesal. Ia tak menyangka
akan bisa dengan mudah di kelabui.
“Awas saja kau, Renata. Tunggu pembalasanku” ucap David sambil menatap
ke arah Rena yang saat ini sudah mendapatkan taksi dan kemudian masuk ke
dalamnya.
Karena David tadi semobil dengan Arga, kini tak punya pilihan kain
selain membawa mobil milik wanita yang merupakan calon isterinya itu.
Di sisi lain
“Masuk!” ucap Arga kepada Vanya yang saat ini tengah berdiri di samping
mobilnya itu.
Melihat Vanya yang berdiri sedang menunggu taksi membuat Arga
menghentikan mobilnya. Ia tak tega melihat wanita itu berdiri seorang diri di
atas trotoar.
“Tidak, terimakasih.” Ucap Vanya menolak.
“Haruskah aku turun dan membukakan pintu untukmu?” ucap Arga sambil
tangannya membuka pintu samping kemudinya itu. Vanya yang tak mau sampai itu
terjadi, langsung menghela nafasnya sambil mendekatkan diri ke mobil dan akhirnya
ia masuk ke dalam mobil itu.
Tentu Arga yang melihat itu seketika menyunggingkan senyumnya sambil
mengunci pintu mobilnya.
“Good girl” ucap Arga kemudian ia menjalankan mobilnya
meninggalkan tempat itu bersama Vanya yang saat ini bergulat dengan pikirannya
itu.
..... TBC .....